• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI FULL SINTIA HASTUTI.pdf - Repository UMJ

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI FULL SINTIA HASTUTI.pdf - Repository UMJ"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Fokus dan Subfokus Penelitian

Perumusan Masalah

Kegunaan Penelitian

Sistematika Penulisan

TINJAUAN PUSTAKA

Deskripsi Konseptual Fokus dan Subfokus Penelitian

  • Persepsi Guru
  • Pembelajaran Daring

Persepsi guru terhadap pembelajaran daring merupakan respon atau informasi yang ada di otak guru terhadap pembelajaran daring. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilaksanakan tanpa kontak tatap muka, melainkan melalui platform yang tersedia. Penerapan pembelajaran daring di masa pandemi tentunya memberikan manfaat dan dampak yang dapat membantu proses pembelajaran.

Hasil Penelitian yang Relevan

Arifah Prima S & Iis Prasetyo (2020), penelitiannya bertujuan untuk menyajikan informasi persepsi guru terhadap tantangan penerapan pembelajaran daring di rumah akibat dampak pandemi COVID-19. Dari abstrak tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menyajikan dan membahas persepsi guru terhadap pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19. Perbedaan penelitian diatas dengan penelitian yang akan peneliti lakukan kali ini adalah perbedaan partisipan dimana penelitian diatas mengenai guru PAUD dan peneliti akan melakukan penelitian terhadap guru sekolah dasar.

Penelitian Mustakim (2020) berjudul “Efektivitas pembelajaran daring menggunakan media daring pada masa pandemi Covid-19 pada mata pelajaran matematika”. Hasil penelitian menggambarkan bahwa siswa menilai pembelajaran matematika menggunakan media online sangat efektif (23,3%), sebagian besar menilai efektif (46,7%) dan menilai rata-rata (20%).42. Wahyu Aji Fatma Dewi (2020) dengan judul “Dampak Covid-19 Terhadap Penerapan Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar”.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran daring di rumah bagi siswa sekolah dasar akibat pandemi COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak COVID-19 terhadap pelaksanaan pembelajaran daring di sekolah dasar dapat dilaksanakan. 42 Mustakim, “Efektivitas pembelajaran daring menggunakan media daring pada masa pandemi Covid-19 pada mata pelajaran matematika”, Al Asma: Jurnal Pendidikan Islam, Vol.

Sedangkan penelitian saya merupakan penelitian studi kasus kualitatif dengan tujuan untuk melihat persepsi guru terhadap pembelajaran daring.

METODOLOGI PENELITIAN

Tujuan Penelitian

Tempat dan Waktu Penelitian

Latar Penelitian

Metode dan Prosedur Penelitian

Studi kasus adalah Studi kasus adalah kumpulan informasi sistematis tentang seseorang, kelompok, atau komunitas; lingkungan sosial; atau peristiwa untuk mendapatkan wawasan tentang fungsinya. Dari semua metodologi kualitatif, metodologi ini lebih umum dan dianggap paling mudah, namun studi kasus yang baik tidak mudah untuk dibuat. Pada tahap ini, peneliti mereduksi seluruh informasi yang diperoleh pada tahap observasi untuk fokus pada suatu masalah tertentu.

Setelah ditemukan permasalahan pada tahap observasi, maka pada tahap ini permasalahan dibatasi agar penelitian lebih fokus dan terarah.

Data dan Sumber Data

Berikut hasil wawancara dengan Ny. Siti Aisyah tentang Solusi Faktor Penghambat Pembelajaran Daring di MI Hayatul Islamiyah Cinangka. Dan tantangan yang dialami orang tua juga adalah kurangnya pemahaman terhadap teknologi yang dapat menghambat siswa dalam proses pembelajaran online. Untuk mengetahui informasi dari guru mengenai pelaksanaan pembelajaran daring (online) pada masa pandemi Covid-19 di MI Hayatul Islamiyah Cinangka.

Bagi anak-anak di kelas bawah, orang tua memerlukan bantuan untuk memantau mereka selama pembelajaran online. Apa dampak proses pembelajaran daring ini terhadap guru dan siswa?

Tabel 3.1 Pedoman Wawancara
Tabel 3.1 Pedoman Wawancara

Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan kegiatan mengorganisasikan, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode atau menandai dan mengkategorikannya sehingga diperoleh suatu temuan berdasarkan fokus atau masalah yang ingin dijawab. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, data kualitatif yang biasanya tersebar dan bertumpuk dapat disederhanakan hingga akhirnya mudah dipahami. Analisis data kualitatif sebenarnya dimulai ketika peneliti mulai mengumpulkan data, memilah data mana yang sebenarnya penting atau tidak.53.

Secara umum Miles dan Huberman berasumsi bahwa analisis terdiri dari tiga aliran aktivitas yang terjadi secara bersamaan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan inferensi. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang mempertajam, mengkategorikan, mengarahkan, menghilangkan data yang tidak perlu, dan mengorganisasikan data sedemikian rupa sehingga dapat ditarik kesimpulan akhir dan diverifikasi. perkiraan data yang muncul dari catatan lapangan.55. Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting dan membuang hal-hal yang dianggap tidak perlu. Data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih spesifik dan memudahkan peneliti dalam melakukan pengumpulan data lebih lanjut dan mencari data tambahan bila diperlukan. . menarik kesimpulan.56 Dalam reduksi data, peneliti memilih data yang akan menjadi fokus penelitian sesuai dengan yang ingin diteliti yaitu persepsi guru dalam pelaksanaan pembelajaran daring pada masa wabah Covid-19.

Pada langkah ini peneliti berusaha mengumpulkan data yang relevan sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan dan mempunyai makna tertentu. Penarikan kesimpulan merupakan bagian dari kegiatan konfigurasi yang lengkap 59 Menarik kesimpulan dan memverifikasi kesimpulan berdasarkan hasil dan verifikasi data. Dengan menegaskan makna dari setiap data yang diperoleh, peneliti dapat memperoleh informasi kesimpulan untuk menunjang tercapainya tujuan penelitian.60.

Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif adalah peneliti menarik kesimpulan/verifikasi dari hasil data penelitian yang dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Hayatul Islamiyah Cinangka.

Validitas Data

  • Kredibilitas
  • Transferabilitas
  • Dependabilitas
  • Konfirmabilitas

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum tentang Latar Penelitian

Temuan Penelitian

Faktor pendukung pembelajaran daring disini yang sangat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran adalah berupa alat dan bahan serta sistem aplikasi. “Dan untuk kelas bawah rasanya pembelajaran daring kurang efektif karena masih ada beberapa siswa yang belum bisa membaca sehingga guru kesulitan memberikan penjelasan secara tertulis sehingga diperlukan bantuan video.” 63. Komponen pendukung sangat penting untuk membantu menyukseskan pembelajaran daring dan memperlancar pelaksanaan pembelajaran daring, mulai dari perangkat pembelajaran yang digunakan, aplikasi yang digunakan hingga materi yang akan disampaikan.

Bagi anak kelas bawah, orang tua membutuhkan bantuan dan orang tua diminta untuk mengawasi anaknya selama pembelajaran online.”65. Dan tujuan guru di sini bukan untuk mempersulit orang tua, sehingga memilih WhatsApp saja sudah cukup membantu dalam pembelajaran online. " 67. Kesimpulan dari pernyataan di atas mempunyai arti bahwa para guru di MI Hayatul Islamiyah tidak ingin pembelajaran daring yang berlangsung tanpa batas waktu akan menyulitkan siswa dan orang tuanya, oleh karena itu para guru atas persetujuan kepala sekolah hanya menggunakan aplikasi Whatsapp untuk mengerjakannya. memudahkan siswa, orang tua dan guru.

Tantangan dalam pembelajaran daring adalah kesenjangan teknologi antar sekolah di kota dan daerah besar, terbatasnya kompetensi guru dalam menggunakan aplikasi pembelajaran, terbatasnya sumber daya. Dari pendapat para guru di atas, tantangan yang dirasakan berkisar dari orang tua yang kurang memahami pemanfaatan teknologi, terbatasnya layanan internet dan sulitnya mengukur pemahaman atau kemampuan siswa dengan pembelajaran online. Maka cara guru menyikapi tantangan pembelajaran daring adalah dengan memberikan kebebasan bertanya melalui WhatsApp melalui telepon atau bahkan video call dengan tujuan menanyakan materi yang diberikan.

Jadi, dampak pembelajaran daring adalah sesuatu yang timbul akibat pembelajaran daring yang memberikan dampak positif atau negatif terhadap guru, siswa, dan orang tua.

Pembahasan Temuan Penelitian

Dan faktor pendukung yang terakhir adalah operator (orang yang menjalankan aplikasi) dimana dalam pembelajaran online yang berinteraksi dalam pembelajaran adalah guru dan siswa. Dalam pembelajaran daring, motivasi dari guru sangat diperlukan agar siswa tetap semangat belajar. Pembelajaran daring merupakan metode pengajaran baru bagi guru dan siswa, karena pasti ada tantangan yang dirasakan oleh guru dan siswa bahkan orang tua.

Tantangan bagi guru dalam proses pembelajaran daring adalah tugas yang diberikan kepada siswa tidak diselesaikan oleh siswa, orang tua ikut campur dalam proses pemberian tugas. Bagi siswa kelas bawah, partisipasi guru dan orang tua adalah wajib, dan orang tua diminta untuk membimbing anaknya dalam pembelajaran online. Faktor penghambat utama adalah masih adanya siswa kelas bawah yang belum bisa membaca sehingga menyulitkan proses pembelajaran, masih adanya siswa yang tidak mempunyai handphone, terbatasnya kuota internet untuk mengakses WhatsApp, dan orang tua yang bekerja sehingga tidak dapat membaca. dapat mengarahkan anaknya pada pembelajaran daring.

Pemanfaatan Portal Home Learning Kemendikbud Sebagai Model Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar”, Jurnal Pendidikan Dasar. Observasi yang dilakukan adalah observasi terhadap guru dalam pelaksanaan pembelajaran daring di MI Hayatul Islamiyah, dengan pedoman yang diuraikan sebagai berikut selama observasi RPP diadaptasi untuk pembelajaran online dan terkadang dibagikan oleh guru melalui WhatsApp agar siswa mengetahui tujuan dan langkah proses pembelajaran.

Bu Aisyah sedang melakukan pembelajaran online dan screenshot hasil tugas yang diberikan Bu Aisyah di grup WhatsApp kelas 2.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Tantangan yang dirasakan adalah sulitnya mengukur kemampuan siswa, karena belajar di rumah berarti banyak siswa yang dibantu oleh orang tuanya dalam mengerjakan tugas, masih terdapat orang tua yang belum memahami teknologi, sinyal internet sulit sehingga terlambat mendapatkan informasi. bahan yang disediakan. Dampak dari pembelajaran daring ini bagi siswa adalah kurangnya interaksi antar teman yang menyebabkan hilangnya rasa percaya diri, kemudian dampak yang dialami guru adalah kesulitan dalam menyampaikan materi sehingga kualitas anak menurun dan timbul biaya tambahan untuk pembelajaran tersebut. kuota pembelian. Dan terakhir, dampak yang dirasakan para orang tua adalah mereka perlu memahami teknologi dan memiliki waktu penuh untuk membimbing anaknya di rumah.

Saran

Melakukan interaksi langsung dalam pembelajaran daring dengan tatap muka virtual melalui video dengan menggunakan aplikasi yang mudah dipahami guru, misalnya video conference, teleconferencing, zoom. Apriliana, N.M.A.S. “Permasalahan Pembelajaran Daring Pada Siswa Kelas IV MI Bustanul Mubtadin Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2019/2020”. Dan untuk kelas bawah, pembelajaran daring dirasa kurang efektif karena masih ada beberapa siswa yang belum bisa membaca, sehingga guru kesulitan memberikan penjelasan secara tertulis sehingga memerlukan bantuan video.

Sulit menyampaikan materi kepada siswa kelas bawah jika tidak ada sinyal dan jika orang tua tidak memiliki kuota internet untuk mengakses WhatsApp, siswa tidak dapat mengerjakan tugas yang diberikan tetapi guru memahaminya. Sulitnya memberikan tugas dan informasi kepada siswa kelas bawah, karena masih ada sebagian siswa yang belum bisa membaca dan memerlukan bantuan orang tuanya. Dan karena guru tidak dapat memantau secara langsung untuk mengetahui apakah tugas yang diberikan guru benar-benar dikerjakan oleh siswa atau orang tuanya.

Masih banyak orang tua yang belum memahami teknologi, terbatasnya kuota internet, dan sulit mengukur pemahaman atau keterampilan siswa kelas bawah. Menurut saya Whatsapp sangat mendukung Neng karena tidak hanya memudahkan orang tua dan siswa, tapi juga guru. Memberikan kebebasan kepada siswa atau orang tua untuk bertanya baik melalui telepon maupun video call untuk bertanya seputar materi yang diberikan.

Sulitnya menyampaikan materi, apalagi masih ada orang tua yang tidak memiliki ponsel atau kurang memahami teknologi.

Foto Wawancara
Foto Wawancara

Gambar

Tabel 3.1 Pedoman Wawancara
Tabel 3.2 Pedoman Observasi
Gambar 3.1 Analisis Data Model Miles dan Huberman
Tabel 4.1 Identitas Madrasah  No  Identitas Sekolah  Keterangan
+7

Referensi

Dokumen terkait

4.1087 Ilmy Amiqoh Ilmu Administrasi Publik 4.1088 Dikhla Rif`A Ilmu Administrasi Publik 2.39 4.1089 Elfananda Istiqlalia Ilmu Administrasi Publik 4.1090 Hamida Condrowati Jayadi