• Tidak ada hasil yang ditemukan

skripsi unand 3

N/A
N/A
nadia

Academic year: 2025

Membagikan "skripsi unand 3"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

Saya juga mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak Hidroponik 55 dan Bang Brian yang telah membantu dalam menyediakan tempat penelitian sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Terima kasih juga saya ucapkan pada kawan KKN yang telah memberikan kenangan bahagia selama perkuliahan. Muhsanati, MS selaku Dosen Pembimbing 2 yang telah banyak meluangkan waktu serta memberikan bimbingan dan pengarahan sampai terselesaikan skripsi ini.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

DAFTAR TABEL

DAFTAR LAMPIRAN

PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR NASI BASI DAN AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN

THE EFFECT OF LIQUID ORGANIC FERTILIZER CONCENTRATION OF STAINLESS RICE AND AB MIX ON

THE GROWTH AND YIELD OF PAKCOY (Brassica rapa L.) ON FLOATING RAFT HYDROPONICS

Abstract

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

Bagaimana pengaruh berbagai konsentrasi POC nasi basi dan AB mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy dengan sistem hidroponik rakit apung. Berapa konsentrasi POC nasi basi dan AB mix yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy dengan sistem hidroponik rakit apung. Mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi POC nasi basi dan AB mix terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy dengan sistem hidroponik rakit apung.

Mendapatkan konsentrasi POC nasi basi dan AB mix terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy dengan sistem hidroponik rakit apung.

TINJAUAN PUSTAKA

Tanaman Pakcoy

Bunga tanaman pakcoy tersusun rapi dalam tangkai yang cukup panjang, cabangnya banyak dengan tipe kuntum yang terdiri dari 4 helai kelopak bunga dan 4 mahkota bunga berwarna kuning. Buah pada tanaman pakcoy termasuk tipe buah polong dengan bentuk memanjang dan memiliki rongga, terdapat 2 – 8 butir pada setiap buah (polong). Pakcoy memiliki biji berbentuk bulat dan cukup kecil dengan warna coklat kehitaman (Hermiza et al., 2018).

Pakcoy dapat menghilangkan rasa gatal pada penderita batuk, dikonsumsi dengan tujuan untuk menyembuhkan sakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, dan memperlancar sistem pencernaan. Pakcoy dapat ditanam mulai dari ketinggian 5 m sampai dengan 1200 m di atas permukaan laut, namun tanaman pakcoy dapat tumbuh optimal pada daerah dengan ketinggian 100 meter – 500 meter di atas permukaan laut. Tanaman pakcoy tumbuh baik pada tanah dengan kriteria seperti gembur, banyak mengandung humus, subur, serta drainase yang lancar.

Tanaman pakcoy tidak terlalu sulit untuk dibudidayakan dan memiliki waktu budidaya yang pendek, yakni sekitar 25 – 45 hari. Berdasarkan penelitian oleh Andriyani (2019), tanaman pakcoy kurang peka terhadap suhu sehingga dapat ditanam pada daerah dataran rendah maupun tinggi. Tanah yang cocok untuk tanaman pakcoy adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur serta drainase yang baik.

Tanaman pakcoy yang dapat beradaptasi di dataran rendah maupun tinggi serta harga jual tinggi yang stabil, membuat tanaman ini menjadi salah satu jenis tanaman sayur yang banyak dibudidayakan secara hidroponik. Selanjutnya penelitian oleh Rizal (2017), diperoleh bahwa pemberian nutrisi AB mix meningkatkan pertumbuhan tanaman pakcoy yaitu pada rata – rata tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah tanaman.

Sistem Hidroponik Rakit Apung

Walaupun demikian untuk wilayah Indonesia yang termasuk daerah beriklim panas (tropik), tanaman jenis sawi – sawian dapat beradaptasi sehingga tumbuh baik di dataran rendah sampai tinggi dengan ketinggian mencapai ± 1.100 dpl, suhu udara C, dan kelembaban udara (RH) sebesar 70 – 90% dengan penyinaran cahaya matahari penuh. Derajat keasamaan (pH) tanah berkisar antara rentang pH ini adalah pH optimum untuk pertumbuhan tanaman (Haryanto et al., 2006). Penelitian oleh Yulianti, (2017), menunjukkan bahwa umur panen pakcoy dengan menggunakan sistem hidroponik lebih cepat bila dibandingkan dengan metode konvensional.

Teknologi yang berkembang pesat juga turut memberikan peran penting pada perkembangan sistem tanam hidroponik, hal ini dapat dilihat pada banyaknya penggunaan kerikil sintetis dan bola – bola nutrisi sebagai media tanam (Utama et al., 2006). Hidroponik memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan menjadi sistem pertanian terbarukan di masa depan, hal ini disebabkan usaha hidroponik dapat diterapkan di manapun seperti lahan sempit perkotaan, gang kecil, desa, dan tempat lainnya. Permasalahan lain yang umum terjadi di lahan pertanian konvensional seperti keterbatasan air, hama dan penyakit, hasil panen yang berbeda satu sama lain.

Akar tanaman yang terus terendam larutan nutrisi dapat menyebabkan akar rentan busuk, sehingga perlu adanya penambahan oksigen terlarut untuk mencegah hal tersebut. Nutrisi merupakan faktor pembatas utama yang harus selalu tersedia dalam budidaya dengan sistem hidroponik (Téllez et al., 2012). Nutrisi hidroponik harus mengandung unsur hara makro dan mikro, untuk memenuhi kebutuhan tanaman seperti tanaman yang ditanam di tanah.

Kedua stok nutrisi ini memiliki kandungan yang berbeda dan akan mengendap apabila disatukan, oleh karena itu nutrisi harus dilarutkan terlebih dahulu sebelum diberikan pada tanaman (Lught et al., 2020). Nutrisi AB mix yang banyak digunakan oleh petani hidroponik memiliki harga yang cukup mahal, sehingga hal ini membuat.

Pupuk Organik Cair

Pupuk organik cair adalah pupuk yang bahan dasarnya berasal dari hewan atau tumbuhan yang sudah mengalami fermentasi berupa cairan dan kandungan bahan kimia di dalamnya maksimum 5%. Hal ini disebabkan penggunaan pupuk organik cair memiliki beberapa kelebihan yaitu pengaplikasiannya lebih mudah, unsur hara yang terdapat di dalam pupuk cair mudah diserap tanaman, mengandung mikroorganisme yang banyak, mengatasi defesiensi hara, tidak bermasalah dalam pencucian hara, mampu menyediakan hara secara cepat, proses pembuatannya memerlukan waktu yang lebih cepat, serta penerapannya mudah dilakukan yakni tinggal di semprotkan ke tanaman. Ciri fisik pupuk cair yang baik adalah berwarna kuning kecoklatan, pH netral, tidak berbau, dan memiliki kandungan unsur hara tinggi (Fitria, 2008).

Penguraian suatu senyawa ditentukan oleh susunan bahan, dimana pada umumnya senyawa organik mempunyai sifat yang cepat diuraikan, sedangkan senyawa anorganik mempunyai sifat sukar diuraikan. Penguraian bahan organik akan berlangsung melalui proses yang sudah dikenal, yang secara keseluruhan disebut dengan proses fermentasi. Bahan organik tersebut pada tahap awal akan diubah menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti gula, gliserol, asam lemak dan asam amino.

Pupuk Organik Cair nasi yang terbuat dari nasi basi adalah bahan baku yang mudah didapatkan, hal ini dikarenakan nasi basi tidak digunakan dan dibuang begitu saja. Pupuk cair ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk hayati yang bisa langsung diaplikasikan pada tanaman (Julita et al., 2013).

METODE PENELITIAN

  • Tempat dan Waktu
  • Alat dan Bahan
  • Rancangan Percobaan
  • Pelaksanaan Penelitian 1. Pembuatan POC nasi
    • Persiapan Hidroponik Sistem Rakit Apung
    • Penyemaian Benih
    • Persiapan larutan AB mix
    • Penanaman
    • Perlakuan
    • Pemeliharaan
    • Panen
  • Variabel Pengamatan a. Tinggi Tanaman (cm)

Pembuatan hidroponik sistem rakit apung yaitu dibuat dari wadah styrofoam berukuran 60 x 40 x 15 cm, kemudian dibuat lubang pada tutup wadah berjumlah 6 buah berdiameter 5 cm dan jarak antar lubang tanam 10 cm. Wadah styrofoam dilapisi menggunakan plastik bening untuk mencegah kebocoran, disiapkan juga atap naungan yang terbuat dari plastik UV guna melindungi tanaman dari hujan serta mencegah penguapan berlebih pada tanaman. Benih pakchoy dimasukkan kedalam lubang tanam tersebut diletakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Penyulaman dilakukan pada tanaman yang mati, layu, atau tidak menunjukkan tanda pertumbuhan 3 – 7 hari setelah tanam. Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman dilakukan dengan menyemprot tanaman menggunakan pestisida nabati atau pencucian pada tanaman tersebut. Pestisida nabati yang digunakan adalah pestisida nabati bawang putih yang dibuat dari bawang putih, air dan sabun cuci piring.

Pembuatan pestisida dilakukan dengan menghaluskan 4 umbi bawang putih tanpa kulit luar, lalu dicampurkan dengan 500 ml air dan didiamkan selama 6 jam. Pestisida nabati bawang putih dilarutkan dengan air sebanyak 2,5 liter, disemprotkan pada tanaman seminggu sekali guna mencegah serangan hama. Tanaman pakcoy yang telah siap panen dapat dilihat melalui ciri fisik yaitu bentuk daun oval membulat, memiliki warna daun yang hijau, lebar daun antara 13 – 15 cm, panjang daun lebih dari 17 cm.

Pengukuran dilakukan dengan menimbang berat keseluruhan tanaman yaitu berat batang, daun, dan akar menggunakan timbangan digital. Pengukuran dilakukan dengan menimbang tanaman yang telah dikeringkan menggunakan oven pada temperatur 70ºC selama 48 jam.

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Tinggi Tanaman

  • Jumlah Daun
  • Lebar Daun
  • Panjang Akar
  • Berat Segar per Tanaman
  • Berat Kering per Tanaman

Laju pertumbuhan tinggi tanaman pakcoy pada kombinasi konsentrasi POC nasi dan AB mix umur 1 MST hingga 4 MST dapat dilihat pada Gambar 1. Laju pertumbuhan tinggi tanaman pakcoy pada kombinasi konsentrasi POC nasi dan AB mix umur 1 MST hingga 4 MST. Jumlah daun tanaman pakcoy pada berbagai kombinasi konsentrasi POC nasi basi dan AB mix pada umur 4 MST.

Laju pertumbuhan jumlah daun tanaman pakcoy pada kombinasi konsentrasi POC nasi dan AB mix umur 1 MST hingga 4 MST dapat dilihat pada Gambar 2. Laju pertumbuhan jumlah daun tanaman pakcoy pada kombinasi konsentrasi POC nasi dan AB mix umur 1 MST hingga 4 MST. Peningkatan jumlah daun setiap minggu pada Gambar 2 menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi POC nasi dan AB mix berpengaruh pada tanaman pakcoy.

Lebar daun tanaman pakcoy pada berbagai kombinasi konsentrasi POC nasi basi dan AB mix pada umur 4 MST. Laju pertumbuhan lebar daun tanaman pakcoy pada kombinasi konsentrasi POC nasi dan AB mix umur 1 MST hingga 4 MST. Panjang akar tanaman pakcoy pada berbagai kombinasi konsentrasi POC nasi dan AB mix pada umur 4 MST.

Berat segar tanaman pakcoy pada berbagai kombinasi konsentrasi POC nasi dan AB mix saat umur 4 MST. Berat kering tanaman pakcoy pada berbagai kombinasi konsentrasi POC nasi dan AB mix saat umur 4 MST.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

DAFTAR PUSTAKA

Pengaruh Pemberian Mikro Organisme Lokal (MOL) Nasi dan Hormon Tanaman Unggul terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai (Capsicum annum L.). Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Hidroponik dengan Berbagai Sumber Nutrisi dan Tanaman Refugia (Tagetes erecta L.). Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica juncea L.) terhadap Pemberian Pupuk Organik DOFOSF G-21 dan Air Kelapa Tua.

Pengaruh Dosis Pupuk Kompos Enceng Gondok dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Jurnal Infofarm. Pengaruh Pemberian Mikroorganisme Lokal (MOL) Nasi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Jurnal Prosiding Seminar Nasional. Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Pakcoy (Brassica chinensis L.) pada Berbagai Konsentrasi Pupuk AB mix dan Pupuk Organik Organik Cair (POC) dengan Teknik Hidroponik.

Efektivitas Pemberian Nasi Basi sebagai Pupuk Organik pada Tanaman Selada Merah (Lactusa sativa Var. crispa). Pengaruh Volume Pupuk Organik Cair Berbahan Dasar Serabut Kelapa (Cocos nucifera) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Sawi Hijau (Brassica juncea L.). Uji Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) dengan Pemberian Pupuk Organik Cair pada Sistem Hidroponik.

Uji Berbagai Jenis Mikroorganisme Lokal (MOL) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) secara Hidroponik. Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Hasil Perombakan Anaerob Limbah Makanan terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). Respon Berbagai Konsentrasi dan Interval Pupuk Daun Growmore terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans Poir).

Pemanfaatan MOL (Mikroorganisme Lokal) Keong Emas (Pomoceae canaliculate) dan Pupuk Organik untuk Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica rapa L.) Jurnal Agroscience.

Referensi

Dokumen terkait

Sidik Ragam Pengaruh Konsentrasi dan Interval Waktu Penggantian Larutan Nutrisi AB Mix terhadap Rerata Bobot Segar Daun

Penelitian Pardosi (2014) pemberian pupuk organik limbah sayuran dengan dosis 500 ml per tanaman menghasilkan jumlah daun, luas daun, dan bobot segar tanaman

KESIMPULAN DAN SARAN Pemberian nutrisi AB mix pada konsentrasi 5 ml/l dan penambahan ZPT 2 ml sebagai nutrisi plus merupakan kombinasi yang optimal dalam meningkatkan

Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan yaitu pemberian paclobutrazol melalui daun pada tanaman ubikayu sebanyak 25 ml terbukti secara

Pada hasil penelitian berdasarkan media tanam kain perca dengan dosis AB mix 3 ml/l dan interval pemberian nutrisi AB mix 10 (A13) hari memberikan hasil yang

Pemberian kombinasi Pupuk Organik Cair (POC) daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dan limbah cair tahu dapat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman pakcoy

52 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan tanaman Pakcoy Barassica rapa L melalui teknologi Hidroponik dengan pemberian kombinasi berbagai jenis

Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disarankan penggunaan Pupuk Organik Cair POC batang pisang dengan dosis 400 ml/polybag untuk pertumbuhan dan hasil tanaman cabai