27
ANALISIS PENGARUH INDEKS STRAITS TIMES SINGAPORE (STI), SET INDEX THAILAND (SETI), KLCI MALAYSIA (KLSE), PSEI PHILIPINA, DAN KURS RUPIAH TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK
INDONESIA TAHUN 2017
Linda Setia Budi1
1)Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.
Abstrak
Tujuan Penelitian ini yaitu untuk menetahui serta menganalisis pengaruh dari Indeks Straits Times (STI) singapura, indeks SET Thailand (SETI), KLCI Malaysia, PSEI Filipina, serta Kurs Rupiah terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017. Sampel yang diteliti sebanyak 240 hari selama tahun 2017. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dengan Software statistik EViews. Hasil secara simultan menyatakan bahwa STI, SETI, KLCI, PSEI, dan Kurs Rupiah berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun Hasil secara parsial (uji t) menyatakan bahwa SETI, KLCI, PSEI dan Kurs Rupiah memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap IHSG. Sedangkan STI tidak signifikan terhadap IHSG.
Kata Kunci: STI, SETI, KLCI, PSEI, IHSG
Abstract
Purpose of this paper is to analyse the effect of The Straits Times Index (STI) Singapore, The Stock Exchange of Thailand (SETI), KLCI Malaysia, Philippine Stock Exchange Index (PSEI), and Rupiah exchange rate towards the Indonesia Composite Index (IHSG) at the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2017. The number of the data processed as many as 240 days during the year 2017. This research uses the multiple linear regression analyses as The Analysis Technique. This research also uses Add-Ins Application called EViews. The result proves that The Straits Times Index (STI) Singapore, Stock Exchange of Thailand Index (SETI), KLCI Malaysia, Philippine Stock Exchange Index (PSEi), and Rupiah exchange rate simultaneously have a significant effect on the Indonesia Composite Index (IHSG).
In a partial relationship showing, Stock Exchange of Thailand index (SETI), KLCI Malaysia, Philippine Stock Exchange Index (PSEi) and Rupiah exchange rate affect significantly positive towards the Indonesia Composite Index (IHSG). While The Straits Times Index (STI) Singapore affects insignificantly towards the Indonesia Composite Index (IHSG).
Keywords: STI, SETI, KLCI, PSEI, IHSG Hal. 27-34
http://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/jsmk
Alamat surat elektronik penulis, e-mail: [email protected]
28
PENDAHULUAN
Berkembangnya teknologi dan informasi membuat dunia masuk dalam era globalisasi.
Mulai diberlakukannya perdagangan bebas yang juga semakian mengurangi peraturan pembatasan perdagangan antarnegara, sehingga banyak investor dari negara lain yang melakukan investasi di pasar modal diseluruh dunia untuk tujuan diversifikasi portofolio. Banyak investor asing ikut menanamkan modalnya dengan jumlah yang cukup besar pada perusahaan-perusahaan di Indonesia. Hal ini tentunya membuat pasar modal yang ada di dunia saling terintegrasi satu sama lain. Masuknya modal asing ke suatu Negara adalah salah satu bentuk adanya globalisasi.
Aliran modal asing masuk melalui bursa pasar modal Indonesia yaitu Bursa Efek Indonesia.
Perkembangan bursa efek Indonesia diketahui
dengan melihat pergerakan Indeks harga saham gabungan (IHSG). Selain itu Indeks Harga Saham Gabungan juga mencerminkan kondisi ekonomi suatu negara.
Pergerakan IHSG yang dipengaruhi oleh faktor asing salah satu contoh atau dampak globalisasi dan pasar modal diseluruh dunia yang terintegrasi. Kondisi demikian dapat menyebabkan bursa saham negara maju berpengaruh terhadap bursa negara berkembang.
Selain itu bursa saham dengan lokasi yang berdekatan seperti bursa saham di negara ASEAN cenderung punya investor yang sama.
Karenanya, pergerakan di suatu pasar saham asing dengan cepat menyebar ke bursa negara lain. Berikut merupakan grafik pergerakan indeks harga saham Negara ASEAN-5.
Sumber : data dan statistic Otoritas Jasa keuangan 2017
Gambar 1. Perkembangan Indeks Pasar saham Negara ASEAN-5
Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa Indeks saham Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina dan Indonesia hampir seluruhnya menunjukan pergerakan yang searah. Pada tahun 2015, indeks STI, SETI, KLCI, PSEI dan juga IHSG tercatat serentak mengalami penurunan.
Pada tahun 2017 lima indeks saham tersebut juga secara bersama sama menunjukan penguatan.
Dari grafik diatas indeks IHSG terlihat bergerak searah dengan indeks lainnya sehingga diduga pergerakan indeks dari pasar modal asing yang berada di lokasi yang berdekatan mempengaruhi
IHSG. Negara Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina dan Indonesia merupakan negara pendiri ASEAN pada tanggal 8 agustus 1967 yang ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Bangkok. Kelima negara tersebut sering disebut dengan ASEAN-5 karena terdiri dari 5 negara yang merupakan pendiri ASEAN (www.kemlu.go.id).
Selain integrasi dengan negara lain, kurs atau nilai tukar mata uang juga dirasa berpengaruh signifikan pada IndeksHarga Saham Gabungan (IHSG). Fluktuasi kurs rupiah
4,272.18
5,226.95
4,593.01
5,296.71
6,355.65
3,167.43 3,365.15
2,882.73 2,884.93 3,402.92
1,866.96 1,761.25 1,692.51 1,641.73 1,796.81
1,298.71 1,497.67 1,288.02 1,542.93 1,753.71
5,889.83
7,230.57 6,952.08 6,840.64
8,558.42
- 1,000.00 2,000.00 3,000.00 4,000.00 5,000.00 6,000.00 7,000.00 8,000.00 9,000.00
2013 2014 2015 2016 2017
poin harga indeks
tahun
IHSG STI KLSE SETI PSE
29 terhadap mata uang asing mendapat perhatian
besar dari perusahaan dan para investor yang berinvetasi di Indonesia. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan Indonesia yang melakukan transaksi menggunakan mata uang asing misalnya untuk pembayaran utang luar negeri, pembelian bahan baku, kegiatan ekspor dan impor serta transfer keuntungan dari anak perusahaan yang berada diluar negeri yang tentunya menggunakan mata uang asing untuk transaksinya. Dalam pendekatan tradisional Granger, et al menyatakan bahwa nilai tukar dan harga saham memiliki hubungan positif. Nilai tukar mempengaruhi kemampuan bersaing perusahaan. Hal ini adalah akibat dari pergerakan atau perubahan nilai tukar dapat mempengaruhi biaya serta pendapatan perusahaan. Harga saham akan berubah mengikuti perubahan operasional perusahaan (Murtiningsih, 2012).
Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang dilakukan mengenai pengaruh indeks saham luar negeri dan nilai tukar terhadap indeks harga sahamgabungan. Salah satunya dilakukan oleh Jul Salim, Abd. Jamal, dan Chenny Seftarita (2017). Hasil uji parsial menunjukkan bahwa variabel kurs, KLSE, dan SET berpengaruh signifkan terhadap IHSG. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan sahrul anam dan agoes kamarullah (2016) justru menyatakan indeks KLCI tidak berpengaruh terhadap IHSG sedangkan Strait Times Index (STI) dan Philiphinnes Index (PSEi) mempunyai pengaruh terhadap IHSG.
Berdasarkan data dan fenomena yang dijelaskan diatas, serta penelitian terdahulu yang masih menemukan hasil yang tidak konsisten, oleh karenanya peneliti tertarik untuk meneliti kembali, dengan judul Analisis pengaruh indeks Straits Times Singapore (STI), SET Index Thailand (SETI), KLCI Malaysia (KLSE), PSEI Filipina, dan Kurs Rupiah terhadap Indeks HargaSaham Gabungan di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui serta menganalisa pengaruh Indeks Strait Times (STI), Indeks SET Thailand (SETI), Kuala Lumpur Composite Index (KLCI), Indeks Philippine Stock Exchange (PSEI), dan kurs rupiah terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI pada tahun 2017.
TINJAUAN PUSTAKA Integrasi Pasar Modal
Menurut Plummer dan Wignarja dalam Setiawan (2014) Integrasi adalah suatu kondisi ketika investor mendapatkan return yang diharapkan dan risiko yang sama pada instrumen keuangan yang sama pula namun dipasar modal
yang negara lain. Integrasi memungkinkan satu negara dapat menjangkau pasar lebih luas, sehingga dapat merangsang pertumbuhan bidang ekonomi dan kesejahteraan sosial. Suatu pasar modal akan terintegrasi apabila investasi yang dilakukan memperoleh risiko dan harga sama meskipun bertransaski dipasar modal lain.
Intergrasi pasar modal akan memiliki keterkaitan dengan pasar modal lainnya. Akibatnya bukan hanya faktor domestik yang mempengaruhi fluktuasi harga saham dipasar modal, namun fluktuasi harga saham dipasarmodal asing mempengaruhi pergerakan harga saham domestik pula.
Contagion Effect Theory
Menurut Barry, Rose dan Wyploz dalam Kho (2013) ada dua penafsiran utama berkaitan dengan contagion, yang pertama karena adanya saling ketergantungan antar pasar ekonomi misalnya kondisi makro ekonomi yang serupa, kredit perbankan dan hubungan dagang.
Penafsiran contagion yang kedua berasal dari asimetri information yang menekankan pada perilaku investor. Hilangnya kepercayaan para investor dan juga perilaku kolektif yang terjadi ketika investor tidak lagi memperhatikan makro ekonom pasar modal negara bersangkutan.
Perilaku tersebut akan terjadi ketika pelaku pasar modaI yang bereaksi terlalu cepat atas suatu informasi yang didapat. Informasi sama yang diterima oleh pelaku pasar modal mudah menyebar ke seluruh belahan dunia dalam jangka waktu yang lumayan singkat dan menyampaikan pesan supaya melakukan reaksi yang sama kepada pelaku pasar modal internasional.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia Composite Index atau sering disebut Index Harga Saham Gabungan adalah indeks yang mecakup pergerakan semua saham perusahaan listing untuk sebagai perhitungan.
Hal ini dimaksudkan supaya IHSG menggambaran kondisi pasar yang wajar oleh.
IHSG oleh Bursa Efek lndonesia digunakan untuk menilai harga saham dan ekonomi negara.
Apabila sebuah perusahaan memiliki jumlah saham yang free float (dimiliki public) yang kecil sementara berkapitalisasi pasar besar maka BEI berhak tidak memasukkannya dalam perhitungan IHSG. (www.idx.co.id).
Straits Times Index (STI)
Indeks Komposit pasar modal Singapuran yang di jadikan acuan oleh investor adalah indeks Straits Times. Hari dasar Indeks The Staits Times Price (STI) adalah 31Agustus 1998 dengan nilai
30
dasar 885.26 point. Ada tiga puluh saham perusahaan yang mewakilkan perusahaan yang listing di Singapore Exchange (SGX) yang digunakan sebagai komponen perhitungan STI dengan menggunakan metode Market Value Weighted (www.straitstimes.com).
Stock Exchange of Thailand Index (SETI) Indeks SET menggambarkan pergerakan semua harga saham biasa yang diperdagangkan di bursa saham Thailand. Hal tersebut dikarenakan Indeks SETI dihitung dengan melakukan perbandingan antara nilainpasarnsekarang dari seluruh perusahaan yang listing di Stock Exchange of Thailand dengan nilai pasar pada hari dasar. 30 April 1975 ditetapkan sebagai hari dasar dengan nilai dasar sebesar 100. (www.set.or.th).
Kuala Lumpur Composite Index (KLCI) Pada tahun 1986 pemerintah Malaysia mendirikan Kuala Lumpur Lumpur Composite (KLCI) sebagai salah satu indeks harga saham.
Indeks KLCI dijadikan indikator penilaian kinerja tentang bursa sahammMalaysia serta indikator kegiatan ekonomi yang akurat. KLCI digunakan sebagai dasar untuk melihat pergerakan harga saham dipasar modal Malaysia.
Indeks ini, dibentuk oleh 30 saham perusahaan yang mempunyai nilai Market Capitalization terbesar dibursa saham Malaysia.
(www.bursamalaysia.com).
Philippine Stock Exchange Index (PSEI) Indeks utama dipasar modal Filipina yang sering digunakan oleh invetor untuk melihat pergerakan harga saham di pasar modal Filipina adalah Indeks Philippine Stock Exchange (PSEI).
Yang mana indeks ini dibentuk oleh tiga puluh perusahaan terbesar serta perusahaan aktif melakukan kapitalisasi penuh. Pemilihan perusahaan di PSEI didasarkan pada kriteria spesifik float publik, likuiditas dan kapitalisasi pasar. Pada tanggal 28 Febuari 1990 berdasarkan penutupan Indeks, maka nilai dasar PSEI ditetapkan sebesar 1,022.045 (www.pse.com).
Nilai tukar
Kurs atau nilai tukar mata uang bisa diartikan sebagai harga atau jumlah mata uang domestik yang dibutuhkan guna mendapatk satu mata uang negara lainnya (sukirno, 2013).
Menurut Granger(1998) dalam Pendekatan Tradisional menjelaskan bahwa nilai tukar dan indeks harga saham berhubungan positif. Efek dari fluktuasi kurs dapat mempengaruhi penghasilan dan biaya kegiatan operasi perusahaan, sehingga mempengaruhi kompetitifnya suatu perusahaan. Pada akhirnya
perubahan nilai tukar menyebabkan perubahan pada harga saham suatu perusahaan. Nilai tukar yang berfluktuasi akan mempengaruhi nilai pembayaran maupun nilai penerimaan suatu perusahaan dimasa depan. Ketika nilai tukar dinyatakan oleh mata uang luar negeri.
METODE PENELITIAN
Penelitiaan ini digolongkan pada penelitian asosiatif kausalitas. Penelitian asosiatif kausalitas adalah jenis penelitiannyang mencari pengaruh sebab-akibat antara variabelmdependen dengan variabel independen (Sekaran, 2013).
Penelitianmini termasuk penelitian yang memakai data time series atau runtut waktu, dengan bentuk data harian. Penelitian ini dilakukan di Pasar modal Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia melalui website (www.ojk.go.id) serta Pasar Valuta Asing (www.bi.go.id).
Populasi pada penelitian ini meliputi data Indeks harga saham Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia dan Filipina periode penelitian tahun 2017. Sampel penelitian ini adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Straits Time Index (STI) Singapura, Stock Exchange of Thailand Index (SETI), indeks komposit Kuala Lumpur (KLCI) Malaysia, dan PSEI Filipina. Sedangkan data sampel yang diambil berjumlah 240 hari selama tahun 2017 Definisi Operasional Variabel
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indeks yang menggunakan rata rata tertimbang nilai pasar sebagai metode perhitungan. Nilai pasar merupakan jumIah lembar saham dikalikan dengan closing price pasar (Tandelilin, 2010).
Straits Times Index (STI)
Indeks Straits Times adalah indeks yang dibentuk dari 30 perusahaan terbesar di bursa efek singapura. Tanggal 10 Januari 2008 yang ditetapkan sebagai hari dasar.
Stock Exchange of Thailand Index (SETI) Indeks Stock Exchange of Thailand atau biasa disebut SETI merupakan indeks utama pasar modal Thailand. Index SETI dihitung dengan membandingkaan nilai kapitalisasi pasar saat ini semua saham yang listing di Stock Exchange of Thailand dengan nilai pasar pada hari dasar, dengan nilai dasar 100 poin.
KualaLumpur Composite Index (KLCI)
Indeks komposit Kuala Lumpur (KLCI) merupakan dasar pengukuran atau indikator kinerja pasar modal Malaysia. Indeks KLCI
31 dibentuk dari 30 perusahaan yang memiliki
market capitalization paling besar dibursa saham Malaysia.
Philippine Stock Exchange Index (PSEI) Indeks Philippine Stock Exchange (PSEI) terbentuk oleh tiga puluh perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar serta yang teraktif melakukan perdagangan. Indeks PSE adalah indeks utama pasar modal Filipina. Berdasarkan penutupan indeks pada tanggal 28 Febuary 1990 nilai dasar untuk perhitungan PSEI adalah 1,022.045.
Kurs Rupiah
Kurs rupiah terhadap US$ merupakan nilai tukar mata uang rupiah dengan dolar AS yang diukur dengan Kurs transaski harian Bank Indonesia harian selama 2017.
Teknik Analisis Data
Teknik menganalisis data dipenelitian ini menggunakan Regresi Linier Berganda dengan bantuan alat statistik EViews versi 9 dalam persamaan berikut ini:
HASIL DAN PEMBAHASAN
Model regresi linier yang diestimasi pada tahap awal melanggar uji heteroskedastisitas dan autokorelasi karenanya diperlukan penyembuhan terhadap model regresi linear yang akan digunakan guna memenuhi asumsi klasik. Cara yang bisa digunakan yaitu metode Newey West yang disediakan oleh Eviews. Metode Newey West merupakan metode koreksi standard error (Heteroskedasticity-corrected Standard error) (widarjono, 2013). Berikut bentuk persamaannya:
IHSG= C (1) + C (2)*STI + C (3)*SETI + C (4)*KLCI + C (5)*PSEI + C(6)*KURS
Tabel 1. Hasil Regresi Linier Berganda
Sumber: Data diolah (2018)
32
Berdasarkan analisis dari Tabel 1, diperoleh persamaan regresi linier berganda berikut dibawah ini:
IHSG = -7180.411 + 0,220STI + 0,617SETI + 02,060KLCI + 0,290PSEI + 0,340KURS
Tabel 1 menunjukan nilai Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9298. Nilai tersebut berarti sebesar 92,98 % variasi variabel IHSG dijelaskan oleh STI, SETI, KLCI, PSEI, dan Kurs Rupiah, dan sisanya sebesar 7,02 % ijelaskan oleh variabel bebas lainnya yang tidak dimasukan dalam model penelitian ini.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel SETI Thailand, KLCI dibursa Malaysia dan Indeks PSEI di Bursa Filipina,serta Kurs Rupiah Terhadap Dolar AS memiliki pengaruh positif signifikan terhadap IHSG diBursa Efek Indonesia. Sedangkan variabel STI singapura berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap IHSG.
Pengaruh STI, SETI, KLCI, PSEI, dan Kurs terhadap IHSG
Indeks Straits Times memiliki nilai probability STI sebesar (0,2044 > 0,05), yang berarti STI tidak berpengaruh terhadap IHSG.
Nilai positif STI terhadap IHSG menunjukan bahwa bila terjadi peningkatan pada Indeks Strait Times akan terjadi peningkatan pula pada indeks harga saham gabungan. Namun Pengaruh positif STI terhadap IHSG bersifat tidak signifikan, hal ini berarati investor di pasar Modal Indonesia tidak menggunakan Indeks Strait Times sebagai pertimbangan investasi dipasar saham Indonesia. Hubungan tidak signifikan antara Indeks Strait Times dengan IHSG selama tahun 2017 disebabkan karena pada tahun 2017 pasar modal Indonesia lebih banyak mendapat sentimen positif dari dalam negeri.
Diantaranya adalah peningkatan nilai investor domestik yang mencapai Rp. 340 trilliun (www.idx.co.id). Kondisi tersebut didukung dengan perbaikan infrastruktur di Indonesia yang membuat komoditas ekspor Indonesia tidak lagi bergantung pada singapura. Penelitian ini mendukung hasil penelitian oleh Wiksuana, Artini, Rahyuda Dewi, dan Ningsih (2015).
Indeks SETI mempunai pengaruh positif signifikan terhadap IHSG pada tahun 2017.
Penelitian ini selajalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Jul Fahmi Salim, Abd. Jamal, Chenny Seftarita (2017), begitu pula penelitian Wiksuana (2015). Pada tahun 2017 pemerintah
Indonesia dan Thailand telah sepakat meningkatkan kerjasama bilateral bidang
perekonomian dan pariwisata
(www.kemlu.go.id). Pengaruh positif signifikan SETI terhadap IHSG terlihat dari pergerakan indeks harga saham keduanya yang selalu bergerak searah selama empat tahun terakhir.
Pada tahun 2015 SETI melemah 14% dibanding tahun 2014. Pelemahan SETI juga diikuti melemahnya IHSG sebesar 12,13%. Pada tahun 2017 SETI berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 13,66% begitu pula IHSG yang menguat 19,99% mencapai poin 6.355,65 (finance.yahoo.com).
Indeks Komposit Kuala Lumpur memiliki nilai probability (0,000 < 0,05). Hal ini menunjukan bahwa KLCI berpenaruh terhadap perubahan IHSG. Penelitian ini sama dengan hasil penelitian terdahulu oleh Kartika Fitriyani (2016). Pengaruh signifikan KLCI terhadap IHSG dikarenakan Indonesia dan Malaysia berdekatan secara geografis. Indonesia dan Malaysia merupakan anggota ASEAN serta perjanjian ekonomi perdagangan bebas dikawasan Asia Tenggara (AFTA). Pengaruh yang signifikan KLCI terhadap IHSG membuktikan adanya keterkaitan dan contagion effect atau terjadi integrasi antara kedua pasar modal, yang mana suatu perubahan atau pergerakan indeks harga saham di bursa saham Malaysia akan diikuti Bursa saham Indonesia.
Pengaruh positif KLCI Malaysia terhadap IHSG diperkuat dengan Hubungan kerjasama dibidang ekonomi antara Malaysia dan Indonesia yang didukung dengan meningkatnya angka perdagangan lebih dari 21% sepanjang tahun 2017. Pada tahun 2017 Kedua negara ini juga memulai kerjasama baru yaitu penguatan kemitraan untuk kelapa sawit melaui pembentukan Council of Palm Oil Producing Countries (www.presidenri.go.id).
Indeks PSE mempunyai pengaruh positif signifikan tehadap bursa di Indonesia.
Penelitian ini selaras dengan penelitian Sahrul Anam dan Agoes Kamarullah (2016).
Pergerakan indeks harga saham di pasar modal Indonesia dan Philipina cenderung bergerak searah, sehingga menyebabkan suatu perubahan
33 pada pasar modal Philipina secara cepat
ditransmisikan ke pasar modal di Indonesia. Hal tersebut menunjukan bahwa BEI memiliki integrasi dengan pasar modal Philipina. Integrasi pasar modal Philipina dan Indonesia diperkuat dengan kondisi geografis yang serupa dan Ekonomi yang bertumpu pada sektor primer.
Selain itu pada tahun 2017 Otoritas Jasa Keuangan dan Banco Sentral Pilipinas (Bank Sentral Philipina) sepakat melakukan kerjasama sektor perbankan antara Indonesia- Philipina dengan menandatangani Letter of Intent sebagai perjanjian bilateral dalam rangka integrasi bank ASEAN (www.ojk.go.id).
Kurs Rupiah dinyatakan berpengaruh positif signifikan terhadap IHSG. Apabila kurs US dollar mengalami penguatan atau rupiah yang melemah maka IHSG juga akan meningkat. Hal ini disebabkan oleh depresiasi rupiah menyebabkan produk ekspor dari Indonesia dipasar luar negeri menjadi semakin murah dan menyebabkan meningkatnya permintaan akan produk ekspor Indonesia. Hasil penelitian ini mendukung penelitiaan yang dilakukan oleh Sugeng Raharjo (2010). Hasil ini sesuai dengan teori Pendekatan Tradisional Granger yang menyebutka kalau nilai tukar Rupiah berhubungan positif dengan harga saham.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasar hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa secara parsial SETI, KLCI dan PSEI serta Kurs Rupiah terhadap dolar AS berpengaruh positif signifikan terhadap IHSG.
Berbeda hal dengan STI yang berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap IHSG. Adanya integrasi antar negara dikarenakan hubungan bilateral antar negara yang satu dengan yang lain saling membutuhkan.
Kemudian berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa investor yang berinvestasi di Bursa Efek Indonesia sebaiknya memperhatikan fluktuasi Indeks harga saham KLCI Malaysia dan Indeks harga saham PSE Philipina sebagi acuan atau pertimbangan untuk melakukan keputusan investasi dan diversifikasi internasional.
Pada penelitian selanjutnya penambahan variabel ekonomi lain seperti seperti PDB, inflasi, tingkat pengangguran atau jumlah uang beredar serta indeks harga saham pada pasar modal di negara lain yang memiliki hubungan perdagangan internasional dengan Indonesia seperti Vietnam, Hongkong (Hanseng), Jepang (Nikkei), ataupun Tiongkok (Shanghai)
diperlukan untuk memperkaya penemuan penelitian .
DAFTAR PUSTAKA
Anam, S., & Kamaroellah, A. (2016). Pengaruh Kuala Lumpur Composite Index (KLCI), Straits Times Index (STI), Philipinnes Index (PSEI) Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Vol. 5, No. 2 (2016).
BankIndonesia. (2017, januari 1). Informasi Kurs. Retrieved april 1, 2018, from Bank Indonesia:
http://www.bi.go.id/informasi- kurs/transaksi-bi
BursaMalaysia. (2017, januari 1). Indices.
Retrieved februari 5, 2018, from BursaMalaysia:
http://www.bursamalaysia.com/market/pr oducts-services
Fitriyani, K. (2016). Pengaruh Indeks Harga Saham Regional Asia Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Indonesia.
Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, Bandar Lampung.
Hidayah, N. (2012). Pengaruh Indeks Bursa Asia tenggara Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma.
IDX. (2017, januari 1). indeks. Retrieved Februari 5, 2018, from Indonesia Stock Exchange:
htttp://www.idx.co.id/produk/indeks Kasim, Y. (2010). Pengaruh Indeks Harga Saham
Regional Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia Selama Periode Tahun 2005 Sampai Dengan Tahun 2008. Tesis Pasca Sarjana Universitas Padjajaran Bandung, Bandung.
KEMLU. (2009, september 5). Tentang ASEAN.
Retrieved april 2, 2018, from Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia:
http:/www.kemlu.go.id/id/kebijakan/asea n
Kho, S. (2013). Analisa Contagion Effect Antar Negara ASEAN-5 Saat Krisis Bursa Saham Amerika Serikat Tahun 2008 . FINESTA Vol. 1, No. 2, (2013) 41-46.
Kurniawati, E. (2015). Analisis Pengaruh Nilai Tukar (Kurs) Dolar Amerika/Rupiah (US$/RP), Inflasi, BI Rate, dan Jumlah Uang Beredar Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
34
Periode 2013. Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhamadiyah Surakarta.
Murtiningsih. (2012). Variabel Makro Ekonomi dan Indeks Harga Saham Gabungan.
Jurnal Manajemen dan Akuntansi Volume 1, Nomor 3, Desember 2012.
OJK. (2017, januari 2). Statistik Pasar Modal.
Retrieved maret 25, 2018, from Otoritas
jasa keuangan:
http://www.ojk.go.id/pasar-modal/data- dan-statistik
PresidenRI. (2017, november 23). Indonesia- Malaysia sepakat tingkatkan kerjasama diberbagai bidang. Retrieved mei 1, 2018, from PresidenRi.go.id:
http://www.presidenri.go.id/berita-aktual PSE. (2017, januari 1). Market Info. Retrieved
februari 5, 2018, from The Philipine
Stock Exchange:
http:/www.pse.com.ph/StockMarket raharjo, S. (2010). Pengaruh Inflasi, Nilai Kurs
Rupiah, dan Tingkat Suku Bunga Terhadap Harga Saham di Bursa Efek Indonesia. STIE AUB Surakarta.
Salim, J. F., Jamal, A., & Seftarita, C. (2017).
Pengaruh Faktor Dalam dan Luar Negeri Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia. JURNAL EKONOMI DAN KEBIJAKAN PUBLIK INDONESIA Volume 4, Nomor 1. Mei 2017 E-ISSN. 2549-835.
Sekaran, U. (2013). Metodologi Penelitian Untuk Bisnis (Edisi 4, Buku 1). Jakarta:
Salemba Empat.
SET. (2017, januari 1). SET index. Retrieved februari 5, 2018, from The Stock
Exchange of Thailand:
http://www.set.or.th/about
Setiawan, Y. B. (2014). Analisis Integrasi Pasar Saham Amerika (DJIA), Jepang (Nikkei 225), Singapura (STI), Malaysia (KLSE), Thailand (SET) dan Filipina (PSE) Terhadap Pasar Saham Indonesia (IHSG). Skripsi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang.
STI. (2017, januari 1). STI CONTITUENTS.
Retrieved Februari 27, 2018, from The
Straits Times:
http:/www.straitstimes.com/business/mar ket
Sukirno, S. (2013). Makro Ekonomi : Teori Pengantar (Edisi Ketiga). Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada.
Sunariyah. (2010). Pengantar Pengetahuan Pasar Modal (Edisi ke enam).
Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Tandelilin, E. (2010). Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Wiksuana, I. G., G.Artini, L., Rahyuda, H., Dewi, N. M., & Ningsih, N. L. (2015).
Pengaruh Variabel Makro dan Beberapa Saham Asia Tenggara Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia. Laporan Akhir Hibah Program Studi Doktor Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana.