Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas skripsi yang berjudul “Analisis Perkembangan Usaha Pedagang Wanita Pasar Kranggan Sebelum dan Sesudah Pemberian Kredit Pada Koperasi Pasar Rukun Agawe Santoso” . Ibu Supraptiya dan Ny. Partina selaku pengurus Koperasi Pemasaran Rukun Agawe Santoso (RAS) yang membantu terlaksananya penelitian ini.
Latar Belakang Masalah
Banyak lembaga keuangan formal dan informal yang menyasar pedagang perempuan di Pasar Kranggan sebagai nasabahnya. Untuk itu penulis melakukan penelitian dengan judul “Analisis Perkembangan Usaha Pedagang Wanita di Pasar Kranggan Sebelum dan Sesudah Pemberian Kredit Pada Koperasi Pasar Rukun Agawe Santoso”.
Identifikasi Masalah
Omzet penjualan dan jumlah konsumen yang diperoleh pedagang perempuan di Pasar Kranggan tetap dan/atau berkurang. Pedagang perempuan di Pasar Kranggan menghadapi kesulitan dalam memperoleh pinjaman modal yang biasanya disertai persyaratan yang sulit.
Batasan Masalah
Perkembangan Usaha
Maka penelitian ini mengukur perkembangan usaha pedagang wanita di Pasar Kranggan dengan menggunakan pendapatan penjualan, jumlah konsumen dan jumlah tabungan. Berdasarkan penjelasan tersebut maka modal memegang peranan penting dalam perkembangan usaha para pedagang, termasuk pedagang perempuan di Pasar Kranggan.
Omzet Penjualan
Dengan anggaran yang tetap, pembelian suatu produk dapat mengubah jumlah dana yang tersedia untuk membeli produk lainnya. Berdasarkan pengertian omzet penjualan juga dapat diketahui bahwa banyak atau tidaknya konsumen membeli dapat mempengaruhi besarnya omzet penjualan yang diperoleh.
Konsumen
Sama seperti teori hubungan Y, C dan S, ketika pendapatan yang diperoleh pedagang perempuan kecil maka jumlah uang yang mereka simpan juga akan kecil karena pendapatan tersebut akan diubah menjadi modal untuk membeli barang untuk dijual kembali. Kedua, menurut pandangan modern, Keynes menyatakan bahwa tabungan berdampak negatif pada tingkat pendapatan rendah.
Kredit
Kredit yang diberikan oleh suatu lembaga keuangan didasarkan pada kepercayaan, sehingga kredit merupakan pemberian kepercayaan. Pemberian kredit dapat dikatakan sebagai kestabilan perekonomian, karena dengan pemberian kredit akan menambah jumlah barang yang dibutuhkan masyarakat. Kredit yang diberikan Koperasi Pasar RAS kepada pedagang perempuan di Pasar Kranggan dapat meningkatkan semangat usaha pedagang perempuan.
Berdasarkan jenis-jenis kredit di atas, maka dari segi kredit, jenis kredit yang diberikan Koperasi Pasar RAS kepada pedagang wanita di Pasar Kranggan termasuk kredit dagang.
Kerangka Berpikir
Ha1 : Terdapat peningkatan omzet penjualan pedagang perempuan di Pasar Kranggan setelah menerima kredit dibandingkan sebelum menerima kredit dari Koperasi Pasar Rukun Agawe Santoso. Ha4: Terdapat hubungan positif antara jumlah pinjaman kredit di Koperasi Pasar Rukun Agawe Santoso dengan omzet penjualan pedagang perempuan di Pasar Kranggan. Ha5: Terdapat hubungan positif antara jumlah pinjaman kredit di Koperasi Pasar Rukun Agawe Santoso dengan jumlah pedagang konsumen perempuan di Pasar Kranggan.
Ha6: Terdapat hubungan positif antara jumlah pinjaman kredit di Koperasi Pasar Rukun Agawe Santoso dengan jumlah simpanan pedagang perempuan di Pasar Kranggan.
Tempat dan Waktu Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ex-post facto, yaitu pengumpulan data setelah peristiwa yang menarik terjadi. Pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan angka-angka, dimulai dengan mengumpulkan data, menafsirkan data tersebut, dan menampilkan hasilnya (Arikunto.
Definisi Operasional Variabel Penelitian
Jumlah konsumen dalam penelitian ini adalah jumlah seluruh masyarakat yang membeli barang dari pedagang wanita di Pasar Kranggan dalam kurun waktu satu bulan. Jumlah yang ditabung dalam penelitian ini adalah jumlah yang ditabung oleh pedagang perempuan dengan menyisihkan penghasilannya dari berdagang. Jangka waktu menabung dalam penelitian ini adalah satu bulan, baik untuk uang yang disimpan di koperasi maupun di bank.
Besaran kredit dalam penelitian ini adalah sejumlah uang yang diberikan Koperasi Pasar Rukun Agawe Santoso kepada pedagang wanita di Pasar Kranggan dalam kurun waktu satu bulan.
Populasi
Wawancara
Wawancara terstruktur adalah wawancara yang dilakukan secara terencana dengan berpedoman pada instrumen (daftar pertanyaan) yang telah dipersiapkan sebelumnya (Sugiyono.
Dokumentasi
Instrumen Penelitian
Uji Validitas Instrumen
Teknik Analisis Data
- Analisis Statistik Deskriptif
- Analisis Kuantitatif
Dalam penelitian ini digunakan analisis statistik deskriptif untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau mengilustrasikan data responden yang dikumpulkan melalui wawancara terstruktur. Uji pasangan berpasangan Wilcoxon atau uji peringkat bertanda Wilcoxon digunakan untuk menguji hipotesis yang membandingkan dua sampel yang berkorelasi dengan skala data minimal skala ordinal (peringkat). Pada penelitian ini uji Wilcoxon Signed Rank Test digunakan untuk menguji perbedaan perkembangan usaha pedagang perempuan di Pasar Kranggan antara sebelum dan sesudah persetujuan kredit.
Dalam penelitian ini Spearman Rank digunakan untuk menguji hubungan jumlah kredit yang diberikan Koperasi Pasar RAS dengan perkembangan usaha (omzet penjualan, jumlah konsumen dan jumlah tabungan) pedagang wanita di Pasar Kranggan.
Hasil Penelitian
Gambaran Umum Pasar Kranggan
Karakteristik Pedagang Pasar Kranggan Berdasarkan Gender dan Tipe Negara Tipe Negara Gender. Berdasarkan tabel 4 di atas, sebagian besar pedagang di Pasar Kranggan adalah pedagang perempuan dengan jumlah pedagang sebanyak 509 orang yang terdiri dari 72 pedagang kios dan 437 pedagang kios. Pedagang laki-laki kini berjumlah 182 orang, terdiri dari 54 pedagang kios dan 128 pedagang kios.
Perubahan tersebut antara lain kebijakan mempercantik pasar, memperpanjang jam buka, menawarkan pusat memasak, menawarkan pusat IT di lantai dua dan menjadikan pasar Kranggan sebagai pasar wisata.
Deskripsi Responden
Dari Tabel 6 diketahui responden yang belum menikah tidak ada dan yang sudah menikah sebanyak 49 orang (90,7%). Jenis usaha penjualan arang, bandeng, bumbon, jajanan pasar, makanan sehari-hari dan sembako masing-masing berjumlah 2 responden. Deskripsi responden berdasarkan alasan memilih berdagang Pada bagian ini menyajikan informasi mengenai data karakteristik responden berdasarkan alasan memilih berdagang.
Berdasarkan tabel 9 diatas, sebanyak 37 responden atau 68,5% responden memilih bekerja sebagai pedagang atas inisiatif sendiri, 2 responden atau 3,7% meningkatkan pendapatannya dan 15 responden atau 27 orang melanjutkan usaha orang tuanya. 0,8%.
Deskripsi Kredit
Berdasarkan Tabel 11 diketahui jumlah kredit yang paling banyak dipinjam oleh responden adalah sekitar Rp100.000,00. Setiap pedagang perempuan di Pasar Kranggan mempunyai opsi pembayaran cicilan yang berbeda-beda, artinya jangka waktu pembayaran yang dipilih juga berbeda-beda. Sedangkan jangka waktu yang dipilih responden paling sedikit adalah tahun, dimana jumlah responden sebanyak 1 orang (1,9%).
Besaran kredit usaha yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sejumlah uang yang diterima dari pinjaman yang dipinjam untuk keperluan usaha responden seperti pembelian barang, gaji pegawai atau perluasan lingkungan usaha.
Deskripsi Perkembangan Usaha
Untuk lebih mudah memahami perbedaan omzet penjualan sebelum dan sesudah menerima kredit Koperasi Pasar RAS dapat dilihat pada diagram batang pada Gambar 6. Minimal omzet penjualan dalam sebulan yang diterima responden sebelum dan sesudah menerima kredit adalah sebesar Rp. Untuk memudahkan melihat perbedaan jumlah konsumen sebelum dan sesudah menerima kredit Koperasi Pasar RAS dapat dilihat pada diagram batang pada Gambar 7.
Untuk memudahkan melihat perbedaan jumlah tabungan sebelum dan sesudah menerima kredit Koperasi Pasar RAS dapat dilihat pada diagram batang pada Gambar 8.
Uji Prasyarat Analisis
Pengujian Hipotesis
Hasil pengujian pada Tabel 23 menunjukkan nilai Z sebesar -4,618 dengan p-value (Asymp. Say 2 Tail) sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05. Artinya Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat perbedaan omset pedagang perempuan di Pasar Kranggan antara sebelum dan sesudah mendapat kredit dari Koperasi Pasar RAS. Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 24 menunjukkan bahwa terdapat 2 responden yang pendapatan penjualannya lebih rendah dibandingkan sebelumnya yang menerima Kredit RAS Market Share dengan selisih rata-rata sebesar 33,75 dan selisih total sebesar 67,50.
Jumlah Konsumen
Berdasarkan hasil analisis pada tabel 26 terlihat terdapat 2 responden yang mengalami penurunan jumlah konsumen dengan mean selisih 28 dan selisih 56. Sebaliknya 37 responden mengalami peningkatan jumlah konsumen. jumlah konsumen dengan rata-rata selisih 19,57 dan selisih jumlahnya 724.
Jumlah Tabungan
Hasil analisis dengan menggunakan uji Spearman Rank mengenai hubungan jumlah kredit dengan pendapatan penjualan dapat dilihat pada Tabel 29 dibawah ini :. Hasil Korelasi Kredit Dengan Jumlah Konsumen Nilai Korelasi Variabel Arti Hasil Jumlah Kredit dan. Dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin besar jumlah kredit maka jumlah konsumen akan semakin meningkat.
Hasil Korelasi Kredit dan Jumlah Tabungan Variabel Nilai Korelasi Signifikansi Hasil Jumlah Kredit dan.
Pembahasan Hasil Penelitian
- Perbedaan antara Omzet Penjualan Sebelum dengan Sesudah Pemberian Kredit oleh Koperasi Pasar RAS
- Perbedaan antara Jumlah Konsumen Sebelum dengan Sesudah Pemberian Kredit oleh Koperasi Pasar RAS
- Perbedaan antara Jumlah Tabungan Sebelum dengan Sesudah Pemberian Kredit oleh Koperasi Pasar RAS
- Hubungan antara Kredit yang dipinjam pada Koperasi Pasar RAS dengan Omzet Penjualan Pedagang Perempuan di Pasar Kranggan
- Hubungan antara Kredit yang dipinjam pada Koperasi Pasar RAS dengan Jumlah Konsumen Pedagang Perempuan di Pasar Kranggan
- Hubungan antara Kredit yang dipinjam pada Koperasi Pasar RAS dengan Jumlah Tabungan Pedagang Perempuan di Pasar Kranggan
Selain itu, hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata omzet pedagang perempuan meningkat setelah mendapat kredit Koperasi Pasar RAS. Selisih jumlah konsumen sebelum dan sesudah pemberian kredit oleh Koperasi Pasar RAS Pemberian kredit oleh Koperasi Pasar RAS. Selisih jumlah simpanan sebelum dan sesudah peminjaman oleh Koperasi Pasar RAS Peminjaman oleh Koperasi Pasar RAS.
Jumlah simpanan pedagang perempuan setelah diberikan kredit Koperasi Pasar RAS mengalami peningkatan dibandingkan sebelum menerima kredit, hal ini ditunjukkan dengan peningkatan jumlah simpanan sebesar 162,22%.
Kesimpulan
Terdapat hubungan positif dan signifikan antara jumlah pinjaman kredit pada Koperasi Pasar Rukun Agawe Santoso dengan jumlah pedagang konsumen perempuan di Pasar Kranggan. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara jumlah pinjaman kredit pada Koperasi Pasar Rukun Agawe Santoso dengan jumlah simpanan pedagang wanita di Pasar Kranggan.
Saran
Hal ini menunjukkan adanya pedagang yang tidak dapat membayar kredit tepat waktu atau mempunyai peringkat kredit yang buruk karena tingkat bunga yang tidak sesuai dengan kemampuan pedagang perempuan dan adanya penurunan omzet penjualan (2 responden). Oleh karena itu, diharapkan pemerintah dapat memberikan bantuan permodalan dengan memperhatikan nasib pedagang perempuan di pasar Kranggan dan memantau penggunaan bantuan tersebut. Dengan memberikan dukungan permodalan dan memantau dukungan permodalan ini, para pedagang perempuan di Pasar Kranggan dapat lebih memanfaatkan bantuan ini dengan benar untuk usahanya dan tidak akan ada lagi kredit macet.
Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini berisi informasi terbatas mengenai kondisi sebelum menerima kredit dari Koperasi Pemasaran Rukun Agawe Santoso. Dengan demikian, penelitian ini hanya dapat memberikan informasi mengenai perbedaan ketiga variabel sebelum dan sesudah menerima kredit serta hubungan kredit dengan ketiga variabel tersebut. Pengaruh Pemberian Kredit Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Di Kota Bandung (Studi Kasus Pinjaman Cinta Rakyat Pada Bank BJB KCP Mochamad Toha).
Judul Penelitian : Analisis Perkembangan Usaha Perempuan Pedagang Pasar Kranggan Sebelum dan Sesudah Pemberian Kredit Oleh Koperasi Pasar Rukun Agawe Santoso.
Kredit
Sehubungan dengan hal tersebut, mohon untuk menyampaikan pendapat Anda terhadap setiap pernyataan pada lembar evaluasi ini.
Perkembangan Usaha
Jika terjadi kesalahan instrumen pada aspek material, harap ditulis pada kolom 2 dimana kesalahan tersebut terjadi.
Kesimpulan
Keadaan Umum Responden
Kredit
Perkembangan Usaha
C19a = Pendapatan penjualan harian sebelum C19b = Pendapatan penjualan bulan sebelumnya C20a = Pendapatan penjualan harian setelah C20b = Pendapatan penjualan bulan setelah C21a = Jumlah tabungan harian sebelum C21b = Jumlah tabungan bulan sebelumnya C22a = Jumlah tabungan harian setelah C22b = Jumlah tabungan sebulan setelahnya C25 = Jumlah tabungan yang digunakan untuk operasional sebelum C26 = Jumlah tabungan yang digunakan untuk operasional setelah C27 = Perluasan tempat usaha (1: Tidak, 2: Ya).
Hasil Uji Normalitas
Omzet Penjualan
Jumlah Konsumen
Hasil Uji Wilcoxon Signed Ranks Test Ranks