PENDAHULUAN
RumusanMasalah
BatasanMasalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Penelitian Terdahulu
Indonesien i 2018 med titlen Strategi Komunikasi Dakwah Partisipatif Komunitas FSRMM Riau Untuk Generasi Muda Komunitas Pekan Baru Riau. 10M.Hafidz Hasan, Strategi Komunikasi Dakwah Partisipatif Komunitas FSRMM Riau Untuk Generasi Muda Komunitas Pekan Baru Riau.
Sistematika Penulisan
Materi yang disampaikan oleh Ustad Ahmad Farhan, M.S.I biasanya dapat diterima oleh mad'u yang tidak hanya berasal dari dalam. Antusiasme mad'u untuk mendengarkan khotbah Ustad Ahmad Farhan M.S.I di masa pandemi semakin meningkat dan berbeda dari periode sebelumnya.
LANDASAN TEORI
Pengertian Strategi Komunikasi
Menurut Onong Uchyana Effendy dalam buku berjudul Dimensi Komunikasi menyatakan bahwa “Strategi komunikasi merupakan pedoman perencanaan dan pengelolaan komunikasi untuk mencapai suatu tujuan. Selanjutnya menurut Onong Uchyana Effendy, strategi komunikasi terdiri dari dua aspek penting yang dipelajari dengan baik dan harus dipahami yaitu: strategi yang dimaknai secara makro (strategi multimedia terencana) dan mikro (strategi komunikasi media tunggal).
Tahapan Strategi Komunikasi
Analisis audiens target adalah salah satu faktor terpenting dalam menciptakan strategi komunikasi yang efektif. Saat memilih media atau saluran yang akan kita gunakan, perlu mendaftarkan saluran komunikasi yang dapat menjangkau khalayak sasaran.
Kajian Tentang Da’i
- Pengertian Da’i
- Karakteristik Da’i
Da'i atau da’i adalah masyarakat yang mengemban amanah kebijakan untuk membentuk tatanan kehidupan manusia yang lebih baik sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Kita semua harus menjadi pewarta, baik melayani dirinya sendiri, keluarganya, masyarakatnya, bahkan melayani umatnya. Da’i sebagai komunikator Islam memiliki fungsi yang sangat strategis, terutama dalam memberikan pencerahan spiritual dengan menanamkan nilai-nilai agama di masyarakat.
Da’i adalah orang yang melakukan dakwah, baik secara lisan, tulisan maupun perbuatan dan dapat dilakukan secara perorangan, kelompok, organisasi atau lembaga. Oleh karena itu, da’i harus menyesuaikan diri dengan kondisi dimana kegiatan dakwah dilakukan. Ciri-ciri Da'i yang harus diperhatikan ketika seorang Da'i menyampaikan dakwahnya kepada mad'u antara lain sebagai berikut.
Satu hal penting yang perlu diingat dalam jalan dakwah adalah seorang Da'i harus memudahkan jalan dan menyingkirkan kesulitan sebagai metode dakwahnya kepada Allah SWT. Padahal, seorang Da'i tidak akan pernah berhasil dalam berdakwah selama dia tidak mengenal siapa orang.
Materi Dakwah
- Aqidah (keimanan)
- Syariah
- Akhlaq
Akidah yang menjadi bahan utama dakwah ini mempunyai ciri-ciri yang membezakannya dengan pegangan agama lain, iaitu seperti berikut. Seseorang itu tidak digelar muslim melainkan dia mengucap syahadat iaitu bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah Pesuruh Allah SWT. Dalam bahasa syariah, ia bermaksud persis jalan menuju sumber, sumber itu digambarkan sebagai sumber kehidupan.
Pengertian syariah menurut para ahli adalah seperti berikut: 1) Abdul Karim Zaidan mengatakan syariat adalah hukum... ditetapkan oleh Allah SWT dan ditujukan untuk seluruh umat-Nya sama ada melalui al-Quran atau Sunnah Nabi Muhammad SAW dalam bentuk perkataan, perbuatan dan keputusan. Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa syariah adalah hukum atau ketetapan Allah yang termaktub dalam dalil-dalil naqli, yaitu al-Qur’an dan hadits, serta dalil-dalil rasional, yaitu ‘ijma, qiyas, dsb. Ibadah adalah suatu bentuk norma hubungan manusia dengan Tuhannya atau disebut ibadah mahdlah (ibadah khusus), tata cara dan ketentuannya digariskan dalam Al-Qur’an dan Hadits.
Fikiran yang terpuji sentiasa berada di bawah kawalan Ilahi yang boleh membawa nilai-nilai positif kepada dirinya dan kesejahteraan umat, termasuk kesabaran, ketabahan dan sebagainya. Manakala akhlak yang tercela ialah akhlak yang bersumberkan hawa nafsu yang berada dalam lingkungan syaitan dan boleh mendatangkan suasana yang negatif atau memudaratkan diri serta kepentingan orang lain.
Kajian Tentang Media
- Media Dakwah
- Prinsip-prinsip pemilihan media
Materi yang disampaikan oleh Ustad Ahmad Farhan, M.S.I secara umum dapat diterima oleh mad'u yang tidak hanya berasal dari kota Bengkulu. Selain itu, di masa pandemi, para da'i harus mengenali keadaan mad'u sebelum menyampaikan pesan dakwah agar materi dakwah dapat diterima dengan baik. Materi dakwahnya sendiri tidak harus sulit dan yang penting anda mengerti apa yang saya sampaikan.
Bentuk strategi materi yang mudah dipahami juga didukung dengan gaya bicara, intonasi dan istilah mad'u itu sendiri. Sebaliknya, jika mad'u mayoritas dari kalangan bawah, maka materi khotbah yang diberikan disesuaikan dengan tingkat sosial dan ekonomi mereka. Materi yang disampaikan oleh Ustad Ahmad Farhan, MSI banyak diterima oleh mad'u yang tidak hanya berasal dari kota Bengkulu.
Dalam menyampaikan materi dakwah perlu diketahui kondisi sosial ekonomi, pendidikan, pekerjaan dan usia paruh baya sebelum memberikan ceramah. Adapun lokasi audiensi/mad'u Ustadz Ahmad Farhan, seluruh umat Islam khususnya di Provinsi Bengkulu.
Kajian Tentang Covid-19 (Corona Virus)
METODE PENELITIAN
Waktu dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan mulai bulan September 2020 hingga penelitian ini mendapatkan hasil yang benar hingga penelitian berakhir nanti. Berkaitan dengan lokasi penelitian ini, peneliti menyelidiki seorang Da’i yang menggunakan media sosial untuk terus berdakwah di masa pandemi Covid-19 dengan nama akun Ahmad Farhan.
Informan Penelitian
Karena peneliti ingin mengetahui strategi komunikasi mereka saat berdakwah di masa pandemi Covid-19 melalui media sosial mereka. Penyidik memilih informan Ustadz Ahmad Farhan karena merupakan aktor yang memahami obyek penyidikan dan telah mengunggah karya berupa video ke akun media sosialnya.
Teknik Pengumpulan Data
- Dokumentasi
- Wawancara
- Observasi
Sampel yang dipilih didasarkan pada karakteristik yang dimiliki subjek tertentu sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan. Wawancara adalah percakapan dengan tujuan tertentu, percakapan dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (penanya) dan yang diwawancarai (yang menjawab pertanyaan). Wawancara digunakan untuk memperoleh informasi dari narasumber melalui tatap muka atau melalui media dengan pernyataan lisan dengan mengajukan pertanyaan.
Wawancara ini dilakukan untuk mendapatkan informasi yang belum diketahui oleh peneliti dan untuk mendapatkan data awal dari informan yang mengabarkan jumlah followers di akun media sosialnya. Observasi adalah teknik observasi di lapangan, yang mengumpulkan data dengan melakukan kegiatan fenomenal yang dilakukan secara sistematis yang berkaitan dengan tempat, waktu kegiatan, peristiwa dan tujuan. Observasi dilakukan sebelum penelitian untuk melihat keadaan lapangan sebelum peneliti melakukan penelitian dan untuk melihat efektif atau tidaknya pemberitaan melalui media.
Teknik Keabsahan Data
Dengan ketekunan, peneliti dapat mengecek kembali apakah data yang ditemukan itu salah atau benar.38 2. Analisis data adalah proses pencarian dan pengumpulan data secara sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data yang terkumpul di lapangan dengan menginterpretasikan data yang diperoleh saat wawancara dengan informan dalam bentuk kalimat atau paragraf.39.
Ustadz Ahmad Farhan, SS., M.S.I yang selanjutnya disebut Ustad Farhan dikenal sebagai salah satu ustadz yang populer di kalangan pengguna muslim. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga Inderalaya Ogan Ilir Ilir Sumatera Selatan, tamat pada tahun 1996. Ia kemudian melanjutkan studinya di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga Inderalaya Ogan Ilir di Sumatera Selatan pada tahun 1999.
Ia melanjutkan studi S1 di Fakultas Adab, Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta dan lulus cum laude pada tahun 2005. Ustadz Ahmad Farhan M.S.I pertama kali bergabung di media sosial (Youtube) yaitu satu tahun yang lalu pada tanggal 28 April 2020 dengan nama akun youtube Ahmad Farhan.
Penyajian Hasil
- Pengumpulan data dasar dan perkiraan kebutuhan
- Perumusan sasaran dan tujuan komunikasi
- Analisis perencanaan dan penyusunan strategi
- Analisis khalayak dan segmentasinya
- Seleksi media
- Desain dan penyusunan pesan
Di masa pandemi ini, sedikit banyak perlu diketahui keadaan mad'u sebelum menyampaikan pesan dakwah itu sendiri. Jika mad'u dikelompokkan antara anak-anak, remaja dan dewasa, maka materi dakwah yang diberikan bersifat tematik dan campuran. Namun tetap memenuhi protokol kesehatan yang diwajibkan oleh pemerintah, dan jumlah mad'u sebagai penerima materi dakwah juga dibatasi.
Terdapat strategi terencana dalam penyampaian materi dakwah di masjid offline agar materi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh mad'u serta dapat menarik perhatiannya yaitu dengan tampilan yang menarik. Da’i harus menyesuaikan dengan kondisi ekonomi mad’u, dan selanjutnya materi yang disampaikan harus sesuai dengan kondisi mad’u. Artinya, jika mayoritas mad'u berasal dari kalangan terpelajar, maka materi yang disampaikan harus disesuaikan dengan taraf hidup dan pendidikan mereka.
Dengan penyampaian materi melalui media sosial menggunakan video dan menampilkan gambar dapat meningkatkan kegairahan mad'u sebagai customer menerima materi. Materi yang menarik juga didukung dengan canda dan canda agar suasana dakwah tidak membosankan dan materi dakwah dapat diterima dengan baik oleh mad'u.
Pembahasan
Keadaan seperti ini juga mempengaruhi berat atau ringannya material yang akan diangkut dan peribahasa yang digunakan harus sesuai dengan kondisi mad'u. mengerti, oleh pendeta. Pada saat wawancara dengan Ustadz Ahmad Farhan, peneliti menyimpulkan bahwa khalayak/mad'u saat Ustadz Ahmad Farhan berdakwah adalah semua umat Islam khususnya yang berada di kota Bengkulu tanpa terkecuali. Namun dengan adanya pandemi cocid-19, masyarakat/mad'u juga dibatasi dan tetap menggunakan protokol kesehatan.
Pemilihan penonton/mad'u sendiri tidak melalui tahapan-tahapan tertentu, melainkan berjalan seperti biasa. Menjadi seorang da’i haruslah sesuatu yang ingin dicapai, salah satunya mad’u dapat mengambil apa yang disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena pada saat berdakwah, da'i dan mad'u bisa langsung bertatap muka, dan akan lebih mudah bagi da'i untuk mengetahui ekspresi wajah mad'u atau reaksi mereka terhadap apa yang disampaikannya.
Ketika kegiatan merancang dan menyusun pesan ini terjadi, da'i menggunakan materi yang ringan sehingga khalayak/mad'u dapat dengan mudah memahami apa yang disampaikan oleh da'i. Selain materi yang ringan, khatib juga memahami keadaan audiens sebelum khutbah, agar tidak timbul kesalahpahaman antara khatib dan mad'u, kemudian materi yang disampaikan juga terkait dengan apa yang audiens alami saat itu, misalnya Pandemi covid-19 seperti vaksinasi. Dalam enam fase strategi komunikasi yang dilakukan Ustadz Ahmad Farhan hanya ada lima.
Tahapan yang dilalui oleh Ustadz Ahmad Farhan adalah tahapan pengumpulan data dasar dan perkiraan kebutuhan.
PENUTUP
Kritik dan Saran