SKRIPSI
DAMPAK PERKEMBANGAN PARIWISATA
TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
(Studi Kasus : Pantai Gedo Kabupaten Nabire Provinsi Papua)
Oleh :
ALFONS HERU GOBAI NIM 45 12 042 063
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR
2018
DAMPAK PERKEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI
MASYARAKAT
(Studi Kasus : Pantai Gedo Kabupaten Nabire Provinsi Papua)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik (S.T)
Oleh
ALFONS HERU GOBAI STAMBUK. 45 12 042 063
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : ALFONS HERU GOBAI
NIM : 45 12 042 063
Program Studi : PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar- benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pemikiran orang lain. Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan bahwa sebagian atau keseluruhan skripsi ini hasil karya orang lain, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.
Makassar, 01 Maret 2018
Yang Menyatakan
Alfons Heru Gobai
ABSTRK
Alfons Heru Gobai, 2018 “Dampar Perkembangan Pariwisata Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus Wisata Pantai Gedo Kabupaten Nabire Provinsi Papua Dibimbing oleh Rahmawati Rachman dan Rusneni.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi dampak pengembangan pariwisata terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di pantai Gedo kabupaten Nabire. Dengan mengetahui faktor apa yang mempengaruhi dampak perkembangan pariwisata terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di pantai Gedo Kabupaten Nabire.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan metode penelitian dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang kemudian dianalisis dengan menggunakan analisi Chi-Square dan analisis SWOT untuk menghasilkan kesimpulan.
Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah faktor yang paling dominan mempengaruhi kondisi sosial ekonomi sebagai dampak perkembangan pariwisata pantai Gedo adalah pendapatan penduduk yang juga secara langsung mempengaruhi pendapatan daerah, Kondisi Suku Masyarakat yang berperan penting terhadap keanekaragaman kultur budaya dan istiadat, serta Mata Pencaharian yang menyesuaikan dengan kemampuan karakter individu masyarkat pantai Gedo.
Sehigga kedepannya diharapkan dapat menjeadi salah refrensi untuk peneltiian selanjutnya terkati strategi dalam meningkatkan potensi SDA maupun SDM yang ada di Kabupaten Nabire khususnya kawasan wisata pantai Gedo
Kata Kunci : Pariwisata, Strategi Pengembangan
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Teknik Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota pada Fakultas Teknik Universitas Bosowa Makassar. Saya menyadari bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, dari masa perkuliahan sampai pada penyusunan skripsi ini, sangatlah sulit bagi saya untuk menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terimaksih kepada:
1. Ibu Dr. Hamsina ST., M.Si selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Bosowa Makassar,
2. Bapak Jufriadi, ST., M.SP selaku Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota pada Fakultas Teknik Universitas BOSOWA,
3. Ibu Ir. Hj. Rahmawati Rachman, M.Si selaku dosen pembimbing I dan Ibu Rusneni, ST,. M.Si selaku dosen pembimbing II yang telah menyediakan waktu, tenaga dan pikiran untuk mengarahkan saya dalam menyusun skripsi ini,
4. Bapak dan Ibu staf pengajr serta karyawan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota dan Fakultas Teknik Universitas Bosowa Makassar atas segala bimbingan, didikan dan bantuan kepada penulis dalam menuntut ilmu di bangku perkuliahan sejak awal perkuliahan hingga selesai,
5. Ucapan terimakasih kepada pihak Pemerintah Kabupaten Paniai, Kabupaten Nabire, Kabupaten Puncak Papua dan Kabupaten Mimika yang telah membantu dana (Beasiswa) sehingga dapat menyeselasikan studi,
6. Sembah sujud kepada orang tua tercinta Bapak Natus Gobai, S.Sos dan Mama Kristina Nawipa yang telah memberikan kasih sayang, doa, asuhan dan bimbinganya baik dalam bentuk materil dan moril,
7. Spesial untuk keluarga besar Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Paniai (IPMAPAN), HPMP, IPMAPANDODEI, IPMP dan tak lupa kepada Ibu Gembala Ev. Nelsye Sokoy dan Keluar Besar Jemaat Maranatha Makassar, yang telah banyak membantu, membimbing, dan menemani, memberikan waktu untuk saling berbagi curahan hati, pikiran, moril maupun materilnya,
8. Untuk sahabat-sahabat terkasih Planologi 2012 (PL.012), teman-teman mahasiswa papua angkat 012, serta sahabat sejalan Wanis Wamang, ST dan teman-teman lain yang tidak sempat tertuang namanya dalam skripsi ini, terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya selama ini.
9. Tak lupa ucapan terimaksih kepada sahabat Laode Sir Muhamad Iqbal, ST, MSP yang mana membantu dalam penyusunan karya ilmiah.
Akhir kata saya berharap Tuhan Yang Maha Esa berkenan membalas segala kebaikan semua pihak yang telah membantu. Semoga skripsi ini dapat membawa manfaat bagi pengembangan ilmu.
Makassar, 01 Maret 2016
Alfons Heru Gobai
DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN PENERIMAAN HALAMAN PERNYATAAN HALAMAN ABSTRAK
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR PETA ... xii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan dan Manfaat Penelitiaan ... 5
1. Tujuan Penelitian... 5
2. Manfaat Penelitian ... 5
D. Ruang Lingkup Penelitian ... 6
1. Ruang Lingkup Wilayah... 6
2. Ruang Lingkup Pembahasan ... 6
E. Sistematika Penulisan ... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 9
A. Pengertian Pariwisata ... 9
B. Komponen Pariwisata ... 10
C. Pelaku Pariwisata ... 10
D. Pengembangan Pariwisata ... 12
E. Sarana dan Prasarana Pariwisata ... 13
1. Sarana Pariwisata ... 13
2. Prasarana Pariwisata ... 15
F. Pola Permukiman ... 16
1. Pola Memanjang (Linear) ... 17
2. Pola Terpusat (Nucleated) ... 18
3. Pola Terbesar (Dispersed) ... 19
G. Dampak Pengembangan Pariwisata ... 19
1. Pengertian Dampak ... 19
2. Pengertian Dampak Pariwisata ... 20
3. Dampak Pengembangan Pariwisata... 20
H. Kerangka Pikir ... 27
BAB III METODE PENELITIAN ... 28
A. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 28
B. Obyek Penelitian ... 28
C. Populasi ... 28
D. Teknik Pengumpulan Data... 28
1. Teknik Observase ... 29
2. Teknik Wawancara ... 29
3. Pertanyaan (Quisioner) ... 29
4. Instansional ... 29
5. Perpustakaan (Library Reserarch) ... 29
E. Metode Analisis Data ... 30
1. Metode Pendekatan Analisis Kualitatif ... 30
2. Motode Pendekatan Analisis Kuantitatif ... 30
a. Metode Analisis Chi-Kuadrat ... 30
b. Metode Analisis SWOT ... 33
F. Variabel Penelitian ... 47
G. Devinisi Operasional ... 48
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 50
A. Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Nabire ... 50
1. Aspek Fisik Dasar ... 50
a. Kondisi Geografis ... 50
b. Klimatologi ... 52
c. Topografi ... 53
4. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Nabire Terkait
Kawasan Wisata Pantai Gedo ... 56
B. Gambaran Umum Distik Teluk Kimi ... 57
1. Aspek Fisik Dasar ... 57
a. Kondisi Geografis ... 57
b. Klimatologi... 60
c. Topografi ... 60
2. Jumlah Penduduk ... 61
3. Sosial Budaya ... 61
C. Gambaran Umum Kampung Waharia ... 62
1. Aspek Fisik Dasar ... 62
a. Kondisi Geografis ... 62
b. Topografi ... 62
c. Geologi dan Jenis Tanah ... 63
d. Klimatologi ... 63
2. Kependudukan ... 63
a. Perkembangan Jumlah Penduduk ... 64
b. Penduduk Menurut Jenis Kelamin ... 64
c. Penduduk Menurut Mata Pencaharian ... 65
3. Kondisi Sarana dan Prasarana ... 66
a. Kondisi Sarana ... 66
1) Sarana Pendidikan ... 66
2) Sarana Kesehatan ... 67
3) Sarana Perdagangan ... 67
4) Sarana Peribadatan ... 68
b. Kondisi Prasarana ... 69
1) Kondisi Jaringan Jalan ... 69
2) Sistem Jaringan Drainase ... 69
3) Kondisi Jaringan Air Bersi ... 70
4) Jaringan Listrik ... 71
5) Jaringan Persampahan ... 71
6) Jaringan Telepon ... 72
D. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Kawasan Wisata Pantai Gedo ... 72
1. Kondisi Penggunahan Lahan ... 72
2. Kondisi Sarana dan Prasarana Pantai Gedod ... 76
a. Sarana ... 76
1) Akomodasi ... 76
2) Rumah Makan / Warung ... 76
3) Gazebo ... 77
b. Prasarana ... 77
1) Jalan ... 77
2) Persampahan ... 78
3. Kependudukan ... 78
a. Jumlah Penduduk Yang ada di Kawasan Pantai Gedo ... 78
b. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan ... 79
c. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian .... 79
d. Pendapatan Masyarakat di Kawasan Pantai Gedo ... 80
4. Sosial Budaya Masyarakat ... 82
a. Adat Istiadat ... 82
b. Kondisi Suku Masyarakat ... 83
E. Kondisi Sosial Budaya ... 83
F. Analisis ... 85
1. Analisis Chi-Square Faktor Yang Mempengaruhi Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Sebagai Dampak Dari Perkembangan Pariwisata di Kawasan Pantai Gedo ... 85
a. Analisis Faktor Internal (IFAS) ... 95
b. Analisis Faktor Eksternal (EFAS) ... 96
BAB V PENUTUP ... 103
A. Kesimpulan ... 103
B. Saran ... 104
DAFTAR PUSTAKA ... 106
LAMPIRAN... 109
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Nilai Skala Likert ... 33
Tabel 3.2 Model Pembobotan Analisis Faktor Strategis Internal (IFAS) ... 40
Tabel 3.3 Model Analisis Faktor Strategis Eksternal (EFAS) ... 42
Tabel 3.4 Model Matriks Analisis SWOT ... 44
Tabel 4.1 Luas Wilayah Menurut Distrik di Kabupaten Nabire Tahun 2017... 52
Tabel 4.2 Klimatologi Kabupaten Nabire ... 53
Tabel 4.3 Jenis Obyek Wisata di Kabupaten Nabire ... 55
Tabel 4.4 Luas Wilayah Kampung dalam Lingkup Distrik Kimi... 60
Tabel 4.5 Jumlah Penduduk Kampung/Desa di Distrik Teluk Kimi Tahun 2017... 61
Tabel 4.6 Jumlah dan Perkembangan Penduduk di Kampung Waharia Tahun 2013 – 2017 ... 64
Tabel 4.7 Jumlah Perkembangan Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kampung Waharia Tahun 2013 – 2017 ... 65
Tabel 4.8 Jumlah Perkembangan Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kampung Waharia Tahun 2017 ... 68
Tabel 4.9 Pola Penggunahan Lahan di Kawasan Wisata Pantai Gedo ... 73
Tabel 4.10 Jumlah Penduduk di kawasan Wisata Pantai Gedo ... 79
Tabel 4.11 Tingkat Pendidikan Masyarakat Tahun 2017 ... 79
Tabel 4.12 Tanggapan Responden Tentang Peluang Lapangan Pekerjaan di Kawasan Wisata Pantai Gedo ... 80
Tabel 4.13 Tingkat Pendapatan Masyarakat di Kawasan Wisata Pantai Gedo ... 81
Tabel 4.14 Analisis Penilaian Responden Kondisi Suku Masyarakat di Kawasan Wisata Pantai Gedo ... 86
Tabel 4.16 Analisis Penilaian Responden ... 87 Tabel 4.17 Analisis Penilaian RespondenTerhadap Tingkat
Pendidikan Masyarakat di Kawasan Wisata Pantai
Gedo ... 88 Tabel 4.18 Analisis Penilaian Responden Terhadap Mata
Pencaharian di Kawasan Wisata Pantai Gedo ... 89 Tabel 4.19 Analisis Penilaian Responden Terhadap Mata
Pencaharian di Kawasan Wisata Pantai Gedo ... 90 Tabel 4.20 Analisis Penilaian Responden Terhadap Pendapatan
Penduduk di Kawasan Wisata Pantai Gedo ... 91 Tabel 4.21 Analisis Penilaian Responden Terhadap Pendapatan
Penduduk di Kawasan Wisata Pantai Gedo ... 91 Tabel 4.22 Hasil Uji Kuadrat Pada Setiap Variabel ... 92 Tabel 4.23 Ringkasan Faktor Analisis Internal (IFAS) Tahun 2017 .. 96 Tabel 4.24 Ringkasan FaktorAnalisis Eksternal (EFAS) ... 97 Tabel 4.25 Matriks Analisis SWOT dan Kebijakan untuk
menanggulangi Dampak pengembangan Pariwisata ... 98
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Pola Permukiman Linear di Sepanjang Jalan Raya ... 17
Gambar 2.2 Pola Permukiman Memanjang Mengikuti Garis Pantai 18
Gambar 2.3 Pola Permukiman Terpusat ... 18
Gambar 2.4 Pola Permukiman Tersebar ... 19
Gambar 2.5 Hubungan Manusia-Lingkungan dan Perubahan ... 22
Gambar 2.6 Dampak Pariwisata Pada Umumnya... 26
Gambar 3.1 Posisi dimana H0 ditolak ... 32
Gambar 3.2 Posisi dimana H0 diterima ... 32
Gambar 3.3 Kuadran Analisis SWOT ... 47
Gambar 4.1 Sarana Pendidikan di Kampung Waharia ... 66
Gambar 4.2 Sarana Kesehtan di Kampung Waharia ... 67
Gambar 4.3 Sarana Perdagangan di Kampung Waharia ... 68
Gambar 4.4 Sarana Peribadatan di Kampung Waharia ... 69
Gambar 4.5 Prasarana Jalan di Kampung Waharia ... 69
Gambar 4.6 Kondisi Air Bersih ... 71
Gambar 4.7 Jaringan Listrik di Kampung Waharia ... 71
Gambar 4.8 Kondisi Penginapan di Kawasan Wisata Pantai Gedo . 76 Gambar 4.9 Kondisi Warung Makan di Kawasan Wisata Pantai Gedo ... 76
Gambar 4.10 Gazebo ... 77
Gambar 4.11 Kondisi Jalan di Kawasan Pantai Gedo ... 77
Gambar 4.12 Sistem Persampahan ... 78
DAFTAR PETA
Peta 4.1 Administrasi Kabupaten Nabire ... 51
Peta 4.2 Administrasi Distrik Teluk Kimi ... 59
Peta 4.3 Tata Guna Lahan Kawasan Wisata Pantai Gedo ... 74
Peta 4.4 Lokasi Wisata Pantai Gedo ... 75
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pariwisata dan wisata merupakan sektor ekonomi penting di Indonesia. Kepariwisataan yang ada di Indonesia diarahkan sebagai sektor andalan, sehingga diharapkan akan mampu untuk mendorong perekonomian nasional dan daerah. Salah satu pedoman pembangunan kepariwisataan tersebut ditetapkan dalam Undang- undang No. 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan dengan tujuan: a).
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi; b). Meningkatkan kesejahteraan rakyat; c). Menghapus kemiskinan; d). Mengatasi pengangguran; e).
Melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya; f). Memajukan kebudayaan; g). Mengangkat citra bangsa; h). Memupuk rasa cinta tanah air; i). Memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa; dan j).
Mempererat persahabatan antarbangsa. Dalam pelaksanaannya, pembangunan kepariwisataan di Indonesia memiliki banyak peluang dan tantangan, karena keragaman yang ada dan produk yang sangat banyak untuk ditawarkan.
Soemardjan Selo. 1977, Pariwisata adalah salah satu sektor pembangunan yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi suatu wilayah, maka pariwisata dianggap sebagai suatu aset yang strategis untuk mendorong pembangunan pada wilayah – wilayah tertentu yang
pariwisata di suatu wilayah, arus urbanisasi ke kota – kota besar dapat lebih ditekan. Keberadaan sektor pariwisata tersebut seharusnya memperoleh dukungan dari semua pihak seperti pemerintah daerah sebagai pengelola, masyarakat yang berada di lokasi objek wisata serta partisipasi pihak swasta sebagai pengembang.
Kodyat , 1982, Selain peran yang dimiliki, pariwisata juga merupakan suatu sektor yang tidak jauh berbeda dengan sektor ekonomi yang lain yakni dalam proses perkembangannya juga mempunyai dampak dibidang sosial dan ekonomi. Pengaruh yang ditimbulkan tersebut dapat berupa pengaruh positif maupun negatif terhadap kehidupan masyarakat setempat. Untuk mencegah perubahan itu menuju ke arah negatif maka diperlukan suatu perencanaan yang mencakup aspek sosial dan ekonomi, sehingga sedapat mungkin masyarakat setempat ikut terlibat di dalam perencanaan dan pengembangan pariwisata. Hal ini perlu dilakukan untuk mendukung keberhasilan pengembangan daerah wisata yang bersangkutan,Proses pembangunan dan pengembangan suatu wilayah dapat ditunjang oleh potensi wisata yang dimilikinya.
Kawasan pantai Gedo di kabupaten Nabire memiliki potensi pariwisata yang sangat menonjol, karena potensi tersebut dikembangkan sebagai objek wisata bahari oleh pemerintah pariwisata setempat, seperti tempat wisata yang ada di pantai Gedo.
Pantai Gedo merupakan salah satu kawasan pariwisata yang ada di Kabupaten Nabire dan menjadi salah satu daerah tujuan wisata (DTW) di kabupaten Nabire itu sendiri yang berpotensi memberikankan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Pantai Gedo sangat unik dengan karakteristik budaya masyarakat lokal yang khas dan secara fisik wilayah dikelilingi pasir pantai yang bersih dan panorama yang indah yang dapat mendukung kegiatan wisata bahari seperti aktivitas wisata pantai (rekreasi/bersantai),
Oleh karena itu, dengan kondisi tersebut kawasan Pantai Gedo semakin dipacu untuk meningkatkan kualitas kawasan dengan pembangunan dan perbaikan sarana serta prasarana penunjang wisata. Hal ini bertujuan agar jumlah wisatawan yang berkunjung ke dalam kawasan semakin meningkat. Peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas pariwisata yang berlangsung di dalam kawasan, secara tidak langsung telah menimbulkan dampak terhadap kehidupan masyarakat, yang dimana ketika kita berbicara tentang masyarakat maka hal tersebut akan berhubungan dengan dampak sosial dan ekonomi yang ada di Pantai Gedo itu sendiri.
Selain menimbulkan dampak terhadap aspek sosial, pada kenyataannya, kegiatan pariwisata juga berdampak pada aspek ekonomi yakni terbukanya peluang atau kesempatan kerja di dalam
kawasan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Berdasarkan pernyataan tersebut, kawasan wisata pantai Gedo yang berada di kabupaten Nabire memerlukan suatu studi untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pariwisata yang terdapat di dalam kawasan yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat, dengan adanya studi ini diharapkan dampak-dampak yang ditimbulkan dari perubahan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat dapat diketahui, hal tersebut perlu dilakukan karena masyarakat merupakan unsur yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan pengembangan suatu wilayah. maka peneliti mengangkat tema yaitu dampak pengembangan pariwisata terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di pantai Gedo kabupaten Nabire provinsi Papua, sehingga kedepannya dapat diambil suatu upaya penanggulangan yang lebih tepat dan efektif untuk mewujudkan tempat wisata yang lebih baik.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Faktor apa yang mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat yang ada di pantai Gedo sebagai dampak perkembanganariwisata pantai Gedo kabupaten Nabire ?
2. Bagaimana strategi menanggulangi pengembangan pariwisata di Pantai Gedo kabupaten Nabire?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas dapat dirumuskan tujuan dan manfaat yang dicapai dari penelitian sebagai berikut:
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi dampak pengembangan pariwisata terhadap kondisi sosial ekonmi masyarakat di pantai Gedo kabupaten Nabire?
b. Untuk mengetahui strategi menanggulangi perkembangan pariwisata di pantai Gedo kabupaten Nabire ?
2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah
a. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah Kabupaten Nabire khusunya Dinas pariwisata dalam pembangunan/pengembangan wilayah dan Memberikan gambaran terkait strategi penanggulangan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebagai dampak pengembangan pariwisata di Gedo kabupaten Nabire b. Sebagai bahan kajian dan informasi bagi calon peneliti
selanjutnya dalam melakukan penelitian sejenis.
1. Ruang Lingkup Wilayah
Ruang lingkup wilayah pada penelitian kali ini adalah difokuskan pada kawasan wisata pantai Gedo kabupaten Nabire sebagai kawasan pengembangan Pariwisata
2. Ruang Lingkup Pembahasan
Ruang lingkup pembahasan di difokuskan pada Faktor apa yang mempengaruhi dampak pengembangan pariwisata terhadap kondisi sosial ekonmi masyarakat di pantai Gedo kabupaten Nabire dan Bagaimana strategi dalam penanggulangan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebagai dampak pengembangan pariwisata di Gedo kabupaten Nabire
E. Sistematika Penulisan
Sistematika dalam penulisan skripsi ini merupakan urutan–urutan dalam rangkaiaan penyusunan penulisan dengan tujuan agar pembaca lebih mudah mengenal dan memahami bagian–bagian pada pembahasan skripsi. Adapun sistimatika penulisannya adalah sebagai berikut;
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini membahas tentang latar belakang, permasalahan penelitian, tujuan penelitian dan manfaat penelitian, batasan masalah, sistematika pembahasan.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Bab ini membahas mengenai pengertian pariwisata, komponen pariwisata, pelaku wisata, pengembangan pariwisata, sarana dan prasarana pariwisata, dan dampak pengembangan pariwisata.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab III merupakan bab yang membahas tentang rancangan penelitian, objek penelitian populasi dan sampel, variabel penelitian,jenis dan sumber data, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan pengukuran variable dan kerang kapikir.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Bab ini membahas tentang gambaran umum wilayah penelitian, Gambaran Umum Kabupaten Nabire, kondisi objektif Pariwisata di Pantai Gedo. Proses Proses Analisis pada bab ini dimulai dengan mengidentifikasi dan mengemukakah dampak-dampak kondisi sosial ekonomi masyarakat terhadap pengembangan pariwisata pantai Gedo di Kabupaten Nabire yang dianalisa menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, Kemudian mengumpulkan data dan informasi mengenai Karakteristik lokasi Pariwisata dikawasan Pantai Gedo, serta menganalisa karakteristik Lokasi penelitian. Selanjutnya menganalisa karakteristik
questioner kemudian diolah menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung oleh pendekatan deskriptif kualitatif. Menganalisa konsep penanggulangan Dampak kondisi sosial ekonomi masyarakat terhadapap pengembangan wisata pantai Gedo Tahapan analisis selanjutnya menguji Dampak kondisi sosial ekonomi masyarakat terhadapap pengembangan wisata pantai Gedo dengan menggunakan metode Analisis Chi-Kuadran / Chi Square, Kemudian Menganalisa hubungan antara dampak- dampak kondisi sosial ekonomi masyarakat dengan variabel yang diteliti. Proses analisis yang terakhir yaitu merumuskan Konsep atau Strategi Penanggulangan Dampak Kondisi Sosial ekonomi masyarakat terhadap pengembangan pariwisata pantai Gedo dengan menggunakan analisis SWOT.
BAB V PENUTUP
Dalam Bab ini berisikan tentang kesimpulan dari rekomendasi dari hasil analisa yang dilakukan ppada bab sebelumnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Pariwisata
Pariwisata merupakan konsep multidimensional. Tidak bisa dihindari bahwa beberapa pengertian pariwisata dipakai oleh para praktisi dengan tujuan dan perspektif yang berbeda sesuai tujuan yang ingin dicapai. Definisi pariwisata memang tidak dapat sama persis diantara para ahli. Berikut ini adalah beberapa pengertian pariwisata:
1. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah. (UU No.10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan).
2. Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan orang untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain meninggalkan tempatnya semula dengan suatu perencanaan dan maksud bukan untuk berusaha atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata untuk menikmati kegiatan pertamsyaan dan rekreasi atau untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam (Happy Marpaung, 2002).
3. Pariwisata adalah salah satu jenis industri baru yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standar hidup serta menstimulasi sektor- sektor produktif lainnya. Selanjutnya, sebagai sektor yang komplek,
B. Komponen Pariwisata
Menurut Hadinoto (1996), sistem pariwisata terdiri dari lima (5) komponen besar, dimana komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang memerlukan keterkaitan, ketergantungan dan keterpaduan, yakni:
1. Atraksi wisata adalah daya tarik wisatawan seperti sumber daya manusia-budaya dan adat istiadat, dan sebagainya.
2. Promosi merupakan suatu rancangan untuk memperkenalkan atraksi yang ditawarkan dan cara bagaimana atraksi dapat dikunjungi. Untuk perencanaan, promosi merupakan bagian yang penting.
3. Pasar (asal wisatawan) merupakan bentuk analisis mendalam tentang trend perilaku, keinginan, kebutuhan, asal, motivasi dan hal- hal lain yang menyangkut wisatawan.
4. Transportasi; menyangkut orang ke dan dari destinasi pariwisata.
5. Fasilitas/Pelayanan; untuk mendukung aktivitas pariwisata, yang didominasi pihak swasta.
C. Pelaku Wisata
Pelaku pariwisata adalah setiap pihak yang berperan dan terlibat dalam kegiatan pariwisata. Adapun yang menjadi pelaku pariwisata menurut Jonianton Damanik dan Helmunt F. Waber (2006) yakni:
1. Wisatawan adalah konsumen atau pengguna produk dan layanan.
Wisatawan memiliki beragam motif dan latar belakang (minat, ekspektasi, karateristik sosial, ekonomi, budaya, dan sebagainya) yang berbeda-beda
dalam melakukan kegiatan wisata. Dengan perbedaan tersebut, wisatawan menjadi pihak yang menciptakan permintaan produk dan jasa wisata.
2. Industri pariwisata/penyedia jasa adalah semua usaha yang menghasilkan barang dan jasa bagi pariwisata. Mereka dapat digolongkan ke dalam dua golongan utama, yakni:
a. Pelaku langsung adalah usaha-usaha wisata yang menawarkan jasa secara langsung kepada wisatawan atau yang jasanya langsung dibutuhkan oleh wisatawan, termasuk dalam kategori ini adalah hotel, restoran, biro perjalanan, pusat informasi wisata, atraksi hiburan, dan lain-lain.
b. Pelaku tidak langsung adalah usaha yang mengkhususkan diri pada produk-produk yang secara tidak langsung mendukung pariwisata, misalnya usaha kerajinan tangan, penerbit buku atau lembaran panduan wisata, dan sebagainya.
3. Pendukung wisata adalah usaha yang tidak secara khusus menawarkan produk dan jasa wisata tetapi seringkali bergantung pada wisatawan sebagai pengguna jasa dan produk itu, termasuk di dalamnya adalah penyedia jasa fotografi, jasa kecantikan, olahraga, penjualan BBM dan sebagainya.
4. Pemerintah; sebagai pihak yang mempunyai otoritas dalam pengaturan, penyediaan, dan peruntukan berbagai infrastruktur yang terkait dengan kebutuhan pariwisata. Tidak hanya itu, pemerintah juga bertanggungjawab dalam menentukan arah yang dituju perjalanan pariwisata. Kebijakan makro yang ditempuh pemerintah merupakan panduan bagi stakeholder
5. Masyarakat lokal adalah masyarakat yang bermukin di kawasan wisata.
Mereka merupakan salah satu aktor penting dalam pariwisata karena sesungguhnya merekalah yang akan menyediakan sebagian besar atraksi sekaligus menentukan kualitas produk wisata. Selain itu, masyarakat lokal merupakan pemilik langsung atraksi wisata yang dikunjungi sekaligus dikonsumsi wisatawan. Air, tanah, hutan dan lanskap merupakan sumberdaya pariwisata yang dikonsumsi oleh wisatawan dan pelaku wisata lainnya berada di tangan mereka. Kesenian yang menjadi salah satu daya tarik wisata juga hampir sepenuhnya milik mereka. Oleh sebab itu, perubahan-perubahan yang terjadi dikawasan wisata akan bersentuhan langsung dengan kepentingan mereka.
6. Lembaga swadaya masyarakat merupakan organisasi non-pemerintah yang sering melakukan aktivitas kemasyarakatan di berbagai bidang.
D. Pengembangan Pariwisata
Pengembangan adalah proses, cara, perbuatan menjadikan maju atau pembangunan secara bertahap, teratur dan berkelanjuntan yang menjurus ke sasaran yang dikehendaki. Pengembangan juga dapat dinilai sebagai respon terhadap perubahan yang selalu terjadi dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, di dalam mengupayakan pengembangan, perencanaan yang baik menjadi tindakan yang mutlak dilakukan. Perencanaan yang baik akan menghasilkan suatu strategi pengembangan yang terintegrasi, sehingga sasaran yang akan dituju sesuai dengan yang diharapkan. Pengembangan disini mengandung pengertian perbuatan mengembangkan pariwisata agar dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nabire. Usaha-usaha pengembangan pariwisata di Indonesia bersifat suatu pengembangan industri
pariwisata dan merupakan bagian dari usaha pembangunan serta kesejahteraan masyarakat dan negara. Menurut Marpaung (2002).
Pengembangan kepariwisataan dilandaskan atas usaha-usaha sebagai berikut :
1. Memelihara dan membina keindahan alam dan kekayaan serta kebudayaan masyarakat Indonesia sebagai daya tarik kepariwisataan.
2. Menyediakan dan membina fasilitas-fasilitas transportasi, akomodasi, entertainment, dan pelayanan pariwisata lainnya yang diperlukan termasuk pendidikan pegawai.
3. Menyelenggarakan promosi kepariwisataan secara aktif dan efektif di dalam dan di luar negeri.
4. Mengusahakan kelancaran formalitas perjalanan dan lalu lintas para wisatawan dan dengan demikian menghilangkan unsur-unsur yang menghambatnya.
5. Mengerahkan kebijaksanaan dan kegiatan perhubungan sebagai sarana utama guna memperbesar jumlah dan kelancaran arus wisatawan.
E. Sarana dan Prasarana Pariwisata 1. Sarana Kepariwisataan
Sarana kepariwisata adalah perusahaan-perusahaan yang memberikan pelayanan kepada wisatawan baik secara langsung
kedatangan wisatawannya. Sarana kepariwisataan ini harus tetap dijaga dan tingkatkan baik dari segi kualitas dan kuantitasnya sesuai dengan perkembamgan kebutuhan wisatawan. Untuk mendukung pencapaian yang lebih baik perlu adanya kemampuan pengelolaan yang memadai sesuai dengan kondisi objek dan kebutuhan pengunjung. Ada 3 (tiga) bagian yang penting dalam sarana kepariwisataan, yakni:
a. Sarana pokok kepariwisataan (Main Tourism Suprastructure) Hal yang dimaksud dengan sarana kepariwisataan adalah perusahaan yang hidup dan kehidupannya sangat tergantung kepada kedatangan orang yang melakukan perjalanan wisata, yang termasuk di dalamnya adalah
1) Travel agent 2) Tour operator
3) Perusahaan transportasi
4) Restoran, bar,objek dan atraksi wisata
b. Sarana pelengkap kepariwisataan (Supplementing Tourism Suprastructure)
Perusahaan yang menyediakan fasilitas untuk rekreasi yang fungsinya tidak hanya melengkapi sarana pokok kepariwisataan, tetapi yang terpenting adalah untuk membuat agar wisatawan dapat lebih lama tinggal, ditempat atau daerah yang dikunjunginya, yang termasuk dikelompok ini adalah
1) Lapangan tenis 2) Lapangan golf
3) Lapangan bola kaki, kolam renang, bilyard, dan lain-lainnya c. Sarana penunjang kepariwisataan (Supporting Tourism
Suprastructure)
Perusahaan yang menunjang sarana pokok dan sarana pelengkap yakni fasilitas-fasilitas yang diperlukan wisatawan khususnya tourism business yang berfungsi untuk membuat para wisatawan lebih lama tinggal di daerah yang dikunjungi agar lebih banyak mengeluarkan atau membelanjakan uang mereka di daerah tersebut.
2. Prasarana Kepariwisataan
Prasarana (infrastruktur) kepariwisataan sesungguhnya merupakan tourist supply yang perlu dipersiapkan atau disediakan bila akan mengembangkan industri pariwisata, karena kegiatan pariwisata pada hakekatnya tidak lain adalah salah satu kegiatan dari sektor perekonomian juga. Hal yang dimaksud prasarana (infrastruktur) adalah semua fasilitas yang memungkinkan proses perekonomian dapat berjalan dengan lancar sedemikian rupa sehingga dapat memudahkan manusia memenuhi kebutuhannya.
Jadi fungsi dari prasarana adalah untuk melengkapi sarana kepariwisataan sehingga dapat memberikan pelayanan sebagai
mana mestinya. Adapun beberapa prasarana yang dapat menunjang pelayanan dan kemudahan bagi wisatawan, meliput:
a. Pelayanan makan dan minum, yang dapat menyajikan makanan dan minuman yang khas setempat.
b. Pelayanan tenaga kerja, yang sangat dominan sekali dibutuhkan karena salah satu kunci keberhasilan pembangunan objek wisata adalah kemampuan para tenaga kerja untuk mengelola dengan baik suatu kawasan objek wisata.
c. Pelayanan informasi, agar dapat mengatur pengunjung yang datang ke objek wisata untuk menghindari hal-hal yang dapat merusak unsur objek wisata yang dikunjungi, maupun yang dapat menganggu ketenangan pengunjung itu sendiri mengingat arus kunjungan yang datang cenderung akan lebih meningkat.
F. Pola Permukiman
Permukiman merupakan kumpulan tempat tinggal manusia di suatu kawasan tertentu. Manusia biasa membangun perumahan-perumahan yang berdekatan satusamalain, karena pola interaksi manusia sebagai makhluk sosial. Permukimanpermukiman yang dibangun oleh penduduk di suatu kawasan akan sangat tergantung kepada kondisi lingkungan di kawasan tersebut. Oleh karena itu, pola-pola pemukiman di setiap wilayah memiliki ciri tersendiri. Namun secara umum, terdapat tiga pola permukiman yang banyak dijumpai di Indonesia, yaitu pola memanjang (linier), pola terpusat (nucleated), dan pola tersebar (dispersed).
1. Pola Memanjang (Linear)
Pola memanjang permukiman penduduk dikatakan linier bila rumah-rumah yang dibangun membentuk pola berderet-deret hingga panjang. Pola memanjang umumnya ditemukan pada kawasan permukiman yang berada di tepi sungai, jalan raya, atau garis pantai seperti:
a. Pola Permukiman Linear di Sepanjang Alur Sungai
Permukiman penduduk di sepanjang alur sungai biasanya terbentuk di sisi kanan dan kiri sungai dan memanjang dari hulu hingga ke hilir.
b. Pola Permukiman Linear di Sepanjang Jalan Raya
Jalan raya yang ramai membantu pertumbuhan ekonomi peduduk yang tinggal di sekitarnya untuk membangun permukiman di sepanjang jalan raya.
Gambar 2.1 Pola Permukiman Linear di Sepanjang Jalan Raya c. Pola Permukiman Linear Mengikuti Garis Pantai
Pola permukiman ini biasanya dibangun oleh penduduk yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Pada daerah ini pemukiman terbentuk memanjang mengikuti garis pantai. Hal itu untuk memudahkan
penduduk dalam melakukan kegiatan ekonomi yaitu mencari ikan ke laut.
Gambar 2.2 Pola Permukiman Memanjang Mengikuti Garis Pantai
2. Pola Terpusat (Nucleated)
Pola terpusat merupakan pola permukiman penduduk di mana rumah- rumah yang dibangun memusat pada satu titik. Pola terpusat umumnya ditemukan pada kawasan permukiman di desa-desa yang terletak di kawasan pegunungan. Pola ini biasanya dibangun oleh penduduk yang masih satu keturunan.
Gambar 2.3 Pola Permukiman Terpusat
3. Pola Tersebar (Dispersed)
Pada pola tersebar, rumah-rumah penduduk dibangun di kawasan luas dan bertanah kering yang menyebar dan agak renggang satu sama lain.
Sebagaimana kamu ketahui, bahwa dalam persebarannya biasanya penduduk membangun rumah di kawasan-kawasan yang dapat menunjang kegiatan kesehariannya, terutama kegiatan yang menunjang ekonomi mereka.
Gambar 2.4 Pola Permukiman Tersebar G. Dampak Pengembangan Pariwisata
1. Pengertian Dampak
Dampak menurut kosa kata Bahasa Indonesia berarti akibat. Dampak postif adalah dampak yang menguntungkan dan dampak negatif adalah dampak yang merugikan. Dampak merupakan sebuah konsep pengawasan internal sangat penting, yang dengan mudah dapat diubah menjadi sesuatu yang dipahami dan ditanggapi secara serius oleh manajemen. Adapun dampak menurut para ahli, yaitu:
a. Otto Soemarwoto Dampak adalah pengaruh suatu kegiatan
b. Schemel (1976) Dampak adalah tingkat perusakan terhadap tata-guna tanah lainnya yang ditimbulkan oleh suatu pemanfaatan lingkungan tertentu.
c. Dampak menurut Waralah Rd Christo, (2008) adalah sesuatu yang diakibatkan oleh sesuatu yang dilakukan, bisa positif atau negatif atau pengaruh kuat yg mendatangkan akibat (baik negatif maupun positif).
d. Pengertian Dampak secara umum menurut Hikmah Arif (2009), dalam hal ini adalah segala sesuatu yang ditimbulkan akibat adanya ‘sesuatu’.
Dampak itu sendiri juga bisa berarti, konsekwensi sebelum dan sesudah adanya ‘sesuatu’.
2. Pengertian Dampak Pariwisata
Menurut Faizun (2009), dampak pariwisata adalah perubahan- perubahan yang terjadi terhadap masyarakat sebagai komponen dalam lingkungan hidup sebelum ada kegiatan pariwisata dan setelah ada kegiatan pariwisata. Identifikasi dampak diartikan sebagai suatu proses penetapan mengenai pengaruh dari perubahan sosial ekonomi yang terjadi terhadap masyarakat sebelum ada pengembangan pembangunan dan setelah adanya pengembangan pembangunan.
3. Dampak Pengembangan Pariwisata
Pariwisata merupakan suatu kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat, sehingga memberikan berbagai dampak terhadap masyarakat setempat. Bahkan pariwisata mampu membuat masyarakat setempat mengalami perubahan dalam berbagai aspek kehidupan baik secara ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya,
pertahanan, dan keamanan. Hal tersebutlah yang mengakibatkan dampak akan sebuah pariwisata menjadi studi yang paling sering mendapatkan perhatian masyarakat karena sifat pariwisata yang dinamis dan melibatkan banyak pemangku kepentingan.
Gambar 2.5 Hubungann Manusia-Lingkungan dan Perubahan
Pariwisata tentu saja akan memberikan dampak baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Pengembangan pariwisata dan kunjungan wisatawan yang meningkat dapat menimbulkan dampak atau pengaruh positif maupun negatif dan yang terkena dampak tersebut adalah masyarakat, lingkungan, ekonomi, serta sosial
Masyarakat dalam lingkungan suatu obyek wisata sangatlah penting dalam kehidupan suatu obyek wisata karena mereka memiliki kultur yang dapat menjadi daya tarik wisata, dukungan masyarakat terhadap tempat wisata berupa sarana kebutuhan pokok untuk tempat obyek wisata, tenaga kerja yang memadai dimana pihak pengelola obyek wisata memerlukan penunjang keberlangsungan hidup obyek wisata dan memuaskan masyarakat yang memerlukan pekerjaan dimana membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
Suatu tempat wisata yang direncanakan dengan baik, tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi yang memperbaiki taraf, kualitas dan pola hidup komunitas setempat, tetapi juga peningkatan dan pemeliharaan lingkungan yang lebih baik. Bila dilakukan dengan benar dan tepat maka pariwisata dapat memaksimalkan keuntungan dan dapat meminimalkan permasalahan. Penduduk setempat mempunyai peran yang sangat penting
mau tidak mau terlibat langsung dalam aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan kepariwisataan di daerah tersebut. Akan tetapi apabila suatu obyek wisata tidak dikembangkan atau ditangani dengan baik atau tidak direncanakan dengan matang, dapat menyebabkan kerusakan baik secara lingkungan maupun dampak-dampak negatif terhadap ekonomi maupun sosial.
Menurut Pitana dan Diarta (2009 :185) Dalam buku Pengantar Ilmu Pariwisata bahwa secara teoritis mengemukakan dampak pariwisata terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat lokal dikelompokan ke dalam empat kelompok, yakni:
a. Kondisis suku masyarakat b. Tingkat pendidikan
c. Mata pencaharian d. Pendapatan penduduk
Menurut Robert Cristie Mill (1990), Secara ringkas kegiatan pariwisata dapat memberikan dampak positif atau negatif di bidang ekonomi:
Dampak positif :
a. Terbuka lapangan pekerjaan baru
b. Meningkatkan taraf hidup dan pendapatan masyarakat
c. Meningkatkan nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing
d. Membantu menanggung beban pembangunan sarana dan prasarana setempat
e. Meningkatkan kemampuan manajerial dan keterampilan masyarakat yang memacu kegiatan ekonomi lainnya.
Dampak negatif:
a. Meningkatkan biaya pembangunan sarana dan prasarana
b. Meningkatkan harga barang-barang lokal dan bahan-bahan pokok c. Peningkatan yang sangat tinggi tetapi hanya musiman, sehingga
pendapatan masyarakat naik dan turun
d. Mengalirnya uang keluar negeri karena konsumen menuntut barang-barang impor untuk bahan konsumsi tertentu.
Menurut Robert Cristie Mill. Dampak ini seringkali disoroti sebagai dampak negatif dan perkembangan pariwisata, padahal sebenarnya pariwisata juga membawa dampak positif dalam segi sosial dan budaya.
Adapun dampak positif dan negatif, yakni:
Dampak positif:
a. Terpeliharanya monument yang menyimpan nilai-nilai budaya dan tempat-tempat yang bersejarah.
b. Terpeliharanya kebudayaan tradisional, seni, tarian, adat istiadat dan cara berpakaian.
Dampak Negatif:
a. Rusaknya monument dan kebudayaan dan tempat-tempat bersejarah karena ulah manusia.
b. Komersialisasi budaya.
c. Meningkatnya kriminalitas, konsumerisme masyarakat lokal dan pelacuran.
d. Terkikisnya nilai-nilai budaya dan norma-norma masyarakat karena interaksi dengan masyarakat asing.
Baik secara langsung atau tidak, kegiatan pariwisata yang terjadi di suatu daerah atau wilayah akan memberikan dampak terhadap masyarakat yang tinggal di daerah atau wilayah tersebut. Dampak yang ditimbulkan meliputi dampak fisik, ekonomi, dan sosial.
Menurut Triwahyudi (2002), terdapat beberapa manfaat utama pariwisata yakni:
a. Pariwisata dapat menciptakan diversifikasi produk, menjadikan ekonomi lokal tidak hanya tergantung pada sektor utama.
b. Sektor pariwisata adalah sektor yang padat karya, sehingga dapat menciptakan kesempatan kerja yang besar bagi generasi muda.
c. Pertumbuhan sektor pariwisata menghasilkan penambahan dan perbaikan fasilitas yang tidak hanya digunakan oleh wisatawan, tetapi juga oleh penduduk.
d. Pariwisata menciptakan kesempatan bagi munculnya produk- produk baru, fasilitas pelayanan dan pengembangan bisnis yang sudah ada.
e. Pariwisata dapat mempercepat permukiman pengembangan permukiman.
f. Pariwisata dapat meningkatkan pelayanan transportasi di suatu wilayah.
g. Pariwisata dapat meningkatkan kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi bagi masyarakat.
h. Pariwisata menggaris bawahi kebutuhan pengaturan yang tepat melalui kebijakan dan rencana yang efektif, untuk menjamin kelestarian lingkungan agar tetap terjaga.
i. Pariwisata dapat meningkatkan interaksi sosial antara masyarakat dengan wisatawan domestik maupun internasional yang akan memperluas wawasan masyarakat setempat.
j. Pariwisata dapat meningkatkan infrastruktur.
Menurut Yoeti (2008), bahwa terdapat faktor penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara yang disebabkan akibat adanya kegiatan pariwisata, diantaranya adalah:
a. Peningkatan kegiatan perekonomian sebagai akibat dibangunya prasarana dan sarana demi pengembangan pariwisata sehingga memungkinkan orang-orang melakukan aktivitas ekonominya dari suatu tempat ke tempat lainnya, baik dalam satu wilayah negara tertentu, maupun dalam kawasan internasional pun.
b. Meningkatkan industri-industri baru yang erat kaitannya dengan pariwisata;
c. Meningkatkan hasil pertanian dan peternakan untuk kebutuhan hotel dan restoran;
d. Meningkatkan permintaan terhadap handicraft, souvenir goods,
e. Memperluas barang-barang lokal untuk lebih dikenal oleh dunia internasional termasuk makanan dan minuman;
f. Memberikan kesempatan berusaha, kesempatan kerja, peningkatan penerimaan pajak bagi pemerintah, dan peningkatan pendapatan nasional;
g. Membantu membangun daerah-daerah terpencil yang selama ini tidak tersentuh pembangunan;
h. Mempercepat perputaran perekonomian pada negara-negara penerima kunjungan wisatawan (Tourist Receiving Countries);
i. Dampak penggandaan yang ditimbulkan pengeluaran wisatawan, sehingga memberi dampak positif bagi pertumbuhan daerah tujuan wisata (DTW) yang dikunungi wisatawan.
Gambar 2.6 Dampak Pariwisata pada umumnya
H. Kerangka Pikir
Rumusan Masalah :
1. Faktor apa yang mempengaruhi dampak pengembangan pariwisata terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di pantai Gedo kabupaten Nabire ?
2. Bagaimana strategi dalam penanggulangan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebagai dampak pengembangan pariwisata di pantai Gedo Kabupaten Nabire ?
Metode Analisis :
1. Analisis Chi-Kuadrat 2. Analisis SWOT Kajian Teori :
Menurut Cohen dalam (Pitana dan Diarta, 2009), secara teoritis mengemukakan dampak pariwisata terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat lokal dikelompokan ke dalam delapan kelompok, yakni:
a. Kondisi suku masyarakat b. Tingkat pendidikan c. Mata pencarian d. Pendapatan penduduk
Kesimpulan
Latar Belakang :
Pariwisata saat ini telah dilakukan program untuk pengembangan, namun masi saja timbul dampak kondisi sosial ekonomi masyarakat terhadap perkembangan wisata pantai gedo di Kabupaten Nabire.
Perlu adanya kebijakan yang lebih tepat dan efektif untuk menanggulangi timbulnya dampak kondisi sosial ekonomi masyarakat terhadap perkembangan wisata pantai gedo di Kabupaten Nabire.
Manfaat Penelitian :
Sebagai bahan masukan bagi pemerintah Kabupaten Nabire khusunya Dinas pariwisata dalam pembangunan/pengembangan wilayah dan Memberikan gambaran terkait strategi penanggulangan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebagai dampak pengembangan pariwisata di Gedo kabupaten Nabire atau Sebagai bahan kajian dan informasi bagi calon peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian sejenis.
Tujuan Penelitian :
1. Untuk mengetahui faktor apa yang
mempengaruhi dampak
pengembangan pariwisata terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di pantai Gedo kabupaten Nabire ?
2. Bagaimana strategi dalam penanggulangan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebagai dampak pengembangan pariwisata di pantai Gedo kabupaten Nabire ?
BAB III
METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini berlokasi di Kawasan Wisata Pantai Gedo Kabupaten Nabire Provinsi Papua. Penulis mengambil studi kasus di Wisata Pantai Gedo karena mengingat potensi yang ada di Pantai ini sebagai bagian dari kawasan wisata di Kabupaten Nabire letaknya yang strategis dan waktu penelitian ini selama 3 Bulan dari bulan Januari sampai bulan Maret 2017.
B. Objek Penelitian
Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat terhadap pengembangan pariwisata di pantai Gedo Kabupaten Nabire Provinsi Papua . dengan lokasi penelitian di kawasan Wisata Pantai Gedo dan subjek dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang berdomisili di sekitar kawasan wisata pantai Gedo tersebut.
C. Populasi
Jumlah penduduk yang ada di kawasan wisata pantai Gedo sebanyak ± 125 jiwa yang terdiri dari, 32 orang sebagai pedagang, 31 orang sebagai petani, 31 orang sebagai nelayan, 31 orang sebagai PNS.
D. Teknik Pengumpulan Data
Adapun metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah:
1. Teknik Observasi
Observasi lapangan adalah suatu teknik penyaringan data melalui pengamatan langsung di lapangan secara sistematika mengenai fenomena yang diteliti.
2. Teknik Wawancara
Metode ini dilakukan dengan cara wawancara dan diskusi langsung dengan masyarakat setempat dan wawancara langsung dengan instansi yang terkait yaitu dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nabire, Dinas Tata ruang Kabupaten Nabire,Kepala BAPPEDA Kabupaten Nabire .
3. Pertanyaan (Questioner).
Yaitu teknik pengumpulan data dengan menyajikan beberapa pertanyaan dalam bentuk tertulis. Pertanyaan ditujukan kepada masyarakat yang bermukim di Lokasi Penelitian.
4. Pendataan Instansional
Metode ini diperoleh melalui instansi terkait guna mengetahui data kualitatif dan kuantitatif obyek penelitian.s
5. Kepustakaan (library research)
Adalah cara pengumpulan data dan informasi melalui literatur yang terkait dengan studi seperti Literatur yang terkait dengan pariwisata dan yang berhubungan dengan studi yang diperoleh melalui literatur, makalah ilmiah, dan internet.
E. Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Metode Pendekatan Analisis Kualitatif
Analisis deskriptif kualitatif adalah analisis yang dilakukan dengan mendeskripsikan kondisi atau keadaan yanng terjadi dilapangan, dimana data dan informasi tersebut tidak dapat dianalisa secara kuantitatif, sehingga memerlukan penjelasan melalui pembahasan.
2. Metode Pendekatan Analisis Kuantitatif
Metode analisis kuantitatif adalah metode analisis yang digunakan dengan cara mengolah dan menginterprestasikan data yang berbentuk angka dengan perhitungan yang bersifat matematis. Metode analisis ini digunakan untuk mengetahui dampak kondisi sosial ekonomi masyarakat terhadap pengembangan pariwisata di pantai Gedo Kabupaten Nabire Provinsi Papua menggunakan Analisis Che Kuadrat/Che Square dan analisis SWOT .
a. Metode Analisis Chi Kuadrat
Untuk menjawab rumusan masalah yang pertama yaitu Apa Dampak Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Terhadap Pengembangan Wisata Pantai Gedo di Kabupaten Nabire yaitu dengan menggunakan Analisis Chi-Kuadrat menurut Hartono (2012: 213) yaitu:
𝑋2 = ∑(𝑓𝑜 − 𝑓ℎ)2 𝑓ℎ Keterangan:
X2 = Chi-Kuadrat
fo = Frekuensi Observasi fh = Frekuensi Harapan
Untuk menghitung frekuensi yang diharapkan, digunakan rumus:
𝑓ℎ =𝑛𝑖𝑜− 𝑛𝑜𝑗 𝑁
Dimana:
fh = Frekwensi yang diharapkan nio = Jumlah Nilai Baris
noj = Jumlah Nilai Kolom N = Jumlah Sampel
[Sumber: Sugiyono (1999:175)
Penarikan kesimpulan dapat dilakukan apabila keadaan berikut tercapai yakni: X2hitung < X2tabel yang berarti H0 diterima, sebaliknya apabila X2hitung > X2tabel berarti H0 ditolak. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Posisi dimana H0 ditolak (Terdapat Pengaruh)
-X2tabel+X2tabel
-X2tabel+X2tabel
Posisi dimana H0 diterima (Tidak ada Pengaruh)
-X2tabel +X2tabel
Untuk mengetahui koefisien variabel X terhadap variabel Y berdasarkan hasil yang diperoleh, gunakan uji kontingensi, yaitu:
𝑐 = √ 𝑥2 (𝑛 + 𝑥2)
Dimana:
C = Hasil Koefisien Kontingensi
X2 = Hasil Chi-Kuadrat yang dihitung n = Jumlah Sampel
Sumber: Husaini, Purnomo (2008:277)
Gambar 3.1 Posisi dimana H0 ditolak (sumber : husnaini, purnomo (2008:277)
Gambar 3.2 Posisi dimana H0 diterima (sumber : husnaini, purnomo (2008:277)
Untuk mengetahui besar hubungan variabel X dengan Y digunakan patokan interprentase (Skala Likert) dengan nilai porsentase yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut :
Tabel 3.1 Nilai Skala Likert
Skala Likert Hubungan
0,00 – 0,19 0,20 – 0,39 0,40 – 0,59 0,60 – 0,79 0,80 – 1,00
Hubungan sangat lemah Hubungan lemah
Hubungan sedang Hubungan kuat
Hubungan sangat kuat
Sumber: Maria M.L 2000 dalam Arianti (2009:11)
b. Metode Analsisis SWOT
Analisis SWOT adalah instrumen yang digunakan untuk melakukan analisis strategis. Menurut Drs. Robert Simbolon, MPA (1999), analisis SWOT merupakan suatu alat yang efektif dalam membantu menstrukturkan masalah, terutama dengan melakukan analisis atas lingkungan strategis, yang lazim disebut sebagai lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Dalam lingkungan internal dan eksternal ini pada dasarnya terdapat empat unsur yang selalu dimiliki dan dihadapi, yaitu secara internal memiliki sejumlah kekuatan- kekuatan (Strengths) dan kelemahan-kelemahan (Weaknesses), dan secara eksternal akan berhadapan dengan berbagai peluang-peluang
Kegiatan yang paling penting dalam proses analisis SWOT adalah memahami seluruh informasi dalam suatu kasus, menganalisis situasi untuk mengetahui isu apa yang sedang terjadi dan memutuskan tindakan apa yang harus segera dilakukan utuk memecahkan masalah (Freddy Rangkuti, 2001:14).
SWOT merupakan singkatan dari strengths (kekuatan-kekuatan), weaknesses (kelemahan-kelemahan), opportunities (peluang-peluang) dan threats (ancaman-ancaman). Pengertian-pengertian kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam analsis SWOTadalah sebagai berikut :
Kekuatan (Strengths)
Kekuatan adalah sumber daya, keterampilan atau keunggulan lain relatif terhadap pesaing dan kebutuhan dari pasar suatu perusahaan (Amin W.T, 1994:75).
Kelemahan (Weaknesses)
Kelemahan adalah keterbatasan/kekurangan dalam sumber daya alam, keterampilan dankemampuan yang secara serius menghalangi kinerja efektif suatu perusahaan (Amin W.T, 1994:75).
Peluang (Opportunities)
Peluang adalah situasi/kecenderungan utama yang menguntungkan dalam lingkungan perusahaan (Amin W.T, 1994:74)
Ancaman (Threats)
Ancaman adalah situasi/kecenderungan utama yang tidak menguntungkan dalam lingkungan perusahaan (Amin W.T, 1994:74)
Menurut Freddy Rangkuti (200), analisis SWOT adalah suatu identifikasi faktor strategis secara sistematis untuk merumuskan strategi.
Strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai tujuan (Porter : 1985). Sedangkan menurut Freddy Rangkuty (200:183) strategi adalah perencanaan induk yang komprehensive yang menjelaskan bagaimana mencapai semua tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Berdasarkan kamus popular (Mas’ud, 2000) strategi adalah siasat.Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa strategi adalah siasat atau perencanaan induk yang komprehensive dan sebagai alat penting yang menjelaskan bagaimana mencapai semua tujuan.
Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang, namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman. Proses pengambilan keputusan harus menganalsis faktor-faktor strategis dalam kondisi saat ini. Hal ini disebut dengan analisis situasi, model yang paling popular disebut analisis SWOT.
1) Langkah Menyusun Analisis SWOT Pengumpulan data
yang berhubungan erat dengan studi dan objek penelitian. Data yang dikumpulkan dapat berupa data primer maupun sekunder.
Data primer didapat melalui beberapa metode. Menurut Moh. Nazir Ph.d (1988), metode pengumpulan data primer antara lain :
Metode Pengamatan Langsung
Metode ini cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. Cara mencatat pengamatan tidak mempunyai standar tertentu yang terpenting adalah fenomena dapat dicatat dan prilaku dapat diketahui dengan jelas.
Metode dengan menggunakan Pertanyaan
Kuesioner
Kuesioner adalah sebuah set pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian dimana yang menulis isiannya adalah responden.
Wawancara
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara penanya dengan penjawab dengan menggunkan alat yang dinamakan paduan wawancara (interview guide)
Analisis
Analisis merupakan suatu proses yang dapat memberi makna pada data dalam memecahkan permasalahan penelitian