Femmy Rafni “Strategi Pengembangan Usaha Jamu Tradisional (Studi Kasus: Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli Kota Medan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pendapatan, analisis kelayakan dan merumuskan strategi pengembangan usaha jamu tradisional di Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli Kota Medan. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini “Strategi Pengembangan Usaha Jamu Tradisional (Studi Kasus : Kecamatan Mabar Hilir Kabupaten Medan Deli , Kota Medan )” untuk melengkapi dan memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan.
Penjualan jamu tradisional masih bisa bertahan karena perbedaan cara atau strategi yang dilakukan para penjual jamu tradisional. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA JAMU TRADISIONAL. Bagaimana strategi mengembangkan usaha jamu tradisional di Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli Kota Medan.
Untuk menganalisis pendapatan usaha jamu tradisional di Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli Kota Medan. Untuk mengetahui strategi pengembangan usaha jamu tradisional di Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli Kota Medan. Nilai R/C = 1, maka jamu tradisional mencapai titik impas. Nilai R/C > 1 maka obat herbal tradisional layak digunakan. Nilai R/C < 1, maka pengobatan herbal tradisional tidak layak 2.
Nilai B/C = 1, maka jamu tradisional mencapai titik impas. Nilai B/C > 1, maka pengobatan herbal tradisional layak dilakukan. Nilai B/C < 1 maka pengobatan herbal tradisional tidak layak dilakukan.
Matriks Faktor Strategi Internal
Hasil identifikasi faktor-faktor kunci internal yaitu kekuatan dan kelemahan, pembobotan dan penilaian dipindahkan ke dalam tabel Matriks Faktor Strategi Internal (IFAS) untuk dijumlahkan kemudian dibandingkan antara total skor kekuatan dan kelemahan.
Matriks Faktor Strategi Eksternal
Matriks Posisi
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan pemasaran, kelemahan, peluang, ancaman, merumuskan alternatif strategi pemasaran dan menentukan prioritas strategis yang dapat diterapkan dalam pemasaran produk agroindustri jamu UD. Penjual jamu tradisional adalah pedagang yang menjual obat-obatan herbal dengan menggunakan sepeda atau sepeda motor. Pendapatan dari usaha jamu dapat dianalisis kelayakan usahanya, apakah usaha jamu tradisional yang dilakukan di Kecamatan Mabar Hilir layak atau tidak berdasarkan kriteria kelayakan usaha R/C rasio.
Apakah usaha ini dapat bertahan dalam jangka panjang, selanjutnya akan dikaji strategi pengembangan usaha Jamu Tradisional berdasarkan kekuatan, peluang, kelemahan dan ancaman dengan menggunakan analisis SWOT. Peneliti memilih kawasan ini sebagai lokasi penelitian karena merupakan kawasan yang potensial untuk pengembangan pemasaran jamu tradisional. Populasi penelitian adalah pedagang jamu tradisional keliling yang berdomisili di Desa Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli yang berjumlah 106 orang.
Penelitian ini menggunakan sampel sebesar 30% dari populasi yang ada, populasinya melebihi 100 yaitu 106 penjual obat herbal tradisional. Untuk menyelesaikan permasalahan ketiga terkait strategi pengembangan perusahaan jamu tradisional, dilakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threat) dengan identifikasi sistematis berbagai faktor pembentuk strategi bisnis ( Strategi SO, ST, WO dan WT). .
BERBAGAI PELUANG (EKSTERNAL)
Pendapatan bulanan usaha jamu tradisional di Kecamatan Mabar Hilir dapat dilihat pada Tabel 13 di bawah ini. dan rata-rata total pendapatan usaha jamu tradisional di Kecamatan Mabar Hilir per bulan adalah Rp. Untuk mengetahui apakah usaha jamu tradisional di Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli Kota Medan layak atau tidak.
Analisis Faktor Internal (Kekuatan dan Kelemahan) dan Faktor Eksternal (Peluang dan Ancaman) pada Usaha Jamu Tradisional di Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli Kota Medan. Matriks ini digunakan untuk melihat posisi strategis pengembangan usaha jamu tradisional di desa Mabar Hilir. Pengeringan Bahan Baku Jamu Tradisional dan Penggilingannya (W2 dan O1) Strategi (Bahan baku yang tidak stabil sebaiknya dikeringkan dan digiling untuk menghasilkan bubuk jamu tradisional. Cara konsumsinya dengan cara dimasak atau diminum dengan air panas. ).
EKSTERNAL )
Pendapatan merupakan perkalian antara jumlah produksi jamu tradisional dengan harga jamu tradisional per gelas. Penjual jamu tradisional hanya menjual jamu pada empat hari dalam seminggu yaitu Senin, Rabu, Kamis, dan Jumat. Pendapatan merupakan selisih antara penerimaan dengan total biaya produksi yang dikeluarkan oleh penjual jamu tradisional.
Begitu pula dengan usaha jamu tradisional di Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, sangat diperlukan manajemen yang baik dalam menjalankan pengelolaan usahanya. Untuk mengetahui apakah usaha jamu tradisional di Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli Kota Medan layak atau tidak dapat dianalisis dengan menggunakan analisis Cost Ratio (R/C) Ratio dan (B/C) Ratio yaitu . Nilainya 2,13>1 maka usaha jamu tradisional di Desa Mabar Hilir layak untuk diusahakan, artinya jika setiap biaya yang dikorbankan adalah Rp 1 maka.
Hal ini menunjukkan bahwa posisi internal jamu tradisional berada di atas rata-rata dalam memanfaatkan kelebihannya dan mengatasi kelemahan internalnya. Hal ini menunjukkan bahwa posisi eksternal perusahaan jamu tradisional berada di atas rata-rata dalam memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman eksternal. Perlu adanya edukasi dan penelitian oleh instansi pemerintah mengenai produksi obat herbal tradisional berbentuk bubuk (W2 dan T1).
Selain menggunakan status membuat komunitas atau kelompok juga akan menjadi incaran para pelaku usaha jamu tradisional agar bisa melakukan promosi dengan baik. Pembentukan kelompok usaha untuk membantu pelaku usaha jamu tradisional mengenai permodalan dan kepemilikan sertifikat halal dari BPOM (W5 dan O5). dengan total biaya penjualan sebesar Rp dan dapat dihitung rata-rata pendapatan dari penjualan obat herbal tradisional adalah sebesar Rp.
Strategi pengembangan yang sebaiknya dilakukan oleh para penjual usaha jamu tradisional adalah strategi SO (Strength – Opportunities) yaitu penciptaan inovasi baru untuk meningkatkan nilai jual jamu tradisional (S1 dan O3), melakukan promosi dengan memanfaatkan suara yang unik. sinyal untuk menarik perhatian konsumen (S2 dan O3) dan pemasaran obat-obatan herbal telah meluas melampaui pelanggan biasa yang menggunakan media sosial untuk promosi seperti Facebook, Instagram, Twitter atau WhatsApp (S2 dan O5).