• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM POLITIK NEGARA ARGENTINA

N/A
N/A
Alexa Basid

Academic year: 2024

Membagikan " SISTEM POLITIK NEGARA ARGENTINA "

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM POLITIK NEGARA ARGENTINA

 What about Argentina ?

 Argentina merupakan negara di Amerika Latin terletak di bagian selatan benua Amerika Selatan. Negara ini merupakan negara terbesar ke-8 di dunia. Posisinya berada diantara Pegunungan Andes di sebelah barat dan Samudera Atlantik di sebelah selatan. Bahasa yang digunakannya adalah bahasa Spanyol.

 Ibukota Negara Argentina : Buenos Aires (

 Pemimpin : Alberto Fernandez (2019) > Javier Milei (Mulai menjabat 10 Desember 2023)

 Sistem Pemerintahan

 Presidensial

 Argentina juga menganut sistem Bikameral :

 Berbentuk republik bercorak federal

 Legislatif

 Cabang legislatif adalah Kongres dwikamar, yang terdiri dari Senat dan Dewan Perwakilan. Senat terdiri dari tiga anggota dari masing-masing 23 provinsi dan distrik ibu kota federal di Argentina. Senator dipilih langsung dari daerah pemilihan masing-masing untuk masa jabatan enam tahun. Anggota Kamar Deputi dipilih secara langsung untuk masa jabatan empat tahun. Jumlah deputi didasarkan pada jumlah penduduk.

 Eksekutif

 Di dalam cabang eksekutif, Presiden adalah panglima tertinggi militer, dapat memveto rancangan undang-undang dari pihak legislatif sebelum rancangan itu menjadi undang-undang (tunduk pada pengesampingan Kongres), dan menunjuk anggota Kabinet dan pejabat-pejabat lain, yang mengelola dan menegakkan hukum dan kebijakan federal. Konstitusi memberinya kekuasaan yang cukup besar dalam fungsi gandanya sebagai kepala negara dan pemerintahan. Presiden dipilih secara langsung oleh suara rakyat, untuk masa jabatan empat tahun dan dapat dipilih untuk menjabat tidak lebih dari dua kali berturut-turut, tetapi setelah selang waktu setidaknya satu periode, mereka dapat mencalonkan diri untuk periode ketiga.

(2)

 Yudikatif

 Cabang yudikatif terdiri dari Mahkamah Agung dan pengadilan-pengadilan federal yang lebih rendah untuk menafsirkan undang-undang atau peraturan dan membatalkan yang menurut mereka tidak konstitusional.Yudikatif independen dari Eksekutif dan Legislatif. Mahkamah Agung memiliki tujuh anggota yang ditunjuk oleh Presiden (atas persetujuan Senat) yang menjabat seumur hidup. Para hakim yang bekerja di pengadilan-pengadilan yang lebih rendah diusulkan oleh Dewan Kehakiman Nasional (sekretariat yang terdiri dari perwakilan para hakim, pengacara, peneliti, Eksekutif, dan Legislatif), dan diangkat oleh Presiden atas persetujuan Senat.

 Sistem Kepartaian

Referensi

Dokumen terkait

Mahkamah Agung dalam membatalkan putusan pengadilan niaga pada pengadilan negeri Jakarta pusat yang telah salah menerapkan hukum pembuktian dan akhirnya

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang

Selanjutnya, peluang yuridis dalam ajudikasi sebagai konsekuensi kewenangan judicial review oleh kekuasaan yudikatif melalui Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung

Dengan mengingat kepentingan ketentar aan dan tidak mengur angi per aturan- peraturan dalam Undang-undang ini atau Undang-undang lain maka Mahkamah Tentara Agung dan

Dalam melaksanakan Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan secara elektronik dan Peraturan Mahkamah Agung Nomor

Putusannya Nomor 188/K/Pdt.Sus/ 2011 yang kemudian hakim Mahkamah Agung membatalkan putusan pailit Pengadilan Niaga Medan. Terdapat perbedaan Putusan antara Pengadilan

14 Tahun 1970 yang mengatur hak mahkamah agung untuk menguji dan menyatakan tidak sah semua peraturan perundangan dari tingkat yang lebih rendah dari undang  – undang,

Perbedaan Peraturan Mahkamah Agung tentang Prosedur Mediasi di