PENDAHULUAN
Latar Belakang
Lembaga keuangan bank di Indonesia terbagi menjadi dua jenis, yaitu bank konvensional dan bank syariah. Pentingnya suatu standar pelayanan tercermin dari berlakunya pasal yang membahas tentang standar pelayanan yang terdapat dalam Pasal 21 Undang-Undang Pelayanan Publik nomor 25 Tahun 2009. Untuk menerapkan standar pelayanan yang baik, teller harus memperhatikan hal-hal pada saat menangani permohonan transfer. jika persyaratan, layanan sederhana, mekanisme layanan sederhana, waktu.
Dengan memberikan standar pelayanan transfer yang terbaik dan semaksimal mungkin, diharapkan mampu memenuhi harapan khususnya pelanggan atau masyarakat umum yang telah menerima layanan tersebut. Bank Muamalat di berbagai wilayah Indonesia salah satunya Bank Muamalat Parepare juga merupakan lembaga perbankan yang berperan sebagai penyedia berbagai layanan, termasuk layanan transfer di kasir. Dengan banyaknya persaingan antar lembaga perbankan dalam memberikan pelayanan (dalam hal ini jasa transfer di teller) baik dengan bank konvensional maupun bank syariah lainnya, maka Bank Muamalat Parepare harus menerapkan standar pelayanan yang dapat memuaskan baik metode maupun tekniknya agar lebih menarik konsumen dan memberikan rasa yang maksimal. kepuasan.
Ukuran keberhasilan suatu bank dalam memberikan pelayanan prima adalah bagaimana mereka menerapkan standar pelayanan yang baik dan maksimal. Hal ini penting untuk memberikan rasa kepuasan dan membangun kepercayaan masyarakat atau nasabah bank agar mereka merasa penting atau terpelihara dengan baik dan benar sebagaimana mestinya. 7 Oleh karena itu ada latar belakang mengenai transfer di teller, dan pentingnya peranan pelayanan dalam operasional bisnis di bidang jasa bank, serta adanya peraturan mengenai standar pelayanan dalam Undang-Undang Pelayanan Publik, penulis sangat tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Standar pelayanan transfer teller pada Bank Muamalat Parepare”.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Penelitian relevan
Dalam hal komunikasi dengan pelanggan yang dilayani sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan. Eka Putri Susilowati, "Penerapan Standard Operating Procedure (SOP) Customer Service Teller di BMT Taruna Sejahtera Kantor Cabang Suruh." Hasil penelitian penerapan standar operasional prosedur yang dilakukan di BMT Taruna Kantor Cabang Sejahtera sudah sesuai prosedur. Hal ini ditunjukkan dengan pencacah sudah mampu memahami prinsip dan tanggung jawab pelayanan, kemampuan, sikap, penampilan, tindakan dan pertanggungjawaban sudah sesuai dengan prosedur pelayanan dan di BMT Taruna Sejahtera sudah melakukan monitoring dan pelatihan.
10Lutfi, Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Teller pada Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Depok, (Skripsi: Institut Agama Islam Nasional Salatiga, 2017). Ni Kadek Sri Astuti, “Penerapan Prosedur Operasional Standar Pada Bagian Pembuatan Surat Keterangan Hilang Di Kepolisian Sektor Makassar Kota” Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung kepada responden dan data sekunder yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung yaitu bersumber langsung dari buku-buku, tulisan ilmiah, peraturan perundang-undangan, literatur yang berkaitan dengan pembahasan penulis, dengan hasil penelitian yaitu penelitian ini dibuatnya standar operasional prosedur dalam produksi kerugian bagi kepolisian di kota makassar yang tidak sesuai dengan undang-undang no. 25 Tahun 2009 dan faktor penegakan hukum merupakan faktor pemungkin dan aset atau fasilitas merupakan faktor penghambat dalam penerapan standar operasional prosedur pembuatan resi kerugian di Kepolisian Sektor Makassar Kota. 11 Eka Putri Susilowati, Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Teller dan Pelayanan Pelanggan pada BMT Taruna Sejahtera Cabang Suruh, (skripsi: Institut Agama Islam Negeri Salatiga, 2017).
12Ni Kadek Sri Astuti, Penerapan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Surat Keterangan Hilang di Kepolisian Sektor Makassar Kota, (Skripsi Sarjana : Universitas Hasanuddin Makassar, 2017). 13Novi Rismayanti, Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Administrasi Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gowa, (Skripsi Sarjana: Universitas Muhammadiyah Makassar, 2018).
Tinjauan Teoritis
- Pelayanan
- Jasa Transfer
- Teler
Agar pelayanan yang ditawarkan dapat memuaskan nasabah, seorang pegawai suatu lembaga keuangan harus mempunyai landasan pelayanan yang kokoh. Konsumen pada dasarnya menginginkan pelayanan yang terbaik, suatu perusahaan harus mengetahui pelayanan yang baik agar dapat memenuhi keinginan konsumen secara maksimal. Pelayanan kami lakukan sesuai jadwal dan tentunya kami bekerja dan tidak melakukan kesalahan dalam arti pelayanan dilakukan sesuai dengan keinginan konsumen.
Keandalan merupakan suatu kemampuan yang diberikan kepada konsumen dalam suatu pelayanan yang dilakukan pertama kali. Perusahaan memberikan pelayanan yang bertujuan untuk memuaskan beberapa hal yaitu mengirimkan produknya sesuai jadwal yang dijanjikan. Pemberian pelayanan atau pelayanan yang baik kepada pelanggan akan memberikan kepuasan kepada pelanggan yang pada akhirnya menimbulkan loyalitas terhadap karyawan yang bersangkutan. 20 Apabila pelayanan yang diterima memuaskan maka kualitas pelayanan atau jasa tersebut akan dipersepsikan baik, namun sebaliknya jika pelayanan tersebut atau layanan lebih rendah dari yang diharapkan, kualitas atau layanan akan dianggap buruk.
Seperti keharusan menggunakan ATM bagi setiap nasabah serta adanya layanan mobile banking dan fasilitas Internet banking yang dapat memudahkan transaksi nasabah.22. Pelayanan seperti diatas memberikan gambaran pelayanan pegawai yang baik dan mampu melayani nasabah dengan cepat dan benar, sehingga nasabah yang datang ke bank merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh bank dan merasa puas terhadap pelayanan tersebut. Teller adalah pegawai teller bank yang melayani dan bertanggung jawab atas lalu lintas pembayaran tunai.
Teller koperasi merupakan teller yang hanya melaksanakan tugas menerima simpanan dan pembayaran secara tunai kepada nasabah bank. Teller rekening perorangan adalah teller yang tugasnya hanya menerima simpanan dan pembayaran tunai dari nasabah perorangan bank. Teller mata uang lokal adalah teller yang tugas utamanya adalah menerima simpanan dan pembayaran dalam mata uang mereka sendiri.
Teller valuta asing adalah teller yang bertugas menerima simpanan dan pembayaran dalam mata uang asing (valas). Kasir khusus adalah kasir yang tugasnya menerima penyetoran dan pembayaran dalam jumlah uang tunai yang relatif besar. Pagi harinya, setelah penandatanganan kwitansi, kasir menerima sejumlah uang tunai dari kasir.
Tinjauan Konseptual
Simpanan adalah simpanan bank pihak ketiga yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan antara bank dengan pemilik yang bersangkutan. Sertifikat deposito, adalah simpanan berjangka atas unjuk dengan izin Bank Indonesia yang diterbitkan oleh bank sebagai bukti simpanan yang dapat diperdagangkan atau dipindahtangankan kepada pihak ketiga.27. Pelayanan adalah kegiatan seseorang, kelompok atau organisasi, baik langsung maupun tidak langsung, untuk memenuhi kebutuhan.
Layanan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah cara ATM memberikan layanan kepada nasabah untuk memenuhi kebutuhannya, yaitu dengan berfokus pada layanan transfer ATM secara langsung dengan Bank Muamalat Parepare. Wire transfer adalah kegiatan jasa perbankan untuk mentransfer sejumlah uang tertentu sesuai dengan petunjuk pemberi amanah, dan ditujukan untuk kepentingan orang yang ditunjuk sebagai penerima transfer. Dalam transfer yang dimaksud dalam penelitian ini, nasabah langsung mendatangi bank yaitu Bank Muamalat Parepare untuk mengajukan ATM guna mentransfer uangnya ke nasabah lain.
Loket yang dimaksud dalam penelitian ini adalah loket yang digunakan oleh Bank Muamalat Parepare yang memberikan layanan kepada nasabah yang meminta transfer.
Kerangka Pikir
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Lokasi dan Waktu Penelitian
Fokus Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
Uji Validitas Data
Teknik Analisis Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Standar Pelayanan Jasa Transfer di Teller Pada Bank Muamalat
Faktor Penghambat Pelayanan Jasa Transfer di Teller Pada Bank
Dari wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa penampilan yang seharusnya dimiliki oleh teller dalam melayani nasabah merupakan hal yang direkomendasikan di Bank Muamalat. Standar pelayanan pelayanan transfer di teller Bank Muamalat Parepare antara lain berdasarkan landasan hukum pasal 21 UU No 25 Tahun 2009, produk layanan transaksi transfer di teller, persyaratan pelayanan sangat sederhana, prosedur/mekanisme pelayanan relatif mudah dan tidak berbelit-belit, Biaya/tarif pelayanan sangat minim, Jangka waktu pelayanan pelaksanaan transfer kartu Sarana/ Prasarana/ Sarana pelayanan yang sangat lengkap dan nyaman Kompetensi petugas pelaksana yang memberikan layanan transfer yaitu loket yang berkompeten tinggi Jumlah agen pelaksana yang terdiri dari satu tugas counter dan banyaknya satu counter mempengaruhi kecepatan pelanggan dalam mendapatkan pelayanan, penanganan klaim/aduan yang baik dan tidak mengecewakan pelanggan, jaminan keamanan terjamin aman dan dapat dipercaya, pengawasan internal terhadap sebuah counter selalu diawasi oleh seorang pengawas, evaluasi kinerja pelaksana dilaksanakan dua kali dalam setahun, penampilan dan sikap komunikasinya baik serta sesuai dengan rekomendasi Bank Muamalat Parepare. Faktor penghambat dalam pelayanan transfer teller di Bank Muamalat Parepare adalah adanya permasalahan pada jaringan sistem perbankan di seluruh Indonesia yang mengakibatkan terhambatnya input dan sistem pada counter teller.
Bagaimana prosedur/mekanisme permintaan layanan pengiriman uang ke kasir Bank Muamalat Parepare, baik nasabah maupun non nasabah. Kira-kira berapa lama dana sampai ke rekening tujuan, baik di Bank Muamalat atau bank lain. Keuntungan apa saja yang dapat dinikmati nasabah sebagai penerima layanan remittance di meja kas Bank Muamalat Parepare.
Berapa jumlah teller Bank Muamalat Parepar yang bertugas memberikan layanan pengiriman uang pada jam kerja dan jam operasional. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jaminan keamanan apa yang diberikan kepada nasabah saat melakukan transfer di Bank Muamalat Parepare. Bagaimana penampilan, sikap dan komunikasi yang harus ditunjukkan oleh seorang teller di Bank Muamalat Parepare.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan teller untuk memasukkan uang ke rekening tujuan, baik di Bank Muamalat atau di bank lain? Berapa jumlah teller yang bertugas melayani nasabah di Bank Muamalat Parepare Apakah jumlah teller yang bertugas mempengaruhi kecepatan proses transfer? 1 Bank Muamalat Parepare telah menerapkan beberapa peraturan perundang-undangan terkait pelayanan, salah satunya adalah Pasal 21 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009.
5 Bank Muamalat lain tidak dikenakan biaya transfer. Jika ada transfer ke bank lain biaya SKN Rp 5.000, dan RTGS biaya atau biaya administrasi Rp 30.000. Biaya administrasi di Bank Muamalat Parepare sangat minim karena biaya SKN hanya Rp 5.000 dan Biaya RTGS Rp 30.000 Bank Muamalat Parepare menyediakan ruangan yang nyaman bagi nasabah kami namun lokasinya cukup jauh dari rumah karena Bank Muamalat Parepare hanya ada 1 di kota ini.
Saat saya melakukan transfer di kasir hanya ada satu orang yang hadir dan menurut saya cukup karena Bank Muamalat Parepare merupakan kantor cabang pembantu. Pada tahun 2021, penulis menyelesaikan program sarjana dengan judul penelitian Standar Pelayanan Transfer Teller di Bank Muamalat Parepare.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Teller dalam Pelayanan Pelanggan pada BMT Taruna Sejahtera Kantor Cabang Suruh Skripsi S1 : Institut Agama Islam Negeri Salatiga. Pengelolaan Layanan Remitansi di Bank Syariah Mandiri Cilaca Skripsi : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto. Sarana dan prasarana apa saja yang harus dimiliki loket untuk menunjang kelancaran layanan perpindahan?
Apakah jumlah petugas bea cukai yang bertugas mempengaruhi seberapa cepat pelanggan menerima layanan transfer? 6 Untuk antar Bank Muamalat setelah diproses dana akan sampai di rekening penerima dalam hitungan detik yang sama, sedangkan jika bank tujuan berbeda maka ada jangka waktu, untuk metode SKN tergantung bank penerima , biasanya 2 jam, sedangkan untuk metode RTGS artinya real time sehingga bisa langsung masuk ke rekening penerima. Masalah yang saya alami saat melakukan transfer di teller adalah teller tersebut melakukan kesalahan pengetikan, teller langsung meminta maaf dan langsung memperbaiki kesalahan tersebut dan meminta saya untuk menunggu di bank karena terlalu lama menunggu di bank mengakibatkan pekerjaan saya terhambat. , tapi walaupun nunggunya lama malah menghambat pekerjaan saya, saya tetap memuji pelayanan counternya karena cepat memperbaiki kesalahannya dan pegawai disana sangat sopan dan baik kepada pelanggannya.
Penulis melaksanakan Kuliah Pengabdian Kepada Masyarakat (KKN) di Desa Lowa Kecamatan Tanasitolo Kabupaten Wajo dan melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di Bank Mega Cabang Pinrang.