• Tidak ada hasil yang ditemukan

Selamat Datang - Digital Library

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Selamat Datang - Digital Library"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis kontekstual yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis kontekstual yang dikembangkan valid dan praktis digunakan berdasarkan hasil validasi ahli serta hasil angket respon guru dan siswa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis konteks efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar kontekstual efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar. Tesis dengan judul; “Pengembangan bahan ajar berbasis pendekatan kontekstual pembelajaran tematik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar” adalah karya saya sendiri dan saya tidak menjiplak atau mengutip karya penulis lain dengan cara yang tidak sesuai dengan etika ilmiah yang berlaku di masyarakat atau di dunia akademis, atau yang disebut plagiarisme. Penulis memulai pendidikan formal jenjang sekolah dasar di SDN 3 Bumiharjo dan lulus pada tahun 2004, melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Metro dan lulus pada tahun 2007, kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Metro dan lulus pada tahun 2010, dan melanjutkan pendidikan S1. PGMI di IAIN Metro, lulus tahun 2015.

Penulis kemudian menikah dengan pria asal Krui, Pantai Barat bernama Tendi Novianda pada tahun 2017 dan saat ini dikaruniai seorang anak tampan bernama Gallendra Kholilul Ghany. Pada tahun 2019, penulis melanjutkan pendidikan pascasarjana di Program Magister Kepelatihan Guru Sekolah Dasar (MKGSD) FKIP Universitas Lampung.

SANWACANA

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah
  • Identifikasi Masalah
  • Pembatasan Masalah
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

Untuk itu bahan ajar yang diberikan kepada siswa harus mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian Setiawan & Hendri (2019) menyatakan bahwa pendekatan kontekstual dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar terhadap materi FPB dan KPK. Penelitian Yustina (2021) menunjukkan bahwa menggunakan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar.

Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar modul berbasis kontekstual pada pembelajaran tematik diharapkan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa khususnya di SD Kelas V. Kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah terutama pada bidang bertanya dan Menarik kesimpulan. Bagaimana bahan ajar berbasis pendekatan kontekstual pembelajaran tematik tema 8 “lingkungan adalah sahabat kita”, subtema 1 “manusia dan lingkungan” valid untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD/MI?

Bagaimana bahan ajar berbasis pendekatan kontekstual pembelajaran tematik tema 8 “lingkungan adalah sahabat kita” subtema 1 “manusia dan lingkungan” efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD/MI? pendekatan kontekstual pembelajaran tematik tema 8 “lingkungan adalah sahabat kita” subtema 1 “manusia dan lingkungan”.. yang valid untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD/MI.

TINJAUAN PUSTAKA

  • Bahan Ajar
    • Pengertian Bahan Ajar
    • Fungsi Bahan Ajar
    • Jenis Bahan Ajar
    • Pengembangan Bahan Ajar
  • Pendekatan Kontekstual
    • Pengertian Pendekatan Kontekstual
    • Prinsip-prinsip Pendekatan Kontekstual
    • Komponen Pendekatan Kontekstual
  • Bahan Ajar Berbasis Pendekatan Kontekstual
  • Pembelajaran Tematik
    • Pengertian Pembelajaran Tematik
    • Karakteristik Pembelajaran Tematik
  • Modul
    • Pengertian Modul
    • Karakteristik modul
    • Langkah- Langkah Penyusunan Modul
  • Kemampuan Berpikir Kritis .1 Pengertian Berpikir Kritis .1 Pengertian Berpikir Kritis
    • Indikator Berpikir Kritis
    • Langkah-langkah Berpikir Kritis
  • Penelitian Relevan
  • Kerangka Pemikiran Penelitian

Bahan ajar dalam penelitian ini berupa modul-modul yang disusun secara sistematis, menarik dan mudah dipelajari siswa secara mandiri. Prastowo (2014) menyatakan bahwa fungsi bahan pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu fungsi bagi pendidik dan fungsi bagi peserta didik. Modul dirancang agar siswa dapat belajar mandiri karena didalamnya terdapat panduan belajar mandiri.

Bahan pembelajaran yang dikembangkan harus memperhatikan karakteristik dan lingkungan sekitar siswa, sehingga bahan pembelajaran yang akan dirancang dalam penelitian ini didasarkan pada pendekatan kontekstual. Pembelajaran kontekstual menekankan pada kemampuan siswa untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang ada pada situasi lain. Sebagai kegiatan untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir kritis, pendidik dapat melaksanakan kegiatan bertanya.

Pemodelan merupakan suatu proses pembelajaran dengan menunjukkan contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa. Penilaian autentik merupakan upaya mengumpulkan berbagai data yang dapat memberikan gambaran tentang perkembangan belajar siswa. Bahan ajar yang digunakan sebagai sumber belajar harus dibuat menarik kaitannya dengan karakteristik dan kemampuan siswa.

Dengan melaksanakan mata pelajaran, pendidik dapat memotivasi siswa dan melibatkan mereka secara aktif dalam pembelajaran. Di sisi lain, pendekatan tematik dapat merangsang siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Modul berisi materi pelajaran yang disusun sedemikian rupa sehingga siswa dapat mempelajari sendiri materi tersebut.

Nasehat tersebut menjelaskan bahwa berpikir kritis dilakukan secara terstruktur untuk memudahkan siswa dalam memecahkan suatu masalah. Dengan menggunakan pendekatan kontekstual, peneliti mencoba mengembangkan bahan ajar yang memenuhi kebutuhan sumber belajar siswa. Pendekatan kontekstual yang tercermin dalam bahan ajar akan mengembangkan siswa dan membangun pengetahuan dan keterampilan. Akan ada kegiatan penelitian di setiap topik dan materi.

Tabel 1 Indikator Berpikir Kritis
Tabel 1 Indikator Berpikir Kritis

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian 3.1 Jenis Penelitian

  • Prosedur Penelitian dan Pengembangan
    • Operational Product Revision (Penyempurnaan produk hasil uji coba)
  • Populasi dan Sampel Penelitian
    • Populasi
    • Sampel Penelitian
  • Variabel Penelitian
  • Definisi Konseptual dan Operasional Variabel .1 Definisi Konseptual Variabel
    • Definisi Operasional Variabel
  • Teknik Pengumpulan Data
    • Dokumentasi
    • Angket
  • Instrumen Penelitian
    • Instrumen Analisis Kebutuhan
    • Lembar Validasi
    • Lembar Respon Pendidik dan Peserta Didik
    • Instrumen Tes
  • Teknik Analisis Data
    • Uji Kevalidan Data
    • Analisis Kepraktisan Produk
  • Uji Reliabilitas
    • Analisis Data Keefektivan Produk
  • Uji Normalitas
  • Uji Homogenitas
  • Uji T (Paired Sample T-test)
  • Gain Ternormalisasi (N-Gain)

Setelah dilakukan revisi, dilakukan uji coba lapangan pertama untuk menguji kepraktisan produk pada 15 siswa dan 6 guru Kelas V di SD Gugus Ahmad Yani Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Uji coba kedua adalah uji coba lapangan utama untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan produk pada 30 siswa Kelas V SDN 2 Giriklopomulyo Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur sebagai kelas eksperimen karena guru tidak memperkenalkan pembelajaran kontekstual dan tidak pernah mengembangkannya. bahan ajar yang dimilikinya, bahan ajar yang digunakannya merupakan suatu produk. Sampel eksperimen kelompok kecil pada penelitian ini dilakukan pada 12 siswa dan 6 guru di SD Gugus Ahmad Yani Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur.

Sedangkan sampel tes kelompok besar pada penelitian ini dilakukan di kelas V SD Negeri 2 Giriklopomulyo yang berjumlah 30 siswa. Materi pembelajaran berbasis konteks adalah semua materi yang digunakan dalam pembelajaran yang menghubungkan materi pembelajaran dan konteks kehidupan siswa sehari-hari dengan langkah pembelajaran. Perhitungan persentase rata-rata angket untuk mengetahui kepraktisan bahan ajar melalui respon dosen dan mahasiswa).

Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data siswa dan profil sekolah. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data yang dibutuhkan peneliti, seperti bahan ajar yang digunakan sekolah, analisis kebutuhan penelitian sebelumnya, dan data jumlah pendidik dan siswa untuk penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik angket untuk menganalisis kebutuhan penelitian sebelumnya terhadap guru dan siswa, untuk mengkonfirmasi ahli media, ahli materi dan ahli bahasa, serta tanggapan guru dan siswa untuk mengetahui validitas materi pembelajaran.

Lembar angket digunakan untuk mengukur uji kelayakan yang ditujukan kepada tim ahli dan uji daya tarik yang ditujukan kepada siswa. Alat analisis kebutuhan berupa angket digunakan untuk mengumpulkan informasi dari pendidik dan siswa mengenai kesenjangan yang terjadi pada kondisi nyata di lapangan. Alat respon pendidik dan siswa berupa angket digunakan pada saat uji coba lapangan kelompok kecil dimana pendidik dan peserta didik mengisi angket yang menentukan kemenarikan, kemudahan dan kegunaan bahan ajar yang telah dibuat, apakah layak untuk diujikan di kelas. V siswa. .

Materi pembelajaran dapat menambah pengetahuan pembaca (pendidik dan siswa) Membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Data kepraktisan penggunaan materi pembelajaran berbasis konteks diperoleh dari hasil angket respon pendidik dan siswa. Memantapkan data yang diperoleh dari angket respon guru dan siswa sesuai dengan aspek penilaian/indikator/nilai yang tersedia.

H0 : Tidak terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang signifikan ketika pembelajaran dengan materi pembelajaran berbasis kontekstual. Ha : Terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang signifikan ketika pembelajaran dengan materi pembelajaran kontekstual.

Tabel 4 Data Peserta didik dan Pendidik Gugus Ahmad Yani  Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur
Tabel 4 Data Peserta didik dan Pendidik Gugus Ahmad Yani Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur

SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

  • Simpulan
  • Implikasi
  • Saran

Bahan ajar berbasis konteks untuk meningkatkan berpikir kritis telah dikembangkan secara efektif dibuktikan dengan hasil N-Gain sebesar 0,53 pada kategori N-Gain sedang atau efektif digunakan pada pembelajaran tematik tema 8 subtema 1 kelas V SD di SDN 2 Giliklopomulyo Gugus Ahmad Yani. Bahan ajar berbasis kontekstual yang dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dapat memotivasi dan membantu guru untuk memberikan inovasi baru untuk mengembangkan bahan ajar dalam pembelajaran tematik. Bahan ajar berbasis kontekstual untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis membantu guru dan siswa lebih memahami apa itu.

Bahan ajar peningkatan berpikir kritis berbasis konteks yang dikembangkan dapat digunakan sebagai referensi penelitian. Bagi para pendidik, pengembangan bahan ajar ini dapat dijadikan sebagai tambahan sumber belajar atau sebagai buku pendamping dan dapat diterapkan di kelasnya sehingga proses pembelajaran menjadi bermakna. Selain itu, memudahkan pendidik dalam menilai apakah peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan atau belum mencapai tujuan pembelajaran.

Pendidik di luar Lampung Timur dapat mengembangkan bahan ajar berbasis kontekstual asalkan disesuaikan dengan lingkungan tempat peserta didik berada. Sehingga para pendidik mempunyai lebih banyak referensi untuk membuat dan menggunakan bahan ajar yang komprehensif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Bahan ajar yang telah dikembangkan dapat diperbanyak dengan bantuan dana BOS untuk disalurkan kepada siswa sebagai penunjang bahan ajar.

Practicing Contextual Teaching and Learning (SOL) approach to improve students' reading comprehension in relation to motivation. Contextual Teaching and Learning (SOL) approach through REACT strategies to improve the students' critical thinking in writing. Development of students' activity worksheet based on constructivism approach to grow critical thinking of grade IV Primary School students.

The development of audiovisual media with contextual teaching-learning approach to improve learning motivation and critical thinking skills. Improving elementary school students' critical thinking skills in science through HOTS-based science questions: A quasi-experimental study. Contextual learning: innovative approach to the development of students' scientific attitudes and science performance.

Gambar

Tabel 1 Indikator Berpikir Kritis
Gambar 1 Kerangka Pemikiran Penelitian
Gambar 2 Prosedur Research and Development (R&D) Borg and Gall.
Tabel 4 Data Peserta didik dan Pendidik Gugus Ahmad Yani  Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur
+7

Referensi

Dokumen terkait

The effects of various nutritional supplements on outcomes such as body weight, body composition, dietary intake, HIV-associated diarrhoea, immune parameters, viral load, quality of