SISTEM BUDIDAYA UDANG VANAME BERBASIS INTERNET OF THINGS
Aji Gunawan, Taufiq Nurullah, Ivan Suryo Nugroho, Rais, Yusup Christanto [email protected], [email protected], [email protected]
DIII Teknik Komputer Politeknik Harapan Bersama Tegal Jl. Mataram No. 09 Tegal
Telp/Fax (0283) 352000
ABSTRAK
Abstrak – Udang merupakan salah satu komoditas yang menjadi andalan yang berasal dari sektor perikanan. Salah satu jenis udang yang mudah dibudidayakan di Indonesia karena banyaknya keunggulan yang dimiliki yakni jenis udang vaname (Litopenaeus vannamei). Kelebihan udang vaname ini lebih tahan terhadap penyakit dan seluruh daur hidupnya lebih terkendali serta mempunyai pasar yang besar terutama di Amerika, dibandingkan dengan udang windu, udang ini pertumbuhannya lebih cepat dan lebih toleransi terhadap perubahan lingkungan. Sifat-sifat tersebut yang menyebabkan udang putih ini menjadi alternatif yang cukup menjanjikan untuk dibudidayakan di tambak Indonesia. Kadang kesibukan penambak yang menyebabkan kurang teraturnya untuk memeriksa air dan pemberian pakan. Melihat permasalahan tersebut perlu di buat sistem kontrol untuk pemberian pakan secara otomatis dan monitoring air untuk memudahkan petambak dengan menggunakan Internet of Things.
Kata kunci : Udang vaname, monitoring, petambak
1. Pendahuluan
Teknologi komunikasi akhir-akhir ini sangat berkembang dengan pesat. Salah satu pemanfaatan teknologi komunikasi berupa modern adalah bagaimana cara memonitoring ketinggian air, kouta pakan dan pemberian pakan otomatis dari sebuah usaha tambak udang agar dapat ditampilkan pada komputer maupun smartphone melalui website. Hal ini bertujuan untuk memudahkan para pengusaha tambak untuk memonitoring ketinggian air, kouta pakan dan pemberian pakan otomatis ada tambak udang mereka. Saat ini budidaya udang vaname masih dengan cara tradisional dimana petambak melakukan pengontrolan terhadap tambaknya setiap saat, sehingga petambak memerlukan banyak waktu dan tenaga kerja untuk melakukan itu semua.
[Gian Rahayu, dkk. 2017]. Keadaan tersebut tentunya dapat merugikan petambak udang vanname dalam budidayanya, tidak terkecuali pertambakan udang khususnya di
pertambakan udang vaname Surodadi. Atas faktor-faktor tersebut maka perlu dibuat sistem yang lebih efesien [1].
Udang merupakan salah satu komoditas yang menjadi andalan yang berasal dari sektor perikanan. Salah satu jenis udang yang mudah dibudidayakan di Indonesia karena banyaknya keunggulan yang dimiliki yakni jenis udang vaname (Litopenaeus vannamei). Kelebihan udang vaname ini lebih tahan terhadap penyakit dan seluruh daur hidupnya lebih terkendali serta mempunyai pasar yang besar terutama di Amerika, dibandingkan dengan udang windu, udang ini pertumbuhannya lebih cepat dan lebih toleransi terhadap perubahan lingkungan. Sifat-sifat tersebut yang menyebabkan udang putih ini menjadi alternatif yang cukup menjanjikan untuk dibudidayakan di tambak Indonesia.
Ketinggian air dan pemberian pakan secara teratur merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pada budidaya udang vaname.
Contohnya pada ketinggian air pertumbuhan
udang yang sehat sangat ditentukan dari ketinggian air tambak. Oleh karenanya perlu dilakukan monitoring ketinggian air. (Zaryanti Zainuddin, dkk. 2018).Selain itu, pemberian pakan yang tidak tepat waktu menjadi kendala bagi keberlanjutan budidaya udang vaname, karena dari ketidaktepatan waktu pemberian pakan itulah penurunan ketinggian air terjadi sehingga air menjadi kurang mendukung bagi kehidupan udang, tapi justru membuat udang vaname stress yang menyebabkan udang terkena penyakit, tidak aktif bergerak dan kemudian mati. Kadang kesibukan penambak yang menyebabkan kurang teraturnya untuk memeriksa air dan pemberikan pakan tidak tepat waktu.
Melihat permasalahan tersebut perlu di buat sistem untuk pemberian pakan otomatis dan monitoring ketinggian air untuk memudahkan petambak dengan menggunakan Internet of Things agar dapat diawasi dari jarak jauh. Pemanfaatan Internet of Things sangat beragam sekali. Internet of Things bekerja dengan menerjemahkan bahasa pemograman yang ada pada mikrokontroller.
Ada banyak jenis mikrokontroller, seperti Rassberry Pi, Intel Edison, Arduino, Node MCU, Intel Galileo, dan sebagainya. Dari beberapa mikrokontroller tersebut Arduino merupakan alat yang paling sering digunakan dalam perkembangan Internet of Things karena memiliki bootloader yang akan menangani upload program dari komputer, menggunakan Bahasa C sebagai bahasa pemograman yang mudah untuk di pelajari dan memiliki sarana komunikasi USB sehingga mudah terhubung dengan semua perangkat komputer[2].
2. Metode Penelitian
Prosedur Penelitian memuat beberapa hal yaitu:
1. Rencana / Planning
Rencana atau Planning merupakan langkah awal dalam melakukan penelitian.
Rencananya akan dibuat pakan udang otomatis yang dapat memberi pakan udang otomatis dengan sensor water level dan
motor servo sebagai penggerak wadah dengan menggunakan Arduino Uno .
2. Analisa
Sering terjadinya kelalaian petambak udang dalam memberi pakan udang, serta sering terjadi pemberi pakan yang tidak tepat waktu dan dapat mengganggu kesehatan udang sehingga dibutuhkan alat yang lebih spesifik untuk mencegah ataupun mengurangi terjadinya hal tersebut, maka di perlukan sebuah pakan udang otomatis.
3. Rancangan dan Desain
Perancangan sistem merupakan tahap pengembangan setelah analisis sistem dilakukan. Dalam perancangan ini akan identifikasi air yaitu mendeteksi tinggi air dengan memerlukan beberapa hardware yang akan di gunakan seperti Arduino Uno , sensor water level, motor servo serta menggunakan Website sebagainya dan bahasa pemrograman PHP.
4. Implementasi
Hasil dari penelitian ini akan diuji cobakan secara real untuk menilai seberapa baik produk pakan udang otomatis yang telah dibuat serta memperbaiki bila ada kesalahan yang terjadi.
Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu:
1. Observasi
Pada langkah ini peneliti melakukan observasi yang bertujuan memperoleh kebutuhan-kebutuhan sistem dalam rangka memenuhi kebutuhan penelitian. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi tambak udang pada tambak udang Purwahamba
.
2. Wawancara
Langkah ini dilakukan peneliti kepada petambak udang, untuk mendapatkan informasi tentang budidaya udang yang ada di Purwahamba.
3. Studi Literatur
Dalam melakukan pengumpulan data harus dilakukan teknik penyusun yang sistematis untuk memudahkan langkah- langkah yang harus di ambil yaitu dengan melakukan studi literatur pada jurnal yang membahas tentang monitoring ketinggian air, pemberian pakan otomatis dan kesehatan udang vaname.
3. Hasil dan Pembahasan
Dalam proses awal perancangan alat perlu adanya spesifikasi yang harus ditentukan untuk hasil perancangan nantinya. Untuk merancang sistem budidaya udang vaname ini ditentukan spesifikasi sebagai berikut :
1. Mikrokontroller menggunakan Arduino Uno.
2. Output menggunakan Motor servo dan Modul ESP8266.
3. Pemrogaman pada Arduino Uno menggunakan Command pada aplikasi Arduino.
4. Pemrograman untuk membuat Admin Interfaces/Website sebagai input dan output menggunakan PHP.
5. Pemrograman untuk membuat database sebagai penyimpanan data dan rekaman data ketinggian air dan kouta pakan menggunakan MYSQL.
.
Perancangan diwujudkan dalam bentuk Class Diagram, Usecase Diagram dan Desain seperti dibawah ini.1. Class Diagram
Gambar 1. Class Diagram
2. Usecase Diagram
Gambar 2. Usecase Diagram
3. Desain
Gambar 3. Diagram Blok
1. Implementasi Perangkat Keras
Perangkat keras yang digunakan untuk mengimplementasikan sistem adalah sebagai berikut:
1. Arduino Uno 2. Motor Servo 3. Sensor Ultrasonik 4. Sensor Water Level 5. Kabel Jumper 6. Aquarium 7. Modul ESP 8266
Gambar 4. Rangkaian Arduino
Uno
Gambar 5. Rangkaian Sensor Water Level
2. Implementasi Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang digunakan mengimplementasikan sistem ini adalah sebagai berikut :
1. Windows 10 ultimate 64bit 2. Arduino IDE
3. XAMPP 2015 4. Sublime Text 5. PHP
6. Java Script 7. CSS
8. Enterprise Architect
Berikut tampilan website monitoring yang digunakan dalam Sistem Budidaya Udang Vaname Berbasis IoT (Internet of Thing) :
Gambar 6. Tampilan Form Log In
Gambar 7. Tampilan Home
Gambar 8. Tampilan DataBase
3. Hasil Pengujian
Tahap pengujian ini merupakan hal yang dilakukan untuk menentukan apakah perangkat lunak dan perangkat keras sudah berjalan dengan lancar dan sudah sesuai dengan yang diharapkan. Diantaranya :
1. Pengujian Motor Servo Pada pengujian Motor Servo dihubungkan dengan Arduino Uno kemudian data diolah untuk membuka pakan udang vaname secara otomatis
2. Pengujian Sensor Ultrasonik Pada pengujian Sensor ultrasonik HCSR-04 digunakan untuk mengukur volume kuota pakan
3. Pengujian Sensor Water Level Pada pengujian Sensor Water Level digunakan untuk mengukur volume Ketinggian Air.
4. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari pembuatan rangkaian Sistem Monitoring dan Pemberian Pakan Otomatis Udang Vaname Berbasis Internet of Things dapat diimplementasikan dari hasil percobaan menunjukan bahwa sistem ini mampu membuat pemberian pakan secara otomatis dan mendeteksi ketinggian air secara otomatis
.
5. Daftar Pustaka
[1] Maulana, Y. Y. (2016). Online Monitoring Air pada Budidaya Udang Berbasis WSN dan IoT. Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia., 81-86.
[2] Astria, F. (2014). Rancang Bangun Alat Ukur Ketinggian Air. Jurnal MEKTRIK Vol. 1, 47-55.
[3] Rahayu, G. (2017). Rancang Bangun Web Server Untuk Pemantauan.e-Proceeding of Applied Science : Vol.3, No.3, 2066-2071.
[4] Zainuddin, Z. (2018). Sistem Monitoring Pada Budidaya Udang Vaname. Prosiding Seminar Hasil Penelitian, 278-283.