• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI PERPUSTAKAAN.pdf - Raden Intan Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI PERPUSTAKAAN.pdf - Raden Intan Repository"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

Agus Jatmiko, M.Pd selaku ketua Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Yulan Puspita Rini, M.A. selaku sekretaris Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Raden Intan Lampung.

Tabel  1.1  Indikator  Pengetahuan  Seksual  Anak  Usia  5-6
Tabel 1.1 Indikator Pengetahuan Seksual Anak Usia 5-6

Penegasan Judul

Boneka merupakan salah satu media yang dapat menjangkau segala usia dan juga sangat akrab di telinga anak-anak. Pendidikan seks pada anak meliputi pengenalan bagian-bagian tubuh, pengenalan perbedaan anggota tubuh laki-laki dan perempuan, serta anak juga dapat merawat bagian-bagian tubuh yang perlu dirawat dan dirawat.

Latar Belakang Masalah

16 Wahyuni ​​Nadar, “Persepsi Orang Tua Terhadap Pendidikan Seks Anak Usia Dini,” Yaa Bunayya Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1, No. 25 Sarasati dan Cahyati, “Pengembangan Media Pembelajaran Edukasi Boneka Jari Untuk Pengenalan Seks Anak Pendidikan dari 4-5 tahun."

Fokus dan Sub Fokus Penelitian

Peneliti tertarik melakukan penelitian di TK PKK 1 Karangrejo Kota Metro, tertarik untuk lebih jauh menggunakan media wayang untuk pendidikan seks pada anak usia 5-6 tahun. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian dengan judul : “Implementasi Penggunaan Media Boneka Untuk Mengembangkan Pendidikan Seks Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Pkk 1 Karangrejo Kota Metro”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pra penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa di TK PKK 1 Karangrejo Kota Metro sudah melaksanakan pendidikan seks anak, namun berdasarkan persentase anak yang memahami pendidikan seks terdapat anak yang melaksanakan pendidikan seks anak. belum dikembangkan.

Tujuan Peneltitian

Manfaat Penelitian

Kajian Penelitian Tindakan yang Relevan

Metode ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk menambah pengetahuan orang tua tentang pendidikan seks pada anak usia dini. Dari hasil penelitian terdahulu dapat disimpulkan bahwa penerapan pendidikan seks pada anak usia dini dapat diwujudkan dengan menggunakan alat dan metode yang berbeda-beda.

Metode Penelitian

Pengertian Metode Penelitian

Perbedaan peneliti terdahulu dengan penelitian saat ini adalah penggunaan media dan cara penerapan media untuk pendidikan seks pada anak. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui implementasi penggunaan media wayang untuk mengembangkan pendidikan seks pada anak usia 5-6 tahun di TK PKK 1 Karangrejo Kota Metro.

Jenis Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di TK PKK 1 Karangrejo Kota Metro, salah satu lembaga pendidikan di Jl. Judul implementasi pemanfaatan media wayang untuk mengembangkan pendidikan seks pada anak usia 5-6 tahun di TK PKK 1 Karangrejo Kota Metro.

Sumber Data

Data sekunder merupakan data yang sebelumnya telah dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang di luar peneliti sendiri, padahal sebenarnya yang dikumpulkan adalah data asli. Atau juga data yang diperoleh dari dokumen, foto, film, rekaman video, benda dan lain sebagainya yang dapat memperkaya data primer. 42 Sumber data sekunder yang diperoleh peneliti adalah data yang diperoleh langsung dari orang-orang yang ada hubungannya dengan data yang ada di TK PKK 1. Karangrejo, Metro dan Sastra masih sejalan dengan pembahasan. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data dokumentasi dan arsip TK PKK 1 Karangrejo Metro.

Desain Penelitian

Dapat ditarik kesimpulan bahwa desain penelitian merupakan aspek desain yang penting dan harus diperhatikan dalam pelaksanaan suatu penelitian. Apabila ada langkah-langkah yang kurang tepat, maka konsistensi penelitian tidak akan terwujud dan menyebabkan penelitian yang baik tidak terwujud. Rancangan penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang dilakukan peneliti dengan mencoba memotret peristiwa dan kondisi di lapangan dalam kaitannya dengan fokus penelitian yang diteliti yaitu implementasi penggunaan media wayang terhadap pendidikan seks untuk anak agar dapat berkembang. dari usia 5 tahun. 6 tahun di TK PKK 1 Metro.

Jelasnya penelitian ini menggambarkan suatu fenomena dan kondisi yang ada di TK PKK Karangrejo Kota Metro.

Subjek dan Objek

Teknik Pengumpulan Data

Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, peneliti tidak akan memperoleh data yang memenuhi standar data yang telah ditetapkan. Observasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh data yang dilakukan dengan cara mengamati secara langsung terhadap fenomena yang diselidiki. Observasi memerlukan persyaratan yang berbeda-beda agar hasilnya dapat menggambarkan kenyataan yang sebenarnya, yang diinginkan atau tujuan penelitian.

Peneliti melakukan observasi partisipan, melalui observasi partisipan yang peneliti gunakan ketika mengamati proses pembelajaran pada saat pembelajaran rutin setiap hari. Narasumber yang diwawancarai adalah guru kelas kelompok B3 TK PKK 1 yaitu Ibu. Yulia Widiyanti, S.Pd. Yang dimaksud dengan dokumen adalah data yang diperoleh dari berbagai sumber, misalnya: surat kabar, catatan harian, memorabilia atau buku kenangan, laporan.

Teknik pengumpulan dokumen banyak digunakan dalam penelitian sejarah, filologi, naskah kuno, dan penelitian lain yang memerlukan data sekunder. Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk keperluan penelitian seperti KTSP, kurikulum dan evaluasi pendidikan seksualitas anak. Teknik ini juga digunakan peneliti untuk mendapatkan wawasan mengenai implementasi penggunaan media boneka jari untuk pendidikan seks anak.

Teknik Analisis

Dalam kritik eksternal diajukan pertanyaan: apakah dokumen tersebut asli atau tiruan, siapa yang membuat dokumen tersebut, bahasa apa dan dari mana asalnya. Analisis data merupakan suatu upaya untuk mencari dan menyusun secara sistematis catatan-catatan observasi, wawancara dan lain-lain guna meningkatkan pemahaman peneliti terhadap kasus yang diteliti.Untuk meningkatkan pemahaman analisis data perlu dilakukan lebih dari sekedar pencarian makna. Pekerjaan pengumpulan data bagi peneliti kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan menulis, mengedit, mengklasifikasikan, mereduksi, menyajikan dan menarik kesimpulan atau verifikasi.

Sebelum menganalisis data yang dikumpulkan, penulis akan memperoleh data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi, kemudian dilakukan triangulasi. Dengan demikian, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data lebih lanjut dan mencari dimana diperlukan. Dalam penelitian kualitatif, penyajian datanya dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, flip card, piktogram dan sejenisnya.

Melalui penyajian data, data diorganisasikan, disusun dalam pola relasional, sehingga menjadi mudah untuk dipahami. Kesimpulan (penarikan kesimpulan/verifikasi) Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan, menurut Miles dan Huberman penarikan kesimpulan dan verifikasi, kesimpulan pertama masih bersifat sementara, akan berubah jika tidak ditemukan bukti-bukti kuat pada tahap awal, didukung dengan bukti kuat pada tahap pengumpulan data berikutnya. Jika kesimpulan yang dikemukakan adalah kesimpulan yang kredibel. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang belum pernah ada sebelumnya. 52.

Teknik Keabsahan

Triangulasi teori adalah menguji keabsahan data dengan menggunakan sudut pandang lebih dari satu teori dalam membahas permasalahan yang diteliti sehingga dapat dianalisis dan ditarik kesimpulan yang lebih utuh dan menyeluruh. Triangulasi pada hakekatnya merupakan pendekatan multi metode yang dilakukan peneliti dalam mengumpulkan dan menganalisis data, ide dasarnya adalah agar fenomena yang diteliti dapat dipahami dengan lebih baik guna mencapai tingkat kebenaran yang tinggi jika didekati dari sudut pandang yang berbeda, memotret satu fenomena saja. dari sudut yang berbeda akan memungkinkan diperolehnya kebenaran yang dapat diandalkan. Namun menurut triangulasi yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan sesuatu selain data tersebut untuk keperluan pengendalian atau sebagai pembanding data.

Sistematis Penulisan

  • Media Pembelajaran
  • Media Boneka
  • Pendidikan Seks Anak

Pada bab ini peneliti mencoba mencari pandangan mengenai pengajaran boneka gander untuk mengembangkan pendidikan seks pada anak usia 5-6 tahun di TK PKK 1 Karangrejo. Boneka dipilih karena cocok dengan karakteristik anak usia dini yang mampu mewakili dunia dalam tataran konkrit. 15 Ernawati Tri Endang Jatmikwati, Ria Angin, “Model dan Materi Pendidikan Seks Anak Usia Dini Berperspektif Gender Agar Terhindar dari Kekerasan Seksual,” Educational Horizon 34, no.

16 Musfiroh, “Bercerita untuk Anak Usia Dini”..agar guru dapat memerankan dua tokoh sekaligus dalam satu adegan. Menurut Hastomo, perkembangan psikoseksual menunjukkan bahwa pengalaman seksualitas pada anak usia dini cenderung lebih menekankan pada perilaku atau kebiasaan. 20 ernawati Tri Endang Jatmikowati, Ria Angin, “Model dan Materi Pendidikan Seks Anak Usia Dini Berperspektif Gender untuk Mencegah Pelecehan Seksual”, Educational Horizon 34, no.

Dimana orang tua melihat tujuan pendidikan seks hanya dari segi perilaku seksual, padahal tujuan utama pendidikan seks khususnya pada anak usia dini adalah untuk memberikan rasa nyaman dalam melakukan aktivitas sesuai jenis kelamin anak. 25 Nhimas Ajeng dkk., “Penerapan pendidikan seks anak usia dini oleh orang tua dan guru di TK Pamekar Budi Demak,”. 26 Lely Camelia dan Ine Nirmala, “Penerapan Pendidikan Seks Anak Usia Dini Dalam Perspektif Islam,” Pendidikan Anak Usia Dini.

Sedangkan anak usia dini menurut NAEYC (National Association for the Education of Young Children), adalah anak berusia antara 0 sampai 8 tahun yang menerima layanan pendidikan di taman penitipan anak, panti asuhan keluarga anak, pendidikan prasekolah baik negara bagian maupun lokal. dan swasta, taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). 28 Putri Hana Pebriana, “Analisis Penggunaan Alat Terhadap Keterampilan Interaksi Sosial Anak Usia Dini,” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1, no.

Simpulan

Rekomendasi

Implementasi pendidikan seks anak usia dini oleh orang tua dan guru di TK Pamekar Budi Demak. “Efektifitas aplikasi Sex Kids Education dalam mengenalkan pendidikan seks anak usia dini.” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6, No. Implementasi Pendidikan Seks pada Anak Usia Dini.” Kuliah PAUD: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 3, no.

Persepsi Orang Tua terhadap Pendidikan Seks Anak Usia Dini.” Yaa Bunayya Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1, No. Menganalisis Penggunaan Gadget Terhadap Keterampilan Interaksi Sosial pada Anak Usia Dini.” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1, no.Perbandingan pemahaman seks pada anak usia 4-5 tahun ditinjau dari penerapan pendidikan seks.” Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak.

Pengembangan media pembelajaran boneka edukatif untuk mengenalkan pendidikan seks pada anak usia 4 hingga 5 tahun.” Jurnal Cendekia Cikal 01, No. Peran guru dalam perkembangan bahasa lisan pada anak usia 5 sampai 6 tahun.” Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 3, No Kisi-kisi Pemanfaatan Media Boneka Untuk Mengembangkan Pendidikan Seks Pada Anak Usia 5 s/d 6 Tahun Di TK PKK 1 Karangrejo N.

2 Dewi Fitriani, Heliati Fajriah, dan Arnis Wardani, “Mengenalkan pendidikan seks anak usia dini melalui buku Lift the Flap. 4 Lely Camelia dan Ine Nirmala, “Menerapkan Pendidikan Seks Anak Usia Dini Dalam Perspektif Islam,” Pendidikan Anak Usia Dini 1 (2017): .

Gambar

Tabel  1.1  Indikator  Pengetahuan  Seksual  Anak  Usia  5-6

Referensi

Dokumen terkait

Theoretical Linguistics focuses on the examination of the structure of English in all its manifestations (phonetics, phonology, morphology, syntax, grammar at large). Other