PLANT
GROWT PROMOTING RHIZOBAKTERIA
(PGPR)
Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR)
PGPR atau Plant Growth Promoting
Rhizobacteria adalah sejenis bakteri yang hidup di
sekitar perakaran tanaman. Bagi tanaman
keberadaan mikroorganisme ini akan
menguntungkan, contohnya Bakteri Pseudomonas
fluorescens, Bacillus spp., dan Azotobakter.
Tanaman yang dapat dijadikan sebagai bahan PGPR
Contoh : Akar Bambu, Akar putri malu, akar alang-alang dan akar bayam duri serta tanaman lainnya yang sistem perakarannya mengandung rhizobacteria.
Kenapa harus menggunakan PGPR ?
• Pestisida kimia mempunyai dampak negatif jangka panjang contohnya degradasi tanah
• Biaya pestisida kimia yang mahal
• Keracunan jangka pendek ataupun jangka panjang
• Untuk pembuatan PGPR sangat mudah karena bahan- bahan ada disekitar kita
• Ramah lingkungan
• Ramah kantong (biaya pembuatan murah).
• Sebagai alternatif yang memberikan dapat produktivitas yang tinggi.
Fungsi PGPR
• Mampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar, secara tidak langsung mampu mengurangi penyakit tanaman
• PGPR juga meningkatkan ketersediaan nutrisi lainnya seperti phospat, besi dan tembaga bagi tanaman.
• PGPR juga memproduksi hormon tanaman, menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan tanaman.
• Serta dapat mengontrol penyakit tumbuhan dengan melakukan pencegahan dari awal tanam. Sehingga tanaman memiliki daya tahan terhadap serangan OPT.
Pembuatan PGPR
Bahan
• Air bersih 8 liter
• Air cucian beras 6 liter
• Akar bambu 250 gram
• Air kelapa 3 liter
• Terasi 250 gram
• Kapur sirih 1 biji
• Gula merah 500 gram
Alat
• Panci
• Kompor
• Pengaduk
• Pisau
• Ember
Langkah- langkah pembuatan PGPR
Pembuatan Biang PGPR 1. Cintang akar bambu dan
haluskan gula
2. Rendam akar bambu
dengan air kelapa 3 liter, air cucian beras 3 liter dan gula merah 250 gram
selama 3-5 hari
Perbanyakan PGPR
1. Rebus air sebanyak 8 liter sampai
mendidih 2.masukkan terasi 250 g, gula merah 250 g,
2. air cucian beras 3 liter dan kapur sirih yg telah diencerkan, tunggu hingga mendidih.
3. Dinginkan kemudian campurkan
dengan biang (rendaman akar bambu).
4. Masukkan ke dalam ember/botol dan tutup dengan rapat.
5. setiap hart botol harus dibuka dengan pelan dan aduk/kocok.
6. Setelah 15 hart, PGPR siap diaplikasikan.
Aplikasi PGPR pada benih
• Benih yang di beli dari toko dan diduga mengandung pestisida dicuci 2- 3 kali
• Benih direndam dalam larutan PGPR dengan konsentrasi 10 ml/1 air selama 10 menit 8 jam (tergantung jenis benih).
Kemudian dikering anginkan.
•
PGPR Untuk Perlakuan Bibit
•
Jika untuk perlakuan bibit dan stek atau biakan vegetatif lainnya tinggal direndam beberapa saat lalu tanam. Konsentrasi yang diperlukan adalah 10 ml/liter
•
Lama Waktu Perendaman Benih/Bibit :
•
Padi, cabai, kangkung, terong, stek tanaman berkayu dan pisang = 2 - 8 jam
•
Mentimun, semangka, melon, bayam dan kubis = 10 menit.
•