• Tidak ada hasil yang ditemukan

skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar"

Copied!
100
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan masalah

Apa saja faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata Pantai Samboang Kabupaten Bulukumba.

Tujuan penelitian

Kegunaan penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Konsep pengelolaan

Berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian manajemen berkaitan dengan penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam suatu kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Perencanaan merupakan suatu kegiatan yang akan dilaksanakan dimasa yang akan datang dalam jangka waktu tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.

Konsep pariwisata

Proses : ada kegiatan yang arahnya kebawah, sehingga berbentuk usaha untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen adalah proses membimbing dan memberikan fasilitas kerja yang diselenggarakan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Hasibuan, l995: 05). Wahab (2003:9) memberikan rangkuman manfaat pariwisata bagi suatu negara yang dapat dikatakan sebagai faktor penting dalam memajukan persatuan bangsa jika masyarakatnya berbeda daerah, dialek, adat istiadat dan selera yang berbeda.

Atraksi lainnya antara lain kehidupan sehari-hari, pasar tradisional, pertanian, perikanan, perkebunan, panjat tebing, arung jeram, terbang layang, selancar, berlayar, festival, upacara adat dan sebagainya (Bagyono 2007:22). Semua itu dapat memberikan manfaat dan kenikmatan baik bagi masyarakat di kawasan yang bersangkutan maupun bagi wisatawan yang berkunjung dari luar. Pariwisata juga dapat memberikan dorongan dan kontribusi terhadap pelaksanaan proyek-proyek pembangunan di berbagai sektor bagi negara-negara yang perekonomiannya sudah maju atau maju, dimana industri pariwisata pada gilirannya menjadi kenyataan di tengah-tengah industri lainnya.

Kawasan wisata adalah suatu kawasan yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan kegiatan pariwisata dengan kriteria pemanfaatan ruang.

Kerangka pikir

Fokus penelitian

METODE PENELITIAN

  • Jenis dan tipe penelitian
  • Sumber data
  • Informan penelitian
  • Teknik pengumpulan data
  • Teknik analisis data
  • Keabsahan data

Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata Pantai Samboang dalam bentuk ide/pemikiran merupakan hal yang diinginkan oleh masyarakat setempat. Faktor pendukungnya adalah partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Objek Wisata Pantai Samboang di Kabupaten Bulukumba, Objek Wisata Pantai Samboang di Kabupaten Bulukumba. Faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata Pantai Samboang di kawasan pengelolaan objek wisata Pantai Samboang di Kabupaten Bulukumba.

Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata Pantai Samboang mempunyai beberapa faktor yang mempengaruhi wisatawan untuk berkunjung ke lokasi tersebut. Banyaknya tempat wisata pantai di Kabupaten Bulukumba membuat Pantai Samboang sedikit atau hampir tidak ada pengunjungnya. “Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah juga peduli terhadap daya tarik wisata Pantai Samboang.” (hasil wawancara, 17 Juni 2017).

Faktor pendukung dan faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata Pantai Samboang kabupaten Bulukumba.

Tabel 1.Daftar informan penelitian
Tabel 1.Daftar informan penelitian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Kabupaten Bulukumba

Tata cara pemanggilan “Bulukumba” berasal dari dua kata dalam bahasa Bugis yaitu “Bulu’ku” dan “Mupa” yang artinya dalam bahasa Indonesia. Mitos ini pertama kali muncul pada abad ke-17 M saat terjadi perang saudara antara dua kerajaan besar di Sulawesi yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Been. Bangkeng Buki' (secara harfiah berarti kaki bukit) yang merupakan barisan perbukitan dari Gunung Lompo battang diklaim Kerajaan Gowa sebagai batas wilayahnya dari Kindang hingga wilayah timur.

Namun Kerajaan Bone bertekad mempertahankan Bangkeng Buki' sebagai wilayah kekuasaannya dari barat hingga selatan. Dari peristiwa tersebut muncullah ungkapan “Bulu’ku mupa” dalam bahasa Bugis yang kemudian mengalami perubahan proses bunyi pada tingkat dialek tertentu menjadi “Bulukumba”. Ahmad Mattulada (ahli sejarah dan kebudayaan) dengan peraturan daerah no. 13 Tahun 1994 menetapkan hari jadi Kabupaten Bulukumba jatuh pada tanggal 4 Februari 1960.

Secara hukum formal, Kabupaten Bulukumba resmi menjadi daerah Tingkat II setelah Lambang Daerah Kabupaten Bulukumba ditetapkan oleh DPRD Kabupaten Bulukumba pada tanggal 4 Februari 1960 dan selanjutnya dilakukan pelantikan bupati pertama Andi Patarai pada tanggal 12. Februari 1960.

Keadaan Geografis dan Keadaan Topografi Kabupaten Bulukumba 38

Secara geografis Kabupaten Bulukumba terletak pada koordinat antara 5o 20" s/d 5o40" LU dan 119o 50" s/d 120o 28" BT. Daerah perbukitan Kabupaten Bulukumba memanjang dari barat ke utara dengan ketinggian 100 hingga lebih dari 500 meter di atas permukaan laut dan meliputi sebagian Kecamatan Kindang, Kecamatan Bulukumpa, dan Kecamatan Rilau Ale. Berdasarkan analisis Smith-Ferguson (tipe iklim diukur berdasarkan bulan basah dan bulan kering), klasifikasi iklim di Kabupaten Bulukumba termasuk iklim lembab atau sedikit basah.

Daerah yang bergelombang dengan ketinggian antara 25 – 100 meter di atas permukaan laut antara lain Kecamatan Gantarang, Kindang, Bontobahari, Bontotiro, Kajang, Herlang, Bulukumpa, dan Rilau Ale. Sedangkan untuk daerah perbukitan dengan ketinggian 100 – lebih dari 500 meter di atas permukaan laut yang memanjang dari barat ke utara meliputi Kecamatan Kindang, Bulukumpa dan Rilu Ale. Wilayah Kabupaten Bulukumba berdasarkan kondisi topografinya terdiri atas wilayah pesisir dan pegunungan (dataran tinggi), dengan bentuk permukaan yang berbeda-beda (dataran, bergelombang, berbukit hingga bergunung).

Kabupaten Bulukumba pada tahun 2014 mempunyai jumlah penduduk sebanyak 435.035 jiwa, terletak pada 10 (sepuluh) kecamatan dengan kepadatan penduduk 376,76 jiwa per kapita. km², dan ini berarti meningkat.

Kantor dinas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Bulukumba

Menurut Dinas Kependudukan dan Kependudukan Kabupaten Bulukumba, pada tahun 2014 jumlah perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki yaitu sebanyak 217.520 jiwa dibandingkan laki-laki masing-masing sebanyak 217.515 jiwa. Rasio gender antara perempuan dan laki-laki adalah 100, yang berarti terdapat 100 orang dalam 100 perempuan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bulukumba menjadi alat utama dalam.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bulukumba merupakan satuan kerja yang mempunyai kewenangan melaksanakan pembangunan dan pengembangan di bidang kebudayaan dan pariwisata secara efektif, efisien, bertanggung jawab dan profesional. 32/IX/2008 tentang Tugas Pokok, Uraian Tugas Struktural, dan Uraian Kegiatan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bulukumba.

Visi dan Misi Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata

Oleh karena itu, SKPD merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan agenda pemerintah daerah secara keseluruhan dalam upaya mewujudkan tata pemerintahan yang baik. Mewujudkan masyarakat sejahtera melalui pengembangan budaya dan pariwisata (Pariwisata dan pengembangan budaya untuk kesejahteraan) berdasarkan nilai-nilai agama dan budaya. Kebudayaan dan pariwisata merupakan salah satu sektor kebudayaan di Kabupaten Bulukumba yang sangat penting untuk diprioritaskan, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan pendapatan masyarakat.

Sebagai upaya pengembangan pariwisata dengan tujuan memanfaatkan sumber daya alam, melestarikan nilai-nilai budaya sebagai daya tarik wisata. Sebagai salah satu destinasi wisata utama di Sulawesi Selatan, sektor pariwisata dan kebudayaan merupakan salah satu sektor penting dalam mendukung peningkatan perekonomian untuk mencapai masyarakat sejahtera. Nilai-nilai agama dan budaya menjadi landasan kokoh bagi pengembangan budaya dan pariwisata yang bertanggung jawab dan transparan.

Pelestarian keanekaragaman dan kekayaan budaya dan daerah, serta kesenian daerah (pelestarian seni budaya) sebagai salah satu identitas leluhur.

Struktur organisasi dinas kebudayaan dan pariwisata

Sumber Daya SKPD

Gambaran Umum Kecamatan Bonto Tiro

Berdasarkan data diatas dikatakan kunjungan wisatawan setiap tahunnya sangat sedikit dibandingkan pengunjung yang datang ke pantai Bira, sehingga kesejahteraan masyarakat tidak meningkat. Melihat data diatas, maka sudah menjadi tugas pemerintah untuk terus mempromosikan Pantai Samboang agar banyak dikunjungi wisatawan baik lokal, regional maupun mancanegara, sehingga pendapatan masyarakat dapat meningkat dan sejahtera dibandingkan masyarakat lain yang memilikinya. kawasan pemukiman memiliki lokasi pantai seperti Pantai Bira dan Pantai Apparalang.

Tabel 5. Data pengunjung Pantai Samboang tahun 2014-2016
Tabel 5. Data pengunjung Pantai Samboang tahun 2014-2016

Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Objek Wisata Pantai

  • Partisipasi masyarakat dalam bentuk Harta
  • Partisipasi masyarakat dalam bentuk pemikiran/ ide

Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata Pantai Samboang berupa harta benda, masyarakat rela menyumbangkan tanahnya untuk fasilitas pantai dan tentunya harapan masyarakat agar kesejahteraannya dapat meningkat. Berdasarkan hasil wawancara penulis dapat menyimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata Pantai Samboang berupa aset, swadaya masyarakat dengan menyumbangkan asetnya, partisipasi aset terlihat karena ada yang menyumbangkan asetnya. tanah. membangun jalan menuju Pantai Samboang dan membangun villa sebagai fasilitas pantai. Dalam hal ini masyarakat menginginkan adanya pengembangan yang signifikan terhadap Pantai Samboang agar masyarakat menyumbangkan aset bahkan uangnya untuk pengelolaan objek wisata Pantai Samboang.

Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata Pantai Samboang berupa kerja sama masyarakat dan pemerintah untuk mempercantik pantai, melalui gotong royong sehingga banyak wisatawan yang berkunjung. Masyarakat pada hakikatnya mempunyai partisipasi nyata dalam pengelolaan objek wisata Pantai Samboang, dalam hal ini dengan ikut serta dalam setiap kegiatan yang berlangsung dan meramaikannya. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata Pantai Samboang berbentuk pemikiran/gagasan, Partisipasi pada tahap ini adalah mengenai perencanaan program pengelolaan objek wisata Pantai Samboang, apa yang akan dilaksanakan masyarakat terkait dengan kebutuhan utama wisatawan.

Faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata Pantai Samboang di Kabupaten Bulukumba.

Faktor pendukung dan penghambat

  • Faktor pendukung
  • Faktor penghambat

Faktor pendukung lainnya dalam pengelolaan objek wisata pantai Samboang ini adalah adanya dukungan nyata yang diberikan pemerintah kepada masyarakat seperti yang disampaikan oleh Camat Bonto Tiro yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Pemerintah yaitu BA, untuk. Berdasarkan uraian hasil observasi dan wawancara di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pemerintah mendukung daya tarik wisata Pantai Samboang. Berdasarkan analisa penulis dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata pantai Samboang sangat besar dan antusias, namun memerlukan banyak dukungan dari pemerintah daerah setempat, dalam hal ini Bupati Bulukumba saat ini, yaitu Bpk.H.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa implementasi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata Pantai Samboang Kabupaten Bulukumba tidak lepas dari proses partisipasi masyarakat yang besar dan nyata dimana. Minimnya fasilitas dan daya tarik wisata membuat wisatawan kurang antusias untuk berlibur kedua kalinya, sehingga membuat objek wisata Pantai Samboang semakin kurang populer. Peran serta masyarakat dalam pengelolaan objek wisata Pantai Samboang sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan suatu objek wisata guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Biaya yang dikenakan saat memasuki Pantai Samboang sangat mahal, biasanya mencapai Rp. Minimnya fasilitas di Pantai Samboang dan banyaknya tempat wisata pesaing pantai lainnya mungkin akan menurunkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke sana. Bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata Pantai Samboang di Kabupaten Bulukumba berupa (1) Partisipasi properti adalah partisipasi dalam bentuk sumbangan harta benda, (a) masyarakat menghibahkan tanahnya untuk pelebaran jalan, (b) menghibahkan miliknya tanah sebagai fasilitas wisata (dalam membangun villa), menyumbangkan sebidang tanah untuk membangun villa merupakan kewajiban masyarakat setempat agar Pantai Smaboang mempunyai fasilitas.

PENUTUP

Saran

Untuk menarik pengunjung dari berbagai penjuru, pemerintah harus membina dan melindungi masyarakat, terutama meningkatkan kesadaran pariwisata untuk pengembangan Pantai Samboang lebih lanjut. Keputusan Presiden Nomor 38 Tahun 2005 tentang Pengembangan Pariwisata di Indonesia Lampiran II.11 Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba Nomor 21.

Gambar

Gambar 1. Bagan Kerangka Pikir E. Fokus Penelitian
Tabel 1.Daftar informan penelitian
Tabel  2. Penduduk  menurut  kecamatan  di  Kabupaten  Bulukumba  tahun  2010 – 2014
Tabel 4. Jumlah dan presentase berdasarkan jenjang kepangkatan No. Pangkat / golongan Jumlah
+3

Referensi

Dokumen terkait

ix LIST OF APPENDIX Apprenticeship Certificate ...39 Letter of Statement ...40 Rating from the Apprenticeship ...41 Attendance list of January ...42 Attendance list of February