FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PERTANIAN TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L.) DI KECAMATAN BUKIK BARISAN KABUPATEN LIMAPULUH KOTA. Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu penghasil produksi tembakau terbesar di Sumatera Barat, salah satunya produksi di Kabupaten Bukik Barisan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan rata-rata petani tembakau dan faktor produksi apa saja yang mempengaruhi produksi tembakau di Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel jumlah tanaman dan jumlah tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi tembakau, sedangkan variabel jumlah pupuk dan pestisida berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi tembakau di Kecamatan Bukik Barisan. Terima kasih kepada ayah dan ibu Radja serta seluruh keluarga baru yang ditemukan Mellyza di kecamatan Bukik Barisan, yang telah membantu Mellya menyelesaikan penelitian ini, yang memperlakukan Mellyza seperti anaknya sendiri. Selain melakukan penelitian studi kasus di Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Provinsi Sumatera Barat, dan menyelesaikan disertasi berjudul “Faktor-Faktor Produksi Yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Tani Tembakau (Nicotiana tabacum L.) di Kabupaten Bukik Barisan Provinsi Lima Puluh Kota.
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Faktor-Faktor Produksi Yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Tani Tembakau (Nicotiana tabacum L.) di Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Provinsi Barat". Tesis ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi sarjana di Program Studi (D-IV) Manajemen Perkebunan, Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dari seluruh kabupaten di Sumbar penghasil tembakau terbesar adalah Kabupaten Lima Puluh Kota. Dari data diatas, Kecamatan Bukik Barisan merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota yang membudidayakan tanaman tembakau dengan luas lahan terluas yaitu 333 ha, dan produksi terbesar yaitu mencapai 170 ton/ha (APTI 2018). Tembakau di kabupaten lima puluh kota ini sudah cukup lama terkenal, terutama tembakau dari Guntuang dan Nagari.
Kecamatan Bukik Barisan merupakan Kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota yang memiliki luas wilayah 294,20 km2 dan terdiri dari 5 nagari. Kecamatan Bukik Barisan merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota yang membudidayakan tanaman tembakau dan menjadi mata pencaharian utama masyarakat. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Faktor-Faktor Produksi Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Tembakau (Nicotiana tabacum L.) di Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat”.
Berapa pendapatan rata-rata petani tembakau di kabupaten Bukik Barisan, kabupaten Lima Puluh Kota, provinsi Sumatera Barat. Faktor produksi manakah yang mempengaruhi produksi tembakau di Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat.
Tujuan Penelitian
Dalam pengelolaan produksi tembakau, petani seringkali menghadapi masalah, antara lain penggunaan input atau faktor produksi yang tidak efisien sehingga berdampak pada penurunan produksi. Harapan kami para petani tembakau di Kecamatan Bukik Barisanan dapat memberikan tambahan wawasan untuk mempertimbangkan usaha tani tembakau yang lebih menguntungkan. Sebagai masukan dan pedoman bagi petani tembakau tentang faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tembakau di Kabupaten Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat.
Sebagai bahan atau sumber informasi bagi pemerintah, dinas atau lembaga pertanian terkait untuk menentukan kebijakan peningkatan budidaya tembakau. Sebagai referensi bagi peneliti lain yang ingin meneliti budidaya tembakau dan sebagai pembanding yang relevan dengan penelitian yang sudah ada.
Hipotesis
H1 : Jumlah tanaman, jumlah tenaga kerja, jumlah pupuk dan jumlah pestisida diduga berpengaruh nyata terhadap produksi petani tembakau di Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat.
TINJAUAN PUSTAKA
- Usaha Tani
- Pendapatan Usaha Tani
- Konsep Biaya
- Biaya Tidak Tetap (Variable Cost)
- Faktor-Faktor Produksi yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha tani Tembakau
- Analisis Regresi
- Penelitian Terdahulu
Jumlah pendapatan yang diterima merupakan pembayaran tenaga kerja keluarga dan modal yang digunakan dan dikelola dalam kegiatan pertanian. Pendapatan adalah selisih antara pendapatan dengan total biaya produksi yang digunakan selama proses produksi, seperti biaya pembelian bibit, pupuk, obat-obatan dan tenaga kerja (Syafruwardi et al. Biaya produksi meliputi biaya tenaga kerja aktual dan biaya aktual sarana produksi (Gustiyana v Wanda .
Biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan yang bervariasi sesuai dengan teknik produksi dan jumlah produk yang dihasilkan, termasuk fasilitas produksi, biaya tenaga kerja, bunga modal, dll. Soekartawi (2006). Tenaga kerja merupakan faktor pendorong bagi faktor input lainnya, tanpa tenaga kerja faktor produksi lainnya tidak ada artinya. Usahatani tembakau membutuhkan banyak tenaga kerja, baik dalam proses pengolahan maupun dalam proses pemeliharaan dan pemanenan tembakau.
Tenaga kerja keluarga ini merupakan kontribusi dalam proses produksi pertanian secara keseluruhan dan tidak perlu dinilai dengan uang, tetapi terkadang juga membutuhkan tenaga kerja tambahan, misalnya dalam proses pengolahan tanah, baik berupa tenaga kerja ternak maupun tenaga kerja langsung. sehingga besarnya upah tenaga kerja melalui jenis kelamin ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa benih dan tenaga kerja serta pestisida berpengaruh nyata terhadap produksi.
METODOLOGI PENELITIAN
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Metode Penelitian
- Metode Pengambilan Sampel
- Definisi Operasional
- Analisis Data
- Analisa Pendapatan Bersih Usaha Tani
- Analisis Regresi Linier Berganda
- Uji Signifikasi Individual (Uji t)
Peneliti melakukan wawancara dengan para pemilik usaha pertanian tembakau di Kecamatan Bukik Barisan untuk mendapatkan data atau informasi yang diperlukan. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang peneliti peroleh secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh atau direkam oleh orang lain). Peneliti mendapatkan data sekunder ini dengan cara mengajukan permohonan izin peminjaman bukti transaksi pertanian tembakau di Kecamatan Bukik Barisan dan buku besar yang digunakan untuk mencatat transaksi tersebut setiap hari.
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah penduduk yang berprofesi sebagai petani tembakau di Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota. Jumlah penduduk petani tembakau berasal dari 4 desa di Kecamatan Bukik Barisan, karena terdapat satu desa yang tidak menanam tembakau yaitu Nagari Maek. Sesuai dengan judul penelitian yaitu “Faktor-Faktor Produksi yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Tani Tembakau (Nicotiana tabacum L.) di Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat”, merupakan definisi operasional yang akan dijelaskan.
Pertanian tembakau adalah kegiatan pertanian dalam menghasilkan produk tembakau dengan menggunakan faktor produksi dan sarana produksi secara efektif dan efisien. Petani tembakau yang dimaksud adalah petani yang mengekspor dan mengelola tembakau dengan sistem monokultur pada sebidang tanah atau tanah dengan satuan (orang). Jumlah pupuk adalah total pupuk yang digunakan petani tembakau selama budidaya tembakau yang diukur dalam Kg atau Gram (X3).
Jumlah pestisida adalah jumlah total pestisida yang digunakan oleh petani tembakau selama budidaya tembakau untuk mengendalikan hama dan penyakit dari penanaman sampai panen dalam satuan ml (X4). Analisis digunakan untuk menjawab permasalahan pengaruh faktor produksi terhadap produksi tembakau di Kecamatan Bukik Barisan Kabupaten Lima Puluh Kota yang akan mempengaruhi pendapatan yaitu. Jika nilai t atau signifikansi < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh secara parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen.
Namun, jika probabilitas t-value atau signifikansi > 0,05, maka dapat dikatakan tidak ada pengaruh yang signifikan antara salah satu variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi atau persentase variasi total variabel dependen yang dijelaskan oleh variabel independen. Kolom R2 Terkoreksi menunjukkan berapa persen yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat.
HASIL DAN PEMBAHASAN
- Karakteristik Petani Berdasarkan Umur
- Karakteristik Petani Berdasarkan Pendidikan
- Karakteristik Petani Berdasarkan Jumlah Tanggungan
- Karakteristik Petani Berdasarkan Produksi
- Karakteristik Petani Berdasarkan Pendapatan
- Hasil dan Pembahasan
- Analisa Pendapatan Bersih Usaha Tani Tembakau
- Analisis Koefisien Determinasi (R2)
Data sampel petani menurut umur di Kecamatan Bukik Barisan No interval umur (tahun)* Jumlah petani (orang) Persentase. Jumlah tanggungan keluarga petani di Kecamatan Bukik Barisan ditunjukkan pada Tabel 8. Tabel 12 menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata petani tembakau di Kecamatan Bukik Barisan per musim panen (6 bulan) adalah Rp.
Analisis regresi dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh variabel jumlah tanaman (X1), jumlah tenaga kerja (X2), jumlah pupuk (X3) dan jumlah pestisida (X4) terhadap produksi tanaman. pertanian tembakau (Y) di Kecamatan Bukik Barisan. Oleh karena itu, jika petani tembakau di Kecamatan Bukik Barisan ingin mendapatkan peningkatan produksi, maka jumlah tanaman tembakau juga harus ditambah. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan pupuk tanaman tembakau oleh petani tembakau di Kecamatan Bukik Barisan berlebihan.
Hal ini sesuai dengan kondisi lapangan, jenis pupuk yang digunakan petani tembakau di Kecamatan Bukik Barisan adalah pupuk anorganik. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan pestisida pada tanaman tembakau di Kecamatan Bukik Barisan sudah berlebihan. Uji T dalam analisis ini dirancang untuk mengetahui bagaimana pengaruh masing-masing variabel bebas (jumlah tanaman, jumlah tenaga kerja, jumlah pupuk dan jumlah pestisida) terhadap variabel terikat (produksi) budidaya tembakau di Kecamatan Bukik Barisan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel jumlah tanaman berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani tembakau di Kecamatan Bukik Barisan yang berarti H0 ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi usahatani tembakau di Kecamatan Bukik Barisan yang berarti H0 ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel jumlah pupuk berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani tembakau di Kecamatan Bukik Barisan.
Dan nilai Thitung yang negatif menunjukkan bahwa penggunaan pupuk tanaman tembakau di Kecamatan Bukik Barisan sudah maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa variabel jumlah pestisida berpengaruh nyata terhadap produksi pembibitan tembakau di Kecamatan Bukik Barisan. Dan nilai Thitung yang negatif menunjukkan bahwa jika jumlah pestisida yang digunakan pada pertanian tembakau di Kecamatan Bukik Barisan dimaksimalkan, maka jika penggunaannya ditambah maka produksinya akan menurun.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Diharapkan petani tembakau di Kecamatan Bukik Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat lebih memperhatikan dosis penggunaan pupuk dan pestisida untuk memenuhi kebutuhan tanaman guna meningkatkan produktivitas. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang saya lakukan seperti penambahan variabel dan ukuran sampel sehingga dapat menunjukkan hasil yang maksimal untuk penelitian selanjutnya. Peran Program Pemberdayaan Pertanian Lembaga Amil Zakat (LAZ) Swadaya Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Di Desa Kulim Kecamatan Tanayan Raya Kota Pekanbaru.
Analisis Finansial Budidaya Padi Varietas Unggul di Desa Guntung Ujung Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Analisis Efisiensi Faktor Produksi Pada Usahatani Tembakau Rakyat (Studi Kasus: Desa Munggangsari Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang)”. FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PERTANIAN TEMBAKAU (Nicotiana Tabacum L.) DI KECAMATAN BUK BARISAN KABUPATEN LIMAPULUH KOTA.
IDENTITAS PETANI TEMBAKAU
LAHAN
BIAYA TETAP
TENAGA KERJA
MODAL
HARGA JUAL
For regression through the origin (continuous model), R Square measures the proportion of variability in the dependent variable relative to the origin explained by the regression. This sum of squares is not corrected for the constant because the constant is zero for the regression.