• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI Ongki Kurniadi NIM. 1416242661

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI Ongki Kurniadi NIM. 1416242661"

Copied!
142
0
0

Teks penuh

Skripsi ini berjudul “Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Hasil Belajar Siswa PKN Kelas IV Di MIS Sukarama Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan”. Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Hasil Belajar PKn Siswa IV. kelas di MIS Sukarama, Kecamatan Air Nipis, Bengkulu Selatan. Aam Amaliyah, M.Pd. Penelitian ini mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa Pkn Kelas IV Mis Sukarami Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan.

Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Hasil Belajar Kewarganegaraan Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Di Kecamatan Gunungpati Semarang.

Indentifikasi Masalah

Kecerdasan emosional merupakan syarat penting dalam mencapai masa depan anak, karena seseorang akan menghadapi berbagai macam tantangan hidup, termasuk tantangan keberhasilan akademik, dengan lebih mudah dan berhasil. Hal ini harus menarik perhatian orang tua, guru dan sekolah agar tercapai hasil belajar yang optimal bagi siswa. Melihat latar belakang permasalahan tersebut, maka hal inilah yang menjadi alasan peneliti untuk melakukan penelitian tentang “Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Hasil Belajar PKN Siswa Kelas IV MIS (Madrasah Swasta Ibtidaiyah) Sukarami Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan”.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik dalam diri sendiri maupun dalam hubungan dengan orang lain.12. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosional Kecerdasan emosional tidak ditentukan sejak lahir, namun dapat dicapai melalui proses belajar. Selain dipengaruhi oleh kepribadian seseorang, kecerdasan emosional juga dapat dipupuk dan diperkuat dalam diri individu.

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada dua faktor yang dapat mempengaruhi kecerdasan emosional seseorang, yaitu secara fisik.

Pembelajaran PKN

Kerja sama antar siswa terlihat jelas ketika kelas telah memilih tugas untuk materi pembelajaran bersama. Kerjasama dengan institusi terkait diperlukan ketika mahasiswa berencana untuk mengunjungi institusi tertentu atau mengunjungi suatu wilayah yang menjadi tanggung jawab institusi tertentu. Misalnya, ketika memilih suatu masalah untuk pembelajaran di kelas, pilihlah makna yang siswa dapat mengapresiasi dan menerima pendapat yang didukung oleh suara terbanyak.

Dalam berdebat, siswa belajar mengemukakan pendapat, mendengarkan pendapat orang lain, menyampaikan kritik, dan sebaliknya belajar menerima kritik, dengan tetap menjaga kepala tetap tenang.

Hasil Belajar

Dengan demikian jelaslah bahwa berbeda-beda bentuk dan jenis hasil belajar yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Jadi hasil belajar dapat dicapai melalui berbagai bentuk dan keterampilan bagi seorang pembelajar. Inilah hukum alam yang harus dihadapi siswa sebagai makhluk hidup yang termasuk dalam kelompok biotik. e) Faktor instrumental.

Tujuan dari hasil belajar adalah untuk mengevaluasi hasil pencapaian kompetensi siswa, untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah diberikan guru dalam proses pembelajaran, untuk mengetahui kesulitan belajar yang siswa alami. bertemu. 31.

Kajian Penelitian Terdahulu

“Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Hasil Belajar PKn Kelas V Siswa Sekolah Dasar Negeri 23 Kabupaten Pontianak Barat”. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan kejelasan tentang hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar pada mata pelajaran kewarganegaraan siswa kelas V di SD Negeri 23 Kecamatan Pontianak Barat. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa dimana r hitung sebesar 0,104 lebih kecil dari r tabel sebesar 0,297.

Dengan hasil belajar PKn pada Siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 23 Kabupaten Pontianak Barat.

Hipotesis Penelitian

Sejarah Singkat MIS Sukarami

Pada tanggal 10 Januari 2012, Jamal menghibahkan tanah untuk pembangunan madrasah tersebut. Luas tanah tersebut adalah panjang 30 m, lebar 23,5 m, lebar 705 meter persegi dan terletak di desa. Disampaikan kepada Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu Dr. Yasaroh Maksum selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Selatan. Afan Bachsin, Desa Pasar Mulya, Kecamatan Pasar Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan No Telepon: Akta Yayasan: 12 Tahun 2013.

Tata Tertib Sekolah/Madrasah bagi Siswa Nona Suka Rami Kepala MIS Suka Rami. 3) 10 menit setelah bel berbunyi, guru masih belum masuk kelas, ketua kelas segera menghubungi guru yang berwarna merah;

Visi , Misi dan Tujuan Madrasah Ibtidaiyah Swasta Suka Rami a. Visi

Deskripsi Data Kecerdasan Emosional

Artinya skor tertinggi kecerdasan emosional siswa adalah 21, jauh diatas rata-rata, menunjukkan keadaan kecerdasan emosional siswa yang baik. Hal ini juga didukung dengan nilai atau nilai keadaan yang sering muncul yaitu 16 yang hanya memiliki selisih sangat kecil dari nilai rata-ratanya. Hasil analisis deskriptif pada tabel diatas dapat digunakan untuk membantu menyusun tabel yaitu untuk mencari banyak kelas dan.

Berdasarkan tabel 4.2 di atas terlihat rata-rata skor kecerdasan emosional kelas adalah 13-15; sedangkan nilai median atau meannya adalah 16 pada kelas 16-18 dan skor (modus) yang paling sering muncul adalah pada kelas 16-18. Selain itu juga akan ditampilkan kategori kecerdasan emosional siswa kelas IV di MIS Sukarami, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan. Selanjutnya disajikan data mengenai skor maksimum, skor minimum, mean dan standar deviasi yang akan digunakan untuk mengelompokkan kategorisasi skor perolehan kecerdasan emosional siswa kelas IV di MIS Sukarami Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan.

Dari tabel di atas terlihat bahwa nilai ideal tertinggi kecerdasan emosional adalah 21, sedangkan nilai ideal terendah adalah 0. Perhitungan menggunakan kategorisasi kecerdasan emosional menghasilkan 5 siswa dengan kategori tinggi atau 23,8% karena mendapat skor lebih dari 19; Siswa yang memiliki kecerdasan emosional dalam kategori sedang berjumlah 9 orang atau sebesar 42,8% dengan skor kedua siswa tersebut sebesar 13 dan siswa yang memiliki kecerdasan emosional dalam kategori rendah berjumlah 7 orang atau sebesar 33,3%. Jadi dapat digeneralisasikan bahwa mayoritas subjek dalam penelitian ini mempunyai tingkat kecerdasan emosional sedang dengan jumlah siswa sebanyak 9 orang dari 21 siswa, hal ini berarti siswa kelas IV MIS Sukarami mayoritas sudah menguasai aspek Recognizing. Emosi Seseorang, penanganan emosi, penggunaan emosi secara produktif, empati dan membina hubungan baik.

Berdasarkan hasil angket kecerdasan emosional (terkait), sebagian besar siswa memperoleh nilai di atas rata-rata pada setiap aspek kecerdasan emosional. Dari data penelitian diketahui 30,2% atau 2 siswa memperoleh hasil yang melebihi rata-rata hasil dalam aspek pengenalan emosi, dalam hal pengelolaan emosi sebanyak 59% atau 4 siswa memperoleh hasil yang melebihi rata-rata hasil pada aspek tersebut. , 36,9% atau 3 siswa mendapat nilai melebihi rata-rata skor pada aspek penggunaan emosi secara produktif, 76,4% atau 7 siswa mendapat nilai melebihi rata-rata skor pada aspek empati dan 54,8% atau 5 siswa mendapat skor yang melebihi skor rata-rata dalam hal membangun hubungan.

Deskripsi Data Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan

Hasil analisis deskriptif pada tabel diatas dapat digunakan untuk membantu menyusun tabel yaitu untuk mencari jumlah kelas dan panjang kelas. Dengan jumlah data kelas 5 dan panjang kelas 4,6 pada analisis data berupa distribusi frekuensi, terlihat bahwa kelas merupakan hasil belajar yang dicapai oleh banyak siswa. Dari tabel 4.8 diatas terlihat rata-rata skor kecerdasan emosional pada kelas menengah yaitu 81 pada kelas 76-81.

Selanjutnya disajikan data mengenai skor maksimum, skor minimum, mean dan standar deviasi yang akan digunakan untuk mengelompokkan kategorisasi hasil belajar PKn siswa kelas IV MIS Sukarami. Kategorisasi hasil belajar siswa kelas IV MIS Sukarami Kecamatan Air Nipis dapat dilihat sebagai berikut. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa nilai ideal tertinggi hasil belajar PKn adalah 100, sedangkan nilai ideal terendah adalah 67.

Nilai rata-rata hasil belajar IPS sebesar 82,8; sedangkan standar deviasinya sebesar 5,8 sehingga diperoleh skor kategorisasi tinggi untuk hasil belajar IPS berkisar antara 89-100; kategori sedang pada rentang 78-88; dan kategori rendah pada kisaran 67-77. Berdasarkan hasil penelitian yang ditunjukkan pada Gambar 4.11 diketahui bahwa sebagian besar subjek penelitian ini memiliki hasil belajar IPS dengan kategori sedang yaitu sebanyak 10 siswa atau 48,3% karena memperoleh nilai lebih dari 88; Hasil belajar kategori tinggi terdapat 6 orang siswa atau sebesar 27,7% dengan skor 78-88; sedangkan 5 orang siswa atau 22% siswa mempunyai hasil belajar IPS dengan kategori rendah. Dengan demikian, dapat digeneralisasikan bahwa sebagian besar mata pelajaran dalam penelitian ini mempunyai tingkat rata-rata hasil belajar IPS yang berjumlah 9.

Hasil Uji Prasyarat Analisis

Analisis Data Akhir 1) Uji Hipotesis 1) Uji Hipotesis

Aspek mengelola emosi menempati urutan ketiga dari aspek-aspek kecerdasan emosi yang dikuasai oleh siswa kelas IV MIS Sukarami

Aspek keempat dan kelima yang cukup dikuasai siswa yaitu aspek memanfaatkan emosi secara produktif dan mengenali emosi diri

Hasil belajar PKn dalam penelitian ini menggunakan hasil belajar harian mata pelajaran PKn siswa IV. kelas pada semester 1 tahun ajaran 2021/2022. Berdasarkan perhitungan nilai hasil belajar kewarganegaraan diketahui sebagian besar siswa mempunyai IV. Kelas di MIS Sukarami mempunyai hasil belajar pendidikan kewarganegaraan dalam kategori sedang yaitu 64,3% (9 siswa), kemudian sisanya sebesar 19,7% (6 siswa) memiliki hasil belajar pendidikan kewarganegaraan dalam kategori tinggi dan 16% (5 siswa) memiliki hasil belajar pendidikan kewarganegaraan dalam kategori tinggi. dalam kategori yang lebih rendah. Korelasi Kecerdasan Emosional Dengan Hasil Belajar Kewarganegaraan Jika dihitung koefisien korelasinya diperoleh 0,764 > 0,213 dan nilai signifikansinya 0,000 < 0,05, sehingga dari penelitian ini diketahui ada hubungan yang positif antara kecerdasan emosional dengan pembelajaran kewarganegaraan. hasil pendidikan.

Dari tabel interpretasi hasil Sugiyono terlihat bahwa korelasi antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar PKn mempunyai tingkat hubungan yang kuat. Berdasarkan uraian tersebut, maka kecerdasan emosional sangat diperlukan yang mencakup berbagai aspek yang sangat penting dalam menunjang hasil belajar siswa. Hal ini juga didukung dengan hasil pada penelitian ini dimana kecerdasan emosional dan hasil belajar PKn mempunyai hubungan yang positif karena koefisien korelasinya sebesar 0,764 > 0,213.

“Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Hasil Belajar IPA Siswa SMA Negeri 1 Palu Yang Dilakukan Pada Tahun 2014”. Berdasarkan hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar saintifik. Berdasarkan data dan hasil penelitian yang telah dipaparkan, peneliti telah membuktikan bahwa terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar PKn siswa kelas IV di MIS Sukarami Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah “Terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar kewarganegaraan siswa Kelas IV MIS Sukarami Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan”. Hal ini menunjukkan “Ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar PKn siswa kelas IV di MIS Sukarami Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan”.

SARAN

Hal ini terlihat pada koefisien korelasi sebesar 0,764 lebih besar dari r tabel sebesar 0,213; dengan interpretasi yang kuat (Tingkat Hubungan). Siswa diharapkan selalu memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dalam segala hal yang dilakukannya, karena kecerdasan emosional yang tinggi dapat menunjang tercapainya hasil belajar yang optimal. Untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kecerdasan emosional yang berperan dalam keberhasilan siswa baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar, disarankan agar sekolah khususnya guru memahami karakteristik setiap siswa sehingga dapat memberikan arahan yang tepat kepada siswa. .

Selain itu, sekolah diharapkan memasukkan unsur kecerdasan emosional dalam penyampaian materi dan melibatkan emosi siswa dalam proses pembelajaran.

Gambar

Tabel 3.1  Kategori/Kriteria

Referensi

Dokumen terkait

1 MARSUM BAGELEN 2 SUKIYAH BAGELEN 3 SUKIYAH BAGELEN 4 EDGAR ARSHAQ ALFAREZEL BANYUURIP 5 FERA HARYANTI BANYUURIP 6 INTAN YATASYA CAROLINAWATI BANYUURIP 7 MUHAMMAD