• Tidak ada hasil yang ditemukan

Selat Rupat merupakan selat diantara kota Dumai dan Pulau Rupat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Selat Rupat merupakan selat diantara kota Dumai dan Pulau Rupat"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Kota Dumai merupakan bagian dari Provinsi Riau yang terletak antara 1o23’00’’ - 1o24’23” Lintang Utara dan 101o23’37” - 101o28’13” Bujur Timur.

Lokasi Dumai sangat strategis karena terletak pada lintas perdagangan internasional. Kota Dumai mempunyai luas 1.727,38Km2 dengan batas wilayah sebelah Utara berbatasan dengan Selat Rupat (BPS, 2020).

Selat Rupat merupakan selat diantara kota Dumai dan Pulau Rupat. Selat ini memiliki panjang ± 72,4 km dan lebar 3,8-8km. Perairan Selat Rupat menjadi salah satu perairan yang ramai oleh aktifitas pelayaran, karena disana terdapat industri migas, kegiatan industri perkebunan dan industri lainnya. Produk hasil kegiatan industri tersebut selanjutnya dikirim ke berbagai daerah baik Indonesia maupun luar negeri melalui angkutan kapal. Informasi yang disampaikan oleh PT.Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I) cabang Dumai melalui media cetak online Liputan6.com tahun 2020, kunjungan kapal dipelabuhan Dumai selama semester I tahun 2020 sebanyak 1.796 kapal.

Perkembangan kegiatan industri maupun perkebunan yang pesat di kota Dumai menyebabkan meningkatnya kebutuhan lahan sehingga menimbulkan aktivitas pembukaan lahan yang luas. Pembukaan lahan yang luas mengakibatkan tingginya potensi erosi pada musim hujan. Erosi yang terjadi pada musim penghujan terbawa oleh aliran air yang masuk ke sungai-sungai yang ada disekitarnya dan mengalirkan partikel-partikel sedimen kedalam perairan dan menyebabkan terjadinya pengendapan (sedimentasi) di pesisir Dumai Selat Rupat.

Sedimentasi merupakan peristiwa pengendapan atau penumpukan material batuan yang terangkut oleh tenaga air maupun angin di suatu tempat (Hambali, 2016).

Sedimentasi dipengaruhi oleh faktor fisik perairan seperti arus dan gelombang yang mengalir membawa partikel-partikel sedimen. Partikel-partikel memiliki beberapa karakteristik, seperti pasir, kerikil dan lumpur (Rosyadewi, 2020). Pernyataan yang dituliskan oleh Candra pada tahun 2017 yang menyatakan bahwa Material berukuran besar akan lebih cepat terendapkan daripada yang

(2)

2

berukuran kecil, dalam penyebarannya material kasar akan lebih terkonsentrasi di sekitar daratan dan material halus penyebarannya lebih mengarah ke laut. Penelitian mengenai karakteristik penting dilakukan, mengingat bahwa sedimentasi dapat menyebabkan pendangkalan di perairan.

Karakteristik dan pola transpor sedimen pernah diteliti di Laut Cina bagian Timur, oleh Mi, 2020 dengan 1570 sampel di kedalaman 5cm diatas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) untuk mengidentifikasi faktor-faktor pengendali yang menjadi pengendali utama sebaran sedimen di wilayah studi. Pola transpor sedimen dan karakteristik ukuran butir sedimen dibahas dengan analisis komprehensif. Hasilnya menunjukkan bahwa sedimen yang berukuran besar terdapat di daerah yang berarus kuat, sedangkan sedimen yang berukuran lebih kecil terdapat didaerah yang berarus rendah.

Tahun 2020 terdapat beberapa penelitian tentang karakteristik dan laju sedimentasi salah satunya dilakukan oleh Raska dan Rosyadewi. Raska melakukan penelitian pada perairan Pamayangsari Kabupaten Tasikmalaya dengan menggunakan 5 titik sampel sedangkan Rosyadewi meneliti di Muara Socah Bangkalan dan Porong Sidoarjo dengan menggunakan masing-masing 2 statsiun dan 5 titik sampel. Raska dan Rosyadewi menggunakan metode pengayakan dan pemipetan untuk menganalisi karakteristik sedimen. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai laju sedimentasi tertinggi yaitu di stasiun tiga dengan jenis sedimen pasir, lanau dan lempung. Hasil penelitian yang dilakukan Rosyadewi menunjukan bahwa laju sedimentasi di Porong Sidoarjo lebih besar daripada Muara Socah, dan didominasi oleh lumpur.

Penelitian tentang karakteristik sedimen terakhir dilakukan pada tahun 2018, di garis pantai Dumai dan Pulau Rupat oleh Rochman. Rochman meneliti tentang karakteristik sedimen, tempat atau posisi statsiun yang diteliti oleh Rochman yaitu terhadap garis pantai Dumai dan pulau Rupat, penetapan lokasi berdasarkan asumsi terjadinya abrasi. Sampel sedimen dianalisis menggunakan metode pemipetan dan pengayakan sedimen serta mengukur dan menganalisis faktor-faktor oseanografi di Selat Rupat. Penelitian tentang karakteristik sedimen selama 3 tahun terakhir khususnya di sekitar kawasan industri pesisir Dumai Selat Rupat belum dilakukan kembali, sedangkan perkembangan industri dan kegiatan pembukaan lahan untuk

(3)

3

perkebunan dalam 3 tahun terakhir berkembang pesat. Berdasarkan uraian tersebut, maka dirasa perlu dilakukan penelitian kembali untuk melihat karakteristik sedimen di pesisir Dumai Selat Rupat khususnya di wilayah industri.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang, rumusan masalah pada penelitian ini sebagai berikut:

1. Bagaimana kondisi sedimen di pesisir Dumai Selat Rupat?

2. Bagaimana gambaran kondisi perairan di pesisir Dumai Selat Rupat ditinjau berdasarkan parameter Fisika dan Kimia?

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui karakteristik dan tekstur sedimen di pesisir Dumai Selat Rupat 2. Menggambarkan kondisi perairan di pesisir Dumai Selat Rupat berdasarkan

parameter Fisika dan Kimia

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini untuk memberi informasi tentang kondisi sedimen serta kondisi lingkungan perairan di pesisir Dumai Selat Rupat dilihat dari parameter Fisika dan Kimia.

1.5. Batasan Masalah

Batasan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Pengamatan sedimen meliputi karakteristik yang dibatasi pada ukuran butiran sedimen dan tekstur sedimen .

2. Pengukuran parameter fisika dan kimia yang diukur adalah arus, salinitas, kedalaman, kekeruhan, TDS, TSS.

Referensi

Dokumen terkait