• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skripsi KUKUH FAJAR DARMAWAN PBSID fiks

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Skripsi KUKUH FAJAR DARMAWAN PBSID fiks"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat pokok bagi Negara dan Bangsa kita karena pendidikan nantinya bisa meningkatkan sumber daya manusia yang berkompeten dan kelak pendidikan juga akan mencerdaskan bangsa dari kebodohan dan keterbelakangan dari bangsa lain. Oleh karena itu metode, model serta semua perangkat pendidikanpun diupayakan agar bisa terus ditingkatkan dan fleksibel sesuai dengan tuntutan zaman.

Media sangat berperan penting dalam pendidikan untuk menciptakan manusia yang berkualitas dan berpotensi dalam arti yang seluas-luasnya. Melalui pendidikan terjadi proses pendewasaan yang disertai dengan rasa tanggung jawab. Terlepas dari media, manusia adalah makhluk sosial yang selalu berhubungan dengan manusia lain.

Untuk menjalin hubungan tersebut diperlukan alat komunikasi. Alat komunikasi manusia yang utama adalah bahasa. Dengan bahasa, manusia dapat menyampaikan ide, pikiran, dan pesan kepada orang lain sehingga terjadi komunikasi. Agar komunikasi terjalin dengan baik, maka diperlukan penguasaan keterampilan berbahasa.

Menurut Tarigan (1994:2) keterampilan bahasa mempunyai empat komponen, yaitu: keterampilan menyimak (listening skill), keterampilan berbicara (speaking skill), keterampilan membaca (reding skill), dan keterampilan menulis (writing skill).

Setiap keterampilan itu erat hubungannya dengan keterampilan lainnya. Dalam memperoleh keterampilan berbahasa, biasanya melalui hubungan urutan yang teratur.

(2)

Mula-mula pada masa kecil kita belajar menyimak, kemudian berbicara, sesudah itu kita belajar membaca dan menulis. Menyimak dan membaca kita pelajari sebelum masuk sekolah, sedangkan membaca dan menulis dipelajari di sekolah. Meskipun demikian keterampilan menyimak dan berbicara dipelajari kembali di sekolah secara formal dan terprogram.

Peneliti mengangkat permasalahan tentang kemampuan menyimak berita setelah memperoleh keterangan dari teman yang menjadi pendidik di MTs Muhammadiyah Merden, Kabupaten Banjarnegara. Menurut pengamatan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di MTs Muhammadiyah Merden, Kabupaten Banjarnegara, keterampilan menyimak siswa kelas VIII A masih rendah. Adapun rendahnya keterampilan menyimak tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: (1) guru yang mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai dengan bidangnya, (2) media pembelajaran yang tidak digunakan secara maksimal, (3) minimnya pengetahuan guru tentang multi media, dan (4) model pembelajaran yang banyak didominasi oleh guru, sementara siswa duduk secara pasif menerima informasi dan pengetahuan.

Rendahnya hasil nilai yang dicapai oleh siswa telah menunjukan bahwa tujuan pembelajaran belum tercapai. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rat-rata ulangan keterampilan menyimak siswa kelas VIII A MTs Muhammadiyah Merden, Kabupaten Banjarnegara yaitu 54,5, sementara kriteria ketuntasan minimum yaitu 72. Oleh karena itu, perlu diadakan perubahan dalam proses pembelajaran oleh guru kelas dengan penggunaan metode yang lebih tepat.

Penggunaan metode mengajar yang bervariasi diperlukan dalam proses pembelajaran, artinya penggunaan metode mengajar tidak harus sama untuk semua

(3)

kompetensi dasar, sebab dapat terjadi bahwa suatu metode mengajar tertentu cocok untuk satu kompetensi dasar, tetapi tidak cocok untuk yang lain. Berdasarkan alasan di atas peneliti berasumsi bahwa untuk meningkatkan keterampilan menyimak memerlukan metode pembelajaran yang tepat sehingga siswa dapat menguasai kompetensi yang diharapkan. Selain itu, metode pembelajaran yang efektif dan efisien memiliki peranan penting untuk menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran.

Penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif yaitu model pembelajaran yang melibatkan peran siswa secara aktif. Melalui model pembelajaran ini siswa dapat mengemukakan pemikirannya, saling bertukar pendapat, saling kerjasama jika ada teman dalam kelompoknya yang mengalami kesulitan. Hal ini dapat meningkatkan motivasi siswa untuk mengkaji dan menguasai materi pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif terdiri dari empat pendekatan yaitu:

STAD (Student Teams Achevement division), Jigsaw, JK (Infestigasi kelompok), dan struktural. Pendekatan struktural terdiri dari dua tipe yaitu tipe Think Pair Share (TPS) dan tipe Numbered Heads Together (NHT).

Melihat kemampuan siswa terhadap materi kemampuan menyimak berita, maka dalam penelitian ini peneliti memilih model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT), karena dalam pembelajaran ini siswa menempati

posisi yang sangat dominan dalam proses pembelajaran dan terjadi kerjasama dalam kelompok dengan cirri utama adanya penomoran sehingga semua siswa berusaha untuk memahami setiap materi yang diajarkan dan bertanggung jawab atas nomor anggotanya masing-masing.

Dengan pemilihan model ini diharapkan pembelajaran yang terjadi nanti dapat lebih bermakna dan memberi kesan yang kuat pada siswa. Berdasarkan pemikiran di

(4)

atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas yang berjudul

“Meningkatkan Kemampuan Menyimak Berita Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) Pada Siswa Kelas VIII A MTs Muhammadiyah Merden Kabupaten Banjarnegara 2011/2012”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah “ Apakah kemampuan menyimak berita dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada siswa kelas VIII A MTs Muhammadiyah Merden, Kabupaten Banjarnegara 2011/2012?”

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah di atas maka penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyimak berita dengan penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT).

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini berisi sumbangan atau kontribusi hasil penelitian terhadap peningkatan kualitas pembelajaran yang diperkirakan dapat dirasakan, khususnya bagi peserta didik, pengajar, lembaga pendidikan yang bersangkutan. Oleh karena itu, dalam manfaat penelitian ini biasanya dikemukakan pula manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis.

(5)

1. Manfaat Teoretis bagi Keilmuan

Manfaat penelitian teoretis bagi keilmuan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Pemanfaatan metode pembelajaran dengan pendekatan kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) menjadikan pembelajaran lebih bervariatif dan meningkatkan motivasi belajar sehingga hasil belajar siswa dapat tercapai secara maksimal, khususnya dalam keterampilan menyimak berita.

2. Manfaat Praktis bagi Peneliti

a. Sebagai pedoman bagi peneliti dalam melaksanakan pembelajaran kompetensi dasar menyimak berita.

b. Sebagai acuan menciptakan kegiatan belajar mengajar yang menarik dan tidak membosankan.

c. Menambah pengetahuan dalam materi menyimak berita.

d. Meningkatkan minat siswa dalam materi menyimak berita.

e. Sebagai acuan untuk membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar menyimak berita.

Referensi

Dokumen terkait

” Analisis kemampuan prasyarat matematika dan hasil belajar fisika siswa pada pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe numbered heads together (NHT). Medan:

menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT ( Numbered Heads Together) terhadap kemampuan mengemukakan pendapat matematika kelas XI MA Ma’arif Udanawu

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe NHT ( Numbered Heads Together ) dapat meningkatkan motivasi

PENGEMBANGAN SUBJECT SPECIFIC PEDAGOGY (SSP) MATEMATIKA BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MEMFASILITASI

Pada tabel 4.9 menunjukkan bahwa hasil analisis data respons siswa terhadap proses pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)

Dalam penelitian ini peneliti memilih teknik Numbered Heads Together (NHT) karena Numbered Heads Together (NHT) dirasa dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan Hasil

menyatakan bahwa skripsi saya berjudul “KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK

Kegunaan Penelitian yang berjudul “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa”