• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOFT SKILL PEER COUNSELING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "SOFT SKILL PEER COUNSELING"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Banjarmasin, 28 Sep 2022

SOFT SKILL PEER COUNSELING

(Keterampilan Konseling Teman Sebaya)

Akhmad Sugianto, S.Pd., M.Pd

(2)

Apa Itu Konseling ??

Counseling is personal and dynamic relationship between two people who approach a mutually defined problem with matual consideration for each other to the end that the

younger, or less mature, or more troubled of the two is aided to a self determined resolution of problem (Wrenn, 2010)

(3)

Konseling Teman Sebaya ???

• Layanan Bantuan Konseling yang diberikan oleh teman sebayanya yang terlebih dahulu diberikan pelatihan untuk menjadi konselor sebaya sehingga dapat memberikan bantuan dalam mengentaskan permasalahan.

(4)

Konselor Sebaya ???

• Teman sebaya atau yang seusia yang berperan sebagai konselor

• Cara lain bagi remaja untuk peduli dan peka

• Tenaga yang direkrut dan diberi latihan khusus

• Tingkah laku membantu secara interpersonal yang dilakukan oleh individu non profesional

(5)

Pribadi Konselor Sebaya

• Pribadi Konselor Sebaya : 1. Genuines

2. Uncondtional Positive Regard 3. Empathy

(6)

Syarat Konselor Sebaya

Dapat dipercaya dan mampu memegang rahasia

Perasaan stabil dan kontrol diri yang kuat

Mampu menciptakan suasana yang nyaman Menghargai dan Menghormati orang lain

Peka dan empati terhadap perasaan orang lain

(7)

Mengapa Konseling Teman Sebaya??

Remaja cenderung menjadikan teman sebayanya sebagai sumber yang diharapkan dapat membantu pemecahan masalah yang dihadapi.

Hubungan pertemanan bagi remaja merupakan sumber terbesar terpenuhinya rasa senang (Teman memungkinkan untuk saling membantu)

Hasil penelitian Allen (2015) menunjukkan bahwa penggunaan teman sebaya dapat membantu pengembangan dan pengentasan masalah individu.

(8)

Hubungan Triadik

Konselor Ahli

Konselor Teman Sebaya

Konseli Teman Sebaya

(9)

Dasar Keterampilan Komunikasi “Peer Counselor

1. Attending

2. Summarizing 3. Questioning 4. Genuiness 5. Assertiveness 6. Confrontation 7. Problem Solving

(10)

Attending

• Perilaku yang secara langsung berhubungan dangan respek, yang ditunjukkan ketika

memberikan perhatian penuh pada konseli baik secara verbal maupun non verbal.

(11)

SUMMARIZING

• Menyimpulkan pernyataan dan atau cerita konseli. Ini berpengaruh kepada kesadaran untuk mencari solusi.

(12)

QUESTIONING

• Keterampilan bertanya untuk

mengidentifikasi, medalami dan memperjelas masalah.

• Ada 2 Jenis Pertanyaan : 1. Open Question

2. Closed Question

(13)

GENUINESS

• Bersikap jujur apa adanya

(14)

ASSERTIVENESS

• Kemampuan mengekspresikan pemikiran dan perasaan secara jujur dan berterus terang.

(15)

CONFRONTATION

• Komunikasi yang ditandai dengan

ketidaksesuaian perilaku seseorang dengan yang lain.

• Ex : katanya kamu sedih kenapa mukanya terlihat senang

(16)

PROBLEM SOLVING

• proses perubahan sesorang dari fase

mengeksplorasi satu masalah, memahami sebab-sebab masalah, dan mengevaluasi tingkah laku yang mempengaruhi

penyelesaian masalah itu

(17)
(18)
(19)

The happiness will come when you are able to make other people happy

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu fungsi terpenting dari kelompok teman sebaya adalah untuk memberikan sumber informasi dan komparasi tentang dunia di luar keluarga, melalui konseling

Menurut Santosa Slamet (2006) kelompok teman sebaya memberikan pengaruh terhadap tingkah laku, minat siswa, namun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok

Terlihat yang merokok lebih banyak pada teman sebaya yang berperan sebanyak 58,2% dibanding dengan teman sebaya yang tidak berperan sebanyak 13,2%.. Dilihat dari nilai

Orang lain yang sejajar di atas merupakan orang yang mempunyai tingkat perkembangan dan kematangan yang sama dengan individu, dengan kata lain teman sebaya adalah teman yang

Berdasarkan hasil penelitian tindakan diatas, dapat dilihat adanya perubahan pada pertemuan di satu siklus yaitu peningkatan aktivitas konselor sebaya, aktivitas siswa

Berdasarkan hasil penelitian tindakan diatas, dapat dilihat adanya perubahan pada pertemuan di satu siklus yaitu peningkatan aktivitas konselor sebaya, aktivitas

Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang sedang antara peran teman sebaya sebagai model tingkah laku dengan motivasi belajar pada siswa kelas VIII di SMP Negeri

Konselor sebaya bukan konselor atau terapis profesional, namun konselor sebaya adalah siswa/mahasiswa yang memiliki usia yang sama remaja, untuk membantu permasalahan psikologis yang