• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia

N/A
N/A
holey moley

Academic year: 2023

Membagikan "Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia"

Copied!
92
0
0

Teks penuh

Di sisi lain, kualitas penggunaan bahasa Indonesia di berbagai bidang, seperti kedinasan, pendidikan, jurnalistik, ekonomi, dan komersial, juga kurang memuaskan. Berbagai permasalahan tersebut menunjukkan bahwa upaya pengembangan bahasa Indonesia di berbagai lapisan masyarakat masih menghadapi tantangan yang cukup berat. Upaya tersebut diwujudkan dengan meningkatkan sikap positif masyarakat terhadap bahasa Indonesia dan meningkatkan kualitas penggunaan bahasa Indonesia di berbagai bidang.

Kehadiran buku seri penyuluhan ini dimaksudkan untuk memantapkan materi dalam melaksanakan kegiatan penyadaran berbahasa Indonesia yang baik dan benar kepada berbagai lapisan masyarakat.

Frasa

  • Frasa Endosentris
  • Frasa Eksosentris
  • Wujud Frasa
  • Hubungan Antarunsur dalam Frasa

Makna penjumlahan (kumulatif) dalam kalimat verbal ditunjukkan dengan penggunaan kata dan; arti pilihan (alternatif) ditandai dengan penggunaan kata atau; arti pengingkaran (negatif) ditunjukkan dengan penggunaan kata tidak;. Makna penjumlahan (kumulatif) pada kalimat nominal ditunjukkan dengan penggunaan kata dan; arti pilihan (alternatif) ditandai dengan penggunaan kata atau; makna deklaratif dapat diperluas dengan menyisipkan kata ke dalam dua unsur kalimat; makna restriktif dapat ditandai dengan tidak dapat disisipkannya kata-kata yang, dan, atau, atau muncul pada kedua unsur kalimat; pengertian pengertian (final) ditandai dengan penggunaan kata ini, itu atau itu; dan arti penolakan. Makna penjumlahan (kumulatif) pada kata sifat ditunjukkan dengan penggunaan kata dan; arti pilihan (alternatif) ditandai dengan penggunaan kata atau; Arti pengingkaran (denial) ditandai dengan penggunaan kata tidak;.

Arti keberadaan atau tempat dalam frasa preposisi ditunjukkan dengan penggunaan kata di, di, atau di; pengertian cara ditandai dengan penggunaan kata dengan, menurut, atau menurut; dan makna permulaan ditandai dengan penggunaan kata, sejak, atau permulaan.

Klausa dan Kalimat

Kalimat Dasar

Berdasarkan beberapa contoh di atas, nampaknya struktur inti kalimat bahasa Indonesia adalah subjek + predikat, yang dapat ditambah dengan objek, pelengkap dan/atau keterangan S + P + ({O} + {Pel} + {K } ). Jika dilihat lebih dekat pada contoh di atas, tampak bahwa klausa dengan tenses yang berubah-ubah pada (41), menurut pakar pemasaran lainnya pada (42), dan pada debat presiden pada (43) merupakan frasa preposisi yang berfungsi sebagai kata keterangan; menuntut pada (41), menyatakan pada (42) dan menentukan pada (43) merupakan verba atau frasa verbal yang berperan sebagai predikat; pendidik pada (41) merupakan kalimat nominal dan pemasaran adalah proses memasarkan barang berupa uang pada kalimat (42) dan bahwa anggaran pendidikan di Indonesia akan ditingkatkan sesuai amanat UUD 1945 pada kalimat ( 43) merupakan klausa nominal yang juga berupa klausa anak (klausa bawahan)) yang berfungsi sebagai objek, sedangkan untuk mencari metode baru pada (41) merupakan klausa preposisi yang berfungsi sebagai kata keterangan. Agar ketiga kalimat di atas benar, fungsi subjek harus ada di ketiga kalimat tersebut.

Apabila ketiga contoh di atas dianalisis, maka tampak bahwa tunjangan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada ayat (53) berlaku sebagai subyek, sedangkan besarnya sama dengan satu kali gaji pokok yang ditetapkan oleh pemerintah atau pemerintah daerah sebesar tingkat, masa kerja dan kualifikasi yang ditentukan, sama-sama berfungsi sebagai pelengkap. Jika predikatnya bukan verba transitif, maka objeknya tidak ada (tidak muncul) dalam kalimat. Kemunculan preposisi about pada contoh (59a), disambung dengan contoh (59b), lalu pada contoh (59c) menjadikan kalimat tersebut tidak memiliki objek, karena di atas telah dijelaskan bahwa objek tersebut biasanya berupa nomina frase, frase nomina, atau klausa.

Tampaknya kalimat (61a) dan (61b) di atas tidak mempunyai objek, karena ciri objek biasanya berupa kata benda atau frase nominal. Jadi frase verba harapan pada kalimat (61a) dan ingat pada kalimat (61b) di atas harus diikuti dengan kehadiran suatu objek, karena kedua verba dalam kalimat ini merupakan verba transitif yang memerlukan kehadiran suatu objek, bukan penjelasan. Kesalahan pada kalimat (59) dan (61) di atas adalah objek didahului oleh preposisi atau verba transitif tidak diikuti oleh nomina atau frase nomina melainkan diikuti oleh frase preposisi.

Struktur kalimat (63) di atas kemungkinan besar dipengaruhi oleh struktur bahasa Inggris berikut ini, yaitu This is Jermiteti pelaporan dari Makassar. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa verba transitif yang diikuti objek berupa klausa bawahan atau berupa frasa nominal panjang, antara fungsi predikat dan objek dalam kalimat, dapat disela dengan menggunakan merupakan fungsi adverbial, sehingga kalimat (66a) dan (67a) di atas menjadi kalimat yang dapat diterima. Kalimat (72) dan (73) dari segi strukturnya merupakan kalimat gramatikal, namun dari segi maknanya bukanlah kalimat yang rapi karena maknanya berbeda dengan kalimat (70) dan (71) di atas.

Keterangan pada dua contoh di atas bukan merupakan bagian dari predikat, sehingga keberadaannya dalam kalimat tidak wajib.

Analisis Kategori, Fungsi, dan Peran

Jenis Kalimat…

  • Kalimat Simpleks…
  • Kalimat Kompleks
  • Kalimat Majemuk
  • Kalimat Majemuk Kompleks

Kalimat kompleks, biasa disebut kalimat majemuk bertingkat, adalah kalimat yang terdiri dari klausa utama dan klausa bawahan. Klausa utama dapat berdiri sendiri sebagai klausa tersendiri yang tidak bergantung pada klausa lain, sedangkan klausa bawahan selalu bergantung pada klausa utama. Tanpa adanya klausa utama, klausa subordinat tidak dapat mengungkapkan apa pun karena keterangannya tidak jelas.

Selain itu, klausa bawahan merupakan pengembangan dari salah satu fungsi kalimat, sehingga klausa tersebut hanya menempati salah satu fungsi dalam kalimat. Klausa bawahan dalam kalimat kompleks di atas tampaknya menjalankan salah satu fungsi sebuah kalimat, yaitu sebagai informasi. Tanpa adanya klausa induk, klausa bawahan di atas tidak dapat berdiri sendiri sebagai klausa tersendiri.

Selain dapat memenuhi fungsi informasi seperti pada contoh di atas, klausa subordinat juga dapat mempunyai fungsi objek, pelengkap, dan subjek seperti pada contoh berikut. Dua klausa dalam kalimat majemuk ini merupakan klausa utama, sedangkan klausa lainnya merupakan klausa bawahan yang berfungsi sebagai perpanjangan salah satu atau kedua fungsi klausa utama. Kalimat majemuk kompleks (90a) terdiri dari dua klausa pokok yaitu ayah melukis dan saudara perempuan belajar serta klausa bawahan bila terjadi kebakaran.

Kedua klausa pokok tersebut digabungkan dengan kata hubung dan merupakan klausa majemuk, sedangkan klausa lainnya merupakan klausa bawahan yang ditandai dengan penggunaan kata hubung ko. Klausa bawahan dalam kalimat majemuk kompleks bukan merupakan klausa mandiri, melainkan merupakan bagian dari salah satu fungsi dalam kalimat majemuk.

Kalimat Efektif

Ciri Kalimat Efektif

  • Kelugasan
  • Ketepatan
  • Kejelasan
  • Kehematan
  • Kesejajaran

Kewajaran dalam kalimat efektif menghendaki keterangan yang ingin disampaikan dalam kalimat hanya pokok-pokoknya saja (hanya yang perlu atau penting saja), tidak boleh berbelit-belit, tetapi harus disampaikan secara sederhana. Aturan dalam kalimat majemuk (majemuk ekivalen) mensyaratkan, jika subjek kalimat pada bagian kedua sama dengan subjek pada kalimat pertama, maka subjek yang sama pada kalimat kedua harus dihilangkan (kiri atau dihilangkan). Sehubungan dengan itu, topik yang sama pada poin kedua kalimat yaitu pelayanan kesehatan tradisional sebaiknya dihilangkan agar kalimat (93b-93d) lebih tepat dibandingkan kalimat (93a).

Ketelitian dalam sebuah kalimat efektif menghendaki informasi yang ingin disampaikan dalam kalimat tersebut harus tepat sasaran atau tepat sasaran (sesuai sasaran) sehingga diperlukan ketelitian. Namun ketidakefektifan pada contoh (96) disebabkan oleh penggunaan kata kerja tertentu yang salah dalam kalimat. Jika dilihat dari contoh kalimat di atas dari segi gramatika, semuanya merupakan kalimat gramatikal karena unsur-unsur esensial dalam kalimat tersebut sudah terpenuhi dan jenis kalimat ini diperbolehkan dalam struktur kalimat bahasa Indonesia.

Kejelasan dalam sebuah kalimat efektif mensyaratkan bahwa kalimat tersebut mempunyai struktur yang jelas dan unsur-unsur yang lengkap. Kalimat majemuk mensyaratkan jika subjek klausa bawahan (subordinate Clause) tidak sama bentuknya dengan subjek (klausa utama), maka subjek klausa bawahan harus muncul dalam kalimat tersebut. Kejelasan unsur-unsur dalam kalimat membuat struktur kalimat menjadi benar sehingga memudahkan pemahaman kalimat (98b) dan (98c) di atas.

Sejalan dengan uraian di atas, permasalahan pada kalimat (104) juga tampak serupa dengan kalimat sebelumnya, yaitu penggunaan kata sambung yang berlebihan. 104) Rencananya pelatihan pegawai akan dilakukan pada bulan ini, namun karena direksi sedang bertugas di luar negeri, maka ditunda hingga pertengahan bulan depan. Ekonomi dalam kalimat efektif menghendaki informasi yang disampaikan dalam kalimat tersebut harus hati-hati, tidak mubazir, dan memerlukan kehati-hatian. Penggunaan konjungsi koordinatif dan frasa preposisi yang berfungsi sebagai kata keterangan pada kalimat (109) memerlukan persamaan bentuk.

Padahal, dalam kalimat ini frasa preposisinya diikuti oleh :. i) peningkatan penerimaan produk nasional (FN); ii) mendorong produktivitas dan efisiensi produksi (FV); iii) menjamin mutu barang dan jasa (FV).

Kalimat Partisipial

Kalimat (110a-110c) di atas masing-masing terdiri dari dua bagian, bagian pertama Berbicara kepada media kemarin di kantornya pada (110a), Melihat situasi mulai memanas pada (110b), dan didampingi pengacaranya di (110b). 110c ), sedangkan bagian kedua yaitu Janedri M. Gaffar mengaku tidak mengenal Siti Nurbaya di (110a), petugas Kementerian Tenaga Kerja mengambil alih dialog di (110b) dan Fuadi mengadukan Tempo ke Polri di (110c) . Kalau sebagai klausa pokok, ucapan-ucapan berbicara kepada media kemarin di kantornya pada (110a), melihat situasi mulai memanas pada (110b), dan didampingi kuasa hukumnya pada (20c) tentu bisa berdiri sendiri sebagai kalimat tersendiri.

Struktur kalimat seperti pada (111a—111c) di atas dalam bahasa Inggris disebut participle atau present participle atau active participle dan struktur seperti itu sangat umum dalam bahasa tersebut. Namun jika pola tersebut digunakan untuk membuat kalimat dalam bahasa Indonesia sehingga tampak seperti pada contoh (110a—110c), maka strukturnya tidak tepat. Apabila konjungsi muncul pada ketiga kalimat di atas, besar kemungkinan kalimat (112a—112c) menjadi seperti berikut.

Kepada media di kantornya kemarin, Janedri M. Gaffar mengaku tidak mengenal Siti Nurbaya. Kepada awak media di kantornya kemarin, Janedri M. Gaffar mengaku tidak mengenal Siti Nurbaya. Kepada awak media di kantornya kemarin, Janedri M. Gaffar mengaku tidak mengenal Siti Nurbaya.

Pada kalimat (112-114) di atas, subjek bagian bawahan yang dihilangkan diberi tanda (..) karena prinsip elipsis adalah fungsi kembali atau elips dapat kembali ke keadaan semula (pemulihan). Jika muncul konjungsi seperti pada contoh, maka jelaslah bahwa kalimat tersebut sebenarnya merupakan kalimat majemuk yang terdiri dari klausa bawahan dan klausa utama.

Referensi

Dokumen terkait

Periode waktu tersebut merupakan masa kampanye yang ditetapkan UU, di mana aktivitas partai, kandidat DPR, dan kandidat presiden sangat tinggi, termasuk dilaksanakannya debat

Atas penetapan Ketua Gabungan V Komando Operasi Tertinggi (KOTI), dengan persetujuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, konsep panitia Ejaan Bahasa Indonesia tersebut

UU Pemilu Presiden Pasal 159 ayat (1) UU No 42 tahun 2008 selengkap berbunyi “ Pasangan calon terpilih adalah Pasangan Calon yang memperoleh suara lebih dari

Peraturan Pemerintah ini merupakan pengaturan lebih lanjut dari Pasal 41 ayat (3), Pasal 42 ayat (3), Pasal 43 ayat (2), dan Pasal 44 ayat (2) Undang-Undang Nomor

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga skripsi tentang “Analisis Gaya Bahasa Calon Presiden pada Acara Debat

Kami berpendapat narasi ketahanan pangan pada debat pilpres kemarin menjadi program kerja utama yang akan diusung oleh kedua calon presiden. Narasi tersebut akan diwujudkan

42 Mode translator memungkinkan user untuk dapat menginputkan kata lebih dari satu atau user juga dapat menginputkan frasa juga kalimat dalam Bahasa Indonesia, selain itu

i ANALISIS SENTIMEN TWITTER DEBAT CALON PRESIDEN INDONESIA MENGGUNAKAN METODE FINED- GRAINED SENTIMENT ANALYSIS LEMBAR PERSETUJUAN Disusun Oleh : Septian Fendyputra Pratama