• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ACCOUNTING. Vol. 01, No.01, Maret 2020, pp 305-312 305

Wa Hendri1, Mariati M2, Tamsil3

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar.

[email protected]

1

, [email protected]

2

, [email protected]

3

ABSTRACT

This research aims at finding out the suitability of Inventory Accounting in Inspectorate Office of Bantaeng based on PSAP 05 in 2010. Inventory accounting is inventory recognition, inventory measurement, inventory expense, inventory disclosure. The data analysis method is descriptive comparative, it compares the inventory accounting applying in Inspectorate Office of Bantaeng with PSAP 05 in 2010. The data collection technique was documentation. Documentation is a supporting data such Financial Report of Inspectorate Office of Bantaeng. The results conclude that the inventory accounting applied is based on PSAP 05 in Inspectorate Office of Bantaeng is in accordance with PSAP 05 2010.

Keywords: inventory accounting, PP No. 71 In 2010.

PENDAHULUAN

Era globalisasi saat ini merupakan sesuatu yang tidak dapat kita hindari oleh seluruh masyarakat dunia. Bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia memiliki kewajiban untuk secara terus menerus berpartisipasi dalam mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance), yaitu dengan cara menciptakan transparansi, akuntanbilitas dan efektivitas serta efisiensi dalam pengelolaan keuangan negara. Sebagai usaha dalam mewujudkan suatu sistem penataan pemerintahan yang baik, perlu adanya reformasi di bidang akuntansi pemerintah, karena melalui proses akuntansi dapat menghasilkan informasi keuangan untuk digunakan berbagai pihak sesuai dengan tujuan masing-masing.

Suatu perubahan yang terjadi dalam aspek akuntansi harus di dasari dengan suatu dasar yang kuat yaitu dengan adanya Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), yang bermaksud memberikan pedoman dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Standar Akuntansi Pemerintah merupakan persyaratan yang mempunyai kekuatan hukum dalam upaya peningkatan kualitas laporan keuangan pemerintah di Indonesia.

Standar Akuntansi Pemerintah tersebut disusun oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) yang independen dan di

tetapkan dengan peraturan pemerintah setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Sesuai dengan amanat Undang-Undang Keuangan Negara tersebut, pemerintah telah menetapkan peraturan Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansii Pemerintah. Standar Akuntansi Pemerintah tersebut menggunakan basis kas untuk pengakuan transaksi pendapatan, belanja, dan pembiayaan dan basis akrual untuk pengakuan asset, kewajiban, dan ekuitas dana.

Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 masih bersifat sementara sebagaimana diamanatkan dalam pasal 36 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 dilaksanakn paling lambat 5 (lima) tahun. Oleh karena itu ditetapkanlah Peraturan Pemarintah Nomor 71 Tahun 2010 sebagai pengganti peraturan pemerintah Nomor 24 Tahun 2005.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 terdapat dua entitas dalam pelaksanaan Akuntansi pada pemerintahan yaitu entitas akuntansi dan entitas pelaporan.

Entitas akuntansi merupakan unit pada pemerintahan yang mengelola anggaran, kekayaan dan kewajiban yang menyelenggarakan akuntansi dan menyajikan laporan keuangan.

Tahun 2014 merupakan tahun terakhir diterapkan standar akuntansi pemerintah berbasis cash towards accrual. Mulai tahun 2015, baik pemerintah pusat maupun daerah

(2)

306 Wa Hendri, Mariati M, Tamsil

sudah harus menerapkan peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar akuntansi berbasis akrual, yang di dalamnya terdapat Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) yang tidak terpisahkan dari peraturan pemerintah ini, pada tahun 31 Desember 2014, pemerintah daerah termasuk Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) telah menyusun laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan berbasis cash towards accrual (Tanjung: 2015). Salah satu laporan keuangan yang disusun adalah neraca.Persediaan disajikan di neraca pada bagian aset lancar. Persediaan yang disajikan adalah jumlah persediaan hasil opname fisik dikalikan dengan nilai per unit sesuai dengan metode penilaian yang di gunakan termasuk dalam persediaan tersebut adalah barang yang dibeli dengan belanja hibah atau belanja bantuan sosial yang belum didistribusikan sampai dengan akhir periode laporan

Penerapan SAP berbasis akrual harus dilakukan secara hati-hati dengan persiapan yang matang dan terstruktur terkait dengan peraturan seperti komitmen organisasi, sumber daya manusia, infrastruktur dan sistem informasi kesuksesan penerapan SAP berbasis akrual sangat di perlukan sehingga pemerintah dapat menghasilkan laporan keungan yang lebih transparan dan lebih akuntabel

Persediaan dalam pemerintahan sebagian besar bergantung pada karakter organisasi pemerintahan tersebut. Pengelolaan persediaan perlu dilakukan dengan baik mengacu kepada PSAP Nomor 05 tentang Akuntansi Persediaan yang terdapat pada peraturan Nomor 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. Sebagai asset lancar persediaan dianggap sebagai bahan habis pakai yang sulit dipertanggung jawabkan. Pengelolaan persediaan perlu dilakukan dengan baik secara akuntabel dan transparan. Pengelolaan persediaan yang teratur harus menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh setiap instansi pemerintah agar dapat meminimalisir kekeliriuan yang terjadi dalam pencatatan persediaan (Aprilinda, 2018).

Akuntansi Persediaan yang terdapat pada peraturan Nomor 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. Sebagai aset lancar persediaan dianggap sebagai bahan habis pakai yang sulit dipertanggungjawabkan.

Pengelolaan persediaan perlu dilakukan dengan baik secara akuntabel dan transparan.

Pengelolaan persediaan yang teratur harus menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh setiap instansi pemerintah agar dapat meminimalisir kekeliriuan yang terjadi dalam pencatatan persediaan karena dalam laporan keuangan terdapat aset lancar yang salah satunya adalah persediaan maka dalam instansi pemerintah harus mengelola persediaan dengan baik karena laporan keuangan tidak dapat disusun tanpa mengetahui nilai persediaan.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka yang menjadi rumusan masalah dalam proposal penelitian ini adalah, “Apakah penerapan akuntansi persediaan pada SatuanOrganisasi perangkat daerah Kabupaten Bantaeng telah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) 05 Tahun 2010?”

Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kesesuaian penerapan akuntansi persediaan pada Satuan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bantaeng dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) 05 Tahun 2010.

TINJAUAN LITERATUR Akuntansi Persediaan. Persediaan berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) No. 5 paragraf 4 Nomor 71 Tahun 2010 adalah aset lancar bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Secara spesifik, tujuan utama entitas pemerintahan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan (Nordiawan, 2015).

Persediaan termasuk aset, dimana merupakan sumber daya ekonomi yang dikuasai atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk penyedia jasa bagi masyarakat umum dan sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya (Paragraf 5 No 71 Tahun 2010).

Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah. Berdasarkan PP No. 71 Tahun 2010 pasal 1 ayat (3) tentang standar akuntansi

(3)

ACCOUNTING. Vol. 01, No.01, Maret 2020, pp 305-312 307 pemerintahan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah.

Adapun karateristik pokok standar akunkunsi pemerintahan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 adalah (Badric Siregar: 2017) : a) Jumlah pernyataan standar meliputi PSAP 1 tentang penyajian Laporan Keuangan, PSAP 2 tentang Laporan Realisasi Anggaran, PSAP 3 tentang Laporan Arus Kas, PSAP 4 tentang catatan atas Laporan Keuangan, PSAP 5 tentang akuntansi Persediaan, PSAP 6 tentang Akuntansi Investasi, PSAP 7 tentang Akuntansi Aset Tetap, PSAP 8 tentang Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan, PSAP 9 tentang Akuntansi Kewajiban, PSAP 10 tentang Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Operasi yang tidak Dilanjutkan, PSAP 11 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian, serta PSAP 12 tentang Laporan Operasional. b) Basis Akuntansi yang digunakan adalah basis akrual.

Berdasarkan basis ini, pendapatan LO, beban, aset, kewajiban, ekuitas, dicatat dengan basis akrual. Kalau anggaran disusun dengan basis kas maka digunakan pencatatan basis kas;

apabila anggaran disusun dengan basis akrual maka pencatatan anggaran juga menggunakan basis akrual. c) Laporan Keuangan pokok yang dihasilkan meliputi laporan reaslisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, neraca, laporan opersaional, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan. d) Informasi Keuangan yang disediakan adalah aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan LRA, belanja, transfer, pembiayaan, saldo anggaran lebih, pendapatan LO, beban, dan arus kas

Menurut Suwanda & Santosa (2014) Standar Akuntansi Pemerintah adalah prinsip- prinsip akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah. Dalam hal ini tentu bersifat wajib bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk peningkatan kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).Standar Akuntansi Pemerintah dinyatakan dalam bentuk pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), yaitu Standar AKuntansi Pemerintah diberi judul, nomor dan tanggal efektif (Nurlaila 2014).

Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual. Basis Akrual adalah dasar akuntansi

yang mengakui transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi (dan bukan hanya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar).Oleh karena itu, transaksi-transaksi dan peristiwa-peristiwa dicatat dalam catatan akuntansi dan diakui dalam laporan keuangan pada periode terjadinya. (Halim & Kusufi). Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) berbasis akrual adalah standar yang mengakui pendapatan, beban, aset, utang dan ekuitas dalam pelaporan finansial berbasis akrual, serta mengakui pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam pelopran pelaksanaan anggaran berdasarkan basis yang ditetapkan dalam. APBN/APBD.

Laporan keuangan yang dihasilkan dari penerapan SAP berbasis Akrual dimaksudkan untuk memberi manfaat lebih baik bagi para pemangku kepentingan, baik para pengguna maupun muapun pemeriksa laporan keuangan pemerintah.

Pentingnya Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah. Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) pedoman untuk menyatukan presepsi antara penyusun, pengguna dan auditor.Pemerintah pusat juga pemerintah daeah wajib menyajikan laporan keuangan sesuai dengan SAP. Pengguna laporan keuangan termasuk legislatif akan menggunakan sebagai kriteria dalam pelaksanaan audit (Dhedy Triwadana 2017)

Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah yang sesuai dalam pemenuhan kewajiban pelaporan pertanggungjawaban keuangan daerah merupakan penentu atas kualitas laporan keuangan yang dihasilkan.

Standar Akuntansi Pemerintahan merupakan salah satu aspek penting yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan yaitu meningkatkan daya banding, keterpahaman, relevansi dan keandalan laopran keuangan (Mahmudi, 2011)

METODE PENELITIAN Desain penelitian merupakan rancangan penelitian untuk mengarahkan kerja penelitian agar lebih efektif, efisiensi dan tepat sasaran.

Menjabarkan berbagai variable yang akan dilteliti, kemudian mebuat hubungan antara suatu variable dengan variable lain sehingga akan mudah dirumuskan masalah penelitiannya, pemilihan teori yang relevan, metode penelitian, instrument penelitian dan teknik analisis data yang akan digunakan serta

(4)

308 Wa Hendri, Mariati M, Tamsil

kesimpulan yang di harapkan. Untuk mengetahui kesesuaian penerapan antara Akuntansii Persediaan berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah Berbasis Akrual dengan Penerapan yang di terapkan pada Satuan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bantaeng menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi.Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif komparatif.

Lokasi Penelitian ini dilakukan pada Kantor Insepkotorat Kabupaten Bantaeng berlokasi di jalan Andi Mannapiang No 11.Penelitian. Waktuan Penelitian ini adalah kurang lebih selama dua bulam dari bulan Juli sampai bulan agustus.

Data penelitian ini yang digunakan adalah Jenis data dan sumber data. Jenis data yaitu: 1) Data kualitatif adalah data yang diperoleh berupa keterangan-keterangan secara lisan ataupun tertulis, seperti gambaran perusahaan dan informasi lain yang digunakan.

2) Data kuantitatif adalah yaitu data yang berupa anngka-angka yang diambil dari laporan keuangan untuk kegiatan program peneyelenggaraan pemerintah. Sumber data yaitu: 1) Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil pengamatan langsung terhadap objek penelitian, dengan tujuan untuk mengumpulkan data informasi dari Kantor Inspektorat Kab. Bantaeng. 2) Data sekunder yaitu data yang di peroleh dengan mempelajari berbagai literatur-literatur seperti buku-buku, jurnal-jurnal maupun artikel ilmiah yang berkaitan dengan penelitian ini. Menurut Astuty (2018) Data sekunder yaitu sumber data yang diperoleh peneliti secara langsung melalui media perantara. Data sekunder pada umumnya berupa bukti, catatan, atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data dokumentasi).

Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1)

Observasi yaitu melakukan pengamatan langsung terhadap obyek penelitian, cara tersebut dapat memberikan data yang lebih akurat dan berdasarkan kenyataan yang ada. 2) Wawancara yaitu dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung dengan pihak Intstansi yang diteliti. 3) Dokumentasi adalah dogunakan untuk memperoleh data mengenai dokumen serta arsip-arsip yang akan digunakan dalam penelitian ini..

Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif komperatif yaitu menjelaskan dan membandingkan penerapan akuntansi persediaan Kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng dengan PSAP No. 5 Tahun 2010.Sehingga data memberikan gambaran yang sebenarnya tentang akuntansi persediaan Kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng.

HASIL DAN PEMBAHASAN Klasifikasi persediaan. Klasifikasi persediaan pada Kantor Inspektorat Kab.

Bantaeng berdasarkan fungsinya sesuai dengan kondisi operasional yaitu Persediaan habis pakai (ATK)

Pengakuan persediaan. Pengakuan persediaan pada kantor Inspetorat Kab.

Bantaeng memiliki nilai dan terdapat berita acara penyerahan barang.

Pengukuran persediaan. Pengukuran persediaan barang dan jasa pada Kantor Inspektorat Kabupaten bantaeng membeli melalui rekanan yang ada dalam surat perjanjian kerja.

Pengungkapan persediaan pada Kantor Inspektorat Kab. Bantaeng diajukan sebagai bagian dari aset lancar dineraca pemerintahan kab. Bantaeng

Tabel 4.1

Perbandingan Standar SAP No. 5 dengan Penerapan Kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng.

No.

Standar SAP No. 5

Penerapan kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng

Ket.

1. Definisi :

Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan

Persediaan adalah asset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan

Sesuai

(5)

ACCOUNTING. Vol. 01, No.01, Maret 2020, pp 305-312 309 operasional pemerintah, dan

barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam ranga pelayanan kepada masyarakat.

operasional pemerintah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam ranga pelayanan kepada masyarakat.

2.. Klasifikasi :

persediaan merupakan asset yang berupa :

persediaan merupakan asset yang berupa :

a. Barang atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam rangka kegiatan operasional pemerintah daerah, misalnya barang pakai habis seperti alat tulis kantor, barang tak habis pakai seperti komponen peralatan, pipa dan lain sebagainya.

b. Barang atau perlengkapan (supplies) yang akan digunakan dalam proses produksi, misalnya bahan baku pembuatan alat-alat pertanian, bahan baku pembuatan benih.

c. Barang dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat.

d. Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat dalam rangka kegiatan pemerintahan.

Barang atau perlengkapan (supplies) yang digunakan dalam rangka kegiatan operasional kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng, contoh barang habis pakai seperti alat tulis kantor.

sesuai

Tidak terdapat transaksi pembelian persediaan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat 3. Pengakuan

Persediaan diakui :

a. Pada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh pemerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.

b. Pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah.

(D) Beban Persediaan Barang Rp. 104.708.882

(K) Utang Belanja Rp. 104.708.882

a. Persediaan alat tulis kantor memiliki manfaat dan mempunyai nilai.

b. Diakui saat terdapat berita acara penyerahan barang, surat perjanjian kerja

Kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng

Sesuai

Sesuai

(6)

310 Wa Hendri, Mariati M, Tamsil (D) Utang Belanja ATK

Rp. 2.114.500 (K) Perubahan SAL Rp. 2.114.500 (D) Belanja Barang & Jasa Rp. 144.884.792

(K) Perubahan SAL Rp. 144.884.792 (D) Utang Belanja Barang Rp. 7.313.581

(K) Kas Di Bendahara Pengeluaran Rp. 7.313.581 (D) Belanja Barang & Jasa

Rp. 144.884.792 (K) Perubahan SAL

Rp. 144.884.792 (D) Belanja Persediaan

Rp. 325.500 (K) Persediaan

Rp. 325.500

Pengakuan Beban Persediaan Terdapat dua pendekatan ::

a. Pengakuan beban persediaan

b. Pendekatan aset

menggunakan pendekatan beban, setiap alat tulis kantor yang dibeli

penggunaannya dihabiskan pada setiap kegiatan.

Sesuai untuk pendekatan beban, namun pada

pendekatan aset belum terdapat transaksinya.

4. Pengukuran

Persediaan disajikan sebesar : a. Biaya perolehan apabila

diperoleh dengan pembelian.

b. Harga pokok produksi apabila diperoleh dengan

memproduksi sendiri.

c. Nilai wajar, apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan.

Kantor Inspektorat Kab. Bantaeng sesuai untuk pendekatan beban, pendekatan aset belum terdapat transaksinya Dalam surat perjanjian

kerja. Sesuai

5. Pencatatan

Sistem pencatatan : 1. Metode Prepetual 2. Metode Fisik

Kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng

menggunakan metode fisik untuk persedian ATK.

Persediaan yang terdapat di Kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng adalah persediaan ATK.

(7)

ACCOUNTING. Vol. 01, No.01, Maret 2020, pp 305-312 311 6. Pengungkapan:

Laporan keuangan mengungkapkan :

a. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan.

b. Penjelasan lebih lanjut persediaan seperti barang atau perlengkapan yang digunakan dalam pelayanan masyarakat, barang atau perlengkapan yang digunakan dalam proses produksi, barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada

masyarakat.

c. Jenis,jumlah, dan nilai persediaan dalam kondisi rusak atau usang.

Persediaan disajikan sebagai bagian dari aset lancar di neraca

pemerintah Kabupaten Bantaeng

Sesuai

Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian diatas dari definisi persediaan, pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan pada Kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng menyatakan bahwa penerapannya telah sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan PP No.

71 Tahun 2010, yang merupakan acuan bagi pemerintah daerah baik kabupaten, kota, provinsi maupun pemerintah pusat.

Dalam pengukuran Kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng memiliki pendekatan beban, yang dimana sesuai dengan penerapan SAP No.5 yang menyatakan tentang persediaan disajikan sebesar biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian dan harga pokok produksi apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri.

Pengakuan kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng, persediaan Alat Tulis Kantor (ATK) memiliki manfaat dan mempunyai nilai yang andal, hal ini juga sesui dengan penerapan SAP No. 5 yang dimana dimaksudkan bahwa persediaan diakui pada suatu potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh pemerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.

Sedangkan pengungkapannya menggunakan persediaan yang disajikan sebagai bagian dari aset lancar dan neraca pemerintah kabupaten hal ini juga, sesuai dengan penerapan SAP No.5 yang dimana salah satu laporan keuangan mengungkapakan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan.

Adapun beberapa kriteria persediaan yaitu : a) Bahan atau perlengkapan (supplies) yang akan digunakan dalam proses produksi.

Misalnya bahan baku pembuatan alat-alat pertanian, bahan baku pembuatan benih. b) Barang dalam proses yang dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat.

Misalnya alat-alat pertanian setengah jadi, benih yang belum cukup umur. c) Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat dalam rangka kegiatan pemerintahan, misalnya hewan dan bibit tanaman , untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat.

Pada Kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng tidak memiliki kriteria ke tiga di atas, karena tidak terdapat barang atau perlengkapan dalam proses produksi maupun barang yang di simpan atau dijual kepada masyarakat. Dimana persediaan di Kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng hanya berupa Alat Tulis Kantor (ATK).

PENUTUP

Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap penerapan akuntansi persediaan pada Kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

Akuntansi persediaan Kantor Inspektorat Bantaeng telah sesuai dengan standar yang berlaku, dengan berdasarkan pada indikator pengukuran sebagai berikut : 1) Pengakuan persediaan yang menggunakan pendekatan beban pada Kantor Inspektorat

(8)

312 Wa Hendri, Mariati M, Tamsil

Kabupaten Bantaeng telah sesuai dengan PSAP No. 5 PP No.71 Tahun 2010. 2) Pengukuran persediaan dan beban persediaan Kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng telah sesuai dengan PSAP No.5 PP No. 71 Tahun 2010. 3) Pengungkapan persediaan pada Kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng telah sesuai dengan PSAP No. 5 PP No. 71 Tahun 2010.

Saran. Berdasarkan kesimpulan di atas maka saran yang dapat di berikan kepada Kantor Inspektorat Kabupaten Bantaeng adalah guna menghasilkan laporan keungan yang baik dan benar, kantor Inspektorat Kab.

Bantaeng harus menganalisis transaksi dengan benar pula. Hal ini mengingat proses awal penyusunan laporan keuangan adalah menganalisis dan menjurnal transaksi. Agar analisis transaksi yang dilakukan benar, maka sangat diperlukann pemahaman mengenai perlakuan akuntansi yaitu pengakuan, pengukuran, pencatatan dan pengungkapan yang diperlukan dari setiap akun.

DAFTAR PUSTAKA

Aprilinda, 2018. Analisis Penerapan Akuntansi Persediaan. Universitas Sam Ratulangi

Dhedy Triwardana 2017. Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan, penerapan sistem Akuntansi Pemerintahan Daerah dan Kompetendi Sumber Daya Manusia Terhadap Kualitas Laporan Keuangan.

Erlina, dkk. 2015. Akuntansi Keuangan Daerah Berbasis Akrual. Jakarta:

Salemba Empat

Halim, A & Kusufi M (2018). Akuntansi Sektor Publik.Cetakan Keempat. Edisi Empat. Jakarta: Salemba Empat

Hasti, A. (2018). Evaluasi Sistem Akuntansi Penjualan Kredit Pada PT. Sekawan Mujur Sejahtera Makassar. Jurnal Equity, Vol. 15 (2). Makassar: STIE YPUP. Diakses pada tanggal 23 September melalui website http://ojs.stkip-

ypup.ac.id/index.php/equity/issue/view/

9/Astuty%20Hasti%2C%20Claudia%20 La%20Mareta%20Cosari%20Artiska.

Mahmudi. 2011. Akuntansi Sektor Publik.

Cetakan Pertama. Yogyakarta: UUI Press.

Nordiawan, Deddi, dkk. 2009. Akuntansi Pemerintahan. Jakarta: Salemba Empat Nurlaila. 2014. Pengaruh Efektivitas

Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan, Makassar: Universitas Hasanuddin Makassar Diakses pada tanggal 12 Mei 2019 melalu website http://responsitory.unhas.ac.id/bitstream /handle/123456789/9922/skripsi%20LE NGKAP-FEB-AKUNTANSI-

NURLAILA.pdf.

Siregar, Baldric. 2017. Akuntansi Sektor Publik.Edisi II. Cetakan Pertama:

Yogyakarta. UPP STIM YKPN

Suwanda, D & Santosa, H (2014).Kebijakan Akuntansi Berbasis Akrual Berpedoman Pada SAP. Cetakan Pertama. Bandung:

PT Remaja Rosdakarya

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2010 Standar Akuntansi pemerintahan Daerah Pernyataan Nomor 5 tentang Akuntansi Persediaan.

Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010.

Tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Diakses pada tanggal 30 April 2019 melalui website http://www.djpk.depkeu.go.id//attach/po st-pp-no-71-tahun-2010-tentang- standar-akuntansi-pemerintah/PP71.pdf Tanjung, Abdul Hafiz .2015. Akuntansi

Keuangan Daerah Berbasisi Akrual untuk SKPD.Edisi Pertama. Bandung:

ALFABETA

Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara: Jakarta.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara.

Jakarta.

Referensi

Dokumen terkait

We have computed confidence intervals based on the Wald procedure, profile likelihood and bootstrap methods for the parameters of the model 3.1, based on the week 2 data in Table A3,

[r]