• Tidak ada hasil yang ditemukan

SINTHIYA ARDITA PRATIWI - Repository UMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SINTHIYA ARDITA PRATIWI - Repository UMA"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

Judul: Analisis Efektivitas Pelaksanaan Program Raskin di Desa Kisaran Baru Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan program Raskin di Desa Kisaran Baru Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas program Raskin di Kelurahan Kisaran Baru Kabupaten Kota Kisaran Barat dilihat dari aspek efektivitasnya, yaitu pengukuran keberhasilan pelaksanaan program Raskin 6T yang meliputi: tepat sasaran penerima manfaat, tepat sasaran, dan tepat sasaran. tepat kuantitas, tepat harga, tepat waktu dan tepat administrasi serta tepat kualitas secara umum belum efektif karena masih terdapat penerima manfaat program Raskin yang tidak tepat sasaran, tidak tepat harga, tidak tepat jumlah dan tidak tepat sasaran. tidak tepat waktu. terlepas dari nilai-nilai dasar pengelolaan yang dikenal dengan “prinsip pengelolaan” yaitu Pendampingan Rumah Tangga Miskin (RTM), Transparansi, Partisipasi, Pengawasan dan Akuntabilitas.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan program Raskin di Kelurahan Kisaran Baru Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan. Tn. Mahmud, SH, Kepala Desa Kisaran Baru Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan dan seluruh staf yang telah memberikan izin untuk penelitian dan informasi terkait dengan penyelesaian skripsi ini.

Tabel    Hal  1.  Nama-Nama Perangkat Kelurahan Kisaran Baru Kec Kisaran Barat ........
Tabel Hal 1. Nama-Nama Perangkat Kelurahan Kisaran Baru Kec Kisaran Barat ........

Latar Belakang Masalah

Program ini berlanjut hingga saat ini dengan tujuan utama mengurangi beban rumah tangga sasaran melalui penyediaan kebutuhan pangan pokok berupa beras. Sebagai program bantuan beras, Raskin merupakan bagian integral dari program ketahanan pangan, khususnya bagi rumah tangga sasaran. Rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) Raskin adalah rumah tangga miskin (RTM) yang ditetapkan karena alasan ekonomi sebagai rumah tangga prasejahtera dan rumah tangga sejahtera berdasarkan hasil pendataan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Namun baru pada tahun 2002 program OPK berganti nama menjadi program Beras untuk Rumah Tangga Miskin (Raskin), dan pada tahun 2008 menjadi Beras Subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (Raskin). Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, 2016:1). Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) dengan memenuhi beberapa kebutuhan pokok berupa beras.

Perumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis tertarik melakukan penelitian untuk tugas akhir yang berjudul: “Analisis Efektivitas Pelaksanaan Program Raskin di Desa Kisaran Baru Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan”. Prinsip Pengelolaan Program Raskin merupakan nilai-nilai dasar yang selalu menjadi landasan atau acuan dalam setiap keputusan atau tindakan yang akan diambil dalam pelaksanaan rangkaian tersebut. Program Raskin ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat miskin melalui pemberian beras bersubsidi yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin dan meningkatkan akses masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan pangan pokoknya. salah satu hak dasar masyarakat.

Penyelenggaraan dan pendistribusian Raskin didasarkan pada pedoman berupa Pedoman Umum (Pedum) Raskin Tahun 2015 yang memuat pedoman operasional (petunjuk pelaksanaan) beserta Juklis (petunjuk teknis) program Raskin. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa krisis moneter tahun 1998 dengan berbagai dampak yang menyertainya merupakan awal dari implementasi kebijakan program RASKIN. Kebijakan program Raskin ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, khususnya rumah tangga miskin, atau dengan kata lain mengurangi pengeluaran rumah tangga miskin dalam mengakses kebutuhan pangan pokok berupa beras.

Secara vertikal, program Raskin tidak hanya menjadi program pusat, namun pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab secara keseluruhan. Diskusi inilah yang menjadi kekuatan utama program untuk memberikan keadilan bagi keluarga miskin lainnya (RTM). Mulai tahun 2007, data Rumah Tangga Miskin (RTM) BPS digunakan sebagai data dasar dalam pelaksanaan Kebijakan Program RASKIN.

Dari berbagai tujuan kebijakan Program Raskin sebagaimana disebutkan di atas, setidaknya Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bertanggung jawab terhadap tujuan Program Raskin dalam hal “membantu memenuhi kebutuhan pangan dan mengurangi beban pengeluaran RTS, dimana terlihat dengan Raskin, beban pengeluaran RTS untuk membeli beras berkurang.” , sebanyak 39,5%". Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan penjelasan deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran efektivitas program Raskin di Desa Kisaran Baru Kelurahan Kisaran Barat. Sedangkan data sekunder dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi, yaitu data yang diperoleh diolah dalam bentuk gambar atau berupa uraian tentang sesuatu yang berkaitan dengan penelitian ini dan dapat dijadikan bahan informasi yang diperoleh dari instansi yang terlibat dalam pelaksanaan penelitian. Program Raskin di Desa Kisaran Baru, Kecamatan Kota, Kisaran Barat Kabupaten Asahan.

Secara umum belum efektif karena masih terdapat penerima program Raskin yang tidak sesuai target, tidak tepat harga, tidak tepat volume, dan tidak tepat waktu. Temuan penelitian ini perlu dilanjutkan. dengan saran berikut. Mengingat program Raskin memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan RTM, maka kami berharap program ini dapat terus dilaksanakan secara kontinyu/berkelanjutan dengan terus memperbaiki manajemen penyaluran sehingga dapat menjangkau seluruh RTM di titik distribusi (desa). Program RASKIN: Upaya peningkatan target dan jumlah beras yang diterima RTS PM dalam rangka pengentasan kemiskinan.

19 Hendra musa simanj JL Mansmansur Gg Družina LK.IV 20 Riswanto Jalan Cokroaminoto GG Kurnia LK.

Gambar .1.1 Kerangka teori
Gambar .1.1 Kerangka teori

Manfaat Hasil Penelitian

Kerangka Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Kemiskinan

  • Definisi Kemiskinan
  • Penyebab Kemiskinan
  • Kriteria Kemiskinan

Sebagai sebuah proses, kemiskinan mencerminkan kegagalan sistem masyarakat dalam mengalokasikan sumber daya dan dana secara adil kepada anggota masyarakat (Hermanto.H.S.Dillon, 1993). Kerentanan menurut Chambers (1983) dapat dilihat dari ketidakmampuan keluarga miskin dalam menyediakan apa pun untuk menghadapi keadaan darurat seperti datangnya bencana alam, gagal panen atau penyakit yang tiba-tiba menyerang keluarga miskin. Kerentanan juga dapat dikatakan sebagai kondisi dimana keluarga miskin tidak memiliki kesiapan psikologis yang baik.

Kerentanan ini seringkali menimbulkan situasi mengkhawatirkan yang memaksa keluarga miskin untuk menjual aset dan alat produksinya, sehingga membuat mereka semakin rentan dan tidak berdaya. Menurut Adelman, di perkotaan, mayoritas masyarakat miskin adalah pekerja tidak terampil di sektor jasa. Dengan demikian, tenaga kerja tidak terampil merupakan aset utama masyarakat miskin dan yang menentukan arah kemiskinan adalah permintaan produktivitas tenaga kerja mereka (Goudzwaard dan Lange, 1995).

Kemiskinan alami adalah kemiskinan yang terjadi antara lain karena keterbatasan sumber daya alam, rendahnya penggunaan teknologi, dan bencana alam. Penting untuk disadari bahwa kelembagaan dalam pasar faktor dan produk merupakan faktor penentu yang penting mengenai bagaimana pembangunan mempengaruhi masyarakat miskin. Yang mengatakan bahwa apa yang terjadi pada kemiskinan dari waktu ke waktu ditentukan oleh tingkat pertumbuhan total pendapatan dan perubahan bagian yang diperoleh masyarakat miskin dari pendapatan tersebut.

Jika bagian yang diperoleh masyarakat miskin turun lebih cepat dibandingkan peningkatan total pendapatan, maka masyarakat miskin akan kehilangan pertumbuhan, sementara mereka memperoleh keuntungan. Rendahnya kualitas sumber daya tersebut disebabkan oleh... rendahnya pendidikan, nasib buruk, diskriminasi atau karena faktor keturunan. Badan Pusat Statistik memberikan 14 kriteria yang menjadikannya sebagai indikator keluarga miskin sebagai berikut: (http://www.BPSPusat.com).

Kebijakan Nasional Program Raskin

  • Konsep Kebijakan Publik
  • Latar Belakang Program Raskin
  • Program Beras Rakyat Miskin (Raskin)
  • Sasaran Program Raskin
  • tujuan Program Raskin

Terkait dengan program Raskin, salah satu makna kebijakan dalam hal ini adalah upaya pemerintah, yaitu dengan mengeluarkan kebijakan yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 tentang kebijakan perolehan gabah atau beras dan penyaluran beras. yang diberikan pemerintah kepada masyarakat miskin. Beras subsidi atau beras miskin merupakan program bantuan pangan bersyarat yang diselenggarakan pemerintah berupa penjualan beras di bawah harga pasar kepada penerima tertentu. Krisis moneter tahun 1998 menandai dimulainya penerapan RASKIN yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, khususnya rumah tangga miskin.

Pemerintah pusat memberikan subsidi pembelian beras yang dilakukan oleh Perum BULOG yang disalurkan di Titik Distribusi (TD), kemudian pemerintah daerah menyerahkan beras tersebut ke RTS-PM dengan cara yang benar (tepat sasaran). , tepat jumlah, tepat kualitas, tepat waktu, tepat harga dan tepat administrasi) sehingga pelaksanaan program Raskin sangat bergantung pada peran pemerintah daerah seperti ruang lingkup, pengendalian mutu, transportasi dan biaya operasional, antara lain sebagai berikut: ( Panduan Raskin, 2016: 32). Keluarga Sasaran Penerima adalah keluarga miskin di desa atau kelurahan yang berhak menerima Raskin dan terdaftar dalam Daftar Penerima Manfaat (DPM-1) yang ditetapkan oleh lurah/lurah hasil musyawarah desa/kelurahan dan disahkan dari kecamatan. Sesuaikan dengan penghasilan Anda. Pelaksana pembagian Raskin adalah Kelompok Kerja (Pokja) di DT yang ditunjuk oleh Lurah/Lurah.

Raskin padat karya adalah suatu sistem penyaluran Raskin kepada RTS-PM yang dikaitkan dengan pemberdayaan masyarakat dimana RTS-PM wajib bekerja dan meningkatkan produktivitas daerah dengan imbalan dari pemerintah daerah melalui APBD untuk pembayaran HBD Raskin. Satker Raskin adalah satuan kerja pelaksana penyaluran Raskin yang dibentuk oleh divisi wilayah (Divre)/subdivisi wilayah (subdrive) kantor divisi logistik (kansilog) Perum BULOG yang terdiri dari seorang ketua dan anggota yang ditunjuk berdasarkan perintah (SP ) ) Kepala Divisi/Kasub-Kadivre/ Kakansilog. Dengan total 19,1 juta RTS pada tahun 2008, berarti mencakup seluruh rumah tangga miskin yang tercatat dalam survei BPS tahun 2005 (PSE-'05).

Penggunaan data rumah tangga sasaran (RTS) dari database Program Kesejahteraan Sosial 2008 (PPLS–'08) dari BPS telah dilaksanakan sejak tahun 2008 dan juga berlaku untuk seluruh program pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan oleh Pemerintah. Penyaluran beras bersubsidi kepada kelompok masyarakat berpendapatan rendah atau biasa disebut dengan program Raskin yang tujuan pokok atau tujuan awalnya adalah untuk: mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sasaran (RTS) dalam memenuhi kebutuhan pangan berasnya. Sedangkan Pemerintah Pusat menyediakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk mengantisipasi atau menjaga stabilitas harga beras, penanganan darurat bencana dan kerawanan pangan, bantuan atau kerjasama internasional, dan kebutuhan lain yang ditentukan oleh pemerintah. Namun pelaksanaan kebijakan pengadaan dan penyaluran beras baik Raskin maupun CBP dilakukan oleh Perum BULOG.

METODE PENELITIAN

Bentuk Penelitian

Metode kualitatif secara umum dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kualitatif interaktif dan kualitatif noninteraktif. Metode kualitatif interaktif merupakan penelitian mendalam yang menggunakan teknik pengumpulan data langsung dari orang-orang di lingkungan alaminya. Penyelidikan non-interaktif (non-interaktif penyelidikan) disebut juga penelitian analitis, yaitu melakukan penelitian berdasarkan analisis dokumen.

Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini menggunakan metode gabungan kualitatif interaktif dan non-interaktif. Sesuai dengan namanya, penelitian ini mengumpulkan data secara interaktif atau melalui interaksi dengan sumber data yaitu Perangkat Desa Kisaran Baru Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan dan sumber data non interaktif berupa dokumen berupa peraturan daerah terkait kebijakan Raskin di Kabupaten Asahan. Kabupaten Asahan.

Variabel Penelitian

28 Ilham situmorang Jalan Diponegoro Gg Buntu LK VII 29 Samsidar JL. Cokroaminoto Gg. Kurnia VII 30 Sakdiah daulay JL Diponegoro Gg Nenas LK.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Gambar

Tabel    Hal  1.  Nama-Nama Perangkat Kelurahan Kisaran Baru Kec Kisaran Barat ........
Gambar  Hal  1.  Kerangka Teoritis .........................................................................................
Gambar .1.1 Kerangka teori

Referensi

Dokumen terkait

The desire of some authors to write novels in English was, therefore, born of a genuine creative impulse characteristic of the times and not out of a desire to imitate the western

The aim of the research is to show the reflection of the change of communist ideology in the toponymical space of Wroclaw Poland and Ust-Kamenogorsk Kazakhstan as a farewell to Soviet