Sederhananya, prinsip ini menyatakan bahwa jika suatu percobaan (percobaan) mempunyai m kemungkinan hasil (outcome) dan jika percobaan yang lain mempunyai n hasil yang mungkin, maka kedua percobaan tersebut mempunyai m kemungkinan hasil. Dalam hal ini dikatakan hasil percobaannya adalah (i,j), jika hasil percobaan ke-i berasal dari percobaan 1 dan hasil percobaan ke-j berasal dari percobaan 2.
Kombinasi
Dari suatu kelompok yang beranggotakan 5 orang laki-laki dan 7 orang perempuan, dapat dibentuk berapa kelompok beranggotakan 5 orang yang terdiri dari 2 laki-laki dan 3 perempuan. Untuk setiap cara pemberian angka, kita dapat mencocokkannya satu per satu dengan himpunan bagian yang seluruh elemennya diberi nomor 1.
Koefisien Multinom
Jadi (n1, n2n,..,nr) menyatakan banyaknya cara membagi n benda berbeda ke dalam r kelompok berbeda, masing-masing berukuran n1, n2.., nr. Untuk bermain bola basket, 10 anak laki-laki dibagi menjadi dua tim yang terdiri dari 5 anak setiap.
Tentang Pembagian Kelereng di Dalam Kantung
Jika setiap anak dapat memainkan semua alat musik tersebut, berapa banyak aransemen yang dapat dibuat? Berapa banyak hasil yang mungkin diperoleh jika tabel tersebut hanya memuat negara asal peserta.
Pendahuluan
Ruang Contoh dan Kejadian
Untuk dua kejadian E dan F pada ruang sampel S, kita mendefinisikan kejadian baru E F sebagai kejadian yang terdiri dari semua titik yang termasuk dalam E atau F atau keduanya. Kejadian E F disebut gabungan kejadian E dan F, kita juga dapat mendefinisikan kejadian baru E F yang disebut perpotongan E dan F, sebagai suatu kejadian yang terdiri dari semua titik yang termasuk dalam E dan F.
Aksioma Peluang
Bagaimana kita mengetahui bahwa n(E)/n akan konvergen pada suatu nilai pembatas tertentu yang selalu sama untuk setiap kemungkinan rangkaian percobaan replikasi. Secara khusus, kita asumsikan bahwa untuk setiap kejadian E dalam ruang sampel S, terdapat nilai P(E), yang disebut probabilitas E.
Beberapa Proporsi Sederhana
Dengan kata lain, Proposisi 2.1 menyatakan bahwa peluang suatu peristiwa tidak terjadi sama dengan satu dikurangi peluang terjadinya peristiwa tersebut. Dengan kata lain, Proposisi 2.4 menyatakan bahwa peluang gabungan dari n kejadian sama dengan jumlah peluang masing-masing kejadian dikurangi jumlah peluang semua perpotongan dua kejadian, ditambah jumlah peluang seluruh perpotongan tiga kejadian. , dan seterusnya.
Ruang Contoh Dengan Hasil Percobaan Berpeluang Muncul Sama
Dengan kata lain, untuk N yang cukup besar, peluang tidak seorang pun akan mendapatkan topinya kembali adalah sekitar 0,37. Untuk menentukan peluang tepat k dari N orang mendapatkan kembali topinya, pertama-tama kita fokus pada sejumlah k orang tertentu.
Peluang adalah suatu Fungsi Himpunan yang Kontinu
Jika sebuah kelereng diambil secara acak dari masing-masing kantong, berapa peluang terambilnya kelereng berwarna sama? Jika seorang pemain dipilih secara acak dan masing-masing ada tiga tim, berapa peluang terambilnya satu tim penuh? Jika N orang, termasuk A dan B, disusun secara acak membentuk sebuah garis, berapakah peluang A dan B bersebelahan?
Tentukan peluang panitia terdiri dari (a) 1 orang dari setiap kelas, (b) 2 siswa kelas dua dan 2 siswa junior, dan (c) hanya siswa tingkat dua dan junior.
Pendahuluan
Peluang Bersyarat
Jika E menyatakan kejadian banyaknya titik yang diperoleh adalah 8, sedangkan F adalah kejadian munculnya dadu pertama sebanyak 3 titik, maka peluang yang diperoleh di atas disebut peluang bersyarat terjadinya E jika diketahui F terjadi. dan dilambangkan sebagai. Penyelesaian: Misalkan K adalah kejadian terambilnya kelereng kuning dan Hc adalah kejadian terambilnya kelereng hitam. Jika C adalah kejadian Yanti mengambil mata kuliah Kimia dan A mengatakan mendapat nilai A pada mata kuliah apa pun yang diambilnya, maka peluang yang dicari adalah P(CA).
Misalkan R1 dan R2 masing-masing menyatakan kejadian terambilnya kelereng pertama dan kedua berwarna merah.
Rumus Bayes
Dengan asumsi 30 persen penduduk Indonesia rawan kecelakaan, berapakah probabilitas pemegang polis baru akan mengalami kecelakaan dalam waktu satu tahun setelah membeli polis tersebut? Misalkan pemegang polis baru mengalami kecelakaan dalam waktu satu tahun setelah pembelian polis. Jadi rata-rata dari 200 orang yang dites, tes tersebut mendeteksi dengan benar bahwa 0,95 orang mengidap penyakit tersebut.
Namun rata-rata di antara 199 orang sehat, tes tersebut salah mendeteksi bahwa salah satu dari orang tersebut mengidap penyakit tersebut.
Kejadian-kejadian Bebas
Jadi jika E tidak bergantung pada F, maka peluang terjadinya E tidak berubah dengan adanya informasi terjadi atau tidaknya F. Perhatikan bahwa jika E, F, dan G independen, maka E tidak bergantung pada kejadian apa pun yang dibentuk oleh F dan G. Selain itu, tindakan yang satu tidak bergantung pada tindakan yang lain; sehingga hasil percobaan pada tindakan pertama tidak berpengaruh pada dadu.
Jika satu lambungan adalah bebas daripada yang lain dan kebarangkalian mendapat sebelah gambar pada setiap lambungan ialah p, apakah peluang A memenangi permainan ini jika dia bermula dengan unit i dan B bermula dengan unit N-i.
P (.IF) Adalah Suatu Fungsi Peluang
Sebuah koin diambil secara acak dari kotak kemudian dilempar berulang kali. Misalnya Qn, nyatakan peluang bahwa dalam pelemparan sebuah uang logam seimbang tidak akan pernah muncul ekornya sebanyak 3 kali berturut-turut. Berapakah peluang bersyarat (baik dalam keadaan terpulihkan maupun tanpa terpulihkan) bahwa kelereng pertama dan ketiga berwarna putih, jika diketahui ada 3 kelereng putih pada contoh tersebut?
Jika diambil sebuah kelereng secara acak dari masing-masing kantong, berapa peluang terambilnya kelereng dari kantong A berwarna putih jika diketahui terambil 2 kelereng putih. Berapa peluang bersyarat pelemparan sebuah dadu menghasilkan 3 angka jika diketahui semua kelereng yang terambil berwarna putih semua. Dalam Contoh 5d, berapa peluang bersyarat bahwa koin ke-I terpilih jika diketahui bahwa n tindakan pertama semuanya menghasilkan gambar.
Pengertian Model
Kenaikan suku bunga perbankan mendapat respon negatif dari dunia usaha yang pada gilirannya akan menurunkan produksi karena berkurangnya permintaan masyarakat. Beberapa pertanyaan muncul di benak kita, mengapa krisis global di AS berdampak pada menurunnya permintaan barang di Indonesia. Fenomena pada umumnya bersifat kompleks sehingga perlu dibuat replika dan dunia nyata untuk menyederhanakan fenomena dan memudahkan manusia mempelajarinya.
Model Fisik
Model Geometris
Model Aljabar/Simbolis
Agar seorang pembuat model dapat membuat suatu model dengan benar, ia harus mengetahui secara pasti ciri-ciri fenomena yang dimodelkannya. Sebagai gambaran, seorang perancang busana perlu mengetahui secara pasti ciri-ciri suatu pesanan pakaian agar pakaiannya pas. Pemodelan statistik peluang bisnis adalah proses membangun model yang memerlukan seni, bukan hanya ilmu pengetahuan.
Dengan demikian, untuk menciptakan model statistik peluang bisnis yang tepat dan bermanfaat, pemodel harus mengetahui secara pasti fenomena ekonomi apa yang dimodelkan.
Model Linear dan Nonlinear
Model Deterministik dan Model Stokastik
Spesifikasi Model
Tahapan penting dalam statistik peluang bisnis adalah pembuatan spesifikasi model atau pembuatan rumusan model yang spesifik (khusus) tentang fenomena bisnis yang dimodelkan.
Variabel-variabel yang Digunakan dalam Model Dalam mengonstruksi (membuat formulasi) model,
169 Py = harga sepeda motor pesaing/pesaing terdekat merek Honda yang digunakan merek Yamaha (jutaan rupee/unit). Pc = harga barang pelengkap sepeda motor Honda, digunakan untuk harga suku cadang, atau biaya operasi dan pemeliharaan (juta rupee/unit/tahun) t = selera masyarakat.
Tanda dan Ukuran dan Parameter Model
1 < 0 karena 1 merupakan besaran yang menunjukkan besarnya perubahan jumlah barang yang diminta akibat perubahan harga sebesar 1 satuan. Dalam teori ekonomi, hubungan antara harga barang substitusi dengan jumlah barang yang diminta adalah positif. Dalam teori ekonomi, hubungan antara harga barang komplementer dan jumlah barang yang diminta adalah negatif.
4 > 0 karena 4 merupakan besaran yang menunjukkan besar kecilnya perubahan jumlah barang yang diminta akibat perubahan selera masyarakat sebesar 1 satuan.
Bentuk Matematika dari Model
Estimasi Model
Terdapat tiga jenis data, yaitu (1) data cross-sectional, (2) data time series, dan (3) data panel. Data cross-sectional adalah data yang dikumpulkan secara bersamaan dalam jangka waktu yang sama, misalnya data Survei Biaya Hidup yang dilakukan BPS untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga di suatu kota (misalnya Surabaya). Jika terdapat pelanggaran terhadap asumsi multikolinearitas, maka regresi ridge atau regresi komponen utama, atau regresi kuadrat terkecil parsial, dan lain-lain merupakan metode yang paling tepat.
Jika modelnya merupakan perbandingan simultan, maka metode yang sesuai adalah metode 2SLS atau 3SLS, dan seterusnya.
Evaluasi dan Hasil Estimasi
Kriteria Ekonomi secara Apriori
ˆ1= –2, bertanda negatif, artinya menurut teori ekonomi, jumlah barang yang diminta berbanding terbalik dengan harganya. ˆ2= 3, rata-rata positif, sesuai dengan teori ekonomi bahwa jumlah barang yang diminta berbanding lurus dengan harga barang substitusi. ˆ3= 5, bertanda positif, berarti tidak sesuai dengan teori ekonomi bahwa jumlah barang yang diminta berbanding terbalik (berbanding terbalik) dengan harga barang komplemennya.
ˆ5= 0,15 bernilai positif yang artinya menurut teori ekonomi peningkatan pendapatan masyarakat akan berpengaruh positif terhadap permintaan barang.
Kriteria Statistika
Evaluasi Daya Peramalan
Lihat datanya pada Tabel 5.1 Setelah data diolah dengan software Minitab, hasil yang diperoleh tercantum pada Tabel 5.2. Secara umum ilmu ekonomi terbagi menjadi dua kelompok, yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro. Ibarat hutan, hutan adalah makroekonomi, sedangkan pepohonan di hutan adalah mikroekonomi.
Oleh karena itu, model statistik peluang usaha juga dibagi menjadi dua kelompok, yaitu model mikroekonomi dan makroekonomi.
Model Ekonomi Mikro
Bab ini akan membahas tentang pengertian model secara umum dan juga model ekonometrika yaitu model (fungsi) ekonomi yang sering digunakan.
Fungsi Produksi
Model Fungsi Produksi Linear
Jika dari hasil estimasi model diperoleh estimasi fungsi produksi Y X1 + 5X2 maka model menunjukkan bahwa Produk Marginal (MP) input tenaga kerja adalah 150 yang berarti jika dalam proses produksi jumlah tenaga kerja bertambah 1 orang, akan diperoleh tambahan output sebesar 150 kg semen (jika input lainnya tetap sama).
Model Fungsi Produksi Cobb Douglas
Sedangkan MP modalnya adalah 5, artinya jika modal bertambah seribu rupee maka akan diperoleh tambahan produksi semen sebanyak 5 kg (jika data lain tetap sama). Jika hasil estimasi model menghasilkan fungsi produksi Yˆ= 0,75X10,5 X12,2, maka model menunjukkan bahwa elastisitas output (E) terhadap input tenaga kerja adalah 0,5. Artinya, jika dalam proses produksi jumlah tenaga kerja bertambah 1% maka diperoleh tambahan produksi semen sebesar 0,5%. jika input lainnya tetap).
Iaitu, jika modal bertambah sebanyak 1%, pengeluaran simen tambahan sebanyak 1.2% kg simen akan diperolehi (jika input lain tetap sama).
Fungsi Produksi Polinomial
Fungsi Permintaan
Artinya, jika harga suatu barang naik maka permintaan terhadap barang tersebut akan menurun asalkan faktor-faktor lain tidak berubah (ceteris paribus). Selain harga barang (Px), ada juga beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang, yaitu harga barang yang bersangkutan (Px), harga barang substitusi/pesaing.