• Tidak ada hasil yang ditemukan

socio economic study of palm oil growers in muara dilam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "socio economic study of palm oil growers in muara dilam"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

SOCIO ECONOMIC STUDY OF PALM OIL GROWERS IN MUARA DILAM DISTRICT OF KUNTO DARUSSALAM ROKAN HULU

PROVINCE RIAU By:

Rosmina*Helfia Edial**Nefilinda**

* Geography Department of Students Education STKIP PGRI West Sumatera

** Guest Lecturer Of Geography Department Of STKIP PGRI Sumbar ABSTRACT

This study aims to get the data, process, analyze and discuss data on socio economic study of oil palm farmers in the village of Muara Dilam District of Kunto Darussalam Rokan Hulu Province Riau in view of: 1) The level of income, 2) level of education, 3) Health, 4) The interaction between communities. This research is a descriptive study, the population in this study is the head of the family oil palm farmers in the village of Muara Dilam District of Kunto Darussalam Rokan Hulu Province Riau. which amounted to 130 heads of households in the sample taken is proportional random sampling of 50% so that the amount of sample 65 households. Collecting data using questionnaires, analysis used is descriptive statistics using a percentage formula.The results of this study indicate that:

1) The level of income is the income that they got by oil palm farmers in the village of Muara Dilam District of Kunto Darussalam Rokan Hulu Province Riau, the average income Rp.1500.000 - Rp.1.950.000 / month income generated the average minimum wage of UMR Riau Province namely RP.1.950.000. 2) The education level of oil palm farmers in the village of Muara Dilam District of Kunto Darussalam Rokan Hulu Province Riau is complete primary school. 3) Health oil palm farmers in the village of Muara District of Kunto Darussalam Dilam Rokan Hulu Riau Province is good. 4) Interaction of oil palm farmers in the village of Muara Dilam District of Kunto Darussalam Rokan Hulu Province Riau on the left and right in the village of Muara Dilam wel.

Keybord : Study Sosial Economic, Palm Oil Growers

(3)

STUDI SOSIAL EKONOMI PETANI KELAPA SAWIT DI DESA MUARA DILAM KECAMATAN KUNTO DARUSSALAM KABUPATEN ROKAN HULU

PROVINSI RIAU

Oleh:

Rosmina*Helfia Edial**Nefilinda**

*Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

**Dosen Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, mengolah, menganalisis dan membahas data tentang studi sosial ekonomi petani kelapa sawit di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau di lihat dari: 1) Tingkat pendapatan, 2) Tingkat pendidikan, 3) Kesehatan, 4) Interaksi antar masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga petani kelapa sawit Di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. yang berjumlah 130 kepala keluarga sampel di ambil secara propotional random sampling yaitu sebesar 50% sehingga jumlah sampel penelitian 65 kepala keluarga. Pengumpulan data menggunakan angket, analisa yang digunakan adalah statistic deskriptif dengan memakai formula presentase.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Tingkat pendapatan adalah penghasilan yang di dapatkan oleh petani kelapa sawit di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau, berpenghasilan rata-rata Rp.1500.000 - Rp.1.950.000/Bulan Pendapatan yang dihasilkan rata-rata upah minimum dari UMR Provinsi Riau yaitu RP.1.950.000.

2) Tingkat pendidikan petani kelapa sawit di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau adalah tamat SD. 3) Kesehatan petani kelapa sawit di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau adalah baik. 4) Interaksi petani kelapa sawit di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau di kiri dan kanan di desa Muara Dilam baik.

Kata Kunci : Studi Social Ekonomi, Petani Kelapa Sawit

(4)

1. PENDAHULUAN

Indonesia sebagai negara agraris yang memiliki potensi perkebunan yang cukup besar dan dapat berkontribusi terhadap pembangunan dan ekonomi nasional. Penduduk di Indonesia sebagian besar menggantungkan hidupnya dari sektor perkebunan. terdiri dari, perkebunan kelapa sawit, perkebunan karet dan perkebunan tanaman musiman yang memiliki potensi sangat besar dalam menyerap tenaga kerja di Indonesia.

Sektor perkebunan juga berperan besar dalam penyediaan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan dalam rangka memenuhi hak atas pangan.

Perkebunan di Indonesia sampai saat ini masih berperan utama karena sebagian besar penduduk Indonesia bekerja dibidang perkebunan.

Pembangunan di sektor perkebunan bertujuan dapat meningkatkan produksi perkebunan, mengusahakan perkebunan lebih efektif dan efesien. Indonesia mempunyai peluang strategi untuk mengembangkan dan menyalurkan produksi perkebunan keberbagai Negara di dunia. Salah satu aspek yang perlu dikembangkan dalam perkebunan adalah perkebunan kelapa sawit. Melalui perkebunan yang maju, efisien dan tangguh akan mampu meningkatkan mata pencarian dan derajat pengelolahan produksi sehingga menunjang pembangunan daerah Provinsi Riau dikenal dengan daerah yang mempunyai garis perkebunan yang memanjang dari Kabupaten Rokan Hulu hingga Kabupaten Kampar. Sebagai daerah yang memiliki wilayah perkebunan, sebagian besar masyarakat di kawasan tersebut bekerja di sektor perkebunan dan bertempat tinggal pada kawasan perkebunan.

Salah satu perkebunan yang banyak di lakukan masyarakat Indonesia adalah perkebunan kelapa sawit. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang penting dan stategis di daerah Riau karena peranannya yang cukup besar dalam mendorong perekonomian rakyat, terutama bagi pertanian di pedesaan.

Karena kelapa sawit adalah tanaman tua yang mampu menghasilkan dalam jangka panjang (25 tahun) dengan biaya investasi yang hanya sekali dan tidak memerlukan perawatan instensif.

Sementara saingnya adalah tanaman

musim yang memerlukan perawatan yang intensif.

Provinsi Riau merupakan wilayah penghasilan minyak kelapa sawit yang terbesar di Indonesia, hal itu dapat di lihat dari perkebunan kelapa sawit yang begitu banyak dan luas di setiap Kabupaten, diantaranya Kabupeten Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Kuansing dan Kabupaten Tambilahan. Perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau sangatlah menetukan kemajuan perekonomian masyarakat yang mana pada dasarnya masyarakat Provinsi Riau bekerja pada sektor perkebunan kelapa sawit.

Kabupaten Rokan Hulu merupakan daerah yang memiliki areal hingga tahun 2008 seluas 102,86 ribu hektar. Di kabupaten ini perkebunan sawit sudah tidak asing lagi selain perkebunan milik pribadi juga ada perkebunan yang di olah suatu perusahaan. Dengan besarnya hasil yang di dapatkan dari perkebunan sawit ini menyebabkan masyarakat terdorong untuk terus mengembangkan areal perkebunan sehingga di Kabupaten Rokan Hulu ini masyarakat telah banyak mengalifungsikan perkebunan karet menjadi perkebunan sawit.

Bisa dibilang Kabupaten Rokan Hulu yang dulunya memiliki banyak kebun karet sekarang sudah berubah menjadi perkebunan sawit. Hal ini diharapkan meningkatkan kehidupan perekonomian masyarakat di daerah ini.

Namun kenyataanya tidak seperti itu, pendapatan yang rendah mengakibatkan kebutuhan perekonomian keluarga banyak terabaikan, hal ini akan menentukan pada tingkat perekonomian petani di Kecamatan Kunto Darussalam.

Di Kecamatan Kunto Darussalam merupakan salah satu wilayah yang berada di Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu terletak di sebelah barat Provinsi Riau dan juga termasuk perbatasan Provinsi antara Provinsi Riau dengan Propinsi Sumatera Utara. Di daerah ini masyarakat umumnya bekerja pada sektor perkebunan kelapa sawit, selain perkebunan kelapa sawit daerah ini juga memiliki pabrik kelapa sawit yang sudah mengekspor hasilnya keluar Negeri.

Hasil dari perkebunan kelapa sawit di olah oleh pabrik kelapa sawit tersebut, pabrik kelapa sawit di Provinsi Riau sangatlah banyak dan sudah ada di setiap Kabupaten bahkan di setiap

1

(5)

Kabupaten ada dua (2) sampai lima (5) pabrik kelapa sawit. Pabrik kelapa sawit tersebut tidaklah menjadikan minyak secara jadi atau sudah bisa untuk dikonsumsi, kelapa sawit yang sudah diolah oleh pabrik kemudian di ekspor keluar negeri untuk diolah lagi setelah itu barulah minyak tersebut bisa di gunakan atau bisa di konsumsi.

Dalam keadaan harga sawit yang mengelami penurunan otomatis pendapatan masyarakat juga menurun, hal itu membuat masyarakat tidak mampu untuk mengimbangi kebutuhan Sosial Ekonomi keluarga yang harus dipenuhi.

Penurunan harga kelapa sawit disebabkan karena banyaknya buah kelapa sawit dari perkebunan yang tidak memadai atau dibilang tidak memenuhi standar, sehingga para pemasok membelinya sangat murah sekali, selain itu para perkebunan kelapa sawit tidak bisa menanam tanaman lain disekitar tanaman kelapa sawit tersebut, hal itu dikarenakan sinar matahari lansung ditutupi oleh tanaman kelapa sawit. Selain itu para perkebunan kelapa sawit juga mengelami kekurangan biaya untuk perawatan dan biaya pupuk sehingga hasil kelapa sawit yang di panen banyak buah brondol atau buah yang kecil-kecil.

Perdagangan luar negeri yang dilakukan oleh pabrik kelapa sawit di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau sangat berperan aktif bagi kehidupan perekonomian masyarakat tersebut, kenaikan harga kelapa sawit sangat menguntungkan bagi para perkebunan kelapa sawit dan penurunan harga kelapa sawit juga bisa membuat masyarakat kesulitan oleh sebab itu ekspor hasil minyak kelapa sawit di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau sangat berdampak bagi kehidupan perekonomian daerah tersebut.

Berdasarkan observasi awal penulis, masih banyak dilapangan masyarakat yang mengeluh karena pendapatan yang kurang menentu, hal itu dapat dilihat dari jumlah lahan yang dimiliki. Masyarakat Kecamatan Kunto Darussalam sangat mengharapkan akan adanya perbaikan jalan atau pembuatan jalan transfortasi, karena dengan terciptanya jalan transportasi sangat berdampak positif dengan perkembangan ekonomi masyarakat tersebut. Perumahan yang tidak memenuhi syarat-syarat rumah sehat, tidak memiliki pakaian yang layak,

kurang pedulinya masyarakat terhadap kesejahteraan mereka, interaksi antar masyarakat kurang terjalin dengan baik, dimana masyarakat sebelah kiri lebih mementingkan masyarakat sebelah kiri dan sebelah kanan juga mementingkan masyarakat sebelah kanan. Hal ini disebabkan karena mereka di batasi oleh desa-desa.

Menurut asumsi sementara usaha ekspor minyak kelapa sawit dalam pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu sangat berdampak kepada pertumbuhan perekonomian masyarakat di daerah tersebut.

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Studi Sosial Ekonomi Petani Kelapa Sawit Di Desa Muara Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau

“.

II. METODOLOGI PENELITIAN Sesuai dengan batasan masalah, rumusan masalah dan tujuan penelitian seperti yang telah dijelaskan terdahulu, maka penelitian ini tergolong pada penelitian deskriptif. Menurut Sudjana dan Ibrahim (2007:64) Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskriptifkan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terhadap pada saat sekarang.

Dengan kata lain, penelitian deskriptif mengambil masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan.

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian, Arikunto (2010). Sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian di atas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang memiliki perkebunan kelapa sawit di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau dengan jumlah sebanyak 130 KK (Kantor Desa Muara Dilam, 2014).

Instrumen merupakan suatu alat pengumpulan data, untuk mendapatkan data tentang Studi Sosial Ekonomi Petani Kelapa Sawit di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau, penulis mengungkapkan angket yang diberikan kepada masing-masing petani kelapa sawit di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Rokan Hulu Provinsi Riau

(6)

Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data penelitian ini adalah secara deskriptif yaitu di gunakan analiss statistik berupa formula persentase karena tujuannya adalah untuk melihat kecenderungan-kecenderungan indikator masing-masing variabel dan penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kenyataan yang ada dilapangan tidak untuk melihat hubungan atau perbandingan oleh karena itu maka rumus persenatase sangat cocok dalam penelitian ini, dengan mengguanakan rumus sebagai berikut:

P =

III. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada pembahasa n ini akan di bahas hasil penelitian tentang Studi Sosial Ekonomi Petani Kelapa Sawit Di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi yang meliputi tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, kesehatan, interaksi antar masyarakat.

Pertama,Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan di lapangan bahwa tingkat pendapatan pada umumnya pendapatan petani kelapa sawit di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau , 2 0rang (3.08%) <

Rp.1.000.000 berpendapatan per bulan, 5 orang (7.69%) Rp.1.000.000 – Rp.

1.500.00 berpendapatan per bulan, 30 orang (46.15%) berpendapatan Rp.1.500.000-Rp.1.9500.000 per bulan, 28 orang (43.8%) berependapatan > Rp.

1.950.000 per bulan. Pada umumnya pendapatan petani kelapa sawit sebanyak Rp.1.500.000-Rp.1.9500.000 5 orang (7.69%) berpendapatan < Rp. 500.000 per bulan, 37 orang (56.92%) dan pengeluarannya 38 orang (58.46%) > Rp.

2.000.000.

Pendapatan adalah perolehan uang rata-rata yang diterima seseorang dari hasil pekerjaannya atau profesinya baik perhari, perminggu, atau setiap bulan.

Besar kecilnya pendapatan yang diterima setiap orang itu tergantung pada jenis pekerjaannya, oleh sebab itu berbeda-beda pula taraf tingkat pendapatan petani kelapa sawit.

Menurut Sastra dalam Rina (2008:15) Pendapatan adalah semua hasil yang diterima seseorang kepala keluaraga melalui kegiatan ekonomi tolak ukur yang

digunakan untuk mengetahui tingkat kemiskinan yaitu tingkat pendapatan perkapita dari keluarga.

Kedua, Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan di lapangan bahwa tingkat pendidikan formal petani kelapa sawit di Desa Muara Dilam pada umumnya tamat SD , kendala utama bagi masyarakat tidak sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan karena tidak adanya biaya sehingga mereka putus sekolah, rendahnya tingkat pendidikan formal masyarakat dan tidak hanya dalam pendidikan non formal yang mereka dapat tetapi keterampilan juga terbatas, hal ini merupakan salah satu penyebab rendahnya studi sosial ekonomi petani kelapa sawit di desa Muara Dilam.

Pendidikan menurut Undang- undang Sistim Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 yaitu:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, dan kecerdasan, ahklak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan bernegara.

Ketiga, Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan di lapangan bahwa petani kelapa sawit di Desa Muara Dilam dapat di katakan baik dengan presentase (84.62%). Hal itu di lihat dari aspek penyakit yang pernah dialami Petani di Desa Muara Dilam. Pada umunya petani mengalami flu dan demam dan sakit batuk dan raumatik dengan presentase (40%), pernahkah penyakit itu datang kembali responden menjawab kadang-kadang dengan presentase (61.54%), tempat berobat yang dikunjungi petani adalah dokter dengan presentase (61.54%), anggota rumah yang sering sakit pada umumnya adalah 1 orang dengan presentase (56.92%), sember biaya pengobatan yang dikeluarkan pada umumnya biaya sendiri dengan presentase (92.31%), sumber air minum yang digunakan petani adalah sumur sendiri dengan presentase (53.85%).

Jusuf Hanafiah dalam Yunirma Sari (2013) Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Dan upaya kesehatan adalah setiap kegiatan

(7)

untuk memlihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan pemerintah dan atau masyarakat.

Keempat, Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan di lapangan menunjukan bahwa interaksi petani kelapa sawit di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau, hubungan antar petani kelapa sawit kiri dan kanan di Desa Muara Dilam dengan baik begitu juga dengan komunikasi antar petani kelapa sawit dengan baik.

Interaksi sosial itu merupakan suatu hubungan yang terjadi akibat adanya hubungan timbal balik yang bersifat dinamis yang berkaitan antara individu yang satu dengan individu yang lain, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok. Hubungan yang terjadi dapat mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain.

IV. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang Studi Sosial Ekonomi Petani Kelapa Sawit Di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau.

1. Pendapatan petani kelapa sawit di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau dominan dalam satu bulan yaitu Rp.1000.000- Rp.1.9500.000 (58.52%). dan pengeluaran yang terbanyak >

Rp.2.000.000 ( 58.56%). Menurut upah minimum regional dapat di kategorikan cukup, berarti pendapatannya masih tergolong rendah.

2. Tingkat Pendidikan petani kelapa sawit di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalama Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau yang banyak (77.58%) tamat SD dan paling sedikit tidak tamat SD (7.69%).

3. Kesehatan petani kelapa sawit di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau kurang baik. Hal ini berkaitan dengan kemampuan petani kelapa sawit dalam memilih dan menentukan tempat berobat yang banyak (61.54%) berobat ke dokter dan (38.46%) berobat ke rumah sakit.

4. Interaksi antar petani kelapa sawit di Desa Muaradilam Kecmatan Kuno

Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau yaitu hubungan petani dikiri dan kanan Desa Muara Dilam paling banyak (61.54%) dan (6.15%) paling sedikit.

V. SARAN

Dari hasil penelitian tentang studi sosial petani kelapa sawit di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau yang telah dipaparkan saran penulis adalah sebagai berikut.

1. Di harapkan kepada masyarakat Desa Muara Dilam untuk mencari pekerjaan selain petani kelapa sawit sehingga dapat meningkatkan pendapatan.

2. Di harapkan bagi pemerintah dan instansi terkait untuk mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan supaya meningkatkan mutu pendidikan di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau 3. Untuk meningkatkan studi ekonomi

sosial petani kelapa sawit di Desa Muara Dilam Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau, dibutuhkan upaya dari pemerintah setempat seperti penyediaan perbaikan jalan, layanan kesehatan, bantuan pendidikan dan kesadaran petani dalam menjaga lingkungan

4. Bagi masyarakat untuk kedepannya saling bekerja sama baik di kiri dan kanan maupun antar desa untuk memajukan kehidupan perekonomian masyarakat.

5. Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai penelitian yang relevan bagi peneliti selanjutnya.

6. Penelitian ini jauh dari kesempurnaan, penulis mengharapkan kritik dan sarannya agar penelitian ini bermanfaat untuk masa yang akan datang.

(8)

VI. DAFTAR PUSTAKA

Amaja. 2005. Pendapatan dan Syarat Keseimbangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Aini. 2004. Proses Interaksi Sosial Dalam Keluarga. Jakarta: Bumi Aksara Burhanuddin, Yusak. 2005.Administrasi

Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia

Dariyo. 2004. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta : EGC Damerti. 2012. . Metode Penelitian

Pendidikan . Bandung: Alfebeta Hasbullah. 2009. Dasar –dasar ilmu

pendidikan. Jakarta : Rajawali Press.

Hardianti Fatma. 2011. Perkembangan ekspor minyak kelapa sawit dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi di indonesia (Skripsi) IAIN

Http :// Media, Diknas.Go. IdOteng, sutisna. Administrasi Pendidikan.

Penerbit Angkasa. Bandung.

1985. Di akses 21 Agustus 2014 https://citrawulani.wordpress.com/mata-

pelajaran/ekonomi/pengertian- ekonomi-secara-umum. Diakses 7 Februari 2015

http://wahyu-

85.blogspot.com/2011/10/definisi -ilmu-sosial-studi-sosial-

ilmu.html. Diakses 7 Februari 2015

Sumber : http://dhonypratama.com/upah- minimum-regional 2013

Meleong. 2010. Metode penelitian deskriptif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Marnis Ega. 2014. Persiapan Masyarakat Tentang Pembangunan Jalan di Kenagarian Rantau Limau Kapas Kecamatan Sanggir Batang Hari Kabupaten Solok Selatan (Skripsi) STKIP PGRI Padang Ningsih, Sisla, Yuliana. 2013. Studi

Tingkat Kesejahteraan Petani Kelapa Sawit Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Propinsi Riau (Skripsi) STKIP PGRI Padang Soetjipto,Prof Keguruan. Rineka Cipta.

Jakarta. 2004

Sheraden. 2006.Sirkulasi Aliran Pendapatan Perekonomian Terbuka. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Suyono dan Budiman. (2011). Ilmu Kesehatan Masyarakat Dalam Konteks Kesehatan Lingkungan.

Jakarta : EGC.

Sari ,Yuliana. 2013. Studi Sosial Ekonomi Petani Sawit Dikenagarian Tluk Amplu Kecamatan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan (Skripsi) STKIP PGRI Padang

Septiana Reflia. Studi sosial ekonomi pengerajinan keripik tempe di Kenagarian sungai Langkok kecamatan tiumang kabupaten damasraya.(Skripsi) STKIP PGRI Padang

Tika, Moh, Pabu

Referensi

Dokumen terkait

ABSTRAK Fungsi Tari Pisau Duo Dalam Upacara ‘Aqiqah Di Desa Muara Tetap Kecamatan Muara Tetap Kabupaten Kaur Bengkulu Selatan Oleh: Yedarni/ 2011 Penelitian ini bertujuan untuk