• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI Oleh - Universitas Muhammadiyah Makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI Oleh - Universitas Muhammadiyah Makassar"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

Tesis ini mengkaji bagaimana penggunaan diksi pada media sosial Facebook yang digunakan oleh mahasiswa PBSI tahun 2013, dengan mengambil sampel 40 mahasiswa. Kegagalan dalam memperhatikan kaidah bahasa Indonesia akan menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan ketika berada dalam lingkungan formal yang mengharuskan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar khususnya bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dengan pemilihan kata-kata yang tidak tepat di media sosial Facebook. Pemilihan kata pada media sosial Facebook terjadi karena adanya kata ganti yang saat ini sedang berkembang di media sosial dan dalam aktivitas sehari-hari, sehingga pemilihan kata ini mudah diingat oleh masyarakat.

Rumusan Masalah

Hal inilah yang membuat siswa mengikuti pilihan kata yang dikembangkan sehingga siswa sering kali tidak memperhatikan keberadaannya dan selalu terdapat kata ganti yang tidak tepat dalam interaksi, yang juga mengakibatkan memudarnya kesantunan kepada manusia. Pembelajaran sinonim dalam bahasa Indonesia sangat membantu siswa untuk berinteraksi secara sopan dan menggunakan pilihan kata yang tepat, dapat diserap dengan baik sehingga siswa mengubah penggunaan diksi dari yang tidak tepat menjadi sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Sehingga mengetahui sinonim yang tepat melatih siswa untuk bersikap sopan ketika berinteraksi dalam situasi formal dan informal.

Tujuan Penulisan

Media

Pendapat lain menyebutkan bahwa media merupakan bentuk jamak dari kata latin medium yang berarti alat perantara. Sedangkan media berarti segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh karena itu media merupakan alat untuk berinteraksi satu sama lain, dengan interaksi semua masyarakat dapat saling mengenal dan menjalin hubungan baik. Dengan media hal ini lebih mungkin terjadi antar masyarakat, karena media merupakan instrumen sebagai sumber informasi.

Dengan media yang semakin cepat kita bisa mengetahui berita-berita terkini dari dunia luar, mengetahui apa yang belum kita ketahui, sehingga informasi yang kita dapatkan pun semakin banyak. Jadi, komunikasi dua arah (two-way traffic) artinya dua orang atau lebih saling memberikan umpan balik secara langsung (instant feedback), sehingga dengan komunikasi dua arah ini komunikator dapat mengetahui jawabannya dengan segera. Dengan demikian media adalah sesuatu yang dapat membantu menyampaikan pesan dan informasi dari sumber pesan (komunikator) kepada penerima pesan (komunikator).

Media sosial adalah media online yang terhubung melalui internet dimana penggunanya dapat dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan membuat konten, seperti Blogger, Twitter, Wikipedia, Instagram, Facebook dan forum sosial di dunia maya. Jejaring sosial bisa disebut juga dengan dunia maya karena dapat terhubung langsung dengan semua orang tanpa harus bertatap muka secara langsung. Pandangan lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang menyampaikan informasi, dimulai dari pengirim pesan (sender), yang mempunyai keinginan untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada penerima pesan (receiver) dengan menggunakan teknologi berbasis web atau internet.

Media sosial mengajak setiap orang yang berminat untuk berpartisipasi dengan secara terbuka berkontribusi, berkomentar dan berbagi berbagai jenis informasi secara cepat dan tanpa batas.

Sejarah Media Sosial

Dari sejarah panjang yang disebutkan di atas, muncullah jejaring sosial dengan adanya Internet. Jejaring sosial yang merupakan salah satu bentuk interaksi komunikasi setiap manusia perlu terhubung dengan internet untuk kelancaran interaksi satu sama lain. Berikutnya adalah jejaring sosial yang berkembang pesat melalui Internet. Selain generasi muda yang menggunakan blog, para guru dan dosen kini mulai memanfaatkannya untuk berbagai keperluan. Blog-blog tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan arsip dan artikel yang ditulis oleh para guru dan dosen. Selain untuk dokumentasi akademik, hal ini juga membantu para pengguna internet untuk mendapatkan informasi. Kemampuan blog dalam berkomunikasi antara pemilik dan pengunjung dapat memberikan komentar, sanggahan atau catatan tambahan pada artikel yang ditulis oleh pemilik blog. Oleh karena itu, blog juga dapat menciptakan hubungan persahabatan antara pemilik dan pengunjung, yang dapat dimanfaatkan oleh beragam kepentingan. positifnya, Blog mereka juga merupakan media sosial sederhana untuk tujuan ini.

Twitter adalah jaringan sosial dan mikro-blog yang memungkinkan penggunanya mengirim dan membaca pesan yang disebut tweet. Facebook masuk dalam kategori situs jejaring sosial yang menyediakan media bagi penggunanya untuk saling bertukar informasi dan berkomunikasi. Facebook adalah salah satu contoh jejaring sosial.Menurut kamus Webster, jejaring sosial adalah penggunaan situs web untuk menghubungkan orang-orang yang mempunyai kesamaan minat pribadi atau profesional, tempat tinggal mereka, pendidikan di sekolah tertentu, dan sebagainya.

Pengguna Facebook kini bebas bergabung dengan banyak jaringan yang diselenggarakan berdasarkan kota, tempat kerja, sekolah, atau negara. Facebook didirikan pada tanggal 4 Februari 2004. Awalnya Facebook bernama The Facebook dan bermula dari sebuah website yang tercipta dari hobi seorang mahasiswa Harvard, Mark Zuckerberg. Facebook sebatas hanya untuk mahasiswa Harvard dan menyebar ke Stanford. Dengan popularitasnya yang semakin meningkat, banyak universitas yang kemudian mulai menggunakan opsi ini, semua kampus di Amerika. Peran besar dalam mendorong pertumbuhan jumlah pengguna Facebook di Indonesia juga dipengaruhi oleh pemberitaan di jejaring sosial Facebook yang penuh dengan berbagai media.Di Indonesia, semua umur dan berbagai kalangan sudah memiliki akun Facebook.

Facebook di dunia telah menjadi nama jaringan yang sangat besar, pada beberapa sampel pada tahun 2007, Facebook memiliki lebih dari 58 miliar pengguna aktif, lebih dari 30 di antaranya menggunakan Facebook setiap hari, lebih dari 55.000 jaringan di seluruh dunia dan 80% pengguna Facebook sudah menggunakan Facebook. Aplikasi Facebook di ponsel mereka.

Kerangka Pikir

Bahkan bagi orang yang sudah mulai kecanduan Facebook, mereka akan merelakan waktunya untuk mengupdate status atau membalas komentar yang masuk ke Facebooknya. Namun dengan banyaknya kelebihan yang dimiliki media sosial, terdapat pula oknum pengguna Facebook yang menimbulkan keresahan bagi pengguna lainnya karena Facebook juga mempunyai berbagai risiko, seperti menjadi sarana kegiatan teroris, pertengkaran, penipuan, perzinahan bahkan penyebaran konten pornografi. Diksi (pemilihan kata) pada media sosial facebook terjadi karena adanya kata ganti yang saat ini banyak berkembang di media sosial facebook dan dalam aktivitas sehari-hari, sehingga pemilihan kata tersebut mudah diingat oleh masyarakat.

Hal inilah yang membuat siswa mengikuti pilihan kata yang terus berkembang, sehingga siswa seringkali tidak menyadari keberadaannya dan kata ganti yang tidak tepat selalu hadir dalam interaksi. Hal ini juga mengakibatkan kesantunan seseorang menjadi hilang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dalam kaitan ini, penelitian pada hakikatnya merupakan upaya untuk menemukan kebenaran atau lebih membenarkan kebenaran tersebut. Metode kualitatif adalah penelitian yang hasilnya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk lain. Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor, metodologi kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat diamati. Dalam suatu penelitian pasti ada tujuan yang ingin dicapai, oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan yang dapat mempermudah penelitian tersebut.

Pendekatan yang digunakan seorang peneliti akan mengharuskannya untuk memutuskan metode mana yang akan digunakan, namun dalam pemilihannya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti jenis data yang diteliti dan apa saja yang menyertainya, sehingga tujuan penelitian dapat tercapai. Penelitian kualitatif juga dapat dikatakan sebagai penelitian langsung karena peneliti langsung melakukan penelitiannya terhadap objek yang menjadi sumber penelitiannya, tanpa melalui proses statistik atau bentuk perhitungan lainnya. Langkah-langkah penelitian kualitatif tidak dapat ditentukan secara pasti, karena langkah-langkah penelitian kualitatif tidak mempunyai batasan yang tetap.Namun langkah-langkah penelitian kualitatif dapat dibagi menjadi orientasi melalui membaca, wawancara di lapangan, eksplorasi yaitu pengumpulan data dari fokus tertentu. Jelas. .

Dengan demikian, peneliti menggunakan penelitian kualitatif karena semua sumber data yang digunakan dan diterapkan tidak mempunyai proses statistik atau bentuk perhitungan, melainkan menggunakan metode deskriptif yang menggambarkan fakta penelitian dan kemudian akan dianalisis kaitannya dengan konteks penelitian ini.

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini bukan mengenai suatu negara tertentu karena merupakan penelitian kualitatif yang mendeskripsikan data-data yang berkaitan dengan penelitian ini.

Objek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Pengolahan Data

Teknik Analisis Data

Maka analisis data yang dilakukan penulis menggunakan metode deskriptif yaitu dengan menjelaskan penggunaan diksi yang digunakan mahasiswa PBSI angkatan 2013 di media sosial facebook. Dipilihnya Facebook sebagai media sosial yang diteliti peneliti karena media sosial tersebut banyak dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Pemilihan diksi dilakukan dengan menyadari situasi saat ini, meski tidak bisa bertemu langsung dengan orang di media sosial Facebook.

Namun dengan banyaknya pengguna Facebook, maka semakin besar pula kemungkinan diksi digunakan oleh pengguna Facebook itu sendiri. Kesalahan penggunaan diksi yang paling sering terjadi adalah pada kata ganti yang tidak tepat, misalnya saya menjadi saya, w, dan kamu menjadi lu, loe, u. Kemudian penggunaan kata-kata yang tidak pantas diucapkan di jejaring sosial Facebook untuk berkomunikasi, misalnya penggunaan kata anjing, babi, sial, bajingan dan masih banyak lagi yang lainnya.

Penggunaan diksi yang sesuai dengan aspek kesantunan akan mulai tergerus dengan status yang ada dikalangan remaja saat ini. Dengan adanya media sosial Facebook yang juga dapat dijadikan sebagai media pendidikan yang sangat berpengaruh bagi siswa, maka guru harus melakukan hal tersebut. Keberadaan departemen PBSI diharapkan dapat memperbaharui rasa cinta tanah air pada mahasiswa dengan mengubah cara berinteraksi sosial dengan santun dan santun terhadap sesama, termasuk di media sosial.

Berdasarkan data yang penulis peroleh, penggunaan diksi pada media sosial Facebook yang digunakan oleh mahasiswa PBSI Universitas Muhammadiyah Makassar dapat disimpulkan dari penggunaan diksi pada aspek kesantunan dan penggunaan diksi pada Facebook itu sendiri. , sehingga penulis melihat status facebook mahasiswa PBSI sebanyak 40 orang.

Analisis Data

Mahasiswa PBSI berinisial ET menggunakan diksi di status Facebooknya yakni pada 27 Mei 2017. Mahasiswa PBSI berinisial SM menggunakan diksi di status Facebooknya yakni pada 1 Juni 2017. Mahasiswa PBSI berinisial SH menggunakan diksi dalam status Facebooknya pada 10 Juni 2017 yakni.

Mahasiswa PBSI berinisial WA ini menggunakan diksi dalam status Facebooknya pada 4 Juni 2017, yakni. Status kedua IHS tanggal 12 Juli 2017 menggunakan diksi pada status facebook tanggal 10 Juli 2017 yaitu. Data penggunaan diksi sebanyak 105 data diperoleh dari penggunaan diksi 40 mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) di media sosial Facebook.

Dari penggunaan diksi (1) penggunaan kata sinonim dan homofon sebanyak 86 penggunaan diksi, (2) penggunaan kata yang memiliki makna konotasi dan implikasi sebanyak 41 penggunaan diksi, (3) penggunaan kata umum dan khusus . kata-kata tersebut terdapat 8 penggunaan diksi, (4) penggunaan kata-kata bermakna populer dan akademis dengan 13 penggunaan diksi, (5) penggunaan kata-kata slang, kata sehari-hari atau bahasa gaul dengan 52 penggunaan diksi yang digunakan. Dari penggunaan diksi hingga sopan santun dalam berinteraksi, mahasiswa PBSI cukup baik dalam menggunakan diksi.

Saran

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Overall, based on the study of this single variable, it can be concluded that the relationship between the variables of the Head of the City Business Integrated Service

The result of this research portrayed is (1) Jeannette Walls’ The Glass Castle reflect many aspect of both inferiority feeling and inferiority complex that mainly caused by