• Tidak ada hasil yang ditemukan

STATUS UANG MUKA PESANAN CATERING YANG DIBATALKAN DALAM PERSPEKTIF

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "STATUS UANG MUKA PESANAN CATERING YANG DIBATALKAN DALAM PERSPEKTIF "

Copied!
90
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

13, para ulama sepakat bahwa meminta uang muka dalam akad jual beli diperbolehkan (jawaz). Oleh karena itu, dalam akad murabahah, penjual diperbolehkan meminta uang jaminan kepada pembeli jika menyetujuinya.

Rumusan Masalah

Tujuan Masalah

Kegunaan Penelitian

Penelitian Terdahulu

Persamaan penelitian dari penelitian Miftah Sya'bana adalah pada pembahasan kota atau simpanan dana. 10 Fajar Aditya Ikhsan, “Tinjauan Yuridis Terhadap Pemberian Uang Muka Pembelian Mobil Murah Ramah Lingkungan”, Skripsi Universitas Padjadjaran Bandung < 2017.

Metode Penelitian

Data sekunder dalam penelitian ini adalah data dokumenter yang diperoleh dari sumber lain yaitu data yang diperoleh dari tabloid, internet dan buku yang merupakan salah satu data pendukung dalam penelitian ini. Langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk daftar kategori untuk setiap data yang diperoleh dalam bentuk naratif.

Sistematika Penulisan

Dalam reduksi data perlu dilakukan rangkuman, ambil data yang penting saja, hal ini dikarenakan data yang ditemukan di lapangan banyak, sehingga perlu disaring agar lebih fokus. Data mana yang direduksi, data mana yang valid dan data mana yang tidak valid. Untuk menghindari salah tafsir yang dapat mengaburkan makna hasil analisis data, maka dilakukan verifikasi terhadap temuan di lapangan agar dapat diberikan kesimpulan akhir.

LANDASAN TEORI

Murabahah

  • Pengertian Murabahah
  • Rukun dan Syarat Murabahah
  • Uang Muka Dalam Murabahah

Menurut Mohammad Hoessein, murabahah adalah jual beli barang dengan harga asal ditambah keuntungan yang disepakati. Murabahah menurut fuqaha diartikan sebagai penjualan barang dengan harga pokok barang ditambah margin keuntungan yang disepakati. Murabahah adalah transaksi jual beli barang antara bank dengan nasabah, barang yang dibeli dijadikan jaminan.

Hal ini juga berlaku pada jual beli berdasarkan amanah, seperti attauliyah, al-isyrak atau al-wadli'ah. Margin juga merupakan bagian dari harga, karena harga pokok barang ditambah margin adalah harga jual, dan mengetahui harga jual merupakan syarat sah jual beli. Akad jual beli harus sah, artinya transaksi penjual pertama dan pembeli pertama harus sah.

Bai murabahah adalah jual beli berdasarkan keyakinan, sebagaimana pembeli mempercayai informasi penjual mengenai harga pembelian yang diinginkan. Murabahah adalah transaksi jual beli, sehingga harus memenuhi rukun jual beli yaitu ada akad (perjanjian), pihak yang memegang akad yaitu bai' (penjual) dan mustari' (pembeli). Pasal 121 KHES menjelaskan bahwa penjual dapat meminta uang muka kepada pembeli pada saat penandatanganan akad jual beli murabah yang asli.

Uang Muka

  • Pengertian Uang Muka
  • Dasar Hukum Uang Muka

Disebut demikian karena dalam akad jual beli terdapat uang muka yang dimaksudkan agar orang lain yang menginginkan barang tersebut tidak berniat membelinya karena pembeli pertama sudah membayar uang muka. Arti terminologisnya adalah sejumlah uang yang dibayarkan terlebih dahulu oleh pembeli barang kepada penjual. Jika hal ini tidak terjadi, maka menjadi milik penjual sebagai hadiah dari pembeli atas kerugian yang ditimbulkan.

Uang muka dalam Kamus Ekonomi Islam disebut urbun yang secara harafiah berarti akad uang muka. Sedangkan menurut Cecep Maskanul, titipan itu disebut Hakim 'arbun dan hanya diperbolehkan di kalangan ulama Hambali. Padahal, titipan tersebut harus menjadi milik penjual sebagai hadiah dari pembeli atas kerugian yang timbul apabila transaksi tersebut dibatalkan. Berdasarkan uraian di atas, yang dimaksud dengan sistem uang muka adalah pembeli membeli barang dengan cara membayar uang muka kepada penjual dengan pengertian jika ia membeli barang tersebut maka uang tersebut sudah termasuk dalam harga.

Demikian pendapat mayoritas ulama dari kalangan Hanafiyyah, Malikiyyah, dan Syafi'iyyah. Al Khothobi menyatakan: “Para ulama berbeda pendapat mengenai kebolehan jual beli ini. Malik, Syafi'i menyatakan bahwa itu tidak sah karena hadits, dan karena Al Khothobi menyatakan: “Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa dia melakukan penjualan ini. dan diperbolehkan membeli dan hal itu juga diriwayatkan dari Umar. Ahmad cenderung mengambil pandangan yang membolehkan hal tersebut, dengan menyatakan, “Saya tidak akan bisa berkata apa-apa selama itu adalah pandangan Umar, yaitu bolehnya.

GAMBARAN UMUM PENELITIAN

Sejarah Catering

Usaha catering Yeni merupakan suatu usaha yang bergerak di bidang makanan, Usaha catering Yeni didirikan pada tanggal 2 September 2019 oleh Ibu Rahma Yeni (Yeni) bersama dengan rekannya yaitu. Usaha ini dimulai dari usaha kecil-kecilan dan mengandalkan peralatan seadanya, dan tenaga kerja yang membantu dalam kegiatan usaha ini adalah anggota keluarga. Awal mula usaha ini Bu Yeni membuat tumpeng untuk ulang tahun keponakannya, kemudian mendapat respon yang baik dari masyarakat yang mencicipi tumpeng tersebut dan menyarankan agar Bu Yeni membuka usaha tumpeng melalui media sosial seperti Facebook, Instagram untuk berpromosi dan Whatsapp. .

Seiring berjalannya waktu, banyak pelanggan Bu Yeni yang ingin memesan makanan dengan melayani Bu Yeni untuk acara yang meriah. Karena terbukti hasilnya memuaskan pelanggan sehingga usaha ini terus berkembang, dan dengan modal tekad, keberanian dan rasa percaya diri yang kuat akhirnya pemilik membuka usaha katering di rumah dengan membuka usaha katering Yeni. Awalnya Ananda Catering hanya menjual makanan secara online dengan nama Dapur Ananda, menyediakan berbagai olahan makanan dalam bentuk siap saji seperti ayam cincang, ayam goreng, lele goreng dan lain sebagainya, berlangsung selama 10 bulan yaitu antara bulan Maret 2018 hingga Januari 2019. Sejarah berdirinya usaha ini bermula dari hobi Ibu Mayang yaitu memasak, dari hobi tersebut beliau mengaplikasikannya dalam bentuk usaha katering yang diawali dengan memberikan bekal kepada teman suaminya yaitu Pak. Dodo yang merupakan karyawan di PT.

Delta Kota Bengkulu Kebanyakan pekerja kantoran tidak sempat memasak untuk makan siang atau malas keluar membeli makanan di warung, hal inilah yang biasa dilakukan Bu Mayang dalam memperkenalkan usahanya. Katering ini sering menerima pesanan mulai dari 100-1000 orang bahkan lebih, baik dalam bentuk nasi kotak maupun buffet. Beberapa yang diunggulkan dalam bentuk katering ini adalah acara halal bihalal, reuni keluarga, reuni pelajar sekolah, syukuran haji, arisan, akaq, resepsi pernikahan, lamaran, dll.

Letak Geografis Catering

Depati Payung Negara VIII tepatnya di Perumahan Pancur Mas C.8, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu-Bengkulu.48 Ananda Catering mempunyai batas wilayah sebagai berikut.

Produk Catering

Lokasi Catering Mayang Sari terletak di Jl. Letkol Sentosa, Kecamatan Pasartangan, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu - Bengkulu 49Mayang Sari Catering mempunyai batas wilayah sebagai berikut. Di sebelah timur berbatasan dengan Beboerhuse b. Sisi barat berbatasan dengan Beboerhuse kira-kira. Sebelah utara berbatasan dengan Jl. Letnan Kolonel Sentosa D. Di sebelah selatan dikelilingi oleh pemukiman penduduk. Bola-bola Steak Daging Sapi/Teriyaki/ Daging Balado/ Daging Kari/ Daging Lapis/ Kari Daging/ Rendang/ Roulade/ Sambal Goreng Daging Sapi Printil/ Daging Sapi Lada Hitam/ Semur.

Bakso Sapi/Teriyaki/ Daging Balado/ Daging Bumbu Kari/ Daging Lapis/ Kari Daging/ Rendang/ Rolade/ Daging Printil Sambal Goreng/. Ananda Catering menawarkan berbagai macam sebagai berikut:52. a.. a) Hiasan rumah (lorong lengkap dengan daun kelapa kuning dan pisang tuwuhan).

Cara Pemesanan Catering

Pembayaran dapat dilakukan dengan membayar tunai atau dengan menggunakan payout, adapun minimum payout. Perlu diketahui, untuk pesanan yang menggunakan uang muka, besaran uang mukanya ditentukan oleh pihak catering. Saat itu pihak catering mematok uang muka sebesar 15% dari total harga pesanan yaitu Rp.

Karena pihak catering tidak menentukan uang mukanya, maka pihak catering juga tidak menentukan besaran uang mukanya. Namun ketika saya memesan, saya berinisiatif memberikan uang muka sebesar 10% dari total harga pesanan saya yaitu Rp. Pada praktiknya khususnya di Kota Bengkulu, masih banyak pelaku bisnis perhotelan yang tidak mengembalikan uang muka kepada pelanggan jika terjadi pembatalan oleh pelanggan.

Untuk penyelesaian permasalahan apabila terjadi pembatalan secara sepihak oleh konsumen, deposit yang saya lakukan beserta pesanan belum dikembalikan kepada saya, alasannya ada pada pihak. Apabila terjadi pembatalan maka deposit tersebut tidak kami kembalikan karena belum ada kesepakatan mengenai deposit tersebut. STATUS PESANAN CATERING UANG MUKA DIBATALKAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI DIBATALKAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH.

Pembayaran dimuka pesanan katering di kota Bengkulu wajib dilakukan oleh penjual, karena besarnya uang muka telah ditentukan oleh pihak penyedia katering yaitu sebesar 10-15% dari total harga pesanan katering. Oleh karena itu, dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa status pembayaran uang muka pesanan katering di kota Bengkulu tidak sesuai dengan hukum ekonomi syariah.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Uang Muka Pesanan Catering Di Kota Bengkulu

  • Besaran uang muka
  • Pembatalan

Status Uang Muka Pesanan Catering Yang Dibatalkan Dalam

Pada hakikatnya hukum Islam mengatur murabahah dengan perintah yang menggunakan pembayaran dimuka agar tidak terjadi kerugian di antara pihak-pihak yang bersangkutan. Di Bengkulu masih banyak terjadi pembatalan pesanan katering sehingga membuat salah satu pihak merasa dirugikan, karena apabila terjadi pembatalan secara sepihak oleh konsumen maka penjual tidak mengembalikan uang muka kepada konsumen. Sebagai alasannya, pihak katering menyatakan bahwa uang muka yang diberikan sebagian digunakan untuk pembelian bahan-bahan yang diperlukan, dan sebagian lagi sebagai kompensasi biaya tunggu yang dibebankan kepada pihak katering pada saat pemesanan.

Dalam Islam hal ini dilarang keras karena uang muka tidak bisa serta merta menjadi milik pihak katering, yang harus dilakukan pihak katering adalah menampilkan total biaya yang dikeluarkan beserta sisa uang yang tidak terpakai, lalu bernegosiasi dengan konsumen tentang uang yang dikeluarkan dan juga sisa uang yang masih ada untuk nantinya atau mengembalikan bahan tersebut kepada konsumen beserta sisa uangnya, dengan ketentuan konsumen harus membayar biaya yang dikeluarkan pihak katering dalam pembelian bahan tersebut. . Namun apabila akad murabahah tidak dilaksanakan karena telah dibatalkan oleh calon pembeli, maka uang muka tersebut akan digunakan oleh nasabah untuk mengganti kerugian yang timbul atas biaya-biaya yang timbul. Jika uang muka lebih kecil dari kerugian, penjual dapat meminta tambahan kepada pelanggan.

Dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah KHES terdapat penjelasan mengenai angsuran ini pada pasal 122-123 KHES yaitu pada pasal 122 KHES dijelaskan apabila pembeli menolak membeli barang tersebut, maka biaya yang sebenarnya harus dibayar penjual dari angsuran tersebut. , maka dalam pasal 123 berbunyi apabila nilai angsuran pembeli lebih kecil dari kerugian yang harus ditanggung penjual, maka penjual dapat menuntut pembeli untuk mengganti sisa kerugian tersebut. Pembatalan pesanan katering biasanya dilakukan oleh konsumen dengan alasan tertentu, kemudian untuk status uang muka jika terjadi pembatalan maka uang muka yang diberikan di awal diambil alih oleh penjual seluruhnya atau dianggap hangus. Status uang muka pesanan catering yang dibatalkan menurut Hukum Ekonomi Syariah adalah apabila terjadi pembatalan maka uang muka tersebut menjadi milik penjual apabila memang ada biaya-biaya yang sebenarnya dikeluarkan oleh penjual, namun sebagian dari uang yang digunakan. , maka kelebihan uang tersebut harus dikembalikan kepada pihak konsumen.

PENUTUP

Kesimpulan

Apabila biaya riil yang dikeluarkan penjual lebih besar dari pembayarannya, maka pembeli wajib mengganti kerugian yang ditanggung penjual.

Saran

Antonio, Muhammad Syafi'i, "Shari'ah Bank: from Theory and Practice", Jakarta: Gema Insani Press, Cet.I, 2001. Purnamasari, Irma Devita, volledige gids tot gewilde praktiese reg, slim, maklike en wyse wenke Onderstanding Sharia Contract Issues, Bandung: PT Mizan Pustaka, 2001. Ridwan, Murtadho, "Al-Ijarah Al-Mutanaqisyah: Alternative for Empowering Waqf Land", Journal of Sharia Economics, Vol.

Referensi

Dokumen terkait

MOHR’S CIRCLE EQUATIONS 5 1.4 MOHR’S CIRCLE EQUATIONS In the special cases where two of the three shear stress terms vanish e.g., τyx =τzx = 0,the stressσznormal to thex yplane is a