• Tidak ada hasil yang ditemukan

skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

Berdasarkan hasil pengendalian mutu bahan baku yang dilakukan oleh PT Indofood Cbp Sukses Makmur Tbk terlihat bahwa mutu produk berada dalam batas kendali. Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : “Analisis Pengendalian Mutu Produksi Harga Pangan Pada PT Indofood Cbp Sukses Makmur Tbk Cabang Makassar”.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Hasil Penelitian

Aspek Mutu dalam Kegiatan Industri Pangan

Konsep Mutu

Kramer dan Twigg (1983) menyatakan kualitas adalah kombinasi atribut produk yang dinilai secara organoleptik (warna, tekstur, rasa, dan aroma). Kramer dan Twigg (1983), mengklasifikasikan ciri mutu bahan pangan menjadi dua kelompok, yaitu: (1) ciri fisik/penampilan, meliputi penampakan yaitu warna, ukuran, bentuk dan cacat fisik; kinestetik yaitu tekstur, kekentalan dan konsistensi; rasa, yaitu sensasi perpaduan bau dan rasa, dan (2) sifat laten, yaitu nilai gizi dan keamanan mikrobiologis.

Good Manufacturing Practices (GMP)

Cara Produksi Pangan yang Baik (CPMB) atau Good Manufacturing Practices (GMP) adalah pedoman metode produksi pangan yang bertujuan untuk memastikan bahwa produsen memenuhi persyaratan yang telah ditentukan untuk menghasilkan pangan berkualitas yang memenuhi permintaan konsumen. Dengan penerapan CPMB diharapkan produsen pangan dapat menghasilkan pangan yang berkualitas, aman dikonsumsi dan sesuai dengan permintaan konsumen, tidak hanya konsumen lokal tetapi juga konsumen global (Fardiaz, 1997).

Ruang Lingkup Pengawasan Mutu Pangan

Menurut Hubei (1997), jaminan kualitas adalah suatu sikap pencegahan kesalahan dengan melakukan hal yang benar secepat mungkin oleh semua orang di dalam dan di luar sektor manufaktur. Penjaminan mutu didasarkan pada aspek Tangibles (hal-hal yang dapat dirasakan dan diukur), Reliability (kehandalan), Accountability (tanggung jawab), Security (rasa aman dan percaya), dan Emphaty (keramahan).

Keterkaitan pengawasan Mutu

Berbagai kegiatan ekonomi seperti pengendalian mutu pangan berperan atau berkaitan dengan keseluruhan industri pertanian yang menghasilkan pangan mulai dari industri produksi pangan, sarana produksi pertanian, industri pengolahan pangan dan pemasaran pangan. Pengendalian mutu pangan juga erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat dalam hal melayani kebutuhan konsumen, memberikan informasi dan mengedukasi konsumen. Pengendalian mutu pangan juga melindungi konsumen dari penyimpangan mutu, pemalsuan dan menjaga keamanan konsumen terhadap kemungkinan mengkonsumsi pangan yang berbahaya, beracun dan mengandung penyakit.

Dalam kaitannya dengan produksi, pengendalian mutu bertujuan untuk menjamin berkembangnya mutu produksi nasional sehingga dapat menghasilkan produk yang aman dan mampu memenuhi kebutuhan serta tidak mengecewakan masyarakat konsumen. Kerja sama, kesinambungan dan hubungan yang sangat erat antar unit kerja dalam organisasi perusahaan semuanya bermuara pada satu tujuan yaitu kualitas produk yang terbaik.

Penerapan Sistem Manajemen Mutu

Bahan baku dapat diartikan sebagai barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi untuk menyukseskan produksi yang akan digunakan. Intensitas modal yang digunakan yaitu kombinasi modal dan tenaga kerja yang digunakan dalam proses produksi. Sedangkan Krawjeski membedakan struktur aliran proses produksi yang merupakan satu rangkaian, dalam 5 (lima) yaitu: a.

Produk yang dihasilkan melalui proses produksi lini antara lain kendaraan bermotor, peralatan rumah tangga (kulkas, TV) dan mainan anak. Proses produksi berkelanjutan memiliki volume produksi yang sangat tinggi, produksi terstandar dengan aliran jalur yang kaku.

Sistem pengendalian persediaan

Sistem persediaan periodik sering disebut sistem periodik waktu tetap atau sistem penilaian berkala.Persediaan yang ada dihitung selama jangka waktu tertentu. Setelah jumlah stok diketahui, dilakukan pemesanan agar stok kembali sesuai jumlah yang diinginkan. Dalam sistem ini, tingkat persediaan tidak selalu diperiksa di antara pesanan, sehingga sistem ini memiliki keuntungan karena hanya menyimpan sedikit atau tidak ada catatan sama sekali.

Sistem persediaan abadi, sering juga disebut dengan sistem perpetual dan sistem kuantitas pesanan tetap. Setelah jumlah stok diketahui, pesanan dilakukan agar persediaan dikembalikan ke jumlah yang diinginkan.

Masalah Persediaan Dalam Sistem Manufaktur

Selain kondisi diatas, sistem manufaktur mempunyai 3 jenis persediaan bahan baku, produk setengah jadi, dan barang jadi. Masalah utama persediaan bahan baku adalah menentukan berapa jumlah pesanan ekonomis (Economic order quantity) bahan baku yang akan dipesan untuk meminimalkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Metode pengendalian persediaan statistik ini biasanya digunakan untuk mengendalikan barang-barang yang permintaannya bersifat independen dan dikelola secara independen satu sama lain.

Metode P, yang mematuhi aturan bahwa ketika pesanan dilakukan secara teratur setelah jangka waktu tertentu (mingguan, bulanan, dll), sedangkan jumlah pesanan diulang berulang kali. Metode Q, yang mematuhi aturan bahwa jumlah ukuran pesanan (kuantitas pesanan) adalah selalu tetap untuk setiap waktu pemesanan, sehingga pada saat pemesanan akan berbeda-beda. Jakfar, SE., M.M Economic Order Quantity (EOQ) adalah jumlah bahan baku yang dibeli setiap kali dipesan dengan harga terendah.

Gambar 2.1  Proses transformasi produksi
Gambar 2.1 Proses transformasi produksi

Kerangka Pikir

Hipotesis

Berdasarkan definisi diatas maka penelitian ini mempunyai variabel yang menjadi objek penelitian yaitu analisis pengendalian bahan baku dan tenaga kerja langsung terhadap efisiensi biaya produksi pada PT Indofood Cbp Sukses Makmur Tbk Cabang Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah melakukan penelitian lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi, serta penelitian kepustakaan yaitu mengenai pengendalian bahan baku dan tenaga kerja langsung terhadap efisiensi biaya produksi pada PT Indofood cbp Sukses Makmur Tbk. Bahan baku merupakan bahan utama yang digunakan dalam proses produksi yang berupa tepung terigu, minyak goreng, bahan baku dan air.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laporan bahan baku pada proses produksi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari laporan bahan baku pada proses produksi selama lima tahun terakhir yaitu tahun 2012-2016.

Teknik Pengumpulan Data

Menurut Sugiyono, populasi adalah suatu wilayah umum yang terdiri dari obyek/subyek yang mempunyai jumlah dan ciri-ciri tertentu yang digunakan peneliti untuk mempelajari dan kemudian menarik kesimpulan. Menurut Sugiyono (2006:51) bahwa “Sampel adalah sebagian dari jumlah dan ciri-ciri yang dimiliki populasi. Sampel yang baik adalah sampel yang bersifat representatif, artinya menggambarkan keadaan populasi atau mencerminkan populasi secara optimal.

Dokumen yang bersangkutan berupa laporan bahan baku dalam proses produksi yang diperoleh dari perusahaan atau dari sumber lain yang diperlukan untuk analisis pengendalian bahan baku dan tenaga kerja langsung terhadap efisiensi biaya produksi.

Teknik Analisa Data

Selanjutnya perusahaan ini berkembang ditandai dengan didirikannya cabang-cabang perusahaan di berbagai wilayah Indonesia, seperti pendirian cabang-cabang perusahaan di Medan pada tahun 1977 dan di Palembang pada tahun 1981, dengan masih menggunakan nama perusahaan PT. Pada tanggal 1 Juli 1984, perusahaan ini mengalami pergantian pengurus sehingga ikut berganti nama dari PT,ANGKAR Jati menjadi PT. Ini menghasilkan berbagai jenis rasa mie instan. Selanjutnya pada tanggal 9 Februari 1991, perusahaan ini mendirikan satu lagi cabang dan pabrik di Ujung Pandang untuk melayani permintaan pasar mie khususnya di wilayah timur Indonesia yang diresmikan oleh Prof.

Produk Perusahaan

Indofood Sukses Makmur Tbk Cabang Makassar selalu mengacu pada kebutuhan organisasi, sehingga struktur organisasi perusahaan ini selalu berubah sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan organisasi. Indofood Sukses Makmur Tbk cabang Makassar dipimpin oleh seorang manajer cabang dan dibantu oleh seorang sekretaris dan berbagai manajer yang terdiri dari manajer produksi, manajer pabrik, manajer akuntansi, manajer promosi penjualan area, manajer kendali mutu dan petugas pribadi. Artinya kepemimpinan tertinggi dalam perusahaan ini dipegang oleh seorang Pemimpin Cabang (Branch Leader) yang menjalankan wewenang yang diberikan oleh pimpinan pusat untuk mengatur kegiatan umum dan operasional seluruh aktivitas perusahaan di tingkat cabang.

Pembagian tugas dan tanggung jawab antar karyawan pada perusahaan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan, khususnya untuk meningkatkan keuntungan dan mengembangkan usaha. Lingkungan kerja yang baik diharapkan dapat mendukung terlaksananya seluruh sistem dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen perusahaan, sehingga data-data operasional di perusahaan dapat dikelola dengan baik untuk memenuhi kebutuhan manajemen itu sendiri, yang nantinya akan digunakan untuk mengevaluasi hasil seluruh kegiatan. karyawan yang bekerja pada perusahaan yang bersangkutan.

Keadaan Personalia

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi Mie Instan yaitu makanan berbahan dasar teigu. Sebagai perusahaan yang memproduksi bahan pokok pangan, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk harus selalu menjaga kualitas produknya. Oleh karena itu, manajemen perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk berupaya menjaga kualitas di samping upaya meningkatkan produksi.

Peningkatan produksi mie instan di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk menjadi barometer keberhasilan perusahaan khususnya di divisi produksi. Saat ini PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk selain meningkatkan volume produksi juga meningkatkan diversifikasi produk.

Pengendalian Kualitas Produksi Mie Instan

Tentu saja dalam hal ini perusahaan PT Inoifood Sukses Makmur, Dega Tbk Makassar akan mengalami kerugian. Produk mie instan yang diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur, Dega Tbk Makassar telah terstandarisasi secara lengkap, meliputi bahan baku, parameter proses, mesin/peralatan, tenaga kerja (tenaga kerja) dan. Artinya seluruh cabang PT Indifood Sukses Makmur, Tbk termasuk Cabang Makassar telah bersertifikat ISO 2000.

Pengendalian mutu yang dilakukan oleh PT Indofood Sukses Makmur, Tbk Cabang Makassar didasarkan pada standar yang telah ditentukan dan mengacu pada SOP (Standard Operational Procedure) perusahaan, dimana SOP. Dengan demikian pengendalian mutu yang dilakukan oleh PT Indifood Sukses Makmur, Tbk Cabang Makassar harus dilakukan oleh bagian atau departemen tersendiri agar pelaksanaan kegiatan tersebut berhasil atau efektif.

Analisis Pengendalian Kualitas Produksi dalam Kaitannya dengan Menentuan Harga Pokok Produksi Mie Instan Menentuan Harga Pokok Produksi Mie Instan

Analisis pengendalian mutu produksi dalam kaitannya dengan penentuan biaya produksi mie instan Penentuan biaya produksi mie instan. Oleh karena itu perlu adanya pengendalian mutu dengan cara meningkatkan mutu produk serta pengawasan terhadap bahan baku dan proses produksi. Program pengendalian mutu yang dilakukan perusahaan memerlukan usaha yang tidak mudah dan biaya yang tidak murah.

Biaya kualitas yang timbul adalah semua biaya yang dikeluarkan dalam melakukan kegiatan pengendalian kualitas dan dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas, serta biaya yang timbul sehubungan dengan terjadinya kegagalan atau cacat pada produk yang diproduksi. Di bawah ini pengendalian mutu mempunyai 3 (tiga) tahapan pelaksanaan dalam proses produksi barang dan jasa, yaitu:

Pembahasan Hasil Penelitian

Bahan baku utama pembuatan mie instan adalah tepung terigu dari pati gandum dan tepung tapioka. Perusahaan makanan yang berkualitas harus menggunakan bahan baku yang baik dan mematuhi standar perdagangan. Proses produksi merupakan rangkaian proses yang dimulai dari penyiapan bahan baku untuk diolah hingga menjadi produk akhir yang siap dipasarkan dengan kuantitas dan kualitas yang telah ditentukan.

Keterampilan yaitu mengetahui bahan baku yang baik, dapat dilihat dengan keahlian melalui pengamatan langsung. Penggunaan alat diukur dengan membandingkan produksi lain dengan kapasitas dan bahan baku yang sama.

Saran

BAHAN PEMBANTU

TENAGA KERJA

BIAYA PRODUKSI PABRIK

Gambar

Tabel .1 Jumlah produksi mie instant  dan jumlah mie instant yang gagal       produksi (rusak) pada PT Indofood Cbp Sukses MakmurTbk   Pada
Gambar 2.1  Proses transformasi produksi
Gambar 1. Skema Kerangka Pikir

Referensi

Dokumen terkait

Boeat kaoa pllola aoak NESTLE'S KlNDERMEEL FARINE lACrtE Soap!. IIIOOdabdllDlllk