Oleh :
Pitto Pratiwi Malau 227032005
TOLUEN
Pengantar
Toluena, dikenal juga sebagai metilbenzena ataupun fenilmeta yang merupakan senyawa kimia yang termasuk dalam golongan hidrokarbon aromatik dengan sifat fisik yang bening dan tak berwarna serta tidak larut dalam air.
Toluene banyak digunakan pada industri bahan kimia, sebagai pelarut seperti di industri karet alam dan sintetik, aspal, pengecatan, thinner, coating, lem, vernis, minyak, tinta cetak benam dan percetakan.
Data Penggunaan Toluen
Data dari National Institute of Occupational Safety and Health melaporkan bahwa terdapat 4,8 juta pekerja terpapar Toluene
• Berdasarkan data statistik tercatat pada tahun 1990 pemakaian toluene sebesar 44.061.498 kg hingga tahun 1997 meningkat menjadi 93.361.061 kg.
• Pada pekerja industri sepatu di Ciomas dan Tasikmalaya Jawa Barat mengalami gangguan kesehatan, serta 11 bengkel pengecatan di Semarang 30%
pekerja juga mengalami gangguan kesehatan akibat paparan toluene.
Sifat Toluen
A. Sifat-sifat fisik
1. Rumus molekul : 6 5 3 C7H8 C H CH
2. Berat molekul : 92,141 g/mol
3. Bentuk : cair Titik didih : 110,63 C o
4. Titik beku : -94,97 C
5. Densitas : 0,8665 g/ml
6. Suhu kritis : 318,65 C
7. Tekanan kritis : 41,8 atm
B. Sifat-sifat kimia Toluena ketika bereaksi dengan asam nitrat akan membentuk MNT.
Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 5 tahun 2018, NAB untuk toluene adalah 20 ppm.
Toluene secara alami ditemukan dalam kandungan minyak bumi. Toluene juga
digunakan untuk
menghasilkan benzena, trinitrotoluene (TNT), nilon, plastik, dan poliuretan
Toluena ditemukan pada air tanah dan air permukaan sebesar 99% dan 77%
ditemukan pada tanah di tempat pembuangan akhir limbah B3 (EPA, 1998).
Toluen memasuki tubuh manusia lewat 3 pintu cara, yaitu lewat inhalasi, ingesti, dan kontak kulit
Biomarker : Urin
Marker : Asam Hipurat dalam urin
Batas yang ditentukan yaitu sebesar 1600 mg/g kreatinin
Lanjutan
Lanjutan…
Sifat toluene yang mudah menguap menyebabkan sangat mudah untuk masuk melalui jalur pernafasan. Toluene yang terarbsorpsi kemudian didistribusikan ke seluruh tubuh terutama pada jaringan yang banyak mengandung lemak, seperti jaringan adiposa, otak sumsum tulang, ginjal dan hati. Toluene akan didetoksifikasi di hati sebelum diekskresikan keluar tubuh melalui urine dalam bentuk asam hipurat.
Dampak Paparan Toluen
Efek iritasi pernapasan dan mata
Efek narkotika dalam bentuk mual, pusing, dan sakit kepala
Gangguan sistem saraf pusat
Masalah penglihatan
Gangguan reproduksi dalam bentuk perubahan hormon perangsang folikel (FSH), hormon luteinizing (LH) dan testosteron reversibel.
pada janin (calon ibu yang terpajan pelarut organik aromatik yang didominasi oleh toluena), terutama gangguan pada saluran pencernaan, saluran kemih dan ginjal.
Dengan paparan akut dapat menyebabkan iritasi iritasi, telinga berdenging, mual, muntah, dada terasa perih, sukar bernafas, denyut jantung tidak normal, sakit kepala, lemah, mabuk dan koma.
TINDAKAN PENCEGAHAN
Jika terhirup
Setelah terhirup: hirup udara segar. Panggil dokter.
Jika kontak dengan kulit
Bila terjadi kontak kulit: Tanggalkan segera semua pakaian yang terkontaminasi. Bilaslah kulit dengan air/ pancuran air.
Periksakan ke dokter.
Jika kontak dengan mata
Setelah kontak pada mata : bilaslah dengan air yang banyak.
Hubungi dokter mata. Lepaskan lensa kontak.
Lanjutan
Jika tertelan
Setelah tertelan: perhatian jika korban muntah. Resiko pengeluaran. Jaga agar aliran udara tetap bebas. Kerusakan paru- paru mungkin terjadi setelah pengeluaran muntah. Segera panggil dokter.
Penggunaan Alat pelindung Diri
APD yang mencakup mata/wajah, Badan dan perlindungan pernafasan.
Melakukan tindakan higienis