• Tidak ada hasil yang ditemukan

sikap bahasa siswapada kelas vii 11 smp negeri 8

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "sikap bahasa siswapada kelas vii 11 smp negeri 8"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Teoritis
  • Manfaat Praktis

LANDASAN TEORI

  • Pengertian Sikap Bahasa
    • Komponen Sikap Kognitif
    • Komponen Sikap Afektif
    • Komponen Sikap Konatif
  • Jenis-jenis Sikap Bahasa
    • Sikap Positif
    • Sikap Negatif
  • Ciri-ciri Sikap Bahasa
    • Ciri Sikap Positif
    • Ciri Sikap Negatif
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi Sikap Bahasa Negatif
  • Pemilihan Bahasa

Sikap bahasa dengan demikian adalah tingkah laku, perbuatan atau perbuatan seseorang/kelompok orang terhadap suatu bahasa dalam berinteraksi. Sikap bahasa berhubungan dengan motivasi untuk belajar bahasa. Pada hakekatnya, sikap berbahasa adalah kesantunan dalam menanggapi suatu situasi. Sikap bahasa dengan demikian menunjukkan sikap mental dan sikap perilaku dalam berbahasa. Sikap berbahasa antara lain dapat diamati melalui tingkah laku berbahasa atau tingkah laku berbicara (Ahmad Hp dan Alex Abdullah 2012).

Menurut KBBI, sikap bahasa adalah sikap mental terhadap perasaan terhadap kemandirian atau bahasa orang lain. Sikap berbahasa positif adalah sikap yang berkaitan dengan perilaku yang tidak bertentangan dengan kaidah atau norma kebahasaan yang berlaku, atau sikap setia dan bangga terhadap suatu bahasa. Tidak hanya bahasa daerah, bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional pun tampaknya telah kehilangan sikap bahasa positif yang khas.

Penutur yang sikap bahasanya positif terhadap bahasa Indonesia tentu tidak akan mencampuradukkan bahasa. Sayangnya, seperti dilansir Moeliono dan Koentjaraningrat (dalam Chaer dan Agustina), sebagian besar masyarakat Indonesia belum memiliki sikap berbahasa yang positif terhadap bahasa nasionalnya.

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Jenis Penelitian

Subjek Penelitian

Metode Penelitian

Penelitian deskriptif tidak memberikan perlakuan, manipulasi atau perubahan terhadap variabel bebasnya, tetapi menggambarkan suatu kondisi sebagaimana adanya. Oleh karena itu, makna, pemahaman, proses pola dan pola yang akan ditemukan, makna yang dihayati oleh subjek atau masyarakat yang diteliti, konteks atau lingkungan penelitian harus dibiarkan apa adanya.

InstrumenPenelitian

Metode ini digunakan peneliti dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana sikap berbahasa siswa kelas VII SMP Negeri 8 Makassar baik di dalam maupun di luar sekolah. Selain angket, peneliti juga menggunakan instrumen wawancara dengan mengajukan pertanyaan kepada guru Bahasa Indonesia untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang sikap berbahasa siswa SMP Negeri 8.

Teknik Pengumpulan Data

  • Angket
  • Wawancara

Saat saya membuat status di media sosial, saya lebih suka menulis dalam bahasa Indonesia daripada bahasa asing. Hal ini terlihat dari persentase yang dijelaskan pada tabel 4.1, hingga 90% siswa lebih memilih membuat status media sosial dalam bahasa Indonesia daripada bahasa asing, hasil persentase tersebut diperoleh dari. Siswa selalu menggunakan bahasa Indonesia di kelas dengan teman sebayanya dan bukan bahasa daerah/asing.

Hal ini terlihat dari persentase yang dijelaskan pada Tabel 4.2, sebanyak 97,5% siswa selalu menggunakan bahasa Indonesia di kelas dengan teman sebayanya daripada bahasa daerah/asing, dari mana diperoleh hasil persentase tersebut. Hal ini terlihat dari persentase yang dijelaskan pada Tabel 4.3, sebanyak 97,5% siswa lebih memilih berbahasa Indonesia daripada bahasa asing pada masyarakat umum, dari situlah diperoleh hasil persentase tersebut. Hal ini terlihat dari persentase yang dijelaskan pada tabel 4.4, sebanyak 100% siswa selalu menggunakan bahasa Indonesia ketika berdiskusi di kelas, dari situ diperoleh persentase hasil.

Siswa lebih memilih belajar bahasa Indonesia daripada bahasa Korea, padahal budaya Korea sudah berkembang di Indonesia. Hal ini terlihat dari persentase yang dijelaskan pada Tabel 4.13, sebanyak 92,5% siswa lebih memilih belajar bahasa Indonesia daripada bahasa Korea, diambil dari hasil persentase tersebut. Hal ini terlihat dari persentase yang dijelaskan pada Tabel 4.16, sebanyak 97,5% siswa senang belajar bahasa Indonesia karena mudah dipahami, diambil hasil persentasenya.

Hal ini terlihat dari persentase yang dijelaskan pada tabel 4.17, sebanyak 95% siswa berpendapat bahwa belajar bahasa Indonesia lebih mudah daripada bahasa asing, hasil persentase diambil dari x. Siswa yang menganggap bahasa asing lebih mudah dari bahasa Indonesia sebanyak 5% atau sebanyak dua siswa. Hal ini terlihat dari persentase yang dijelaskan pada Tabel 4.18, sebanyak 95% siswa berpendapat bahwa pola kalimat bahasa Indonesia lebih mudah dipelajari daripada bahasa asing, diambil dari hasil persentase tersebut.

Siswa yang menganggap pola kalimat bahasa asing lebih mudah daripada bahasa Indonesia sebanyak 5% atau sebanyak dua siswa. Hal ini terlihat dari persentase yang dijelaskan pada Tabel 4.19, sebanyak 95% siswa berpendapat bahwa menulis kosa kata dalam bahasa Indonesia lebih mudah daripada bahasa asing. Siswa yang merasa lebih mudah menulis kosa kata dalam bahasa asing daripada bahasa Indonesia sebanyak 5% atau sebanyak dua siswa.

Terlihat dari persentase yang dijelaskan pada tabel 4.20, sebanyak 95% siswa menganggap kosakata bahasa Indonesia lebih mudah dihafal daripada kosakata bahasa asing, dari situlah diperoleh hasil persentase. 1. Saat membuat status di media sosial, saya lebih suka menulis dalam bahasa Indonesia daripada bahasa asing. 2. Siswa selalu menggunakan bahasa Indonesia di kelas dengan teman sebayanya daripada bahasa daerah atau asing.

13. Siswa lebih suka belajar bahasa Indonesia daripada bahasa Korea, padahal budaya Korea sudah berkembang di Indonesia.

Tabel Sebaran Kisi-Kisi            Tabel 3.1
Tabel Sebaran Kisi-Kisi Tabel 3.1

Teknik Analisis Data

HASIL PENELITIAN

Hasil Penelitian

PENUTUP

Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sikap bahasa siswa SMP Negeri 8 Kota Makassar terhadap bahasa Indonesia. Dilatar belakangi oleh permasalahan tersebut, sikap berbahasa siswa SMP Negeri 8 merupakan contoh masyarakat yang hidup di tengah masyarakat yang menggunakan dua bahasa sekaligus sebagai alat komunikasi atau sering dikenal dengan bilingual yang biasanya menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa pertama mereka dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua mereka. Meskipun terdapat kecenderungan siswa menggunakan dua bahasa dalam kehidupan sehari-hari, bahasa Indonesia juga digunakan dalam konteks formal. Mengingat siswa SMP Negeri 8 terdiri dari berbagai suku bangsa, mereka tetap menghormati bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar resmi.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh siswa dan guru, diketahui bahwa siswa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa menggunakan bahasa Indonesia untuk bertanya kepada guru, menjawab pertanyaan yang diajukan guru, berdiskusi dengan teman, khususnya untuk belajar bahasa Indonesia. Hasil wawancara dengan guru menunjukkan bahwa siswa senang dan bangga menggunakan bahasa Indonesia dalam pembelajaran bahasa Indonesia karena merupakan bahasa Indonesia. dianggap lebih sopan dan mudah dipahami untuk digunakan. Siswa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik untuk bertanya kepada guru, menjawab pertanyaan dari guru, berdiskusi dengan teman batin.

Saran

Implikasi

Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. 1990. Masalah Bahasa Indonesia: Analisis Praktis Bahasa Baku Jakarta: Rineka Cipta.

Gambar

Tabel Sebaran Kisi-Kisi            Tabel 3.1

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Abstracts of a health research article seem simple, but it is often found that the abstracts written turned out to not be able to represent the contents of the paper as a whole..