• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI - Universitas Muhammadiyah Makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI - Universitas Muhammadiyah Makassar"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Jadi, jika semua komponen tersebut diterapkan dalam pembelajaran, besar kemungkinan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran akan mudah dipahami oleh siswa atau siswa. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan keterampilan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat demi pendidikan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia. Guru adalah pendidikan profesi yang mempunyai tugas utama mendidik, mengajar, memimpin, mengarahkan, melatih, menilai dan mengawasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Sedangkan mengajar berarti kelanjutan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan pelatihan berarti pengembangan keterampilan siswa, maka tugas guru bidang humaniora di sekolah harus mampu memperlakukan dirinya sebagai orang tua kedua. Dalam standar nasional pendidikan dijelaskan bahwa kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran siswa, yang meliputi pemahaman siswa, desain dan pelaksanaan pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengembangan siswa untuk mewujudkan berbagai potensi yang dimilikinya. Peningkatan hasil belajar siswa merupakan komponen terpenting untuk melihat tingkat keberhasilan seorang guru dalam mengajar di kelas.

Dan dilihat dari hasil belajar siswa pada mata pelajaran atau mata pelajaran inti yang berbeda yaitu Bahasa Indonesia, IPA, IPS dan Matematika pada dua kelas yang lebih tinggi, hampir 40% siswa masih masuk dalam kategori tidak tuntas. Padahal kita mengetahui bahwa hakikat kompetensi pedagogik yang sebenarnya adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang merupakan suatu komponen.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Dapat digunakan oleh guru sekolah dasar sebagai bahan pembenahan kompetensi pedagogiknya dalam rangka pelaksanaan tugas dan tanggung jawab mengajar serta sebagai motivasi untuk senantiasa meningkatkan kompetensi pedagogiknya pada khususnya dan kompetensi lainnya yaitu kompetensi profesional, sosial, dan personal. . Bagi kepala sekolah dapat digunakan sebagai tindak lanjut atau kontrol bagi guru yang kompetensi pedagogiknya masih rendah atau kurang, dan untuk lebih meningkatkan kompetensi guru yang sudah mempunyai kompetensi yang memadai. Dari hasil penelitian ini diharapkan siswa lebih termotivasi untuk belajar dan lebih terlibat aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya.

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

Kajian Pustaka

Jadi hipotesis juga merupakan rangkuman kesimpulan teoritis dari pustaka (Sugiyono, 2014:64) Sedangkan hipotesis dalam penelitian ini adalah kompetensi pedagogik guru efektif terhadap prestasi belajar siswa di SD Inpres Bangkala II Manggala Kecamatan, Makassar Kota. Penelitian ini menggunakan variabel ganda yaitu variabel bebas yaitu kompetensi pedagogik guru (X) dan variabel terikat yaitu hasil belajar siswa dengan simbol (Y). Untuk menghitung koefisien korelasi yang meliputi kompetensi pedagogik guru (Variabel X) dan prestasi belajar siswa (Variabel Y) digunakan product moment persona.

Sumber: Data Variabel: Kompetensi pedagogik guru dan prestasi belajar siswa Perhitungan di atas menunjukkan hal tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara 2 variabel yaitu variabel kompetensi pedagogik guru dan prestasi belajar siswa adalah tinggi. Dengan prestasi penelitian di atas menunjukkan nilai rxy, maka hipotesis kerja Ha menyatakan terdapat kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar siswa di SD Inpres Bangkala II kota Makassar.

Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik guru merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dan dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Untuk menghitung koefisien korelasi yang meliputi kompetensi pedagogik guru (Variabel X) dan prestasi belajar siswa (Variabel Y) digunakan Person Product Moment.

Kerangka Fikir

Hipotesis Penelitian

Rumusan masalah penelitian yang dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya dikatakan bersifat sementara, karena jawaban yang diberikan berdasarkan fakta empiris yang diperoleh dari pengumpulan data.

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Desain hubungan ini menggambarkan pengaruh kompetensi pedagogik guru (variabel X) terhadap hasil belajar siswa (variabel Y.

Populasi dan Sampel penelitian

Dalam menentukan besar sampel, tidak ada ketentuan pasti berapa persentase sampel yang harus diambil dari populasi. Mengenai besar kecilnya sampel, Arikunto menjelaskan, jika subjeknya kurang dari 100 sebaiknya diambil semuanya sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subjek banyak maka dapat diambil 10 15% atau lebih. Dalam penelitian ini penelitian dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dengan menggunakan teknik judgement sampling dimana sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bahwa dialah pihak yang terbaik untuk dijadikan sampel penelitian. Penelitian ini mengenai sampel kelas tinggi karena siswa kelas tinggi rata-rata mampu menjawab pertanyaan angket berbentuk pilihan ganda dengan akurat dan kemampuan membaca dan menulisnya lebih baik dibandingkan siswa kelas I, II dan III sekolah dasar.

Definisi operasional

Kompetensi pedagogik guru adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, yang paling sedikit meliputi: pemahaman wawasan atau landasan pendidikan, pemahaman peserta didik, pengembangan kurikulum atau silabus, desain pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, pemanfaatan teknologi pembelajaran, evaluasi. hasil pembelajaran. Bentuk angket untuk mengukur kompetensi pedagogik guru adalah menulis pilihan ganda (multiple choice) dengan menggunakan skala likert, dengan alternatif jawaban setiap soal adalah A, B, C dan D. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh kompetensi pedagogik. guru dengan hasil belajar siswa menggunakan analisis inferensi asosiatif diuji dengan korelasi product moment.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan karakteristik pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar peserta didik di SD Inpres Bangkala II kota Makassar.Analisis deskriptif yang dilakukan peneliti dalam hal ini tidak sebatas menganalisis data tetapi juga observasi kelas langsung. Untuk analisis datanya, peneliti terlebih dahulu memaparkan rangkuman poin-poin hasil pengisian angket terkait kompetensi pedagogik guru yang terdiri dari beberapa tabel terkait analisis data sebagai berikut. Prestasi belajar yang dimaksud adalah nilai yang diperoleh siswa pada empat kategori mata pelajaran utama yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan PKn.

Data prestasi belajar mahasiswa semester I tahun pelajaran 2016/2017 dapat dibaca dari nilai rata-rata dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Artinya terdapat pengaruh antara motivasi orang tua terhadap prestasi akademik siswa SD Inpres Bangkala II kota Makassar. Kontribusi kompetensi pedagogik guru (X) terhadap prestasi belajar siswa (Y) maka sebesar 1%, dengan memperhitungkan nilai KD sebesar 1% dan nilai rxy=(0,630) (memuaskan), maka Ha, yang menyatakan bahwa jika >ttab=Ha diterima, maka

Hasil penelitian menunjukkan skor angket kompetensi pedagogi guru rata-rata 62,79, dan skor kinerja belajar siswa rata-rata 78,73. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru mengenai prestasi belajar siswa termasuk tinggi. Hal ini akan membuktikan bahwa kompetensi pedagogik guru sudah tinggi. pengaruh yang besar terhadap prestasi belajar siswa. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran, yang paling sedikit mencakup: (a) memahami pengertian atau dasar pengajaran, (b) memahami peserta didik, (c) mengembangkan kurikulum atau silabus, (d) merancang pembelajaran, (e) melaksanakan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, (f) menggunakan teknologi pembelajaran, (g) mengevaluasi kinerja pembelajaran, (h) mengembangkan peserta didik untuk mewujudkan berbagai potensi yang dimilikinya. Semakin tinggi tingkat kompetensi atau manajemen kelas yang diterapkan dalam pengajaran, maka semakin tinggi pula prestasi belajar siswa, begitu pula sebaliknya.

Secara keseluruhan kompetensi pedagogik guru kelas IV dan V SD Inpres Bangkala II tergolong sangat baik yaitu berdasarkan rata-rata skor yang diperoleh 62,79. Prestasi belajar siswa kelas IV dan V SD Inpres Bangkala II secara umum baik sekali, yaitu berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 78,73. Terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar siswa kelas IV SD Inpres Bangkala II, dimana pada penelitian ini nilai r hitung sebesar 0,488 lebih besar dari r Tabel yaitu 0,2759. Artinya semakin tinggi kompetensi pedagogi guru maka prestasi belajar siswa pun semakin tinggi, dan sebaliknya semakin rendah tingkat kompetensi pedagogi guru maka prestasi belajar siswa dalam belajar pun semakin rendah.

Hasil penelitian efektivitas kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar SD Inpres Bangkala II Kota Makassar terlihat berdasarkan hasil angket diketahui hasilnya lebih tinggi. Kepala sekolah hendaknya lebih meningkatkan bimbingan dan pengawasan terhadap guru agar tetap konsisten dalam membimbing siswa untuk menumbuhkan kinerja siswa dalam proses pembelajaran. Untuk analisis data, peneliti terlebih dahulu memaparkan rangkuman skor pengisian angket kompetensi pedagogik guru yang diuraikan dari berbagai tabel terkait analisis data sebagai berikut.

Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik guru merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dan dapat digunakan.

Table 3.3 Kisi-kisi Instrumen Kompetensi Pedagogik Guru Variabel Sub-Variabel Kompetensi dan Deskripsi
Table 3.3 Kisi-kisi Instrumen Kompetensi Pedagogik Guru Variabel Sub-Variabel Kompetensi dan Deskripsi

Instrumen Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Jika dilihat dari latarnya, data dapat dikumpulkan di lingkungan alam, di laboratorium dengan metode eksperimen, di rumah dengan responden yang berbeda-beda, pada saat seminar, diskusi, di jalan dan lain-lain. pengumpulan data. siswa Pengembangan kurikulum atau silabus. Guru memberikan pengayaan dan nasehat, menjamin interaksi dan membangun suasana kekeluargaan yang harmonis antara guru dan siswa. Guru memberikan evaluasi setelah menjelaskan materi. Anda dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber sekunder adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, sedangkan sumber sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data.

Metode ini sering digunakan untuk melihat atau mengamati tingkah laku siswa di sekolah, responden tersebut tidak berada di bawah kendali peneliti atau tidak dikondisikan oleh peneliti. Kuesioner atau angket adalah serangkaian pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam artian laporan mengenai kepribadiannya. Bentuk angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah tertutup. Kuesioner tertutup adalah angket yang dibekali jawaban, sehingga responden tinggal memilih jawaban yang diberikan. Jawaban ini bersifat representatif berdasarkan jawaban responden.

Teknik Analisis Data

Bagi nilai yang pengkaji perolehi daripada nilai purata pembelajaran pelajar dalam ujian pertengahan semester dengan data berikut.

Table 3.4 Pedoman Untuk Memberikan Interprestasi Koefisien Korelasi
Table 3.4 Pedoman Untuk Memberikan Interprestasi Koefisien Korelasi

Nilai rata-rata belajar muird Tabel re]pon murid terhadap

Gambar

Gambar 3.1 Bagan pengaruh variable penelitian
Tabel 3.1 Populasi murid SD Inpres Bangkala II
Tabel 3.2 Keadaan  sampel murid SD Inpres
Table 3.3 Kisi-kisi Instrumen Kompetensi Pedagogik Guru Variabel Sub-Variabel Kompetensi dan Deskripsi
+7

Referensi

Dokumen terkait

17th International Learning & Technology Conference 2020 5G-Wireless Sensor Networks for Smart Grid- Accelerating technology’s progress and innovation in the Kingdom of Saudi Arabia