SIFAT DASAR DAN RUANG
LINGKUP PI
LEVEL 1
PENGERTIAN PI ?
• 1. Mochtar Kusumaatmadja: “Perjanjian yang diadakan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa dan bertujuan untuk mengakibatkan akibat-akibat hukum tertentu.
• - Perjanjian hrs diadakan oleh subyek-subyek hukum yg menjadi anggota masyarakaat internasional
• -subyek hukumnya tdk hanya negara tetapi juga organisasi intenasional, tachta suci dan Palang Merah Internasional
• 2. A.S. Harshey : “Internasional Treatice or Conventions are agreement or
Contracts between two or more states, usually negotiated mutual and reciprocal obligations”.
• yang mnjadi subyek hanya negar saja
Istilah Perjanjian Internasional ?
• Treaty : digunakan secara tidak konsisten, untuk persetujuan yg sifatnya khidmat (the more solem agreements), misal :perjanjian perdamaian, aliansi, arbitrase, dsb.
• Convention : biasa diginakan pd jenis perjaniian multilateral.
• Declaration , dipergunakan untuk jenis perjanjian internsional
• Protocol : memperbaiki perjanjian
• Act : untuk perjanjian multilateral yang menetapkan aturan-aturan hukum atau sistem pemerintahan.
• A final Act,
• dsb
4 elemen pokok perjanjian
Internasional (Schwarzenberger) :
• 1. kapaasitas para pihak untuk membuat perjanjian internasional sesuai HI
• 2. para pihak hrs melakukan tindakannya sesuai HI
• 3. Adanya kesepakatan di antara para pihak
• 4. para pihak hrs memiliki maksud dan tujuan untuk
menciptakan kewajiban hukum .
KLASIFIKASI PI DIDASARKAN PADA :
• Subyek yang mengadakannya
• Jumlah pihak yang mengadakan
• Corak/bentuk perjanjian
• Proses perjanjian (tahapan)
• Siffat pelaksanaan perjanjian
• Fungsinya dalam pembentukan hukum
Klasifikasi ?
• Subyek dibedakan :
• 1. G to G , G to the other candidaet except
• 2. G to international Organisasion.
• 3. antara sesama subyek hukum selain negara,
Klasifikasi berdasarkan Subyek
•
Perjanjian antar negara, merupakan jenis perjanjian yang jumlahnya banyak, hal ini dapat dimaklumi karena negara merupakan subyek hukum internasional yang paling utama dan yang paling klasik.•
Perjanjian antar negara dengan subyek hukum internasional lainnya seperti negara dengan organisasi internasional atau dengan vatikan.•
Perjanjian antar subyek hukum internasional selain negara satu sama lain, misalnya negara-negara yang tergabung dalam ACP (African,Cariban, and Pacific) dengan MEE.
DIDASARKAN PADA JUMLAH PIHAK
•
1. Perjanjian Bilateral : Perjanjian yang dilakukan antar dua negara (mis. Batas negara)•
2. Perjanjian Multilateral : adalah perjanjian yang diadakan banyak pihak (negara) yang pada umumnya merupakan perjanjian terbuka (open verdrag) dimana hal-hal yang diaturnya pun lazimnyamenyangkut kepentingan umum yang tidak terbatas pada
kepentingan pihak-pihak yang mengadakan perjanjian tetapi juga menyangkut kepentingan yang bukan peserta perjanjian itu sendiri.
Perjanjian ini digolongkan pada perjanjian "law making treaties" atau perjanjian yang membentuk hukum.
Didasarkan pada proses :
• Pembentukan,Perundingan, penandatangan, dan ratifikasi
• Dua tahap pembentukan : perundingan dan
penandatangan
Didasarkan pada Sifat pelaksanaanya ?
• Dipositive treaties : tapal batas negara, penyerahan wilayah, kedaluarsa.
• Executory treaties : pelaksanaannya tidak sekaligus, misal
: perjanjian perdagangan.
Didasarkan pd fungsinya
• 1. Law making treaties : perjanjian yg membentuk hukum
• 2.Treaty contract
FUNGSI PI ?
• MERUMUSKAN/MENYATAKAN ATAU MENGUATKAN
KEMBALI ATURAN-ATURAN HUKUM INERNASIONAL YG SDH ADA (THE EXISTING OF INTERNATIONAL LAW)
• Merubah/menyempurnakan atau menghapus kaidah- kaidah HI yg mengatur kehidupan mendatang.
• Membentuk kaedah HI yg baru sama sekali yg blm ada
sebelumnya.
Prinsip-prinsip PI
• Pacta Sun Servanda, yaitu para pihak yang terkait pada suatu perjanjian, harus mentaati perjanjian yang telah dibuatnya (perjanjian internasional mengikat dan berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak).
• Good Fith (itikat baik), yaitu semua pihak yang terikat pada suatu perjanjian internasional harus beritikad baik untuk melaksanakan isi perjanjian.
• Rebus Sic Stantibus, yaitu suatu perjanjian internasional boleh dilanggar dengan syarat adanya perubahan yang fundamental, artinya jika perjanjian internasional tersebut dilaksanakan maka akan bertentangan dengan
kepentingan umum pada negara bersangkutan.