• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKEMA Pemberdayaan Berbasis Masyarakat

N/A
N/A
Azuma Furqani Ramadanta

Academic year: 2023

Membagikan "SKEMA Pemberdayaan Berbasis Masyarakat"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Isian Substansi Proposal

SKEMA Pemberdayaan Berbasis Masyarakat

Petunjuk:Pengusul hanya diperkenankan mengisi di tempat yang telah disediakan sesuai dengan petunjuk pengisian dan tidak diperkenankan melakukan modifikasi template atau penghapusan di setiap bagian.

JUDUL

Tuliskan Judul Usulan

Pemberdayaan Ekonomi Digital dan Penerapan Sistem Keuangan Syariah Masyarakat Kampung Batik Cibuluh

RINGKASAN

Ringkasan tidak lebih dari 300 kata yang berisi urgensi, tujuan, dan luaran yang ditargetkan.

Indonesia memiliki banyak kebudayaan berbeda-beda yang dihasilkan oleh berbagai kelompok etnis masyarakat di setiap daerah yang ada di Indonesia salah satunya adalah Batik. Batik adalah suatu karya seni khas Indonesia yang sudah mendunia bahkan UNESCO menetapkan Batik sebagai warisan budaya Indonesia. Sebelumnya LPEM BAZNAS sudah memanfaatkan budaya Batik untuk melakukan pemberdayaan masyarakat di daerah Bogor tepatnya di Kampung Batik Cibuluh.

Pemberdayaan yang sudah dilakukan yaitu pelatihan membatik melalui program mustahik pengusaha yang dilakukan BAZNAS. Namun saat ini para pembuat batik ingin agar produknya bisa dipromosikan secara online agar pangsa pasar bisa dijangkau dengan luas. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk melatih masyarakat Kampung Batik menggunakan teknologi hingga fasih dan mengadakan pembinaan untuk masyarakat Kampung Batik terkait Praktek rentenir yang sudah mengakar di masyarakat melalui sosialisasi keuangan Syariah.

KATA KUNCI

Kata kunci maksimal 5 kata

Kata Kunci: Batik, Teknologi Digital, Keuangan Syariah

B. Pendahuluan

Pendahuluan tidak lebih dari 1000 kata yang berisi analisis situasi dan permasalahan mitra yang akan diselesaikan. Uraian analisis situasi dibuat secara komprehensif agar dapat menggambarkan secara lengkap kondisi mitra. Analisis situasi dijelaskan dengan berdasarkan kondisi eksisting dari mitra/masyarakat yang akan diberdayakan, didukung dengan profil mitra dengan data dan gambar yang informatif. Khususnya untuk mitra yang bergerak di bidang ekonomi dan belajar berwirausaha. Kondisi eksisting dibuat secara lengkap hulu dan hilir usahanya. Tujuan kegiatan dan kaitannya dengan MBKM, IKU, dan fokus pengabdian perlu diuraikan.

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan budaya yang sangat banyak dan beragam.

Warisan budaya ini merupakan aset yang perlu dilindungi dan dijaga sebagai bentuk jati diri dari sebuah bangsa. Jika dikelola dengan baik, kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia akan mampu membantu perekonomian masyarakat. Sebagai negara berkembang salah satu masalah yang dihadapi Indonesia adalah kemiskinan. Upaya penanggulangan kemiskinan masih menjadi tantangan di Indonesia. Sesuai dengan salah satu tujuan pembangunan nasional yaitu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat agar mampu menciptakan dan menata kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara komprehensif dalam mencakup kehidupan masyarakat dan dilaksanakan secara terpadu.

(2)

Pemberdayaan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan.

Pemberdayaan adalah suatu proses pemberian kekuatan, daya, dukungan, dorongan, serta motivasi kepada masyarakat agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki. Pemberdayaan pada intinya adalah memampukan seseorang menjadi lebih maju dan mandiri3. Dalam arti lain memampukan seseorang untuk menjadi sejahtera. Pemberdayaan masyarakat tidak hanya terkait dengan aspek sosial, tetapi juga terkait dengan aspek ekonomi, aspek budaya, aspek teknis (teknik, pertanian, kehutanan, kesehatan, lingkungan, perindustrian, perdagangan, pertambangan, perikanan dan kelautan) dan lain-lain, sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh suatu daerah atau wilayah1. Kearifan lokal adalah seperangkat pengetahuan dan praktik-praktik baik yang berasal dari generasi-generasi sebelumnya maupun pengalaman berhubungan dengan masyarakat dan lingkungan milik komunitas di suatu tempat, untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan permasalahan yang dihadapi. Kearifan lokal memiliki nilai-nilai adat istiadat dan nilai-nilai budaya lokal yang terbentuk secara alami dalam suatu kelompok masyarakat untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar2.

Kearifan lokal berpotensi untuk pengembangan suatu daerah, dengan menjadi suatu ciri khas yang unik. Pemanfaatan potensi budaya dan kearifan lokal dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, tetapi juga menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal. Contohnya, melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia2.

Kerajinan batik merupakan warisan budaya Indonesia yang sudah ada secara turun temurun. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) menetapkan Batik sebagai warisan budaya Indonesia. Sebagai salah satu seni budaya Indonesia yang sudah menyatu dengan masyarakat Indonesia, batik menjadi salah satu jenis seni kriya yang paling dikenal sebagai tradisi di Indonesia. Batik di Indonesia sudah banyak berkembang seiring dengan perkembangan kebudayaan. Namun perkembangan yang terus muncul ini tidak menghilangkan ciri khas dari batik itu sendiri yang memiliki nilai tradisional dan memiliki makna filosofi mendalam. Salah satu contohnya adalah batik Bogor memiliki ciri khas motif Kujang, motif Hujan Gerimis, motif Bunga Rafflesia, dan motif Campuran.

Kampung Batik Cibuluh merupakan sebuah kampung berlokasi di kampung Neglasari 1, nomor 14 Cibuluh, kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Perkembangan batik di Kampung Batik Cibuluh awalnya dimulai tahun 2015 oleh Dina Ayu yang mengikuti pelatihan membatik dan mulai menjalankan bisnis batik dirumah dengan brand Pancawati. Seiring dengan berjalannya waktu dan dengan adanya bantuan dari berbagai pihak, akhirnya diadakanlah pelatihan membatik untuk ibu-ibu di Kampung Cibuluh dan dibina langsung oleh Dina. Ibu-ibu membuat kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang per kelompok. Mereka difasilitasi peralatan membatik pada setiap kelompok, seperti kompor canting, alat canting, canting cap, meja cap, meja design, dan bahan baku lainnya. Hasil karya dari ibu-ibu Cibuluh dititipkan untuk dijual oleh Dina Ayu. Hal yang Menarik dari pelatihan ini adalah setiap kelompok didorong untuk membuat brand sendiri dengan membuat motif batik khas masing-masing kelompok.

Kampung Batik Cibuluh telah berkembang cukup signifikan dengan berbagai macam bantuan dan pendampingan usaha dari berbagai stakeholder. Saat ini ada sekitar 54 perajin di Kampung Batik Cibuluh. Perajin batik dibagi menjadi 9 kelompok dan menunjuk 1 rumah anggota untuk dijadikan sebagai tempat menghasilkan batik. Terdapat rumah Batik Bumiku, Batik Melinda, Batik Melangit, Batik Sadulur, Batik Pancawati, Batik Kedaung Kujang, dan Batik Gaziserim.

Desa Cibuluh memiliki Potensi yang besar untuk dikembangkan dan diberdayakan. Namun permasalahan yang dihadapi masyarakat Kampung Batik Cibuluh adalah sulitnya beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini. Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada 4 April 2023, Dina Ayu mengatakan bahwa banyak ibu-ibu dari kelompok batik yang masih kurang mengetahui tentang teknologi sehingga menyulitkan mereka dalam hal digital marketing.

Masyarakat Kampung Batik biasa menggunakan aplikasi WhatsApp dan memposting gambar di Instagram. Dalam hal penjualan di Kampung Batik, mereka hanya mengandalkan informasi yang tersebar dari mulut ke mulut sehingga penyebaran informasinya pun kurang efektif dan efisien.

(3)

Selain itu juga adanya kegiatan pinjam meminjam kepada rentenir menjadi salah satu permasalahan yang masyarakat hadapi. Kurangnya literasi dan pemahaman terhadap bahaya rentenir menjadikan mereka terlilit hutang kepada rentenir. Oleh karena itu diperlukan adanya pemberdayaan dan pembinaan terkait penggunaan teknologi digital marketing serta perlu adanya peningkatan literasi dan pemahaman masyarakat terhadap bahaya rentenir.

C. Permasalahan dan Solusi

C.1. Permasalahan Prioritas (dikaitkan dengan A.4 atau A.5)

Permasalahan prioritasmaksimum terdiri atas 500 kata yang berisi uraian yang akan ditangani minimal 2 (dua) bidang/aspek kegiatan. Untuk masyarakat produktif secara ekonomi dan calon wirausaha baru meliputi bidang produksi, manajemen usaha dan pemasaran (hulu hilir usaha).

Untuk kelompok masyarakat non produktif (masyarakat umum) maka permasalahannya sesuai dengan kebutuhan kelompok tersebut, seperti peningkatan pelayanan, peningkatan ketentraman masyarakat, memperbaiki/membantu fasilitas layanan dalam segala bidang, seperti bidang sosial, budaya, ekonomi, keamanan, kesehatan, pendidikan, hukum, dan berbagai permasalahan lainnya secara komprehensif. Prioritas permasalahan dibuat secara spesifik. Tujuan kegiatan dan kaitannya dengan IKU dan fokus pengabdian perlu diuraikan.

Permasalahan masyarakat produktif 1. Digital Marketing

Kampung Batik Cibuluh merupakan sebuah kampung berlokasi di kampung Neglasari 1, nomor 14 Cibuluh, kecamatan Bogor Utara, kota Bogor. Mayoritas Ibu-ibu di kampung tersebut berprofesi sebagai pengrajin batik yang tergabung dalam kelompok batik Pancawati. Seiring dengan peningkatan tren batik dan peningkatan teknologi membuat segala sesuatu harus di lakukan menggunakan internet, mulai dari pemasaran produk, metode pembayaran dan segala sesuatu yang berhubungan dengan digital marketing. Namun peningkatan teknologi ini tidak bisa di imbangi oleh ibu-ibu di kampung batik. Menurut informasi dari wawancara yang dilakukan dengan kak Dina Ayu Selaku pendiri kelompok batik tersebut pada 4 April 2023, ibu-ibu kelompok batik tersebut kurang melek teknologi sehingga mereka tidak bisa memasarkan produk nya dengan optimal di media massa. Ibu-ibu tersebut hanya bisa menggunakan aplikasi WhatsApp dan meng-upload gambar. Hal itulah yang menyebabkan mereka belum bisa memasarkan produknya melalui media digital. Awalnya sempat ada pelatihan mengenai Digital Marketingtersebut tetapi karena programnya hanya sebentar dan tidak berkelanjutan, mereka pun belum fasih dan saat ini sudah lupa mengenai pelatihan tersebut. Adapun faktor lainnya yaitu kurangnya partisipasi anak muda dalam pengembangan kampung batik.

Permasalahan masyarakat non-produktif 2. Terjerat pinjaman dari rentenir

Selain kelompok membatik, ibu-ibu Kampung Batik Cibuluh ini juga ada yang membuat snack atau makanan ringan yang nantinya dijual untuk menjamu para pengunjung atau mitra yang ingin bekerja sama dan mengunjungi Kampung Batik. Selain untuk pengunjung, bisnis makanan ini juga dijalani para ibu untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kehadiran pengunjung Kampung Batik ternyata secara tidak langsung membantu perekonomian ibu-ibu lainnya yang menjual makanan. Namun ketika Kampung Batik sedang sepi pengunjung atau bahkan tidak ada pengunjung sama sekali, mereka hanya mengandalkan pembeli biasa yaitu orang sekitar Kampung Batik juga untuk membeli dagangan mereka. Hal ini membuat pemasukan para ibu berkurang, dan sayangnya pengelolaan keuangan mereka juga tidak baik.

Hasil dari menjual makanan ringan tersebut langsung dipakai para ibu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka tanpa memikirkan untuk menyisihkan sebagian uangnya untuk modal berdagang di kemudian hari. Ini menyebabkan ibu-ibu pedagang makanan ringan kewalahan saat ingin berjualan lagi karena mereka tidak memiliki modal. Hal ini membuat mereka berani untuk meminjam kepada rentenir dengan dalih untuk modal berjualan. Banyak kasus peminjaman atau pengambilan kredit ini yang berakhir buruk, bunga yang besar ditambah dengan pengelolaan keuangan para ibu yang buruk membuat mereka tidak bisa membayar angsuran kredit. Macetnya pembayaran hutang membuat mereka akhirnya selalu didatangi oleh

(4)

rentenir yang menagih uang angsuran. Terkadang mereka pun hanya bisa membayar bunga saja dan tidak membayar angsuran pokoknya. Hal ini terus berulang dari waktu ke waktu, dan sebagian ibu-ibu pedagang makanan melakukan sistem 'gali lubang-tutup lubang'. Dimana ketika mereka terdesak dan sulit untuk membayar hutang di rentenir A, mereka memutuskan untuk meminjam ke rentenir B demi menutup hutang di rentenir A.

C.2. Solusi

Solusi permasalahan maksimum terdiri atas 1500 kata yang berisi uraian semua solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Deskripsi lengkap bagian solusi permasalahan memuat hal-hal berikut.

a. Tuliskan semua solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra secara sistematis sesuai dengan prioritas permasalahan. Solusi harus terkait betul dengan permasalahan prioritas mitra.

b. Tuliskan target luaran yang akan dihasilkan dari masing-masing solusi tersebut baik dalam segi produksi maupun manajemen usaha (untuk mitra ekonomi produktif/mengarah ke ekonomi produktif) atau sesuai dengan solusi spesifik atas permasalahan yang dihadapi mitra dari kelompok masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi/sosial.

c. Setiap solusi mempunyaitarget penyelesaian luarantersendiri/indikator capaian dan sedapat mungkin terukur atau dapat dikuantitatifkan dan tuangkan dalam bentuk tabel.

d. Uraian hasil riset tim pengusul atau peneliti yang berkaitan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan, akan memiliki nilai tambah.

Permasalahan masyarakat produktif 1. Digital Marketing

Berdasarkan informasi permasalahan yang dihadapi ibu-ibu kelompok pembatik kampung Cibuluh, ibu-ibu yang gaptek terhadap teknologi, serta belum bisa memaksimalkan penjualan nya melalui media digital, maka program ini bisa menjadi solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.

Program ini menawarkan pelatihan digital bagi ibu-ibu kelompok pembatik agar lebih melek terhadap teknologi digital dan paham bagaimana cara berjualan secara online. Mulai dari diajarkan membuat akun penjualan melalui e-commerce atau sosial media, kemudian cara foto produk agar hasilnya bagus dan menarik, membuat kalimat berjualan (Caption) yang menarik, mengajarkan berjualan di Live TikTok yang konsisten, dan cara membalas pesan yang baik dalam penjualan.

Permasalahan masyarakat non-produktif 1. Terjerat pinjaman dari rentenir

Solusi yang dapat diberikan kepada ibu-ibu yang terjerat rentenir adalah dengan cara penyuluhan, pembinaan, serta pelatihan keuangan syariah. Awalan yang dapat dilakukan dalam pemecahan masalah ini adalah dengan menggali informasi dari ibu-ibu korban rentenir, alasan utama yang menyebabkan mereka memiliki hutang kepada rentenir. Kegiatan ini dilakukan dengan skema wawancara kepada ibu-ibu yang terjerat oleh rentenir. Setelah itu dapat dilakukan sosialisasi tentang bahayanya rentenir dan bunga dalam kehidupan dengan mengundang pembicara yang ahli dalam bidang terkait. Lalu program pelatihan dan pemberdayaan mengenai keuangan syariah dapat dilaksanakan diketahui permasalahan utama yang dihadapi oleh ibu-ibu yang terjerat rentenir. Ibu-ibu akan diberikan pemahaman dan diberikan pelatihan tentang bagaimana cara mengelola keuangan yang baik dan menghindari riba yang nantinya dapat menjadi contoh bagi anggota keluarga yang lain. Untuk tindakan preventif, ada beberapa program yang akan diterapkan, yaitu seminar, workshop, dan konsultasi. Seminar dilakukan untuk memberikan pemahaman secara umum mengenai rentenir dan bahaya yang dapat menjerat. Lalu dilaksanakan workshop sebagai sarana pembimbingan finansial secara lebih spesifik kepada masyarakat yang berinteraksi dengan rentenir. Setelah program seminar dan workshop selesai, akan ada program konsultasi untuk masyarakat yang ingin mendapatkan saran dan masukan finansial. Untuk tindakan kuratif, direncanakan program kolaborasi dengan lembaga perbankan maupun lembaga keuangan syariah agar dapat menyelesaikan jeratan rentenir melalui pinjaman berbasis qardhul hasan.

D. Metode

(5)

Metode pelaksanaan maksimal terdiri atas 1500 kata yang menjelaskan tahapan atau langkah-langkah dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra. Deskripsi lengkap bagian metode pelaksanaan untuk mengatasi permasalahan sesuai tahapan berikut.

1. Untuk Mitra yang bergerak di bidang ekonomi produktif dan mengarah ke ekonomi produktif, maka metode pelaksanaan kegiatan terkait dengan tahapan pada minimal 2 (dua) bidang permasalahan yang berbeda yang ditangani pada mitra, seperti:

a. Permasalahan dalam bidang produksi.

b. Permasalahan dalam bidang manajemen.

c. Permasalahan dalam bidang pemasaran, dan lain-lain.

2. Untuk Mitra yang tidak produktif secara ekonomi/sosial minimal 2 (dua) bidang permasalahan, nyatakan tahapan atau langkah-langkah pelaksanaan pengabdian yang ditempuh guna melaksanakan solusi atas permasalahan spesifik yang dihadapi oleh mitra.

Pelaksanaan solusi tersebut dibuat secara sistematis yang meliputi layanan kesehatan, pendidikan, keamanan, konflik sosial, kepemilikan lahan, kebutuhan air bersih, buta aksara dan lain-lain.

3. Uraikan bagaimana partisipasi mitra dalam pelaksanaan program.

4. Uraikan bagaimana evaluasi pelaksanaan program dan keberlanjutan program di lapangan setelah kegiatan selesai dilaksanakan.

5. Uraikan peran dan tugas dari masing-masing anggota tim sesuai dengan kompetensinya dan penugasan mahasiswa.

6. Uraikan potensi rekognisi SKS bagi mahasiswa yang dilibatkan.

Skema Pelaksanaan Program

Skema Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Kampung Batik Cibuluh diawali dengan perkenalan, sosialisasi, dan penerapan program pemberdayaan. Kegiatan untuk mempersiapkan program dilaksanakan sebagai agenda pertama. Sosialisasi dan penerapan program pemberdayaan dilaksanakan segera setelah persiapan selesai. Penyusunan laporan akhir dilaksanakan setelah seluruh rangkaian kegiatan pemberdayaan selesai. Kegiatan monitoring akan dilakukan setiap pekan selama program berlangsung.

Implementasi Program

Program Pelatihan Digital Marketing merupakan program pelatihan Mulai dari diajarkan membuat akun penjualan melalui e-commerce atau sosial media, kemudian cara foto produk agar hasilnya bagus dan menarik, membuat kalimat berjualan (Caption) yang menarik, mengajarkan berjualan di Live TikTok yang konsisten, dan cara membalas pesan yang baik dalam berjualan. Konsep pelatihan menggunakan metode kombinasi seminar dan Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat secara lebih intensif.

Pelatihan dan penyuluhan

Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui pelatihan dan penyuluhan mengenai digital marketing, seperti cara memanfaatkan media sosial, kegiatan e-commerce, dan pemasaran daring.

1. Menggunakan media sosial

Media sosial seperti Facebook, Tiktok, Instagram, dan Twitter dapat menjadi sarana untuk mempromosikan produk atau jasa yang ditawarkan. Masyarakat dapat diajarkan cara menggunakan media sosial sebagai alat promosi konten secara efektif.

2. Membuka peluang bisnis online

Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan membuka peluang bisnis online, seperti dropshipping atau penjualan melalui marketplace. Masyarakat bisa dilatih untuk memanfaatkan teknologi agar dapat menghasilkan keuntungan.

3. Pembuatan website

Masyarakat dapat diberdayakan melalui pembuatan website untuk bisnis mereka. Dengan website, mereka dapat memperluas jangkauan pemasaran dan memudahkan para calon konsumen untuk bertransaksi.

(6)

4. Kemitraan dengan perusahaan lokal

Pemerintah atau lembaga lain dapat memfasilitasi kemitraan antara pengusaha lokal dengan perusahaan-perusahaan yang sudah ahli di bidang digital marketing. Hal ini akan memperkuat jaringan bisnis lokal dan membuka peluang bagi masyarakat untuk belajar lebih banyak tentang digital marketing.

5. Penyuluhan dan Edukasi

Pemberdayaan masyarakat dalam penerapan sistem keuangan syariah dimulai dengan memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat. Penyuluhan dan edukasi tersebut meliputi pengenalan dasar sistem keuangan syariah, produk-produk keuangan syariah, nilai-nilai islam dalam keuangan, hukum-hukum fiqih keuangan islam, dan lain sebagainya.

6. Pelatihan dan Workshop

Selain penyuluhan dan edukasi, pemberdayaan masyarakat dalam penerapan sistem keuangan syariah juga dapat dilakukan melalui pelatihan dan workshop. Pelatihan dan workshop ini bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengelola keuangan syariah.

7. Pembentukan Komunitas

Pembentukan komunitas keuangan syariah juga dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam penerapan sistem keuangan syariah. Komunitas keuangan syariah dapat berupa forum diskusi, perkumpulan, atau badan usaha yang menerapkan sistem keuangan syariah dan dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.

8. Peningkatan Akses dan Ketersediaan Produk Keuangan Syariah

Peningkatan akses dan ketersediaan produk keuangan syariah juga perlu dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan memperluas jaringan lembaga keuangan syariah, membuka cabang-cabang baru, dan meningkatkan jumlah produk keuangan syariah yang tersedia.

9. Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pemberdayaan masyarakat dalam penerapan sistem keuangan syariah juga dapat dilakukan dengan pengembangan sumber daya manusia. Pengembangan sumber daya manusia ini meliputi pelatihan karyawan lembaga keuangan syariah, pengembangan tenaga ahli keuangan syariah, dan peningkatan kualitas pendidikan islam di semua tingkat.

E. Jadwal Pelaksanaan

JADWAL PELAKSANAAN

No Nama Kegiatan Bulan

1 2 3 4 5 6 7 8

1 Persiapan Program 2 Sosialisasi Program 3 Workshop

4 Pelatihan 5 Monitoring &

Evaluasi

6 Penyusunan Laporan Akhir

7 Publikasi output hasil laporan akhir

(7)

F. Luaran & target capaian

No. Luaran Target Capaian Indikator

KinerjaUtama (IKU) Terkait

Target Capaian IKU

1 Laporan Kemajuan dan Laporan Akhir

Melihat dan Mengukur tingkat keberhasilan program

Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus

Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Meliputi kegiatan magang kerja, riset, proyek desa, pertukaran pelajar, berwirausaha dan kegiatan mengajar 2 Video Kegiatan Meningkatkan

Edukasi dan wawasan masyarakat

Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus

Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Meliputi kegiatan magang kerja, riset, proyek desa, pertukaran pelajar, berwirausaha dan kegiatan mengajar 3 Memberi

Sosialisasi dan pemahaman serta trik branding dan digital marketing

Meningkatnya jumlah penjualan produk yang dilakukan secara online

Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus

Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Meliputi kegiatan magang kerja, riset, proyek desa, pertukaran pelajar, berwirausaha dan kegiatan mengajar 4 Peningkatan

pengetahuan serta

pemantapan branding dan digital marketing

Meningkatnya brand awareness dan citra positif dari produk yang dipasarkan secara digital

Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus

Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Meliputi kegiatan magang kerja, riset, proyek desa, pertukaran pelajar, berwirausaha dan kegiatan mengajar 5 Pertumbuhan

pelanggan dan partisipasi masyarakat

Meningkatnya partisipasi

masyarakat dalam program

pemberdayaan ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital

Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus

Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Meliputi kegiatan magang kerja, riset, proyek desa, pertukaran pelajar, berwirausaha dan kegiatan mengajar

6 Peningkatan masyarakat mengenai pemahaman konsep dan prinsip sistem keuangan syariah

Meningkatnya pemahaman

masyarakat tentang konsep dan

prinsip-prinsip sistem keuangan syariah, serta implikasinya

Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus

Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Meliputi kegiatan magang kerja, riset, proyek desa, pertukaran pelajar, berwirausaha dan kegiatan mengajar

(8)

terhadap kehidupan sehari-hari

7 Penurunan pengguna jasa rentenir dan menggantikan dengan sistem keuangan syariah

Menurunnya jumlah masyarakat yang menggunakan jasa rentenir dalam aktivitas

finansialnya, perlahan-lahan tergantikan dengan penggunaan sistem keuangan syariah

Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus

Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Meliputi kegiatan magang kerja, riset, proyek desa, pertukaran pelajar, berwirausaha dan kegiatan mengajar

8 Membentuk kelompok masyarakat ekonomi syariah

Terbentuknya kelompok ekonomi syariah di

masyarakat, agar dapat saling membantu dalam hal permodalan dan pembiayaan, tanpa perlu

ketergantungan pada rentenir

Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus

Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Meliputi kegiatan magang kerja, riset, proyek desa, pertukaran pelajar, berwirausaha dan kegiatan mengajar

9 Meningkatkan kualitas pemahaman masyarakat terhadap tidak baiknya bunga dan cicilan

Adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat, di mana masyarakat tidak lagi terbebani oleh bunga dan cicilan rentenir yang cukup tinggi

Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus

Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Meliputi kegiatan magang kerja, riset, proyek desa, pertukaran pelajar, berwirausaha dan kegiatan mengajar 10 Merubah

mindset masyarakat terkait pentingnya keuangan syariah

Terjadinya

perubahan mindset masyarakat, di mana mereka mulai melihat pentingnya keuangan syariah sebagai alternatif yang lebih baik dan lebih adil daripada rentenir

Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus

Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Meliputi kegiatan magang kerja, riset, proyek desa, pertukaran pelajar, berwirausaha dan kegiatan mengajar

G. Tim pelaksana

No. Nama Institusi Posisi dalam Tim Uraian Tugas

1 Resfa Fitri IPB University Ketua Peneliti Mengkoordinir kegiatan penelitian secara

keseluruhan 2 Ranti Wiliasih IPB University Anggota Dosen Peneliti Merancang dan

melaksanakan kegiatan terkait Digital

Marketing dan Kewirausahaan

(9)

3 Neneng Hasanah IPB University Anggota Dosen Peneliti Merancang dan

melaksanakan kegiatan Sosialisasi Keuangan Syariah

4 Alifiya Taslimah Junjunan

IPB University Peneliti Mahasiswa Membantu pelaksanaan kegiatan pelatihan Digital Marketing 5 Anisa Nurul

Husna

IPB University Peneliti Mahasiswa Membantu kegiatan sosialisasi pengelolaan keuangan syariah 6 Bunga Zakiyah

Isti IPB University Peneliti Mahasiswa Membantu pelaksanaan kegiatan sosialisasi pengelolaan keuangan syariah

7 Dinda Febriana IPB University Peneliti Mahasiswa Membantu pelaksanaan pemberdayaan Digital Marketing di lapangan 8 Putri Fadhilah

Hidayanti IPB University Peneliti Mahasiswa Membantu pelaksanaan kegiatan pelatihan Digital Marketing H. Daftar Pustaka

Daftar pustaka disusun dan ditulis berdasarkan sistem nomor (Vancouver style) sesuai dengan urutan pengutipan. Hanya pustaka yang disitasi pada usulan pengabdian kepada masyarakat yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka.

[1] Hamid, H. 2018. Manajemen Pemberdayaan Masyarakat. Makasar: De La Macca.

[2] Vitasurya, V. R. 2016. “Wisdom for Sustainable Development of Rural Tourism, Case on Kalibiru and Lopati Village, Province of Daerah Istimewa Yogyakarta.” Procedia (Social and Behavioral Sciences), 97-108.

[3] Widyastuti, A. 2012. “Analisis Hubungan Antara Produktivitas Pekerja Dan Tingkat Pendidikan Pekerja Terhadap Kesejahteraan Keluarga Di Jawa Tengah Tahun 2009.”

Development Analysis.

I. Gambaran IPTEKS

Gambaran berisi uraian maksimal 500 kata menjelaskan gambaran IPTEKS yang akan diimplementasikan di mitra sasaran. Dibuat dalam bentuk skematis, dilengkapi dengan Gambar/Foto dan narasi

Implementasi digital marketing yang efektif membutuhkan pemahaman yang kuat tentang teknologi, serta keterampilan dalam mengintegrasikan strategi pemasaran dengan teknologi digital.

Berikut beberapa tahap yang mudah dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat desa mengenai digital marketing lewat IPTEKS:

(10)

1. Memperkenalkan konsep dasar digital marketing: Langkah pertama yaitu memperkenalkan konsep dasar tentang digital marketing kepada masyarakat desa. Dalam hal ini, dapat digunakan untuk membuat video pendek atau animasi yang dapat memberikan gambaran tentang digital marketing, termasuk manfaat dan keuntungan penggunaannya.

2. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami: Ketika memberikan informasi, penting untuk menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat desa. Hindari menggunakan istilah atau kata-kata yang terlalu teknis atau sulit dipahami. Dapat digunakan seperti subtitle, terjemahan bahasa, atau voice-over dalam bahasa lokal dapat membantu untuk memudahkan pemahaman masyarakat desa.

3. Memberikan contoh kasus nyata: Memberikan contoh kasus nyata atau studi kasus yang relevan dengan lingkungan atau industri lokal dapat membantu masyarakat desa memahami cara digital marketing digunakan dalam praktik. Hal ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana digital marketing dapat membantu bisnis dan usaha kecil-kecilan di daerah mereka.

4. Menggunakan platform digital yang mudah diakses:Menggunakan platform digital yang mudah diakses oleh masyarakat desa, seperti media sosial atau e-commerce, dapat membantu untuk memperluas jangkauan informasi tentang digital marketing.

5. Menyediakan pelatihan atau workshop: Menyediakan pelatihan atau workshop digital marketing dapat membantu masyarakat desa untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang digital marketing. Pelatihan atau workshop ini dapat diadakan secara online atau offline, tergantung pada kebutuhan dan preferensi masyarakat desa.

Dalam memberikan informasi tentang digital marketing kepada masyarakat desa, penting untuk memperhatikan lingkungan dan konteks sosial budaya mereka. Dengan menggunakan IPTEKS yang tepat dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, informasi tentang digital marketing dapat diterima dengan lebih baik oleh masyarakat desa dan dapat memberikan manfaat yang lebih besar untuk perkembangan ekonomi daerah.

J. Peta Lokasi Mitra Sasaran

Peta lokasi mitra sasaran berisikan gambar peta lokasi mitra yang dilengkapi dengan penjelasan jarak mitra sasaran dengan PT pengusul. Gambar peta yang dapat disisipkan dapat berupa JPG/PNG

(11)

Referensi

Dokumen terkait

Kaji tindak atau sering disebut riset aksi adalah merupakan kegiatan riset melalui tindakan, riset dengan tindakan, atau riset untuk menunjang tindakan guna menangani masalah

Pada dasarnya program P2KP adalah kegiatan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat miskin kota melalui penciptaan kekuatan ekonomi kelompok, yang dilakukan dengan

KUBE dikatakan dalam keadaan berkembang mempunyai ciri – ciri; (1) Kegiatan kelompok telah berjalan sesuai dengan kepengurusannya; (2) keuntungan usaha ekonomi produktif (UEP)

4 Prioritas Renstra 8 Kegiatan Kampus Merdeka 8 Indikator Kinerja Utama 3 Tranformasi Pendanaan Pertukaran Pelajar Magang/Praktik Kerja Asistensi Mengajar di Satuan

Sedangkan dampak adanya kegiatan urban farming dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah terbentuknya program Kampung Sayuran Organik melalui kebun gizi mandiri,

Untuk bentuk kegiatan pembelajaran MBKM selain pertukaran pelajar dan magang, penilaian tidak hanya dilakukan oleh dosen pembimbing MBKM tapi juga melibatkan dosen lainnya,

“monitoring yang saya lakukan yaitu untuk memantau perkembangan dari kegiatan pemberdayaan masyarakat dibidang ekonomi, sosial dan lingkungan, kegiatan itu apa bisa

Company Logo www.themegallery.com SUMBER naskah : • Praktik Lapang • Kuliah Kerja Nyata • Magang • Penelitian bagi mahasiswa yang membentuk Kelompok Studi atau Riset • Studi