Oleh :
Pitto Pratiwi Malau 227032005
ASPARTAM
Pengantar
Aspartam merupakan pemanis sintetis buatan tanpa karbohidrat yang terbuat dari asam amino, yakni aspartat dan fenilanin yang Kalorinya lebih rendah daripada gula biasa. Aspartam terbuat lebih dari 40% asam aspartat, 50% fenilanin dan 10% metanol. Pemanis ini dapat ditemukan pada beberapa produk makanan dan minuman seperti minuman bersoda, produk yoghurt, permen, saos, sirup, ice cream, dll.
Aspartame ditemukan pada tahun 1965 oleh James Schslatte.
Aspartame pertama kali diijinkan penggunannnya sebagai bahan
tambahan pada makanan sejak tahun 1979 dan telah digunakan lebih dari 130 negara.
sampai saat ini Di Indonesia terdapat 13 jenis pemanis buatan yang diizinkan penggunaanya dalam jajanan anak-anak.
1.
aspartam,
2.
acesulfam-K
3.
alitam
4.
neotam
5.
siklama
6.
sakarin
7.
sukralosa, dan isomalt dan
lima yang termasuk
kedalamkelompok poliol,
yaitu xilitol, maltitol,
manitol, sorbitol, dan
laktito.
Batas konsumsi Aspartam A. Nilai ADI (Acceptable Daily Intake) yang berarti asupan harian yang diperbolehkan, dari aspartame adalah sebesar 0-40 mg/kg berat badan manusia.
aspartame pada umumnya beredar dipasaran dalam dosis 37 mg per sachet yang manisnya setara dengan 2 sendok teh gula pasir.
Berdasarkan Peraturan Kepala
BPOM No.
HK.00.05.23.3644 Tahun 2004 tentang ketentuan pokok pengawasan suplemen makanan batas maksimum penggunaan pemanis buatan Aspartam adalah 5500 mg/kg Pemanis Aspartam : 300- 5000 mg/kg (Standar CAC, 2007) atau 300-1000 mg/kg (Standar SNI, 2004)
Tingkat kemanisan pada pemanis buatan lebih tinggi dari pemanis alami
Rendah kalori (sedikit mengandung kalori), karena penggunaan pemanis buatan dalam produk pangan hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil
Penggunaan pemanis buatan untuk memproduksi makanna jauh
lebih murah dibandingkan penggunaan pemanis alami
1.
Pengerasan otak dan sumsum tulng belakang
2.
Gangguan perkembangan yang berkaitan dengan neurologis anak (kelumpuhan ekstremitas dan kelumpuhan saraf otak) serta gangguan kesadaran.
3.
Menurunkan konsentrasi danmemperpendek daya pandang dan daya ingat
4.
Memicu Komplikasi Fenilketonuria
5.
Meningkatkan Risiko Diabetes
Dampak Aspartam Bagi Kesehatan
Pada survei epidemiologis, dari 551 orang yang dilaporkan mengalami keracunan Aspartame, gejala yang timbul pada keracunan akut ialah mual, muntah, nyeri perut, mata kabur, pandangan menyempit, nyeri kedua bola mata, hingga kebutaan, jantung berdebar, dan sesak napas.
Pada keracunan kronis, gejala yang sering timbul adalah perubahan pola menstruasi, rambut rontok, rasa haus yang berlebihan, nyeri pada persendian, mudah mengalami infeksi.
terimakasih