• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI"

Copied!
117
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Konteks Penelitian

Fungsi dan tujuan pendidikan nasional menunjukkan pentingnya pendidikan karakter dalam proses pendidikan dan pencapaian tujuan pendidikan nasional. Dilema pendidikan karakter yang dihadapi anak dan peserta didik saat ini sangatlah nyata dan meresahkan.

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Definisi Istilah

Kegiatan yang dilaksanakan di sekolah, yang alokasi waktunya ditentukan dalam struktur program dan dimaksudkan untuk mencapai tujuan minimal suatu mata pelajaran, disebut kegiatan antar sekolah. Kegiatan intrasekolah bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dengan mewujudkan tujuan pembelajaran berdasarkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi inti (KD).

Sistematika Pembahasan

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan pengajaran akademik yang dilakukan siswa di luar jam pelajaran yang dijadwalkan, namun tetap diatur dan diawasi oleh lembaga pendidikan. Bab ketiga yaitu metode penelitian yang meliputi pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, topik penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data dan tahapan penelitian semuanya dibahas dalam bab ini.

KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Misbahul Hanan (2021), Sayyid Ali Rahmatullah Universitas Islam Negeri Tulungagung, dengan judul “Pembentukan karakter religius melalui kegiatan ekstrakurikuler di Pondok Pesantren Panggung Tulungagung”. 9. Penerapan program keagamaan intra sekolah dalam pembentukan karakter religius siswa di sekolah yang menerapkan full day school (Studi kasus di SMP Negeri 5 Malang).

Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

Kajian Teori

  • Karakter Religius
  • Pembelajaran Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler
  • Tahapan Pengembangan Karakter Religius

Tugas pendidikan adalah membentuk karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat nasional tempat pendidikan itu berlangsung. Pendidikan karakter religius berupaya untuk memberikan peserta didik karakter ihsan, yaitu menjaga keadaban dalam masyarakat, melindungi hati dan anggota tubuh dari beribadah kepada Allah. Aliran behavioris meyakini bahwa siswa harus dibiasakan berperilaku aktif melalui isyarat, peniruan, dan perilaku korektif.

Seluruh komponen bahan pelajaran dan langkah-langkah yang akan dilakukan agar siswa mencapai tujuan pembelajaran tertentu tercakup dalam strategi pembelajaran. Pada bagian ini guru diharapkan dapat menarik minat siswa terhadap materi pelajaran yang disajikan. Jika siswa aktif melakukan latihan-latihan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, maka proses pembelajaran akan lebih berhasil.

Oleh karena itu siswa harus diberi kesempatan untuk mempraktekkan atau melatih pengetahuan, sikap dan keterampilan tersebut. Setelah siswa menunjukkan perilaku tertentu sebagai hasil belajarnya, pendidik memberikan umpan balik terhadap hasil belajarnya. Metode pembelajaran banyak terdapat dalam buku, namun penggunaannya tetap sesuai dengan kondisi kelas dan karakteristik siswa.

Media pembelajaran sangat penting dalam membantu siswa memperoleh ide, keterampilan, dan kompetensi baru.44.

Tabel 2.2  18 Nilai Karakter
Tabel 2.2 18 Nilai Karakter

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Seiring meluasnya PKN ke pendidikan agama, hal ini masih erat kaitannya dengan pengembangan karakter keagamaan peserta didik. Guru mata pelajaran dapat menanamkan nilai-nilai karakter dan nilai keagamaan ke dalam setiap materi pembelajaran yang diajarkan kepada siswa. Terdapat beberapa Al-Quran di setiap kelas untuk diikuti siswa dalam pembacaan Surah Yaasin dan al-Asma al-Husna.

Kebiasaan salat Dhuha berjamaah merupakan salah satu upaya yang dilakukan pihak sekolah untuk menumbuhkan karakter religius pada setiap siswa. Dengan demikian, guru bimbingan dan konseling dapat selalu mengingat bahwa dirinya mempunyai tugas untuk mengembangkan karakter peserta didiknya.70. Dengan demikian, guru bimbingan dan konseling dapat selalu mengingat bahwa mereka mempunyai kewajiban untuk mengembangkan karakter peserta didik.

Kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengalaman dan pengamalan ajaran agama sehingga dapat mengembangkan karakter keagamaan siswa. Kegiatan membaca dan menulis Al-Qur'an ini untuk melatih siswa membentuk kepribadian, akhlak dan agama. Kelima kegiatan ekstrakurikuler ini sangat berperan penting dalam menanamkan karakter religius pada setiap siswa.

Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut diharapkan akan muncul nilai-nilai karakter khususnya dalam pembentukan karakter religius siswa.

Tabel  berikut  memberikan  penjelasan  penemuan  data  lapangan  berdasarkan  fokus  penelitian  sesuai  uraian  penyajian  data  tersebut  di  atas:
Tabel berikut memberikan penjelasan penemuan data lapangan berdasarkan fokus penelitian sesuai uraian penyajian data tersebut di atas:

Subjek Penelitian

Tehnik Pengumpulan Data

Analisis Data

Keakuratan dan ketepatan pengumpulan data sangatlah penting, namun tidak dapat dipungkiri bahwa sumber informasi yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda pula. Teknik analisis data yang digunakan peneliti menggunakan model Miles, Huberman dan Saldana yang tahapannya sebagai berikut. Proses pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan, pengabstraksian, dan transformasi data yang terdapat dalam catatan lapangan dan transkripsi dalam penelitian disebut kondensasi data.

Peneliti menyajikan data penelitian dengan menyajikan data-data kunci yang relevan dengan permasalahan penelitian dari data yang direduksi, yang kemudian disajikan dengan gaya naratif. Penarikan kesimpulan atau verifikasi merupakan kegiatan yang terdiri dari penggalian intisari hasil penyajian data yang diteliti.

Keabsahan Data

Tahap-tahap Penelitian

Mereka yang bertugas memimpin pembacaan Surah Yaasin dan al-Asma al-Husna dipilih secara acak dari para siswa. Penyelenggaraan ekstrakurikuler membaca dan menulis Al-Quran bertujuan untuk memberikan tambahan pelajaran Al-Quran kepada siswa yang berminat dan juga untuk memotivasi siswa agar terus belajar Al-Quran dimanapun berada. Oleh karena itu guru BK ini membuat program yang dapat memberi contoh dan mengembangkan karakter siswa.

Misalnya pada saat Maulid Nabi, Isro’ Mi’roj, dan Tahun Baru Islam, guru bimbingan dan konseling membuat program yang dapat mengembangkan karakter religius siswa dengan berbagai kegiatan yang diadakan. Ada beberapa kegiatan Maulid Nabi di SMPN 6 Jember yaitu: 1) pembacaan pengajian oleh siswa terpilih. Bahan ajar tidak hanya sekedar dipahami dan/atau dihafal saja, namun diharapkan diinternalisasikan dan diamalkan sehingga dapat mengembangkan karakter religius siswa.

Dengan adanya ekstrakurikuler membaca dan menulis Al-Quran di sekolah diharapkan mampu menutup terwujudnya program pengembangan karakter religius pada siswa khususnya di SMP Negeri 6 Jember. Ekstrakurikuler ini tidak hanya membahas Al-Qur'an saja, namun mencakup materi lain yang berkaitan dengan agama. Padahal tujuan kurikuler adalah pembentukan karakter, oleh karena itu pengajaran semua mata pelajaran berkepentingan pada pembentukan kepribadian peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler yang dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan siswa antara lain: salat Dhuha berjamaah, amal jumat, kegiatan perayaan hari besar Islam dan nasional, baca tulis Al-Quran, dan pondok Romadlon.

Siswa diharapkan memahami setiap materi pembelajaran sebagai ilmu yang mengandung nilai-nilai agama dan kemudian mencoba menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Objek Penelitian

Penyajian Data dan Analisis

Tugas guru PAI tidak hanya sekedar menyampaikan materi pengajaran agama dan menjadikan siswa memahami materi yang diajarkan, namun diharapkan guru PAI dapat dan mampu menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap bahan ajar. Pendidikan yang berkaitan dengan karakter peserta didik tidak dapat diajarkan hanya dari segi pengetahuan saja, namun memerlukan pembiasaan dalam perilakunya setiap hari. Jadi selain melakukan evaluasi, pendidik juga memantau bagaimana perilaku siswa secara rutin di sekolah.

Namun salat Dhuha dimulainya tidak teratur, kadang pukul 06.30, kadang pukul 07.00, sehingga para santri masih sempat berwudhu. Setelah salat Dhuha dilaksanakan, para santri di mangkir untuk mengetahui santri mana yang sudah menjalankan adat atau belum. Charity Friday ini bertujuan untuk mengenalkan siswa dalam berdonasi untuk amal dengan menyisihkan sejumlah uang jajan atau uang jajan dari orang tuanya.

Dan pada saat peringatan hari-hari besar Islam antara lain: Tahun Baru Islam, Maulid Nabi dan Isra’ Mi’roj, guru bimbingan dan konseling membuat program yang dapat mengembangkan karakter religius siswa melalui beberapa kegiatan. Tujuan diadakannya kompetisi ini adalah agar mahasiswa dapat berpartisipasi dan mempunyai kepercayaan diri untuk menyalurkan bakatnya.

Pembahasan Temuan Penelitian

Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 6 Jember dapat diketahui bahwa pengembangan karakter religius melalui pembelajaran intrakurikuler di SMP Negeri 6 Jember adalah: 1) Internalisasi nilai-nilai agama melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi, 2) Internalisasi nilai-nilai agama dengan mempelajari bahan ajar agama non Islam, 3) Membaca Surat Yaasin dan al-Asma al-Husna sebelum pembelajaran dimulai setiap hari Jumat, dan 4) Belajar membaca dan menulis Al-Qur'an berdasarkan tentang Peraturan Bupati Jember Nomor 111 Tahun 2021. Pembinaan karakter religius melalui pendidikan agama dilakukan dengan cara menanamkan nilai-nilai agama yang ada pada setiap materi yang berkaitan dengan nilai-nilai agama secara keseluruhan. Upaya SMPN 6 Jember dalam mengembangkan karakter religius melalui kegiatan ekstrakurikuler adalah: 1) Membiasakan shalat terlebih dahulu berjamaah, 2) Membaca dan menulis Al-Quran, 3) Amal Jum'at, 4) Kegiatan PHBI, dan 5) Pondok romadlon.

Pengembangan karakter religius melalui pembelajaran intrakurikuler di SMP Negeri 6 Jember dilakukan dengan mempelajari mata pelajaran Pendidikan Agama dan mata pelajaran lainnya dengan memasukkan nilai-nilai karakter dalam setiap materi yang diajarkan. Pengembangan karakter religius melalui pendidikan agama dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai agama pada setiap materi yang berkaitan dengan nilai-nilai agama secara keseluruhan. Pengembangan karakter religius melalui pembelajaran ekstrakurikuler di SMP Negeri 6 Jember dilakukan melalui kegiatan di luar kelas, baik yang terprogram oleh sekolah maupun melalui kegiatan yang tidak terprogram.

Model Pendidikan Karakter Religius Berbasis Pengetahuan Matematika Sekolah”, Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian LPPM UMP, 3 Desember 2014: 4. Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di MAN 1 Bone”. Selain melalui pembelajaran PAI, bagaimana pembentukan karakter religius dapat dicapai melalui bidang studi umum misalnya?

PENUTUP

Kesimpulan

Dan mata pelajaran pendidikan non agama memasukkan nilai-nilai agama ke dalam materi yang diajarkan, misalnya guru PPKN. Kegiatan terprogram merupakan kegiatan yang dikelola oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan berkoordinasi dengan guru Pendidikan Agama dan guru Bimbingan dan Konseling (GC) serta pengurus Organisasi Siswa (OSIS). Kepala sekolah harus melakukan evaluasi proses pembelajaran secara menyeluruh dengan mengutamakan pencapaian pembentukan karakter siswa, khususnya pembentukan karakter religius sebagai implementasi amanat kurikulum 2013.

Guru Pendidikan Agama harus bersinergi dengan guru mata pelajaran lain untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam setiap materi yang diajarkan. “Menanamkan nilai-nilai dasar tasawuf sebagai pengendali perilaku menyimpang melalui petunjuk pribadi”, AS-SELAM 3 no. INTRAKURIKULER DAN EKSTRAKURIKULER DI SMPN 6 JEMBER” selama 45 (empat puluh lima) hari di lingkungan instansi yang berwenang Bapak/Ibu.

Untuk membentuk karakter religius, apakah ada kerjasama dengan guru bidang studi lain dan guru BP?

Saran-saran

Gambar

Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu
Tabel 2.2  18 Nilai Karakter
Tabel  berikut  memberikan  penjelasan  penemuan  data  lapangan  berdasarkan  fokus  penelitian  sesuai  uraian  penyajian  data  tersebut  di  atas:

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan selama peneliti melakukan Praktek Lapangan Kependidikan di SMP Pembangunan Laboratorium UNP, pembelajaran seni budaya di SMP Pembangunan