Statistik Statistik
Kesehatan
Kesehatan
Pengertian Pengertian
Ilmu yang mempIlmu yang mempeelajari cara mengumpulkan, lajari cara mengumpulkan,
mengolah, menyajikan dan analisis data termasuk cara mengolah, menyajikan dan analisis data termasuk cara
pengambilan kesimpulan dengan memperhitungkan pengambilan kesimpulan dengan memperhitungkan
unsur ketidakpastian berdasarkan konsep probabilitas unsur ketidakpastian berdasarkan konsep probabilitas
(Notoadmodjo, 1996) (Notoadmodjo, 1996)
Statistik adalah sekumpulan konsep dan metode yg Statistik adalah sekumpulan konsep dan metode yg digunakan untuk mengumpulkan dan menginterpretasi digunakan untuk mengumpulkan dan menginterpretasi
data tentang bidang kegiatan tertentu dan mengambil data tentang bidang kegiatan tertentu dan mengambil kesimpulan dalam situasi dimana ada ketidakpastian kesimpulan dalam situasi dimana ada ketidakpastian
dan variasi.
dan variasi.
Kategori statistik Kategori statistik
1.1. Statistik DeskripsiStatistik Deskripsi “
“menggambarkan sesuatu yang spesifik tanpa melihat menggambarkan sesuatu yang spesifik tanpa melihat implikasi/kesimpulan dari yang umum”
implikasi/kesimpulan dari yang umum” atau dengan atau dengan kata lain merupakan kegiatan mulai dari
kata lain merupakan kegiatan mulai dari
pengumpulan data sampai kepada mendapatkan pengumpulan data sampai kepada mendapatkan
informasi dengan jalan menyajikan dan analisis data informasi dengan jalan menyajikan dan analisis data yg telah terkumpul atau sengaja dikumpulkan
yg telah terkumpul atau sengaja dikumpulkan 2. Statistik Inferens
2. Statistik Inferens
““menggambarkan suatu kesimpulan dari suatu set menggambarkan suatu kesimpulan dari suatu set data untuk dilakukan generalisasi
data untuk dilakukan generalisasi. Dikenak statistik . Dikenak statistik induktif yaitu kumpulan cara atau metode yg dapat induktif yaitu kumpulan cara atau metode yg dapat menggeneralisir nilai-nilai dari sampel yg sengaja menggeneralisir nilai-nilai dari sampel yg sengaja dikumpulkan menjadi nilai populasi. Dengan metode dikumpulkan menjadi nilai populasi. Dengan metode statistik inferens kita dapat mengevaluasi informasi statistik inferens kita dapat mengevaluasi informasi yg telah kita kumpulkan menjadi suatu pengetahuan yg telah kita kumpulkan menjadi suatu pengetahuan baru.
baru.
Manfaat Manfaat
1. Bahan perencanaan 1. Bahan perencanaan
Data Data informasi informasi keputusan keputusan 2. Bahan monitoring
2. Bahan monitoring
Deskripsi data Deskripsi data memonitoring program memonitoring program 3. Evaluasi
3. Evaluasi
Analisis inferen Analisis inferen yang terbaik yang terbaik
Analisis Deskriptif Analisis Deskriptif
1. Peringkasan data Numerik 1. Peringkasan data Numerik
Ukuran tengah Ukuran tengah - Mean Mean
- MedianMedian - ModusModus
Ukuran variasi Ukuran variasi - RangeRange
- Jarak Antar Kuartil Jarak Antar Kuartil - Standar Deviasi Standar Deviasi
Ukuran Tengah Ukuran Tengah
1. Mean : hasil bagi dari jumlah semua nilai 1. Mean : hasil bagi dari jumlah semua nilai
pengukuran oleh banyaknya pengukuran oleh banyaknya
pengukuaran pengukuaran
Ex : lama rawat RS : 1hr, 3hr, 4hr,2 hr,90hr Ex : lama rawat RS : 1hr, 3hr, 4hr,2 hr,90hr
Mean = (1+2+3+4+90) : 5 = 20 Mean = (1+2+3+4+90) : 5 = 20
Kelamahan : Kelamahan :
Peka terhadap nilai ekstrim
Peka terhadap nilai ekstrim
Ukuran tengah Ukuran tengah
2. Median : nilai yang menggambarkan 2. Median : nilai yang menggambarkan
penyebaran data setengah dibawah dan penyebaran data setengah dibawah dan
setengah diatas setengah diatas
Ex : lama rawat RS : 1hr, 3hr, 4hr,2 hr,90hr Ex : lama rawat RS : 1hr, 3hr, 4hr,2 hr,90hr
Median : 1,2,
Median : 1,2, 3 3 ,4,90 ,4,90 Kelemahan :
Kelemahan :
mengabaikan besar beda antar nilai
mengabaikan besar beda antar nilai
Ukuran Tengah Ukuran Tengah
3. Modus : nilai pengamatan yang memiliki 3. Modus : nilai pengamatan yang memiliki
frekuensi terbanyak frekuensi terbanyak
Ex : umur Mhs : 20,21,20,22,25 Ex : umur Mhs : 20,21,20,22,25
Modus :
Modus : 20 = 2 20 = 2 , 21 =1, 22=1, 25=1 , 21 =1, 22=1, 25=1 Kelemahan :
Kelemahan :
Mengabaikan besar beda antar nilai
Mengabaikan besar beda antar nilai
Ukuran Variasi Ukuran Variasi
Range : ukuran selisih nilai data terbesar Range : ukuran selisih nilai data terbesar
dengan terkecil dengan terkecil
Ex : lama rawat RS : 1hr, 3hr, 4hr,2 hr,90hr Ex : lama rawat RS : 1hr, 3hr, 4hr,2 hr,90hr
Kelemahan : Kelemahan :
Dipengaruhi nilai ekstrim Dipengaruhi nilai ekstrim
Kelebihan : Kelebihan :
Mudah dilakukan
Mudah dilakukan
Ukuran Variasi Ukuran Variasi
Jarak Inter Kuartil : selisih antara kuartil III Jarak Inter Kuartil : selisih antara kuartil III
dan kuartil I dan kuartil I
Ex : lama rawat RS : 1hr, 3hr, 4hr,2 hr,90hr Ex : lama rawat RS : 1hr, 3hr, 4hr,2 hr,90hr 1,2 1,2
QIQI,3 ,3
QIIQII,4 ,4
QIIIQIII,90 ,90
JIK = QIII – QI = 4 – 2 = 2 JIK = QIII – QI = 4 – 2 = 2
“ “ Satuan ini lebih baik dari range untuk Satuan ini lebih baik dari range untuk
menggambarkan data yang menyebar “
menggambarkan data yang menyebar “
Ukuran Variasi Ukuran Variasi
Standar Deviasi : akar dari Varian Standar Deviasi : akar dari Varian
Varian : Penyimpanan nilai pengamatan Varian : Penyimpanan nilai pengamatan
dengan rata-ratadengan rata-rata Rumus : V = Σ (x-x)
Rumus : V = Σ (x-x)2 2 : (n-1): (n-1) Simpulan :
Simpulan :
“ “ Semakin besar varian data semakin bervariasi “Semakin besar varian data semakin bervariasi “
Analisis Deskriptif Analisis Deskriptif
2. Peringkasan data kategorik 2. Peringkasan data kategorik
“
“ pada data kategorik peringkasan data pada data kategorik peringkasan data hanya menggunakan distribusi Frekuensi hanya menggunakan distribusi Frekuensi dengan ukuran persentase atau proporsi”
dengan ukuran persentase atau proporsi”
(Hastono, 2001) (Hastono, 2001)
POPULASI DAN SAMPEL POPULASI DAN SAMPEL
Populasi : keseluruhan dari unit di dalam Populasi : keseluruhan dari unit di dalam pengamatan yg akan kita lakukan.
pengamatan yg akan kita lakukan.
Sampel : sebagian dari populasi yg Sampel : sebagian dari populasi yg nilai/karakteristiknya kita ukur dan nilai/karakteristiknya kita ukur dan
nantinya kita pakai untuk menduga nantinya kita pakai untuk menduga
karakteristik dari populasi.
karakteristik dari populasi.
TAHAPAN KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN
STATISTIK STATISTIK
Pengumpulan data Pengumpulan data
Penyajian data Penyajian data
Pengolahan data Pengolahan data
Analisis /interpretasi data Analisis /interpretasi data
DATA, PROSES PENGUKURAN DATA, PROSES PENGUKURAN
DAN SKALA DAN SKALA
Data: bentuk jamak (plural) dari kata Data: bentuk jamak (plural) dari kata
“datum” jadi dalam menyatakan data kita
“datum” jadi dalam menyatakan data kita sebetulnya sudah berkata bentuk
sebetulnya sudah berkata bentuk
jamaknya, jadi untuk selanjutnya tidak jamaknya, jadi untuk selanjutnya tidak
perlu menyatakan data-data
perlu menyatakan data-data data saja data saja data: himpunan angka-angka yg data: himpunan angka-angka yg
merupakan nilai dari unit sampel kita merupakan nilai dari unit sampel kita
sebagai hasil dari sebagai hasil dari
mengamati/mengukurnya.
mengamati/mengukurnya.
Ada bermacam-macam jenis data Ada bermacam-macam jenis data
Data diskrit: Data diskrit: data yg dalam bentuk bilangan data yg dalam bentuk bilangan bulat
bulat mis: jumlah anak dlm keluarga, jumlah mis: jumlah anak dlm keluarga, jumlah penderita TBC, jumlah kecelakaan di jln raya.
penderita TBC, jumlah kecelakaan di jln raya.
Data kontinu: data yg dapat merupakan Data kontinu: data yg dapat merupakan rangkaian data, nilainya dapat dlm bentuk rangkaian data, nilainya dapat dlm bentuk desimal, mis tinggi badan 162,5 cm, berat desimal, mis tinggi badan 162,5 cm, berat
badan 63,8 kg badan 63,8 kg
Data kualitatif: data dlm bentuk kualitas spt: Data kualitatif: data dlm bentuk kualitas spt:
pernyataan terhadap KB: setuju, kurang setuju, pernyataan terhadap KB: setuju, kurang setuju,
tidak setuju tidak setuju
Data kuantitatif: data dlm bentuk bilangan Data kuantitatif: data dlm bentuk bilangan (numerik) mis: jumlah balita yg telah
(numerik) mis: jumlah balita yg telah diimunisasi
diimunisasi
Data ditinjau sumber Data ditinjau sumber data data
Data primer : data yg dikumpulkan oleh Data primer : data yg dikumpulkan oleh penelitinya sendiri.
penelitinya sendiri.
Data sekunder : data yg diambil dari Data sekunder : data yg diambil dari suatu sumber dan biasanya data itu suatu sumber dan biasanya data itu sudah dikompilasi lebih dahulu oleh sudah dikompilasi lebih dahulu oleh
instansi atau yg punya data.
instansi atau yg punya data.
Cara pengumpulan data Cara pengumpulan data
secara rutin dari sebuah institusi atau secara rutin dari sebuah institusi atau organisasi
organisasi
Pengumpulan data dengan cara Pengumpulan data dengan cara
penelitian: observasi langsung terhadap penelitian: observasi langsung terhadap
objek penelitiannya atau dengan cara objek penelitiannya atau dengan cara
melakukan tanya jawab memakai melakukan tanya jawab memakai
kuesioner dengan objek penelitian.
kuesioner dengan objek penelitian.
Variabel Variabel : suatu sifat yg akan diukur atau : suatu sifat yg akan diukur atau
diamati yg nilainya bervariasi antara satu objek diamati yg nilainya bervariasi antara satu objek
keobyek lainnya. Mis kita angkan mengamati keobyek lainnya. Mis kita angkan mengamati
bayi baru lahir variabel yg akan diamati atau yg bayi baru lahir variabel yg akan diamati atau yg
akan diukur adalah: berat badan, pangjang akan diukur adalah: berat badan, pangjang
badan yg tentu nilai ini bervariasi antara satu badan yg tentu nilai ini bervariasi antara satu
bayi dengan bayi lainnya.
bayi dengan bayi lainnya.
Agregate Agregate : keseluruhan kumpulan nilai-nilai : keseluruhan kumpulan nilai-nilai
observasi yg merupakan suatu kesatuan dan observasi yg merupakan suatu kesatuan dan
setiap nilai observasi hanya mempunyai arti setiap nilai observasi hanya mempunyai arti
sebagai bagian dari keseluruhan tersebut.
sebagai bagian dari keseluruhan tersebut.
Skala Pengukuran Skala Pengukuran
Skala nominalSkala nominal: pengukuran paling lemah : pengukuran paling lemah tingkatannya, terjadi apabila bilangan atau tingkatannya, terjadi apabila bilangan atau
lambang-lambang lain digunakan untuk lambang-lambang lain digunakan untuk
mengklasifikasikan objek pengamatan. Setiap mengklasifikasikan objek pengamatan. Setiap
objek akan masuk salah satu lambang atau objek akan masuk salah satu lambang atau
kelompok.
kelompok.
Contoh: agama Contoh: agama
(islam,kristen,katolik,hindu,budha)
(islam,kristen,katolik,hindu,budha)kategori, kategori, kategori ada dua
kategori ada dua seperti laki-laki dan seperti laki-laki dan perempuan
perempuan disebut dikotomidisebut dikotomi
Skala Pengukuran Skala Pengukuran
Skala ordinalSkala ordinal: pengukuran ini tidak hanya : pengukuran ini tidak hanya
membagi obyek menjadi kelompok-kelompok membagi obyek menjadi kelompok-kelompok
yg tidak tumpang tindih, tetapi
yg tidak tumpang tindih, tetapi antara kelompok antara kelompok itu ada hubungan (ranking)
itu ada hubungan (ranking). Hubungan antara . Hubungan antara kelompok ini dapat ditulis sebagai
kelompok ini dapat ditulis sebagai lebih kecil lebih kecil (<) atau lebih besar (>).
(<) atau lebih besar (>). Jadi dari kelompok yg Jadi dari kelompok yg sudah ditentukan dapat diurutkan menurut
sudah ditentukan dapat diurutkan menurut besar kecilnya.
besar kecilnya.
sebagai contoh, seorang anggota ABRI dpt sebagai contoh, seorang anggota ABRI dpt
dikelompokkan menjadi
dikelompokkan menjadi kel mayor, kel kapten, kel mayor, kel kapten, kel letnan, dsb.
kel letnan, dsb. Status ekonomi: Status ekonomi: baik, sedang baik, sedang dan kurang.
dan kurang.
Skala Pengukuran Skala Pengukuran
Skala IntervalSkala Interval: selain : selain membagi obyek menjadi membagi obyek menjadi
kelompok tertentu dan dapat diurutkan juga dapat kelompok tertentu dan dapat diurutkan juga dapat
ditentukan jarak dari urutan kelompok tersebut.
ditentukan jarak dari urutan kelompok tersebut.
Sebagai contoh: kita pandang kejadian dlm sejarah Sebagai contoh: kita pandang kejadian dlm sejarah
perjuangan Indonesia, tahun 1928 sumpah perjuangan Indonesia, tahun 1928 sumpah
pemuda, th. 1945 kemerdekaan, orde baru th.
pemuda, th. 1945 kemerdekaan, orde baru th.
1966. Dari sini kita tahu bahwa sumpah pemuda 1966. Dari sini kita tahu bahwa sumpah pemuda
lebih dulu kejadiannya dari kemerdekaan, dan lebih lebih dulu kejadiannya dari kemerdekaan, dan lebih
dulunya sumpah pemuda adalah 17 tahun. Contoh dulunya sumpah pemuda adalah 17 tahun. Contoh
lain pengukuran panas dengan termometer lain pengukuran panas dengan termometer
katakanlah celcius,
katakanlah celcius, temperatur 40 derajat celcius temperatur 40 derajat celcius lebih panas dari 15 derajat lebih dingin dari
lebih panas dari 15 derajat lebih dingin dari temperatur 25 derajat celcius.
temperatur 25 derajat celcius.
Skala Pengukuran Skala Pengukuran
Skala ratioSkala ratio: : dpt mengelompokkan data, dpt mengelompokkan data, kelompok itupun dapat diurutkan dan jarak kelompok itupun dapat diurutkan dan jarak
antara urutanyapun dpt ditentukan. Selain itu antara urutanyapun dpt ditentukan. Selain itu sifat lain untuk data dengan skala ratio dapat sifat lain untuk data dengan skala ratio dapat
diperbandingkan
diperbandingkan. Hal ini disebabkan karena . Hal ini disebabkan karena skala ratio mempunyai titik nol mutlak.
skala ratio mempunyai titik nol mutlak.
Contoh: ada kelompok barang dengan berat 60 Contoh: ada kelompok barang dengan berat 60 kg dan kelompok 30 kg disini kita katakan skala kg dan kelompok 30 kg disini kita katakan skala
dari data ini adalah ratio karena dapat dari data ini adalah ratio karena dapat
menyatakan bahwa kelompok 60 kg lebih berat menyatakan bahwa kelompok 60 kg lebih berat
dari kelompok 30 kg lebih beratnya adalah 30 dari kelompok 30 kg lebih beratnya adalah 30
kg, atau dikatakan bahwa kelompok 60 kg kg, atau dikatakan bahwa kelompok 60 kg
adalah 2 kali kelompok 30 kg.
adalah 2 kali kelompok 30 kg.
Struktur tingkatan skala Struktur tingkatan skala
Sifat skala
Sifat skala NominalNominal OrdinalOrdinal IntervalInterval RatioRatio
1.1. PersamaanPersamaan
pengamatan pengamatan
(pengelompokan), (pengelompokan), klasifikasi
klasifikasi
pengamatan dpt.
pengamatan dpt.
Dilakukan Dilakukan
yaya yaya yaya YaYa
2. Urutan ttt,urutan 2. Urutan ttt,urutan
pengamatan dptpengamatan dpt
dilakukandilakukan
TdkTdk yaya yaya yaya
3. Jarak antara 3. Jarak antara kelompok
kelompok
dpt ditentukandpt ditentukan
tdktdk tdktdk yaya YaYa
4. Perbandingan antara 4. Perbandingan antara kelompok (adanya titik kelompok (adanya titik
nol mutlak)nol mutlak)
tdktdk tdktdk tdktdk yaya
Penyajian Data Penyajian Data
Pengertian Penyajian Data
Penyajian data merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang telah dilakukan agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
1.Penyajian dalam bentuk Tekstular1.Penyajian dalam bentuk Tekstular 2.Penyajian dalam bentuk tabel 2.Penyajian dalam bentuk tabel -Tabel umum Tabel umum
-Tabel Khusus : univariat or bivariat Tabel Khusus : univariat or bivariat 3.Penyajian dalam bentuk grafik3.Penyajian dalam bentuk grafik
-Diaram garis Diaram garis -Diagram bar Diagram bar -Diagram areaDiagram area -PictogramPictogram
-Histogram dan poligon Histogram dan poligon
Sajian Statistik Sajian Statistik
A. Tulisan (textular) A. Tulisan (textular)
B. Tabel (tabular) B. Tabel (tabular)
C. Gambar/Grafik (diagram) C. Gambar/Grafik (diagram)
A. Tulisan: hampir semua bentuk laporan dari A. Tulisan: hampir semua bentuk laporan dari
pengumpulan data diberikan tertulis, mulai pengumpulan data diberikan tertulis, mulai
dari bagaimana proses pengambilan dari bagaimana proses pengambilan
sampel, pelaksanaan pengumpulan data sampel, pelaksanaan pengumpulan data sampai analisis yg berupa informasi dari sampai analisis yg berupa informasi dari
pengumpulan data tersebut.
pengumpulan data tersebut.
B.Tabel
B.Tabel: penyajian data dlm bentuk tabel adalah : penyajian data dlm bentuk tabel adalah penyajian dengan memakai kolom dan baris.
penyajian dengan memakai kolom dan baris.
bermacam-macam bentuk tabel:
bermacam-macam bentuk tabel:
1. Master tabel (tabel induk):
1. Master tabel (tabel induk): tabel induk adalah tabel tabel induk adalah tabel
yg berisikan semua hasil pengumpulan data ygyg berisikan semua hasil pengumpulan data yg
masih dlm bentuk data mentah, biasanya tabel inimasih dlm bentuk data mentah, biasanya tabel ini
disajikan dlm lampiran suatu laporan pengumpulandisajikan dlm lampiran suatu laporan pengumpulan
data.data.
2. Text tabel (tabel rincian)
2. Text tabel (tabel rincian) merupakan uraian dari merupakan uraian dari
data yg diambil dari tabel induk contoh:data yg diambil dari tabel induk contoh:
a) distribusi frekuensi a) distribusi frekuensi
b) distribusi relatif b) distribusi relatif
c) distribusi kumulatif c) distribusi kumulatif
d) tabel silang (kontingensi tabel= cross d) tabel silang (kontingensi tabel= cross tabulasi)
tabulasi)
Dlm Penyajian Tabel perlu diingat:
Dlm Penyajian Tabel perlu diingat:
a)a) Judul tabel, judul tabel harus singkat, jelas dan Judul tabel, judul tabel harus singkat, jelas dan
lengkap. Hendaknya dpt menjawab apa yg disajikan lengkap. Hendaknya dpt menjawab apa yg disajikan
dimana kejadiannya dan kapan terjadi dimana kejadiannya dan kapan terjadi b)b) Nomor tabelNomor tabel
c)c) Leterangan-keterangan (catatan kaki0 yaitu Leterangan-keterangan (catatan kaki0 yaitu keterangan yg diperlukan untuk menjelaskan keterangan yg diperlukan untuk menjelaskan
mengenai hal-hal ttt yg tdk bisa dituliskan di dalam mengenai hal-hal ttt yg tdk bisa dituliskan di dalam
badan tabel badan tabel
d)d) Sumber, kadang kala di dalam suatu laporan kita Sumber, kadang kala di dalam suatu laporan kita
juga mengutip tabel dari laporan orang lain. Untuk itu juga mengutip tabel dari laporan orang lain. Untuk itu
kita harus mencantumkan dari mana tabel itu dikutip.
kita harus mencantumkan dari mana tabel itu dikutip.
Contoh: disribusi frekuensi datadiskrit Contoh: disribusi frekuensi datadiskrit
Tabel: 1.2 Sebaran usia menurut pendidikan di Tabel: 1.2 Sebaran usia menurut pendidikan di
wilayah wilayah
kerja puskesmas “Melati”
kerja puskesmas “Melati”
Tahun 2007 Tahun 2007
Pendidikan
Pendidikan Jumlah Jumlah (nominal) (nominal)
Fr (frek Fr (frek
relatif) relatif) (%)(%)
kr (frek kr (frek kum)kum)
(< atau =) (< atau =)
Fk (frek Fk (frek kumkum
(≥)(≥)
Perg Tinggi Perg Tinggi SMUSMU
SMPSMP SDSD
Tdk tamat SD Tdk tamat SD
120120 225225 375375 360360 570570
88 1515 2525 1414 3838
88 2323 4848 6262 100100
100100 9292 7777 5252 3838
Total
Total 15001500 100100
Sumber: laporan tahunan puskesmas melati th 2007
Contoh distribusi frekuensi data kontinyu Contoh distribusi frekuensi data kontinyu
tabel 1.3 sebaran usila menurut umur di wilayah tabel 1.3 sebaran usila menurut umur di wilayah kerja puskesmas “melati”
kerja puskesmas “melati”
tahun 2007 tahun 2007
umurumur JumlahJumlah (nominal) (nominal)
fr (frek fr (frek relatif ) relatif ) (%)(%)
Fk (frek Fk (frek kum)kum)
< atau =
< atau =
FK (frek FK (frek kum)kum)
≥≥ 60-64
60-64 65-70 65-70 71-75 71-75 76-80 76-80
>80
>80
525525 460460 375375 100100 4040
3535 30,630,6 2525 6,76,7 2,72,7
3535 65,665,6 90,690,6 97,397,3 100100
100100 6565 34,434,4 9,49,4 2,72,7 Total
Total 15001500 100100
Sumber laporan tahunan puskesmas melati
Contoh Tabulasi silang Contoh Tabulasi silang
tabel 1. 4. Jumlah Usila menurut jenis tabel 1. 4. Jumlah Usila menurut jenis
kelamin dan kebiasaan merokok di wilayah kelamin dan kebiasaan merokok di wilayah
puskesmas “Melati”
puskesmas “Melati”
Tahun 2007 Tahun 2007
Kebiasaan Kebiasaan merokok merokok Jenis Jenis kelamin kelamin
Tdk Pernah Tdk Pernah
merokok merokok
Dulu perokok
Dulu perokok SekarangSekarang Masih
Masih Merokok Merokok Laki-Laki
Laki-Laki 160160 220220 320320 Perempuan
Perempuan 575575 275275 5050 Jumlah
Jumlah 735735 495495 370370
C. Grafik/Diagram C. Grafik/Diagram
Sebagaimana tabel dlm penyajian grafik Sebagaimana tabel dlm penyajian grafik
kita harus memperhatikan hal-hal kita harus memperhatikan hal-hal
a. a. Judul yang singkat, jelas dan lengkap Judul yang singkat, jelas dan lengkap
b. b. Dalam menggambar kita memerlukan 2 Dalam menggambar kita memerlukan 2 sumbu sebagai ordinat dan absis
sumbu sebagai ordinat dan absis c. c. Skala tertentu Skala tertentu
d. d. Nomor gambar Nomor gambar e. e. Foot note Foot note
f. f. Sumber Sumber
Jenis-jenis grafik/gambar Jenis-jenis grafik/gambar
a.a. HistogramHistogram
b.b. Frekuensi poligonFrekuensi poligon c.c. OgiveOgive
d.d. Line diagramLine diagram e.e. Bar diagramBar diagram f.f. Pie diagramPie diagram
g.g. Scatter diagramScatter diagram h.h. PictogramPictogram
i.i. MapgramMapgram
j.j. Box whisker plotBox whisker plot k.k. Stem and leaf plotStem and leaf plot l.l. ParetoPareto
m.m. Error BarError Bar
a. Histogram a. Histogram
Histogram adalah grafik Histogram adalah grafik yg digunakan untuk
yg digunakan untuk
menyajikan data kotinyu.
menyajikan data kotinyu.
Merupakan areal Merupakan areal
diagram sehingga kalau diagram sehingga kalau interval kelas tidak sama interval kelas tidak sama
dilakukan pemadatan dilakukan pemadatan
dengan dengan
memperbandingkan nilai memperbandingkan nilai
interval kelas dengan interval kelas dengan
frekuensi dengan frekuensi dengan
frekuensi kelas.
frekuensi kelas.
contoh:
contoh:
Histogram
Histogram
Diagram Bar
Diagram Bar
Diagram garis
Diagram garis
DBD, Insiden dan CFR
Indonesia, 1968-2007 (Sep)
0 20 40 60
1968 1971 1974 1977 1980 1983 1986 1989 1992 1995 1998 2001 2004 2007 2010
Tahun
IR dan CFR
IR/100.000 CFR(%)
KLB besar
semakin sering Jml kasus terus meningkat
123.828 kasus
1.256 ks
meninggal
Diagram Pie
Diagram Pie
Crostabulasi Crostabulasi
kelamin * alamat Crosstabulation Count
5 4 2 11
1 1 2 4
6 5 4 15
Laki-laki Perempuan kelamin
Total
Jakarta Bekasi Bogor alamat
Total
Insidens DBD
Insidens DBD Kab/Kota Kab/Kota I I ndonesia, 2006 ndonesia, 2006
<5/100.000 pop 5-19/100.000 pop
>50/100.000 pop 20-50/100.000 pop
0/100.000 pop
0
1 2 3 4
Hari ke 0 Hari ke 7 Hari ke 21 Hari ke 28
K a d a r a n t i b o d i
Ket :
IM (intramuscular) ID (Intradermal)
b. Frekuensi poligon b. Frekuensi poligon
Frekuensi poligon: penyajian frekuensi Frekuensi poligon: penyajian frekuensi poligon digunakan untuk data kontinyu poligon digunakan untuk data kontinyu
seperti pada histogram. Sebenarnya seperti pada histogram. Sebenarnya
membuat grafik frekuensi poligon adalah membuat grafik frekuensi poligon adalah dengan menghubungkan puncak-puncak dengan menghubungkan puncak-puncak
dari suatu balok-balok histogram.
dari suatu balok-balok histogram.
Keuntungan frekuensi poligon adalah kita Keuntungan frekuensi poligon adalah kita
dapat melakukan perbandingan dapat melakukan perbandingan
penyebaran beberapa masalah yg penyebaran beberapa masalah yg
digambar di dalam satu gambar.
digambar di dalam satu gambar.
Nilai Tengah Nilai Tengah
Dari sekumpulan data (distribusi), ada Dari sekumpulan data (distribusi), ada
beberapa harga/nilai yg dapat kita anggap beberapa harga/nilai yg dapat kita anggap sebagai wakil dari kelompok data tersebut.
sebagai wakil dari kelompok data tersebut.
a. Mean (aritmatic mean) = rata-rata hitung a. Mean (aritmatic mean) = rata-rata hitung
b. Median b. Median
c. Modus (Mode) c. Modus (Mode)
d. Geometric Mean d. Geometric Mean
e. Harmonic Mean e. Harmonic Mean
f. Quadric Mean
f. Quadric Mean
a. Rata-Rata Hitung (mean) a. Rata-Rata Hitung (mean)
Rata-rata hitung atau aritmatic mean atau lebih dikenal Rata-rata hitung atau aritmatic mean atau lebih dikenal
dengan mean saja adalah nilai yg baik mewakili suatu data.
dengan mean saja adalah nilai yg baik mewakili suatu data.
Nilai ini sangat sering dipakai dan malah yg paling banyak Nilai ini sangat sering dipakai dan malah yg paling banyak
dikenal dalam menyimpulkan sekelompok data.
dikenal dalam menyimpulkan sekelompok data.
Misalnya kalau kita mempunyai n pengamatan yg terdiri dari Misalnya kalau kita mempunyai n pengamatan yg terdiri dari
x1,x2, x3.... Xn, maka nilai rata-rata adalah:
x1,x2, x3.... Xn, maka nilai rata-rata adalah:
--
X = X = x1+x2+x3+....xnx1+x2+x3+....xn
nn
Ada data dari berat badan lima orang dewasa:
Ada data dari berat badan lima orang dewasa:
56,62,48,68 rata2= 56+62+52+48+67/5=57 kg.
56,62,48,68 rata2= 56+62+52+48+67/5=57 kg.
Sifat mean: merupakan wakil dari keseluruhan nilai Sifat mean: merupakan wakil dari keseluruhan nilai
Mean sangat dipengaruhi nilai ekstrim baik Mean sangat dipengaruhi nilai ekstrim baik kecil
kecil
maupun besarmaupun besar
Nilai mean berasal dari semua nilai pengamatanNilai mean berasal dari semua nilai pengamatan
b. Median b. Median
Median adalah nilai yg terletak pada observasi Median adalah nilai yg terletak pada observasi yg ditengah, kalau data tersebut telah disusunyg ditengah, kalau data tersebut telah disusun (array).(array).
Nilai median disebut juga nilai letakNilai median disebut juga nilai letak posisi median adalah posisi median adalah kalau ganjil kalau ganjil ::
n+1n+1
22
Kalau genap n/2 saja.
Kalau genap n/2 saja.
nilai median adalah nilai pada posisi tersebut.nilai median adalah nilai pada posisi tersebut.
contoh: kalau berat badan lima orang dewasa di atas contoh: kalau berat badan lima orang dewasa di atas disusun menurut besar kecilnya nilai maka didapatkan disusun menurut besar kecilnya nilai maka didapatkan
susunan seperti berikut, 48,52,56,62,67 kg median susunan seperti berikut, 48,52,56,62,67 kg median
5+1/2=3
5+1/2=3 56 kg +62kg/2=54 kg. 56 kg +62kg/2=54 kg.
Modus (Mode)Modus (Mode)
Modus adalah nilai yg paling banyak ditemui di dalam suatu Modus adalah nilai yg paling banyak ditemui di dalam suatu pengamatan. Dari sifatnya ini maka untuk sekelompok data pengamatan. Dari sifatnya ini maka untuk sekelompok data pengamatan ada beberapa kemungkinan:
pengamatan ada beberapa kemungkinan:
1. Tidak ada nilai yg lebih banyak diobservasi 1. Tidak ada nilai yg lebih banyak diobservasi
jadi tidak ada modusjadi tidak ada modus
2. ditemui satu modus (uni modal) 2. ditemui satu modus (uni modal) 3. ada dua modus (bimodal)
3. ada dua modus (bimodal)
4. lebih dari tiga modus (multi modal) 4. lebih dari tiga modus (multi modal)
Hubungan antara nilai mean, median, dan modus:
Hubungan antara nilai mean, median, dan modus:
1.Pada distribusi yg simetris ketiga nilai ini sama besarnya 1.Pada distribusi yg simetris ketiga nilai ini sama besarnya
2.Nilai median selalu terletak antara nilai modus dan mean pada 2.Nilai median selalu terletak antara nilai modus dan mean pada distribusi menceng.distribusi menceng.
3.Apabila nilai mean lebih besar dari nilai median dan modus 3.Apabila nilai mean lebih besar dari nilai median dan modus maka dikatakan distribusi menceng kanan.maka dikatakan distribusi menceng kanan.
4. Bila nilai mean lebih kecil dari nilai median dan modus maka 4. Bila nilai mean lebih kecil dari nilai median dan modus maka
distribusi menceng ke kiri.
distribusi menceng ke kiri.
Rata2 harmonik,rata2 kuadratik, dan rata-rata geometrik didalam Rata2 harmonik,rata2 kuadratik, dan rata-rata geometrik didalam
biostatistik jarang dipakai.
biostatistik jarang dipakai.
3.Nilai Letak (posisi) 3.Nilai Letak (posisi)
Median adalah nilai pengamatan pada posisi Median adalah nilai pengamatan pada posisi paling di tengah kalau data itu disusun (array).
paling di tengah kalau data itu disusun (array).
Nilai-nilai posisi lainnya adalah:
Nilai-nilai posisi lainnya adalah:
* Kwartil nilai yg membagi pengamatan menjadi
* Kwartil nilai yg membagi pengamatan menjadi empat. Karena itu ada 3 kuartil (KwI, KwIi, KWIII empat. Karena itu ada 3 kuartil (KwI, KwIi, KWIII
* Desil nilai yg membagi pengamatan menjadi 10,
* Desil nilai yg membagi pengamatan menjadi 10, sehingga ada sembilan kwartil
sehingga ada sembilan kwartil
* Persentil, adalah nilai yg membagi data menjadi
* Persentil, adalah nilai yg membagi data menjadi 100 bagian, sehingga ada 99 persentil.
100 bagian, sehingga ada 99 persentil.
4. Nilai –nilai variasi 4. Nilai –nilai variasi
Nilai variasi atau deviasi adalah nilai yg menunjukkan Nilai variasi atau deviasi adalah nilai yg menunjukkan bagaimana bervariasinya data dalam kelompok data itu bagaimana bervariasinya data dalam kelompok data itu terhadap nilai rata-ratanya. Sehingga makin besar nilai terhadap nilai rata-ratanya. Sehingga makin besar nilai
variasi maka semakin bervariasi pula data tersebut.
variasi maka semakin bervariasi pula data tersebut.
Ada bermacam-macam nilai variasi:Ada bermacam-macam nilai variasi:
range: adalah nilai yg menunjukkan perbedaan nilai range: adalah nilai yg menunjukkan perbedaan nilai
pengamatan yg paling besar dengan nilai paling kecil pengamatan yg paling besar dengan nilai paling kecil rata-rata deviasi: adalah rata2 seluruh perbedaan rata-rata deviasi: adalah rata2 seluruh perbedaan
pengamatan dibagi banyaknya pengamatan. Untuk ini pengamatan dibagi banyaknya pengamatan. Untuk ini
diambil nilai mutlak.
diambil nilai mutlak.
rumus: Md =€
rumus: Md =€ ||x-x x-x ||
____________________
NN
X(kg)
X(kg) ||x-x rata2x-x rata2 (x-X rata2)(x-X rata2)22
4848 5252 5656 6262 6767
99 55 11 55 1010
8181 2525 11 2525 100100 285285
Mean = 285: 5=57 kg, Mean deviasi = 30 : 5= 6 kg
Varian : varian adalah rata-rata perbedaan antara mean dengan nilai masing-Varian : varian adalah rata-rata perbedaan antara mean dengan nilai masing- masing observasi
masing observasi rumus: rumus:
V (s V (s22) = € (x-x)) = 2
n-1
Contoh : dari data di atas dpt dihitung varian V= 81+25+1+25+100 = 58
4
d) standar deviasi : standar deviasi adalah akar dari varian. Nilai standar deviasi ini disebut
juga sebagai “simpangan baku” karena merupakan patokan luas area di bawah kurva normal.
rumus : S= Vv= Vs2
contoh: standar deviasi dari data di atas adalah S = V58 = 7,6 kg
Koefisien varian (Coeficient of Variation =COV) S/x x 100 %
UJI HIPOTESIS UJI HIPOTESIS
Apa yg disebut dengan hipotesis? Apa yg disebut dengan hipotesis?
Dasar kata ini adalah tesis, yg berarti pernyataan yg telah diuji. Karena belum dilakukan Dasar kata ini adalah tesis, yg berarti pernyataan yg telah diuji. Karena belum dilakukan pengujian, maka diperlukan pernyataan pra uji, yg berupa dugaan sementara, dan dapat pengujian, maka diperlukan pernyataan pra uji, yg berupa dugaan sementara, dan dapat disebut sebagai hipotesis.
disebut sebagai hipotesis.
Ada 2 hipotesis:Ada 2 hipotesis:
1. Hipotesis ilmiah 1. Hipotesis ilmiah 2. hipotesis statistik 2. hipotesis statistik
Kirk menyatakan:Kirk menyatakan:
Hipotesis ilmiah mempunyai karakteristik:
Hipotesis ilmiah mempunyai karakteristik:
1. Pernyataan yg sangat akademis dan cerdas, yg merupakan perkiraan 1. Pernyataan yg sangat akademis dan cerdas, yg merupakan perkiraan
tentang suatu fenomena yg diminati.tentang suatu fenomena yg diminati.
2. Dapat dinyatakan dalam bentuk jika dan maka sebagai implikasinya 2. Dapat dinyatakan dalam bentuk jika dan maka sebagai implikasinya 3. Kebenaran atau kesalahan pernyataan itu dapat dinyatakan melalui 3. Kebenaran atau kesalahan pernyataan itu dapat dinyatakan melalui
pengamatanatau percobaan.pengamatanatau percobaan.
Contoh hipotesis ilmiah :Contoh hipotesis ilmiah :
Merokok berhubungan dengan tingginya tekanan darah Merokok berhubungan dengan tingginya tekanan darah
Hipotesis statistik Hipotesis statistik
Merupakan pernyataan yg berkaitan dengan Merupakan pernyataan yg berkaitan dengan
parameter dari sebaran populasi, yg parameter dari sebaran populasi, yg
memerlukan verifikasi lebih lanjut. Hipotesis memerlukan verifikasi lebih lanjut. Hipotesis
statistik merupakan deduksi dari hipotesis statistik merupakan deduksi dari hipotesis
ilmiah.
ilmiah.
Ada 2 macam hipotesis statistik Ho (hipotesis Ada 2 macam hipotesis statistik Ho (hipotesis nol) dan hipotesis alternatif (Ha)
nol) dan hipotesis alternatif (Ha)
Ho adalah pernyataan yg netral (nol sama Ho adalah pernyataan yg netral (nol sama dengan tidak ada).
dengan tidak ada).
Ha adalah lawan pernyataan netral (jadi sudah Ha adalah lawan pernyataan netral (jadi sudah ada dugaan).
ada dugaan).
contoh hipotesis statistik: contoh hipotesis statistik:
Rata-rata tekanan darah populasi perokok lebih Rata-rata tekanan darah populasi perokok lebih
tinggi daripada rata-rata tekanan darah tinggi daripada rata-rata tekanan darah
populasi bukan perokok.
populasi bukan perokok.
Hipotesis ini disebut sebagai hipotesis Hipotesis ini disebut sebagai hipotesis
alternatif, sebagai lawan dari hipotesis nol alternatif, sebagai lawan dari hipotesis nol
yaitu:
yaitu:
rata-rata tekanan darah populasi perokok sama rata-rata tekanan darah populasi perokok sama atau lebih kecil dari pada rata-rata tekanan
atau lebih kecil dari pada rata-rata tekanan darah populasi bukan perokok.
darah populasi bukan perokok.
Bila hipotesis statistik tersebut ditulis dengan kalimat Bila hipotesis statistik tersebut ditulis dengan kalimat matematis, maka pernyataannya sebagai berikut:
matematis, maka pernyataannya sebagai berikut:
Ho: Ho: µµ1= 1= µµ22
Ha: Ha: µµ1> 1> µµ2 2 µ µ µµ = rata-rata = rata-rata
Hipotesis ilmiah spt di atas dapat disusun hipotesis Hipotesis ilmiah spt di atas dapat disusun hipotesis statistik yg lain:
statistik yg lain:
hipotesis nol=tidak ada korelasi antara jumlah rokok hipotesis nol=tidak ada korelasi antara jumlah rokok
yg dihisap dan tekanan darah yg dihisap dan tekanan darah
hipotesis alternatif= adala korelasi positif antara hipotesis alternatif= adala korelasi positif antara
jumlah rokok yg dihisap dengan tekanan darah.
jumlah rokok yg dihisap dengan tekanan darah.
Formulasinya:Formulasinya:
Ho: p=,0 Ho: p=,0
Ha: p>0 p= korelasi Ha: p>0 p= korelasi
tampak satu hipotesis ilimiah dapat diajukan satu atau tampak satu hipotesis ilimiah dapat diajukan satu atau beberapa hipotesis statistik.
beberapa hipotesis statistik.
Data yg dikumpulkan akan digunakan untuk Data yg dikumpulkan akan digunakan untuk pengujian hipotesis nol tersebut melalui
pengujian hipotesis nol tersebut melalui
proses inferensi: yaitu dengan melihat berapa proses inferensi: yaitu dengan melihat berapa
peluang atau probabilitas bahwa sebaran data peluang atau probabilitas bahwa sebaran data
yg dikumpulkan termasuk ke dalam sebaran yg dikumpulkan termasuk ke dalam sebaran
data di bawah asumsi hipotesis nol benar, data di bawah asumsi hipotesis nol benar,
maka akan diputuskan apakah hipotesis nol maka akan diputuskan apakah hipotesis nol
tersebut ditolak atau tidak ditolak
tersebut ditolak atau tidak ditolak (diterima) (diterima) . .
Sebaran peluang teoritis yg digunakan Sebaran peluang teoritis yg digunakan adalah
adalah sebaran yg diketahui bentuknya sebaran yg diketahui bentuknya dan secara spesifik bentuknya adalah dan secara spesifik bentuknya adalah
normal atau simetris atau Gauss- normal atau simetris atau Gauss-
statistik parametrik statistik parametrik
Sebaran peluang tdk diketahui Sebaran peluang tdk diketahui bentuknya
bentuknya statistik non parametrik. statistik non parametrik.
Tingkat Kepercayaan dan Tingkat Tingkat Kepercayaan dan Tingkat
Kekuatan studi Kekuatan studi
Risiko dalam mengambil keputusan hipotesis nol Risiko dalam mengambil keputusan hipotesis nol ditolak atau tidak ditolak bisa saja salah
ditolak atau tidak ditolak bisa saja salah
Bila keputusan yg diambil adalah hipotesis nol ditolak, Bila keputusan yg diambil adalah hipotesis nol ditolak, dan keadaan sebenarnya memang hipotesis nol itu
dan keadaan sebenarnya memang hipotesis nol itu salah, maka keputusan yg diambil tersebut adalah salah, maka keputusan yg diambil tersebut adalah
benar.
benar.
Namun terdapat kemungkinan salah, yaitu kita Namun terdapat kemungkinan salah, yaitu kita menolak hipotesis nol, pada hal hipotesis nol itu menolak hipotesis nol, pada hal hipotesis nol itu
benar. Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan jenis benar. Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan jenis
kesatu (type 1 error) kesatu (type 1 error)
Bila keputusan yg diambil adalah hipotesis nol Bila keputusan yg diambil adalah hipotesis nol ditolak, dan keadaan sebenarnya memang
ditolak, dan keadaan sebenarnya memang hipotesis nol itu benar, maka keputusan yg hipotesis nol itu benar, maka keputusan yg
diambil tersebut adalah benar. Namun terdapat diambil tersebut adalah benar. Namun terdapat
kemungkinan salah,yaitu kita tidak menolak kemungkinan salah,yaitu kita tidak menolak
hipotesis nol, padahal hipotesis nol itu salah.
hipotesis nol, padahal hipotesis nol itu salah.
Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan jenis Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan jenis
kedua (type 2 error)
kedua (type 2 error)
Peluang untuk membuat kesalahan jenis Peluang untuk membuat kesalahan jenis
kesatu adalah sebesar alfa, atau disebut pula kesatu adalah sebesar alfa, atau disebut pula
tingkat signifikansi (significance level).
tingkat signifikansi (significance level).
Peluang untuk tdk membuat jenis pertama itu Peluang untuk tdk membuat jenis pertama itu adalah sebesar 1-alfa,dan disebut sebagai
adalah sebesar 1-alfa,dan disebut sebagai tingkat kepercayaan (confidence level)
tingkat kepercayaan (confidence level)
Kesalahan lain yg mungkin terjadi yaitu Kesalahan lain yg mungkin terjadi yaitu
kesalahan jenis kedua adalah sebesar beta.
kesalahan jenis kedua adalah sebesar beta.
Peluang untuk tidak membuat kesalahan jenis Peluang untuk tidak membuat kesalahan jenis
kedua tersebut sebesar 1-beta, dan dikenal kedua tersebut sebesar 1-beta, dan dikenal
sebagai tingkat uji (power of the test).
sebagai tingkat uji (power of the test).
Secara skematis peluang keadaan Secara skematis peluang keadaan
di atas dapat digambarkan sebagai di atas dapat digambarkan sebagai
berikut berikut
Kenyataan Kenyataan
hipotesis nol hipotesis nol
benar benar
Kenyataan Kenyataan
hipotesis nol hipotesis nol
salah salah Keputusan
Keputusan tolak
tolak
1-1-ββ
Tak tolak
Tak tolak ββ
αα
1-α1-α
Langkah Pengujian Hipotesis Langkah Pengujian Hipotesis
Statistik Statistik
Langkah 1:Langkah 1:
pengujian hipotesis statistik, yg diuji adalah hipotesis nol;
pengujian hipotesis statistik, yg diuji adalah hipotesis nol;
sedangkan lawan pernyataannya adalah hipotesis alternatif.
sedangkan lawan pernyataannya adalah hipotesis alternatif.
Langkah awal adalah membuat pernyataan hipotesis nol dan Langkah awal adalah membuat pernyataan hipotesis nol dan
alternatif.
alternatif.
Pernyataan matematisnya hipotesis statistik:Pernyataan matematisnya hipotesis statistik:
Pilihan 1: Ho= Pilihan 1: Ho= µµ1= 1= µµ2; 2;
Ha = Ha = µµ1 tdk sama dengan 1 tdk sama dengan µµ22
Pilihan 2 : Ho : Pilihan 2 : Ho : µµ1 >= 1 >= µµ2; Ha: 2; Ha: µµ1< 1< µµ22
Ho: Ho: µµ1=<1=<µ2; Ha:µ2; Ha:µµ1>1>µµ2.2.
Uji dua arah (two tailed test) untuk pilihan pertama dan uji Uji dua arah (two tailed test) untuk pilihan pertama dan uji satu arah (one tailed test)
satu arah (one tailed test)
Langkah 2 Langkah 2
Teknik uji statistik, sesuai dengan keadaan Teknik uji statistik, sesuai dengan keadaan
skala variabel serta datanya (dependen atau skala variabel serta datanya (dependen atau
independen); sebaran peluang teoritis yg akan independen); sebaran peluang teoritis yg akan
dipakai, statistik parametrik atau non para dipakai, statistik parametrik atau non para
metrik.
metrik.
Langkah 3 Langkah 3
setelah dipilih teknik uji statistik tt yg tepat, setelah dipilih teknik uji statistik tt yg tepat,
maka dengan menggunakan data dapat maka dengan menggunakan data dapat dihitung statistik yg diperlukan dalam uji dihitung statistik yg diperlukan dalam uji
statistik tersebut. Statistik yg dihitung statistik tersebut. Statistik yg dihitung
mempunyai rumus khusus untuk masing- mempunyai rumus khusus untuk masing-
masing uji.
masing uji.
Peluang sekstrim mungkin bahwa data hasil Peluang sekstrim mungkin bahwa data hasil
pengamatan berada pada sebaran data dibawah pengamatan berada pada sebaran data dibawah
asumsi hipotesis nol benar. Hal ini dikenal sebagai asumsi hipotesis nol benar. Hal ini dikenal sebagai
nilai p (=peluang).
nilai p (=peluang).
Langkah 4Langkah 4
Menetapkan tingkat signifikansi atau
Menetapkan tingkat signifikansi atau αα atau atau
komplemennya yaitu tingkat kepercayaan atau 1- komplemennya yaitu tingkat kepercayaan atau 1-αα
adalah langkah penting. Bidang kesmas seringkali adalah langkah penting. Bidang kesmas seringkali
digunakan tingkat kepercayaan 95%. Pada pengujian digunakan tingkat kepercayaan 95%. Pada pengujian
obat-obatan diperlukan tingkat kepercayaan yg lebih obat-obatan diperlukan tingkat kepercayaan yg lebih tinggi misalnya 99%, krn mengandung risiko yg fatal.
tinggi misalnya 99%, krn mengandung risiko yg fatal.
lihat gambar uji dua arah dan uji satu arahlihat gambar uji dua arah dan uji satu arah
Langkah 5Langkah 5
Sesudah diperoleh nilai p dan
Sesudah diperoleh nilai p dan αα, dari langkah 3 dan 4, , dari langkah 3 dan 4, maka keduanya dibandingkan untuk dapat diambil
maka keduanya dibandingkan untuk dapat diambil keputusan.
keputusan.
Bila nilai p>
Bila nilai p>αα, maka diputuskan untuk tidak menolak , maka diputuskan untuk tidak menolak hipotesis nol. Karena ini berarti bahwa peluang data hipotesis nol. Karena ini berarti bahwa peluang data
empiris untuk berada pada sebaran data di bawah empiris untuk berada pada sebaran data di bawah
asumsi hipotesis nol benar ternyata cukup besar.
asumsi hipotesis nol benar ternyata cukup besar.
Bila nilai p =<
Bila nilai p =<αα, maka diputuskan untuk menolak , maka diputuskan untuk menolak hipotesis nol, karena peluang data empiris untuk hipotesis nol, karena peluang data empiris untuk
berada pada sebaran data di bawah asumsi hipotesis berada pada sebaran data di bawah asumsi hipotesis
nol benar ternyata kecil.
nol benar ternyata kecil.
Contoh: Nilai p=7%, dengan penetapan tingkat Contoh: Nilai p=7%, dengan penetapan tingkat
signifikansi (
signifikansi (αα) 5%, maka diputuskan bahwa hipotesis ) 5%, maka diputuskan bahwa hipotesis nol tdk ditolak. Namun bila ditetapkan tingkat
nol tdk ditolak. Namun bila ditetapkan tingkat
signifikansi yg lebih besar misalnya 10%, maka dpt signifikansi yg lebih besar misalnya 10%, maka dpt
diputuskan hipotesis nol ditolak.
diputuskan hipotesis nol ditolak.
Langlah 6Langlah 6
Kesimpulan statistik telah diperoleh pada tingkat Kesimpulan statistik telah diperoleh pada tingkat
kepercayaan tertentu. Hal ini perlu ditindak lanjuti kepercayaan tertentu. Hal ini perlu ditindak lanjuti
dengan kesimpulan substantif, yg lebih berguna bagi dengan kesimpulan substantif, yg lebih berguna bagi
pihak pengambil keputusan dalam institusi yg pihak pengambil keputusan dalam institusi yg
bersangkutan.
bersangkutan.
Contoh terapan uji hipotesis statistik bagi pengelola Contoh terapan uji hipotesis statistik bagi pengelola RS termasuk perawat.
RS termasuk perawat.
Langkah 1: Ho: rata-rata lama hari rawat pasien Langkah 1: Ho: rata-rata lama hari rawat pasien penyakit paru dengan penyakit penyerta lain sama penyakit paru dengan penyakit penyerta lain sama
dengan rata-rata lama hari rawat pasien penyakit paru dengan rata-rata lama hari rawat pasien penyakit paru
dengan penyerta lain lebih panjang daripada rata2 dengan penyerta lain lebih panjang daripada rata2
lama hari rawat pasien penyakit paru tanpa penyerta lama hari rawat pasien penyakit paru tanpa penyerta
lain.
lain.
Ho: Ho: µ µ1=<1=<µµ22 Ha: Ha: µµ1 >1 >µµ22
Uji yg digunakan uji satu arah.
Uji yg digunakan uji satu arah.
Langkah 2 Langkah 2
Berdasarkan data variabel lama hari rawat yg berskala Berdasarkan data variabel lama hari rawat yg berskala numerik, pada dua kelompok populasi yg berbeda
numerik, pada dua kelompok populasi yg berbeda (dengan penyakit penyerta lain dan tanpa penyakit (dengan penyakit penyerta lain dan tanpa penyakit
penyerta lain) maka teknik uji statistiknya adalah uji penyerta lain) maka teknik uji statistiknya adalah uji
beda dua mean parametrik, dlm hal ini uji t.
beda dua mean parametrik, dlm hal ini uji t.
Telahdiperiksa lama hari rawat menyebar dengan Telahdiperiksa lama hari rawat menyebar dengan
bentuk simetris.
bentuk simetris.
Langkah 3 Langkah 3
Setelahdihitung statistik t yg dimaksud uji t di atas Setelahdihitung statistik t yg dimaksud uji t di atas
berdasarkan data hasil pengamatan (mis t hitung 2,5), berdasarkan data hasil pengamatan (mis t hitung 2,5),
maka dicari berapa peluang atau nilai p. Mis derajat maka dicari berapa peluang atau nilai p. Mis derajat
kebebasan 3, lihat tabel acuan sebaran maka kebebasan 3, lihat tabel acuan sebaran maka
diperoleh nilai p. Bila dengan manual dimana nilai p diperoleh nilai p. Bila dengan manual dimana nilai p
dilihat dari tabel sebaran t makahanya diutarakan nilai dilihat dari tabel sebaran t makahanya diutarakan nilai
p < dari p=0,05.
p < dari p=0,05.
Langkah 4 Langkah 4
Tingkat signifikansi ditetapkan sebesar 5 % Tingkat signifikansi ditetapkan sebesar 5 % Langkah 5
Langkah 5
Dengan tingkat significansi alfa =0,05, mk Dengan tingkat significansi alfa =0,05, mk
berdasarkan nilai p dari statistik t hitung, dpt diambil berdasarkan nilai p dari statistik t hitung, dpt diambil
keputusan bahwa hipotesis nol ditolak. Hal ini berarti keputusan bahwa hipotesis nol ditolak. Hal ini berarti
rata-rata lama hari rawat pasien penyakit paru dengan rata-rata lama hari rawat pasien penyakit paru dengan
penyakit penyerta lain teruji lebih panjang rata-rata penyakit penyerta lain teruji lebih panjang rata-rata
lama hari rawat dari pada pasien tanpa penyakit lama hari rawat dari pada pasien tanpa penyakit
penyerta pada tingkat kepercayaan 95%.
penyerta pada tingkat kepercayaan 95%.
Langkah 6 Langkah 6
Informasi di atas dpr digunakan oleh pihak pengelola Informasi di atas dpr digunakan oleh pihak pengelola
RS untuk mengantisipasi manajemen perawatan, RS untuk mengantisipasi manajemen perawatan,
jumlah tt, penentuan SOP perawatan dan pengobatan jumlah tt, penentuan SOP perawatan dan pengobatan
penyakit paru dengan penyakit penyerta.
penyakit paru dengan penyakit penyerta.
UJI BEDA DUA MEAN UJI BEDA DUA MEAN
Ilustrasi:Ilustrasi:
Manajer RS perlu memahami waktu pelayanan Manajer RS perlu memahami waktu pelayanan
ambulans untuk mencapai daerah emergensi di area ambulans untuk mencapai daerah emergensi di area
wilayah layanan. Untuk itu pengumpulan data 50 wilayah layanan. Untuk itu pengumpulan data 50
panggilan emergensi dan menghitung rata-rata lama panggilan emergensi dan menghitung rata-rata lama
ambulans mencapai daerah emergensi. Dari data ambulans mencapai daerah emergensi. Dari data
diperoleh 15 menit rata-rata ambulansmencapai diperoleh 15 menit rata-rata ambulansmencapai
daerah emergensi. Untuk studi berskala kecil rata-rata daerah emergensi. Untuk studi berskala kecil rata-rata
ambulans mencapai daerah emergenci=10 menit.
ambulans mencapai daerah emergenci=10 menit.
Berbeda secara absolut namun secara statistik juga Berbeda secara absolut namun secara statistik juga
harus dilihat. Untuk itu melakukan uji hipotesis.
harus dilihat. Untuk itu melakukan uji hipotesis.
Uji Hipotesis Uji Hipotesis hasil nilai p (peluang). hasil nilai p (peluang).
Bila sebaran peluang Gauz (Z) atau Bila sebaran peluang Gauz (Z) atau derivatnya (t dan F) maka prosedur derivatnya (t dan F) maka prosedur
statistik yg dipakai adalah parametrik.
statistik yg dipakai adalah parametrik.
Bentuk bukan bentuk Gauss maka Bentuk bukan bentuk Gauss maka
prosedurnya non parametrik.
prosedurnya non parametrik.
Uji t Data berkelompok Uji t Data berkelompok
adalah data tentang lama hari rawat 5 pasien adalah data tentang lama hari rawat 5 pasien penyakit ttt pada dua ruang rawat kelas
penyakit ttt pada dua ruang rawat kelas perawatan berbeda.
perawatan berbeda.
Kelas 1
Kelas 1 Kelas 2 Kelas 2 Pasien 1=12 hr
Pasien 1=12 hr Pasien 1=5 hr Pasien 1=5 hr Pasien 2=14 hr
Pasien 2=14 hr pasien2=10 hr pasien2=10 hr Pasien 3=28 hr
Pasien 3=28 hr pasien 3=20 hr pasien 3=20 hr Pasien 4=3 hr
Pasien 4=3 hr pasien 4=2 hr pasien 4=2 hr Pasien 5=22 hr
Pasien 5=22 hr pasien 5=12 hr pasien 5=12 hr X1=15,8 X1=15,8 X2=9,8 X2=9,8
S1=8,58
S1=8,58 S1=6,21 S1=6,21
N1 atau n2= jumlah kelompok 1 atau 2N1 atau n2= jumlah kelompok 1 atau 2
S1 atau s2= standar deviasi sampel kelompok 1 dan 2S1 atau s2= standar deviasi sampel kelompok 1 dan 2
Uji untuk varian samaUji untuk varian sama
T= X1 (mean 1) –X2 (mean 2)/ S V(1/n1)+(1/n2) T= X1 (mean 1) –X2 (mean 2)/ S V(1/n1)+(1/n2)
S S22= (n1-1)S1= (n1-1)S122 + (n2-1) S2 + (n2-1) S22 2 /n1+n2-2/n1+n2-2
df= n1+n2-2df= n1+n2-2
Uji untuk varian bedaUji untuk varian beda
T= x1-x2/ V(s1T= x1-x2/ V(s122/n1) + (S2/n1) + (S222/n2)/n2)
df=(s1 df=(s122/n1) + (S2/n1) + (S222/n2) / [/n2) / [(s1(s122/n1)/n1)22(n1-1)](n1-1)] + +