• Tidak ada hasil yang ditemukan

September 29, 2016 - Universitas Bosowa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "September 29, 2016 - Universitas Bosowa"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Bosowa Makassar

(2)

Universitas Bosowa Makassar

DAFTAR ISI

Prosing Sindhar………...

Sindhar………

Dewan Redaksi………...

Kata Pengantar………

Prakata Rektor………

Daftar Isi………...

Artikel Bidang Keilmuan Ekonomi

Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Usaha Tenun Lipa Sa’be Di Desa Bala Polewali Mandar

Faridah, Indrayani Nur………..

Perspektif Perilaku Usaha Peternakan Ayam Buras Kabupaten Gowa Dan Maros

Hasanuddin Remmang………

Kkn Ppm Empowerment Of The Group Of Bulo Batti’ Through Institutional Strengthening In The District Tanralili

Chahyono………..

Pengembangan Usaha Peternakan Unggas Berbasis Teknologi Tepat Guna Di Desa Lengkese Kabupaten Takalar

Agung Widhi Nugraha, Abdi Akbar……….

Pemanfaatan Lahan Sempit Masyarakat Dalam Pembudidayaan Ikan Lele Melalui Sistem “Pembesaran – Pengolahan – Pemasaran”

Romansyah Sahabuddin, Anwar………...

Pemberdayaan Kelompok Tani Bawang Merah Di Kelurahan Lakawan Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang Untuk Meningkatkan Kesejateraan Muhlis Ruslan, Firman Menne……….

Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengolahan Buah Cempedak Di Luwu Utara

Haeruddin Saleh………..

IbM Desa Bontosunggu Kecamatan Bontoharu Kabupaten Selayar

Seri Suriani, A. Muh. Yuspan Paris……….

Pengaruh Atribut Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan Surat Kabar Radar Sulbar Di Sulawesi Barat

Wahyu Maulid Adha………

Prospek Pengembangan Kelompok Tani Talas Es Krim Di Desa Tombolo Gantarang keke Kabupaten Bantaeng

A.Arifuddin, Lukman………...

IbM Kelompok Tani Cengkeh Di Desa Kalola Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo

Thamrin Abduh, Beche BT. Mamma………

i ii iii iv v vi-x

E 1 – E 6

E 7 – E 12

E 12 – E 18

E 19 – E 26

E 27 – E 33

E 34 – E 42

E 43 – E 49

E 50 – E 56

E 57 – E 64

E 65 – E 70

E 71 – E 74

(3)

Universitas Bosowa Makassar

Strategi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Kelompok Pengrajin Meubel Aluminium Kelurahan Antang Kecamatan Manggala

Herminawaty Abubakar………

Pengaruh Risiko Pasar, Struktur Modal Terhadap Pertumbuhan, Dan Nilai Perusahaan

(Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia) Muhammad Yusuf………

Implementasi Multi Saluran Pemasaran Terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Pada Pengrajin Bakso Goreng

Muh.Kafrawai Yunus………

IbM Sentra Kerajinan Rotan Di Desa Tonyaman Di Kecamatan Binuang

Sukmawati, Palipada Palisuri………

Analisis Pengembangan Usaha Kerajinan Sofa Di Kelurahan Tallo Kota Makassar Ramli Manrapi, Agussalim………..

Analisis Gender, Nilai Kewirausahaan Dan Strategi Bisnis Berpengaruh Terhadap Kinerja Usaha Pada Usaha Kecil Dan Menengah Di Sulawesi Selatan Nur Naninsih………

Ipteks Bagi Masyarakat Abon Ikan Di Kota Parepare

Iwan Perwira, Arfiany………

Peningkatan Pendapatan Kelompok Usaha Kuliner Kue Tradisional Kabupaten Pangkep

Muhammad Idris, Miah Said………

Ipteks Bagi Masyarakat Di Desa Panciro Kabupaten Gowa

Hernita, Widiastuti………..

Optimalisasi Pemberdayaan Lahan Kritis Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Rumah Tangga Masyarakat Tani Hortikultura Di Desa Kanreapiah Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa

Indrayani Nur, Fauzi Lebang………

Faktor Multi Saluran Terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Pada Petani Jeruk Di Desa Padang Lampe

Rafiuddin Dan Ridwan………...

Artikel Bidang Keilmuan Teknik

Analisis Lalu Lintas Terhadap Jaringan Jalan Ratulangi Di Kota Makassar Kamran Aksa, Rusneni………...

Ipteks Bagi Masyarakat Kelompok Petambak Ikan Bandeng Desa Bontomanai Kecamatan Labbakkang Kabupaten Pangkep

Rahmawati Rahman,Bakri Gidin Nur Dan Andi Abriana………

IbM Desa Wasuponda Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur

Satriawati Cangara……….

E 72 – E 79

E 80 – E 88

E 89 – E 93

E 94 – E 104

E 105 – E 110

E 111 – E 118

E 119 – E 124

E 125 – E 129

E 130 – E 134

E 134 – E 142

E 143 – E 147

T 1 – T 7

T 8 – T 15

(4)

Universitas Bosowa Makassar

Pemotongan dan Pengolahan Batu Permata/Mulia (Gemstone) Di Kelurahan Kalukuang Decamatan Tallo Kota Makassar

Jufriadi………..

Inovasi Pembuatan Abon Telur Dan Nugget Ayam Sebagai Salah Satu Teknologi Pengawetan Telur Dan Ayam

Hijriah, I Putu Artawan……….

Pembuatan Abon Ikan Tuna Sebagai Salah Satu Alternatif Pengolahan Dan Pengawetan Ikan

Arman Setiawan, Ismail Maulana………

Peningkatan Pendapatan Pengrajin Bambu Desa Tompobulu Kabupaten Pangkep

Paulus Lebang, M.Tang……….

Persebaran Gedung Tinggi Dikota Makassar Dalam Kaitannya Dengan Pola Struktur Tata Ruang Kota

M.Awaluddin Hamdy………..

Arahan Dan Rencana Penataan Bangunan Dan Lingkungan Permukiman Kelurahan Dikota Makassar

Syam Fitriani Asnur………

Perilaku Karyawan Dalam Mengelola Limbah Industri Di Kawasan Industri Makassar

Ridwan, Gufron Darma Dirawan, Moh. Aksan S Mandra………

Ipteks Bagi Masyarakat Dalam Penataan Permukiman Di Kelurahan Pulau Lae- Lae Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar

Syahril Idris, Syamsuddin Mustafa………

Optimasi Proses Fermentasi Untuk Produksi Bioetanol Dari Umbi Uwi (Deoscorea Alata)

Zulmanwardi, Abigael Todingbua, Fajriyati Mas’ ud ………

Peningkatan Produk Cabe Mentah Menjadi Abon Cabe Di Kabupaten Jeneponto

Nur Hadijah Yunianti, Suriadi………..

Artikel Bidang Keilmuan Pertanian

Ipteks Bagi Masyarakat (Ibm) Perempuan Pengikat Bibit Rumput Laut Desa Sidenre Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto

Andi Abriana, Abdul Haris Hamid………...

Ipteks Bagi Masyarakat Desa Borikamase Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros

Saiman Sutanto, Faidah Azuz Dan Andi Abriana……….

Produksi Palpi Markisa Di Kelurahan Jawi-Jawi Kabupaten Bulukumba Fatmawati, Syarifuddin………..

T 16 – T 23

T 24 – T 29

T 30 – T 36

T 37 – T 42

T 43 – T 48

T 48 – T 61

T 62 – T 71

T 72 – T 83

T 84 – T 92

T 93 – T 100

T 101 – T 104

P 1 – P 7

P 8 – P 15

(5)

Universitas Bosowa Makassar

Peningkatan Pendapatan Petani Budidaya Ikan Bandeng Di Pabbentengan Marusu Kabupaten Maros

Mardiana, Fatmawati……….

Suplementasi Pakan Pada Induk Kambing Bunting Dan Performa Anak Yang Dihasilkan

Tati Murniati dan Suriana Laga………..

Peningkatan Pendapatan Kelompok Pengrajin Gula Merah Di Desa Palawaruka Kabupaten Bone

Rahmadi Jasmin, Fathimah Az Zahra……….

Keragaman Plasma Nutfah Padi Lokal Asal Toraja Utara Dan Enrekang Berdasarkan Karakterisasi Molekuler

Zulkifli Maulana,Syarifuddin………

Pemanfaatan Dana Kredit Ketahanan Pangan (Kkp) Dengan Pola Kemitraan Padi, Melibatkan Stake Holder Selama 3 Musim Tanam (MT. 1 & 2 2005 dan MT. 1 2006) Di Kabupaten Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan

Haikal Ali………

Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) Di Desa Ulaweng Cinnong

Asmawati, Mudarsep………..

Pembuatan Rumah Ikan Di Perairan Kepulauan Sembilan Kabupaten Sinjai Suryawati Salam, Andi Gusti Tantu………

Pelatihan Pembuatan Biopestisida Di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa

Aylee Christine, Abri………..

Analisis Kualitas Air Perairan Laut Kabupaten Barru Untuk Budidaya Udang Vannamei Secara Berkelanjutan

Andi Gusti Tantu, Andi Simpursiah, Sri Mulyani Dan Suryawati Salam………

Ibikk Produksi Pakan Buatan Murah Dan Ramah Lingkungan Untuk Budidaya Ikan Bandeng

Hadijah Dahlifa, Zainuddin………..

Respon Produksi Dan Mutu Kentang Hasil Teknologi Aeroponik Terhadap Aplikasi Metanol Dan Ekstrak Daun Gamal Di Dataran Medium

Andi Muhibuddin, Suryawati Salam, Zulkifli Razak, Dan Jeferson Boling...

Artikel Bidang Humaniora

IbM Hipnoterapy Pada Pecandu Narkoba Di Kota Makassar

Minarni………

IbM Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Inggris Di Sd Inpres Ge’tengan Dan Sd Inpres Minanga Di Kabupaten Tana Toraja

ST. Haliah Batau………

P 16 – P 22

P 23 – P 30

P 31 – P 40

P 41 – P 46

P 47 – P 57

P 58 – P 65

P 66 – P 71

P 72 – P 79

P 80 – P 86

P 87 – P 94

P 95 – P 101

P 102 – P 112

H 1 – H 4

(6)

Universitas Bosowa Makassar

Pengaruh Karakteristik Organisasi, Kompetensi Dan Kedisiplinan Terhadap Kinerja Dosen STMIK Dipanegara Makassar

Fatmasari, Erni Marlina………

Iptek Bagi Masyarakat Usaha Dodol Nangka Di Desa Batu Mila Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang

Syamsul Bahri, Muhlis Ruslan………

Iptek Bagi Masyarakat Sebagai Peluang Usaha Kripik Dangke Terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Di Desa Cendana Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang

Yulia A. Hasan...

IbM Makanan Lammang Kecamatan Benteng Kabupaten Jeneponto

Baso Madiong, Abdul Haris Hamid………

Pemberdayaan Istri Nelayan Melalui Industri Rumah Tangga Di Pulau Kodingreng

Sundari Hamid………

IbM Kelompok Usaha Konveksi Dan Bordir Komputer

Juharni, Beche BT Mamma………...………

Posyandu Di Kecamatan Mariso Makassar Sulawesi Selatan

Feizarina Fahmi, Savitri Prasandi Mullyani ………

Penerapan Ipteks “Tular Aksi” Meningkatkan Keberdayaan Perajin Sutera Mandar

Zulkifli MakkawaruDan Pary Salim………

Diversi Pada Proses Pemeriksaan Anak Konflik Dengan Hukum Di Kota Makassar

Siti Zubaedah………..

H 5 – H 10

H 11 – H 22

H 23 – H 28

H 29 – H 33

H 34 – H 41

H 42 – H 45

H 46 – H 53

H 54 – H 60

H 61 – H 65

H 66 – H 77

(7)

Universitas Bosowa Makassar 29

IPTEK BAGI MASYARAKAT SEBAGAI PELUANG USAHA KRIPIK DANGKE TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA DI DESA CENDANA

KECAMATAN CENDANA KABUPATEN ENREKANG

Oleh : Yulia A. Hasan yuliahasan45@yahoocom Fakultas Hukum Universitas Bosowa

ABSTRAK

“Dangke” (sejenis keju) yang terbuat dari susu kerbau atau susu sapi merupakan salah satu jenis usaha yang berkembang di Kabupaten Enrekang, khususnya di Kecamatan Cendana Desa Cendana. Dalam proses pembuatannya menggunakan susu kerbau atau susu sapi ditambahkan dengan enzim papain, usaha tersebut sudah lama dilakukan oleh masyarakat setempat secara turun temurun sebab masyarakat pada umumnya memiliki sapi perah.

Sejalan dengan perkembangan ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat, sehingga masyarakat di Desa Cendana melakukan diversifikasi produk dari membuat dangke menjadi kripik dangke. Hal itu dilakukan oleh karena jika susu kerbau atau susu sapi hanya dibuat dangke maka pendapatan mereka terbatas, selain itu penggunaan susu sapi atau susu kerbau lebih banyak dibutuhkan, rata-rata 1 buah dangke dibuat dari 1,25-1,5 liter susu segar. Harga jual dangke saat ini hanya Rp 15.000-20.000/biji, sementara kripik dangke mencapai Rp 30 ribu/kilogram, kemudian untuk menghasilkan 1 kilogram kripik susu, hanya setara dengan setengah biji dangke. Hal inilah yang mendorong kelompok usaha pembuat dangke menambah usahanya, yakni membuat kripik dangke.

Lokasi pengabdian di Desa Cendana terdapat kelompok industri rumah tangga membuat dangke dan kripik dangke lalu di jual di warung-warung pinggir jalan. Mereka memproduksi kripik dangke bersama anggota keluarganya dengan peralatan seadanya dan umumnya dibuat jika ada permintaan disebabkan karena belum banyak yang mengetahui keberadaan produk kripik dangke tersebut apalagi kemasannya masih tradisional dalam artian kemasan plastik polos tanpa label. Atas adanya permasalahan tersebut, sehingga perlu adanya pendampingan dan pemberian wawasan pengetahuan manajemen produksi dan pemasaran, sehingga diharapkan ke depan masyarakat dapat menumbuhkembangkan usahanya serta dapat dikenal secara luas, tidak hanya pada wilayah Kabupaten Enrekang, akan tetapi di provinsi-provinsi lain di Sulawesi Selatan bahkan di luar Sulawesi Selatan.

Hasil pelaksanaan kegiatan IbM, kelompok usaha kripik dangke sudah berkembang sebab sudah memiliki label kemasan, pendampingan pada proses produksi, kemasan dan memberi solusi perluasan pemasaran, melaksanakan pelatihan tentang produksi, pemasaran dan kewirausahaan, telah terdaftar pada Dinas Perindustrian, Dinas Koperasi dan UKM, sehingga sudah banyak yang kenal sebagai akibat pembuatan brosur, dan keuntungan yang diperoleh lebih meningkat.

Kata Kunci : Usaha Kripik Dangke, Teknologi Produksi dan Pemsaran

A. PENDAHULUAN

1. Analisis Situasi

Desa Cendana luasnya 10,62 km, ketinggian dari permukaan laut 100-500m, memiliki 4 dusun, 5 RT/RW dan 10 RT. Jumlah Rumah Tangga 342, penduduk 1.602 (laki-laki 791 dan perempuan 811) dan kepadatan penduduknya 150,8. Masyarakat Desa Cendana umumnya adalah petani dan sebahagian kecil

adalah pegawai, jenis tanaman yang ada seperti, padi sawah, jagung, ubi kayu dan ubu jalar, tomat, kacang panjang, terong, papaya, nangka, pisang, kakao, kelapa dan lain-lain. Sedangka jenis ternak, seperti sapi perah, sapi potong, kerbau, kambing, ayam ras petelur, ayam buras, dan ayam ras pedaging. Terdapat 502 unit usaha, seperti makanan dan minuman, tekstil bahan dari kulit, barang dari kayu dan percetakan.

(8)

Universitas Bosowa Makassar 30 Masyarakat Desa Cendana memiliki

semangat berusaha dan tekun atas usahanya, dari pengamatan awal di lokasi mitra terdapat beberapa kelompok-kelompok usaha pembuat dangke dan pembuat kripik dangke dan terlihat di sepanjang jalan poros propinsi, Desa Cendana ke Ibu Kota Kabupaten terdapat warung-warung dengan berbagai jenis makanan dan minuman, seperti jagung rebus, dangke dan kripik dangke, tuak manis dari pohon enau dan jenis makanan lainnya. Berdasarkan data di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Enrekang, saat ini populasi ternak di kabupaten Enrekang sudah mencapai 1.400-an ekor sapi perah dan sekitar 48.000 ekor sapi potong dan ternak kerbau mencapai 6.000-an. Khusus di Kecamatan Cendana terdapat 488 ekor sapi perah, kerbau 19 ekor. Hal itulah yang mendorong masyarakat di Desa Cendana melakukan usaha membuat dangke dan ripik dangke. Masyarakat sadar akan manfaat gizi yang dikandung dari susu sapi dan kerbau tersebut, sehingga mereka meyakini bahwa dengan menjual dangke dan kripik dangke pasti laku dan diminati oleh semua orang. Sebagai bahan makanan/minuman susu mempunyai nilai gizi yang tinggi, karena mengandung unsur-unsur kimia yang dibutuhkan oleh tubuh seperti Kalsium, Phosphor, Vitamin A, Vitamin B dan Riboflavin yang tinggi.

Komposisinya yang mudah dicerna dengan kandungan protein, mineral dan vitamin yang tinggi, menjadikan susu sebagai sumber bahan makanan yang fleksibel yang dapat diatur kadar lemaknya, sehingga dapat memenuhi keinginan dan selera konsumen.

Usaha yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Cendana sangat prospektif untuk dikembangkan akan tetapi persoalan yang dialami kelompok-kelompok pengusaha kripik dangke di Desa Cendana saat ini adalah rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan produksi (manajemen) dan pemasarannya. Mereka memproduksi kripik dangke umumnya jika ada permintaan disebabkan karena belum banyak yang mengetahui keberadaan produk tersebut apalagi kemasannya masih tradisional dalam artian belum memiliki label dan izin Depkes, oleh sebab itu perlunya membantu para kelompok usaha kripik dangke dalam mengembangkan usahanya tersebut. Kelompok-kelompok masyarakat yang ada di Desa Cendana tersebut perlu mendapat penanganan atau pendampingan

dengan memberikan pelatihan-pelatihan wirausaha, cara mengelola usaha serta trik-trik pemasaran produk kripik dangke tersebut.

Fenomena tersebut di atas memberi gambaran perlunya adalah penanganan atau pendampingan terhadap kelompok-kelompok usaha kripik dangke. Minimnya ilmu pengetahuan dan teknologi, kurangnya pemahaman ketrampilan dan pengalaman merupakan salah satu faktor yang menghambat atau mempengaruhi perkembangan usahanya, fenomena tersebut tentu saja menghambat pengembangan usahanya dan peningkatan pendapatan. Untuk itu perlu dilakukan pendampingan terhadap masyarakat sebagai upaya memecahkan masalah yang dihadapi.

Upaya itu perlu diikuti dan dilengkapi oleh bantuan yang bersifat pemberdayaan segenap potensi masyarakat dan memediasi keberadaan usahanya kepada pemerintah setempat (Dinas terkait). Hal inilah yang menjadi tujuan khusus pada program pengabdian IbM dilaksanakan pada lokasi mitra, sehingga diharapkan ke depan masyarakat dapat menumbuhkembangkan usahanya serta dapat dikenal secara luas, tidak hanya pada wilayah Kabupaten Enrekang, akan tetapi di provinsi-provinsi lain di Sulawesi Selatan bahkan di luar Sulawesi Selatan.

Program yang akan diterapkan pada lokasi usaha meliputi diskusi, pelatihan, dan pendampingan terhadap usaha mereka dalam rangka meningkatkan kesejahteraan (pendapatan) dan sustainable (berkelanjutan). Permasalahan- permasalahan yang dihadapi kelompok usaha kripik dangke adalah :

a. Teknik pengolahan yang masih terbatas dalam proses pengolahan,

b. Pengelolaan usaha yang masih konvensional c. Pemasaran yang masih konvensional

d. Kemasan yang tidak menarik B. TARGET DAN LUARAN

Target dari kegiatan ini adalah termotivasinya kelompok-kelompok pengusaha kripik dangke mengembangkan usahanya dan adanya keinginan dari kelompok usaha kripik dangke untuk menerapkan pengetahunan dan keterampilan yang telah diberikan, sehingga dampak positif yang diharapkan dari luaran ini adalah kelompok usaha kripik dangke sudah berkembang sebab sudah memiliki label kemasan, telah terdaftar pada Dinas

(9)

Universitas Bosowa Makassar 31 Perindustrian, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas

Kesehatana, sehingga keuntungan yang diperoleh kelompok mitra usaha kripik dangke lebih meningkat. Pada intinya bahwa luaran program ini adalah adalah bertambahnya pola pokir dan pengetahuan pengusaha kripik dangke dalam mengelola usahanya secara berkelanjutan.

C. METODE PELAKSANAAN 1. Metode yang ditawarkan

Setelah dilakukan pengamatan sebelumnya dan telah disepakati dengan kelompok mitra, maka metode yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan dapat diuraikan dengan memperhatikan profil usaha di bawah ini :

Tebal 1. Profil dan Metode yang Ditawarkan

No Permasalahan Metode yang ditawarkan

1 Pengelolaan Kripik Dangke (Produksi). Produksi kripik dangke masih dikelola secara sederhana dan kemasan plastik polos belum memiliki label Produksi kripik dangke masih dikelola secara sederhana dan kemasan plastik polos belum memiliki label

Pendampingan pada proses produksi, kemasan dan memberi solusi perluasan pemasaran

2 Manajemen dan pemasaran. Minimnya pengetahuan serta keterampilan manajemen dalam mengelola usaha

Melaksanakan pelatihan tentang produksi,

pemasaran dan

kewirausahaan 2.

Rencana Kegiatan

Rencana kegiatan berdasarkan hasil kesepakatan yang ingin dicapai, yakni mengadakan kerjasama dengan kelompok usaha pembuatan kripik dangke, mengadakan kerjasama dengan ketua kelompok usaha pembuatan kripik dangke, mengundang ketua kelompok dan anggota usaha menghadiri pertemuan untuk memberi pemahaman berdasarkan penjelasan pada tabel di atas. Hasil olahan susu sapi menjadi dangke dapat di lihat di bawah ini :

D. HASIL YANG DICAPAI 1. Pembuatan Kripik Dangke

a. Penampungan susu sapi atau kerbau

b. Susu sapi atau kerbau dicampur tepung beras dan garam

c. Pemberian bumbu (tepung beras dan garam) d. Penggorengan. Setelah bumbu dicampur secara merata, kemudian dilakukan penggorengan. Proses penggorengan dihentikan setelah kelihatan berwarna kuning, selanjutnya dipotong-potong pendek dengan menggunakan alat pemotong yang telah didesain.

(10)

Universitas Bosowa Makassar 32 e. Pengemasan ke dalam plastik berwarna

putih dengan memakai lebel.

Pada tahap akhir produksi dilakukan adalah mendaftarkan Usaha kripik dangke di Kantor Perindustrian dan Izin Depkes serta pencetakan kemasan plastik. Bahan-bahan yang dibutuhkan: Susu sapi atau susu kerbau, tepung

beras, garam, gula pasir, minyak goreng Peralatan: Kompor gas, Wajan, Baskom, Ember, Plastik, Alat pemotong. Proses ProduksiKripik Dangke adalah sebagai berikut :

Dari hasil pelaksanaan kegiatan, kelompok usaha kripik dangke sudah berkembang sebab sudah memiliki label kemasan, pendampingan pada proses produksi, kemasan dan memberi solusi perluasan pemasaran, melaksanakan pelatihan tentang produksi, pemasaran dan kewirausahaan, telah terdaftar pada Dinas Perindustrian, Dinas Koperasi dan UKM, sudah banyak yang kenal sebagai akibat pembuatan brosur, sehingga keuntungan yang diperoleh lebih meningkat.

Susu Sapi/Kerbau Pemberian Bumbu

Penggorengan

Pengemasan dan pemberian label

Pembuatan Brosur dan Pemasaran Adonan

Pencetakan/pemotongan bentuk

Pendampingan

(11)

Universitas Bosowa Makassar 33 E. KESIMPULAN

1. Penampungan susu sapi atau kerbau, Susu sapi atau kerbau dicampur tepung beras dan garam. Pemberian bumbu (tepung beras dan garam). Setelah bumbu dicampur secara merata, kemudian dilakukan penggorengan.

Proses penggorengan dihentikan setelah kelihatan berwarna kuning, pengemasan ke dalam plastik berwarna putih dengan memakai lebel. Pada tahap akhir produksi dilakukan adalah mendaftarkan Usaha kripik dangke di Kantor Perindustrian serta teknik pemasaran yang efektif.

2. Dari hasil penerapan, pendampingan dan pelatihan, maka kelompok usaha dalam melaksanakan proses produksi menjadi efisien dan efektif dan wawasan masyarakat tentang kiat-kiat pemasaran sudah meningkat.

3. Volume penjualan yang dicapai meningkat setiap bulannya

4. Kripik dangke digemari oleh konsumen sebab tidak menggunakan bahan pengawet gurih dan renyah.

DAFTAR PUSTAKA

BPS, 2015. Statistik Kecamatan Cendana Dalam Angka

komposisi dan nutrisi pada susu kedelai - Staff Site Universitas ...

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/KOM POSISI%2520DAN%2520NUTRISI%25 20PADA%2520S..(online 21 Juli 2016

Referensi

Dokumen terkait

Berikut adalah kegiatan pendampingan keluarga Bapak I Made Lama yang sudah dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh kelompok mahasiswa KKN PPM UNUD 2015

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,