PENDAHULUAN
Masalah Penelitian
- Identifikasi Masalah
- Pembatasan Masalah
- Rumusan Masalah
Return saham yang diperoleh investor akan berubah (menjadi lebih baik) seiring dengan adanya kebijakan right issue. Apakah trading volume Activity (TVA) saham berbeda signifikan pada periode sebelum dan sesudah ex-date right issue?
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui apakah return saham berbeda secara signifikan pada periode sebelum dan sesudah ex-date right issue. Untuk mengetahui apakah trading volume Activity (TVA) suatu saham berbeda secara signifikan pada periode sebelum dan sesudah ex-date right issue.
Manfaat Penelitian
Untuk mengetahui apakah abnormal return berbeda secara signifikan pada periode sebelum dan sesudah ex date right issue.
Sistematika Penulisan
Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata abnormal return saham sebelum dan sesudah right issue. Ha : Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata abnormal return saham sebelum dan sesudah right issue.
LANDASAN PEMIKIRAN TEORITIS
Pasar Modal
- Bentuk Efisiensi Pasar Modal
- Event Study
- Dilusi Saham
Instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar modal merupakan instrumen jangka panjang (jatuh tempo lebih dari 1 tahun) seperti saham, obligasi, reksa dana dan berbagai derivatifnya (Bursa Efek Indonesia, 2007). Menurut Keane (1983), pasar modal lemah jika harga saham sepenuhnya mencerminkan informasi termasuk seluruh perubahan harga.
Saham
- Definisi Saham
- Jenis-jenis Saham
- Return Saham
- Abnormal, Actual dan Expected Return
- Likuiditas Saham
Misalnya dividen saham yang dibayarkan dalam bentuk saham yang dapat diubah menjadi uang tunai dengan menjual saham yang diterima investor. Semakin tinggi frekuensi suatu saham diperjualbelikan maka semakin tinggi pula likuiditas saham tersebut, sehingga investor menyukai saham-saham yang mempunyai likuiditas tinggi karena jika sewaktu-waktu membutuhkan dana maka mereka dapat menjual saham yang dimilikinya dengan mudah dan cepat. Saham yang tidak likuid akan menyebabkan investor kehilangan kesempatan memperoleh keuntungan, karena likuiditas yang tinggi akan menimbulkan perbedaan harga yang kemudian sangat digemari oleh investor jangka pendek yang mencari keuntungan melalui perbedaan harga (capital gain).
Likuiditas suatu saham dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah tingginya harga suatu saham yang menyebabkan kurangnya saham yang diperdagangkan di bursa sehingga dianggap kurang likuid. Semakin likuid suatu saham berarti semakin tinggi volume atau frekuensi perdagangannya, hal ini menunjukkan minat investor terhadap suatu saham karena dianggap memberikan return yang lebih besar dibandingkan saham yang likuiditasnya rendah. Perhitungan TVA dilakukan dengan membandingkan jumlah saham yang diperdagangkan pada suatu periode tertentu dengan jumlah saham beredar pada periode yang sama.
Right Issue
- Pengertian Right Issue
- Tujuan PerusahaanMelakukan Right Issue
- Alasan Perusahaan Melakukan Right Issue
- Hal-hal yang Berkaitan dengan Right Issue
- Teori Tentang Informasi
Rights issue merupakan upaya emiten untuk menghemat biaya emisi dan menambah jumlah saham yang beredar. Tujuan perusahaan melakukan right issue adalah untuk menambah modal perusahaan, memperluas investasi atau melunasi hutang. Perusahaan seringkali menerbitkan right issue untuk menghemat biaya emisi, dan juga untuk meningkatkan jumlah saham yang diperdagangkan.
Dengan adanya right issue maka jumlah saham eksisting perseroan akan bertambah sehingga diharapkan akan meningkatkan frekuensi perdagangan yang berarti akan meningkatkan likuiditas saham tersebut. Tanggal pemisahan merupakan tanggal yang menentukan porsi investor yang akan menerima right issue dan berapa banyak tambahan saham baru yang akan dihasilkan dari right issue tersebut. Tanggal pencatatan adalah tanggal tambahan saham hasil right issue dicatatkan di bursa.
Penelitian Terdahulu
Penelitian yang dilakukan oleh Prima Yusi Sari menemukan bahwa dari 71 sampel perusahaan yang melakukan right issue di BEJ, terlihat terdapat reaksi pasar negatif yang signifikan terhadap harga saham baik pada tanggal ex-date maupun sekitar tanggal ex-date tersebut. tanggal. Budiarto dan Baridwan (1996), penelitian menemukan bahwa dari 50 sampel perusahaan yang melakukan right issue di BEJ, terdapat perbedaan return saham yang signifikan pada hari pengumuman dan sehari sebelum pengumuman. Namun demikian, tidak terdapat perbedaan imbal hasil yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman right issue.
Penelitian ini menemukan bahwa tidak terdapat abnormal return positif yang signifikan pada saat pengumuman right issue. Kurniasari dan Nugraheni (2003) menemukan bahwa dari sampel 27 perusahaan yang melakukan right issue di BEJ, terlihat adanya reaksi negatif pasar terhadap harga saham yang tidak signifikan pada tanggal sebelumnya. Tidak terdapat perbedaan return saham, abnormal return dan TVA yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman right issue.
Kerangka Pemikiran…
Jika terus melihat pada indeks harga saham gabungan, respon ini akan berubah menjadi abnormal return yang diperoleh dari selisih return saham dengan return pasar. Rights issue dapat dijadikan salah satu cara bagi perusahaan untuk menghindari ancaman delisting. Rights issue merupakan suatu kebijakan korporasi (corporate action) yang bertujuan untuk menjaga agar saham tetap berada pada kisaran perdagangan yang optimal dengan tingkat harga yang lebih rendah dan jumlah saham yang beredar lebih banyak sehingga meningkatkan permintaan investor.
Oleh karena itu, perseroan berharap sekaligus dapat memperoleh banyak manfaat melalui kebijakan right issue, seperti kemungkinan terhindar dari delisting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kebijakan right issue terhadap return saham, abnormal return dan likuiditas. Return, abnormal return, dan likuiditas saham sebelum dan sesudah right issue digunakan sebagai bahan penelitian karena dampak dari peristiwa right issue berpengaruh langsung terhadap return, abnormal return, dan jumlah saham.
Hipotesis
Artinya abnormal return saham sebelum right issue mempunyai perbedaan yang signifikan dengan abnormal return saham setelah right issue. Hipotesis pertama penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata return saham sebelum dan sesudah right issue. Ho : Tidak terdapat perbedaan rata-rata return saham yang signifikan sebelum dan sesudah right issue.
Hipotesis kedua dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata abnormal return saham sebelum dan abnormal return saham setelah right issue. Dengan demikian hipotesis kedua yang menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata abnormal return saham sebelum dan sesudah right issue ditolak. Ho: Tidak ada perbedaan signifikan rata-rata TVA saham sebelum dan sesudah right issue.
METODE PENELITIAN
Tehnik Pengolahan Data
Menghitung abnormal return dengan mengambil selisih antara return aktual dan return yang diharapkan untuk setiap saham sebelum periode jendela menggunakan rumus. Setelah TVA masing-masing saham diketahui, maka rata-rata TVA untuk periode sekitar tanggal pengumuman dihitung.
Analisis Statistik
Data yang berdistribusi normal berarti juga berdistribusi normal, artinya data tersebut dianggap mewakili populasi yang ada. Data survei yang berdistribusi normal menggunakan uji parametrik yaitu uji berpasangan sampel t-test, sedangkan jika data tidak berdistribusi normal digunakan uji non parametrik yaitu uji Wilcoxon Sign Rank Test. Syarat utama pengujian parametrik adalah data terdistribusi normal. Jadi data yang belum terdistribusi normal harus dinormalisasi terlebih dahulu dengan salah satu cara yaitu dengan mengubah data tersebut ke dalam bentuk log natural.
Data Log Natural yang normal dapat dilakukan uji parametrik yaitu uji t sampel berpasangan, sedangkan apabila data Log Natural masih tidak normal maka digunakan uji non parametrik yaitu uji Wilcoxon Signed Rank Test. Jika terbukti data berdistribusi normal maka dilakukan uji statistik parametrik yaitu menggunakan uji t sampel berpasangan. Apabila ditemukan data berdistribusi tidak normal maka dilakukan pengujian non parametrik yaitu dengan menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test.
Tehnik Pengujian Hipotesis
Artinya return saham sebelum right issue tidak berbeda nyata dengan return saham setelah right issue. Artinya return saham sebelum right issue berbeda signifikan dengan return saham setelah right issue. Artinya abnormal return saham sebelum right issue tidak berbeda signifikan dengan abnormal return saham setelah right issue.
Hipotesis pertama yang menyatakan terdapat perbedaan signifikan rata-rata return saham sebelum dan sesudah right issue, maka dapat diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara return saham sebelum dan sesudah right issue pada perusahaan yang melakukan right issue pada periode 2006-2008. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal return saham sebelum dan sesudah right issue pada perusahaan yang melakukan right issue pada periode 2006-2008.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pemilihan Sampel Akhir
Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan right issue di Bursa Efek Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan right issue pada tahun 2006 hingga 2008. 1 Melakukan kebijakan right issue selama periode observasi terhadap 64 perusahaan 2 Melakukan kebijakan right issue dan menerapkan kebijakan lainnya.
Dari tabel diatas diketahui jumlah perusahaan yang melakukan right issue selama tahun 2006 sampai dengan tahun 2008 sebanyak 64 perusahaan, dimana pada tahun 2006 sebanyak 17 perusahaan, tahun 2007 sebanyak 20 perusahaan dan tahun 2008 sebanyak 27 perusahaan. Berdasarkan kriteria kedua, hanya 53 perusahaan yang memenuhi kriteria tersebut, sedangkan 11 perusahaan tidak memenuhi kriteria kedua karena menerapkan kebijakan selain right issue, seperti Jumlah sampel akhir sebanyak 34 perusahaan dianggap mewakili sampel perusahaan pada kriteria ketiga yang melakukan right issue pada setiap tahun tahun pengamatan.
Analisis Deskriptif Statistik
- Return Saham
- Abnormal Return Saham
- Trading Volume Activity
Berdasarkan data pada tabel diatas terlihat bahwa variabel return saham sebelum right issue mempunyai nilai mean atau median sebesar 0.00814 dan deviasi atau standar deviasinya sebesar 0.002217. Variabel return saham setelah right issue mempunyai nilai mean atau median sebesar -0.00462 dan deviasi atau standar deviasinya sebesar 0.009344. Variabel abnormal return post-rights issue mempunyai nilai mean atau median sebesar 0.00026 dan standar deviasi atau deviasinya sebesar 0.009123.
Berdasarkan data pada tabel di atas terlihat bahwa variabel TVA pre-entitlement mempunyai nilai mean atau median sebesar 0,00554 dan deviasi atau standar deviasi sebesar 0,0016009. Variabel TVA pasca-hak mempunyai mean atau median sebesar 0,00336 dan varians atau standar deviasi sebesar 0,0013428. Sementara itu, rata-rata TVA ex-date mengalami penurunan sebesar 0,3%, meskipun terdapat peningkatan pada t+4.
Pengujian Hipotesis
- Uji Normalitas Data
- Uji Normalitas Return Saham
- Uji Normalitas Abnormal Return Saham
- Uji Normalitas Trading Volume Activity
- Pengujian Hipotesis
- Pengujian Hipotesis Return Saham
- Pengujian Hipotesis Abnormal Return Saham
- Pengujian Hipotesis Trading Volume Activity
2-tailed) > 0,05 sehingga data return saham sebelum dan sesudah mempunyai data yang berdistribusi normal atau Ha ditolak, sehingga dapat dilakukan uji parametrik yaitu uji t sampel berpasangan. Berdasarkan data pada tabel diatas, abnormal return saham sebelum dan sesudah mempunyai nilai Asymp. 2-tailed) > 0,05 sehingga data abnormal return saham sebelum dan sesudah mempunyai data yang berdistribusi normal atau Ha ditolak sehingga dapat dilakukan uji parametrik yaitu uji t sampel berpasangan.
Hasil uji Paired Sample T-test terhadap return saham sebelum dan sesudah ternyata diperoleh nilai t sebesar 2,908 dengan nilai sig. Hasil uji Paired Sample T-test terhadap abnormal return saham sebelum dan sesudah ternyata diperoleh nilai t sebesar 0,739 dengan nilai sig. Dengan menggunakan taraf signifikansi α = 0,05 maka Ha ditolak yang berarti tidak terjadi penurunan rata-rata abnormal return saham yang signifikan setelah ex-date right issue.
Pembahasan Hasil Penelitian
Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian Kurniasari dan Nugraheni (2003) yaitu tidak terdapat perbedaan return yang signifikan antara sebelum dan sesudah pengumuman right issue. Pengujian volume perdagangan saham menghasilkan temuan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan aktivitas volume perdagangan saham sebelum dan sesudah penerbitan ex-date. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh right issue terhadap return, abnormal return dan likuiditas saham di pasar saham Indonesia tahun 2006-2008.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa return saham turun secara signifikan setelah right issue akibat adanya aktivitas short sell yang menyebabkan harga saham turun secara signifikan setelah right issue. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara volume perdagangan saham sebelum dan sesudah right issue antara perusahaan yang melakukan right issue pada periode 2006-2008. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa volume perdagangan saham mengalami penurunan yang signifikan setelah right issue akibat short sell dan jangka waktu yang terbatas.
Hal ini disebabkan karena periode setelah penerbitan HMETD mengalami penurunan imbal hasil dan volume yang signifikan dibandingkan periode sebelum penerbitan HMETD. Ghozali, Imam dan Solichin, Agus (2003), Analisis Dampak Pengumuman Rights Issue Terhadap Reaksi Pasar di Bursa Efek Jakarta, Vol.