PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana kerjasama pemerintah daerah dan kelompok masyarakat dalam pemantauan pengelolaan lingkungan di PT.CS2.POLA SEHAT di Kabupaten Maros. Bagaimana kerjasama kerjasama antara pemerintah daerah dan kelompok masyarakat dalam pemantauan pengelolaan lingkungan hidup di PT.CS2.POLA SEHAT di Kabupaten Maros. Bagaimana kerjasama koalisi pemerintah daerah dan kelompok masyarakat dalam pengawasan pengelolaan lingkungan hidup di PT.CS2.POLA SEHAT di Kabupaten Maros.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada kelompok masyarakat dan pemerintah daerah dalam kerjasama pemantauan pengelolaan lingkungan hidup PT.CS2.POLA SEHAT di Kabupaten Maros.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup
Kerangka Fikir
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitan
METODE PENELITIAN
Jenis dan Tipe Penelitian
Metode kualitatif dapat digunakan untuk mengungkap dan memahami sesuatu dibalik suatu fenomena yang belum diketahui.Metode ini juga dapat digunakan untuk memperoleh wawasan tentang sesuatu yang belum banyak diketahui, serta dapat membantu peneliti memberikan rincian kompleks tentang fenomena yang sulit untuk diketahui. mengungkapkan melalui metode kuantitatif.
Sumber Data
Informan Penelitian
5 MUH RIDWAN MR Kepala salewangang hijau 1 orang 6 FARDIANSYAH FA Sekretaris salewangang hijau 1 orang 7 M SYADIQ TABA ST Kepala bagian pengembangan.
Teknik Pengumpulan Data
Eksplorasi item yang berkaitan dengan penulisan ini dengan mengamati langsung aktivitas dan perilaku aparat setempat serta kelompok masyarakat terhadap kualitas lingkungan sekitar pabrik PT CS2 POLA SEHAT. Pengumpulan data dari responden dilakukan dengan cara bertanya secara langsung, yaitu terkait kerjasama pemerintah daerah dan kelompok lokal dalam pemantauan lingkungan PT CS2 POLA SEHAT. Data hasil wawancara atau wawancara yang peneliti uraikan mengenai strategi pengumpulan data melalui wawancara dengan lampiran dokumentasi atau gambar tentang proses pengumpulan data terkait kerjasama pemerintah daerah dan kelompok masyarakat dalam pemantauan pengelolaan lingkungan pola hidup sehat PT CS2.
Teknik Analisa Data
Miles dan Hubermen berpendapat bahwa kegiatan menganalisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus hingga selesai, sehingga data tersebut jenuh. Ukuran kejenuhan data ditandai dengan tidak diperolehnya data atau informasi baru. Kegiatan dalam analisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Pertama, rangkuman data kontak langsung dengan masyarakat. Peristiwa dan situasi di lokasi penelitian. Kedua, pengkodean. Ketiga dalam analisis pada saat pengumpulan data adalah membuat catatan yang obyektif. Keempat, membuat catatan reflektif. Kelima, membuat catatan pinggir. Keenam, untuk menyimpan data. Ketujuh, analisis data pada saat pengumpulan data adalah pembuatan memo. Catatan yang dimaksud Miles dan Huberman adalah teorisasi gagasan atau konseptualisasi gagasan, yang diawali dengan pengembangan pendapat atau proposisi. Kedelapan, analisis antar lokasi. Kesembilan, membuat rangkuman sementara antar lokasi. Tahap penyajian data/analisis data setelah pengumpulan data Penyajian data diarahkan agar reduksi data yang dihasilkan terorganisir, disusun dalam pola relasional, sehingga lebih mudah dipahami dan merencanakan pekerjaan penelitian selanjutnya.
Pada langkah ini peneliti mencoba mengumpulkan data yang relevan sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan dan dimiliki. Prosesnya dapat dilakukan dengan menampilkan data, membuat hubungan antar fenomena untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang perlu ditindaklanjuti untuk mencapai tujuan penelitian. Penyajian data yang baik merupakan langkah penting menuju analisis kualitatif yang valid dan reliabel.
Sebagaimana dijelaskan di atas, kesimpulan awal yang telah ditetapkan masih bersifat tentatif dan akan berubah jika ditemukan bukti-bukti yang mendukung pengumpulan data tahap selanjutnya.
Keabsahan Data
Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan merupakan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maros yang dibentuk melalui penggabungan 2 (dua) SKPD yaitu Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maros. Untuk mewujudkan visi Badan Perlindungan Lingkungan Denmark untuk Kebersihan dan Perawatan Lanskap, misi berikut telah ditetapkan. Kerja sama antara pemerintah daerah dan kelompok lokal untuk melakukan pengawasan pengelolaan lingkungan hidup PT CS2 POLA SEHAT.
Wawancara di atas menunjukkan adanya kerjasama antara BLHKP Kabupaten Maros dengan Kelompok Masyarakat (Green Salewangang). Sebab, BLHKP Kabupaten Maros membuka sistem pengaduan agar terjadi pertukaran informasi dalam proses tersebut. Kerjasama Bergaining yang dilakukan BLHKP Kabupaten Maros sangat memudahkan masyarakat dalam menyampaikan informasi yang terjadi di bidang ini terkait pencemaran lingkungan.
Namun hal tersebut tidak dilakukan oleh PT CS2 POLA SEHAT, kemudian diiringi dengan tidak adanya tekanan dari pihak BLHKP Kabupaten Maros yang melakukan pembinaan terkait pengawasan pengelolaan lingkungan hidup, sehingga PT CS2 POLA SEHAT hanya tinggal diam karena dirasa tidak sesuai. diperlukan untuk melakukan hal ini. Kerja sama kooptasi antara pemerintah daerah dan kelompok masyarakat dalam pengawasan pengelolaan lingkungan hidup PT CS2 POLA SEHAT. Berikut hasil wawancara dengan kepala badan baku mutu lingkungan hidup dan informan status lingkungan hidup.
BLHKP Kabupaten Maros dalam menindaklanjuti seluruh laporan yang masuk dengan menurunkan tim pengawas yang terdiri dari delapan (8) orang. Berikut hasil wawancara terhadap pegawai BLHKP Kabupaten Maros, anggota suku dinas pengawasan BLHKP Kabupaten Maros; Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa anggaran yang dimiliki BLHKP Kabupaten Maros sangat minim karena yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah hanyalah uang pangan, padahal banyak urusan yang harus mereka lakukan.
Pemerintah daerah yang tertutup terhadap anggarannya membiarkan terjadinya penyimpangan sehingga melemahkan kerja sama pemantauan lingkungan hidup antara pemerintah daerah dan kelompok masyarakat, serta sistem pemantauan internal yang selama ini berjalan tanpa keterlibatan kelompok masyarakat dan secara efektif mengimbangi tim pengawasan pemerintah daerah. BLHKP di Kabupaten Maros. Kolaborasi koalisi antara pemerintah daerah dan kelompok masyarakat dalam pengawasan pengelolaan lingkungan hidup PT CS2 POLA SEHAT. Selain membantu BLHKP Kabupaten Maros juga sebagai bentuk transparansi dari segi teknis pemantauan lingkungan hidup.
Kerjasama koalisi kedua organisasi tidak terjalin karena BLHKP Kabupaten Maros dalam kegiatannya tidak melibatkan kelompok masyarakat (Green Salewangang), hal ini disebabkan oleh faktor regulasi dan sumber daya manusia dalam melakukan pengawasan. Dan pemerintah daerah diharapkan menekankan agar PT CS2 POLA SEHAT melakukan program CSR yang berkaitan dengan lingkungan hidup karena diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.