• Tidak ada hasil yang ditemukan

SLIDE PLANT GROWT PROMOTING RHIZOBAKTERIA (PGPR)

N/A
N/A
faulyna syafira

Academic year: 2023

Membagikan "SLIDE PLANT GROWT PROMOTING RHIZOBAKTERIA (PGPR)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PLANT

GROWT PROMOTING RHIZOBAKTERIA

(PGPR)

(2)

Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR)

PGPR atau Plant Growth Promoting

Rhizobacteria adalah sejenis bakteri yang hidup di

sekitar perakaran tanaman. Bagi tanaman

keberadaan mikroorganisme ini akan

menguntungkan, contohnya Bakteri Pseudomonas

fluorescens, Bacillus spp., dan Azotobakter.

(3)

Tanaman yang dapat dijadikan sebagai bahan PGPR

Contoh : Akar Bambu, Akar putri malu, akar alang-alang dan akar bayam duri serta tanaman lainnya yang sistem perakarannya mengandung rhizobacteria.

(4)

Kenapa harus menggunakan PGPR ?

• Pestisida kimia mempunyai dampak negatif jangka panjang contohnya degradasi tanah

• Biaya pestisida kimia yang mahal

• Keracunan jangka pendek ataupun jangka panjang

• Untuk pembuatan PGPR sangat mudah karena bahan- bahan ada disekitar kita

• Ramah lingkungan

• Ramah kantong (biaya pembuatan murah).

• Sebagai alternatif yang memberikan dapat produktivitas yang tinggi.

(5)

Fungsi PGPR

• Mampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar, secara tidak langsung mampu mengurangi penyakit tanaman

• PGPR juga meningkatkan ketersediaan nutrisi lainnya seperti phospat, besi dan tembaga bagi tanaman.

• PGPR juga memproduksi hormon tanaman, menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan tanaman.

• Serta dapat mengontrol penyakit tumbuhan dengan melakukan pencegahan dari awal tanam. Sehingga tanaman memiliki daya tahan terhadap serangan OPT.

(6)

Pembuatan PGPR

Bahan

Air bersih 8 liter

Air cucian beras 6 liter

Akar bambu 250 gram

Air kelapa 3 liter

Terasi 250 gram

Kapur sirih 1 biji

Gula merah 500 gram

Alat

Panci

Kompor

Pengaduk

Pisau

Ember

(7)
(8)

Langkah- langkah pembuatan PGPR

Pembuatan Biang PGPR 1. Cintang akar bambu dan

haluskan gula

2. Rendam akar bambu

dengan air kelapa 3 liter, air cucian beras 3 liter dan gula merah 250 gram

selama 3-5 hari

Perbanyakan PGPR

1. Rebus air sebanyak 8 liter sampai

mendidih 2.masukkan terasi 250 g, gula merah 250 g,

2. air cucian beras 3 liter dan kapur sirih yg telah diencerkan, tunggu hingga mendidih.

3. Dinginkan kemudian campurkan

dengan biang (rendaman akar bambu).

4. Masukkan ke dalam ember/botol dan tutup dengan rapat.

5. setiap hart botol harus dibuka dengan pelan dan aduk/kocok.

6. Setelah 15 hart, PGPR siap diaplikasikan.

(9)

Aplikasi PGPR pada benih

• Benih yang di beli dari toko dan diduga mengandung pestisida dicuci 2- 3 kali

• Benih direndam dalam larutan PGPR dengan konsentrasi 10 ml/1 air selama 10 menit 8 jam (tergantung jenis benih).

Kemudian dikering anginkan.

(10)

PGPR Untuk Perlakuan Bibit

Jika untuk perlakuan bibit dan stek atau biakan vegetatif lainnya tinggal direndam beberapa saat lalu tanam. Konsentrasi yang diperlukan adalah 10 ml/liter

Lama Waktu Perendaman Benih/Bibit :

Padi, cabai, kangkung, terong, stek tanaman berkayu dan pisang = 2 - 8 jam

Mentimun, semangka, melon, bayam dan kubis = 10 menit.

Kacan-kacangan, jagung dan tomat = 10 - 15 menit.

(11)

PGPR Untuk Perlakuan Tanaman Setelah Pindah Tanam :

• PGPRdibuat dengan konsentrasi 5 ml/liter air

• Untuk aplikasi pada tanaman semusim

(cabai, terong, timun dll) siramkan 1-2 gelas aqua larutan tadi ke daerah perakaran.

• Untuk tanaman tahunan jumlah larutan dapat diperkirakan sendiri sesuai umur dan jenis

tanaman, dengan menyiram daerah perakaran

sampai basah.

(12)

PGPR Untuk Perlakuan Lainnya

• Untuk tanaman padi : gunakan PGPR sebanyak 12 ml/liter pada 3 hari sebelum tanam, 15 hst, 30 hst dan 45 hst dengan cara disemprotkan dengan volume semprot rendah (boros/tidak berkabut).

• Untuk tanaman hortikultura : kocorkan PGPR sebanyak 17 ml/l setiap satu bulan sekali.

• Setiap aplikasi PGPR dianjurkan pada sore hari

(jam 5 sore) atau pagi hai sebelum jam 09.00 pagi.

(13)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Interaksi antara perlakuan PGPR dan media tanam, perlakuan benih tanpa pemberian PGPR dengan media tanah (P0M0) memberikan dampak terbaik terhadap peubah perkecambahan benih jarak

Berdasarkan hasil analisis sidik ragam data yang diperoleh pada Tabel 1 menunjukkan bahwa perlakuan dengan pemberian dosis PGPR 4 gram/liter air dan pupuk phonska 1,56

Pengaruh PGPR secara langsung dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman terjadi melalui berbagai mekanisme, diantaranya fiksasi nitrogen bebas yang ditrasnfer ke dalam

Perlakuan terbaik dari pengamatan pada fase pertumbuhan dan hasil pada tanaman bawang merah terlihat pada pemberian dosis 20 ml PGPR dan 0 t/ha pupuk kotoran kelinci pada

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap serapan hara N tanaman, dan media tanam tanah + kompos (T1) lebih berpengaruh terhadap

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi PGPR berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah buku cabang (buah), umur berbunga (HST), jumlah buah

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman mentimun dengan aplikasi perendaman PGPR dan pemangkasan pucuk berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman yaitu panjang

2007 menyatakan Hal ini disebabkan PGPR dapat memenuhi kebutuhan unsur hara yang cukup terhadap hasil tanaman selada.PGPR dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan