• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PENGUATAN LITERASI

N/A
N/A
ENING SULISTYAH NURFAIZI

Academic year: 2024

Membagikan "STRATEGI PENGUATAN LITERASI "

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI

PENGUATAN LITERASI

Nita Komarasari, SS., M.Pd

Widyaprada – BPMP Provinsi Banten

(2)

Nama lengkap : Nita Komarasari, SS., M.Pd

Nama panggilan : NITA/NIKO

TTL : Sumedang, 22 Desember 1977

Domisili : Perum Graha Pasir Ona Blok C5 No. 7, Rangkasbitung - Lebak

No Kontak : 08128461894

Biodata

Profesi:

PNS BPMP Banten, NIP. 19771222 200312 2 001 Staf 2003 – 2006, LPMP Banten

Widyaiswara 2006 – 2021, LPMP Banten

Widyaprada 2021 s.d sekarang, LPMP Banten - BPMP Provinsi Banten

Alamat Instansi : Jl. Siliwangi No. 208 Rangkasbitung, Lebak Telp : 0252 209209 Pendidikan:

S1, Sastra Indonesia – UNPAD S2, Pendidikan Dasar - UNJ

(3)

Mengapa Literasi?

pertanyaan

(4)

1 2 3

Penanaman karakter yang sesuai dengan sila-

sila Pancasila

Persiapan peserta didik untuk menjadi anggota

masyarakat yang beriman dan bertaqwa

kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia

Penumbuhan kompetensi literasi dan numerasi untuk

mengikuti

pendidikan lebih lanjut

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

PP No. 4 Tahun 2022

Perubahan PP No. 57 Tahun 2021 tentang

SNP

(5)

CAPAIAN LITERASI SD UMUM KABUPATEN TANGERANG

Berdasarkan data yang tersaji, kemampuan literasi pada jenjang SD di Kabupaten Tangerang berada pada kategori sedang. Capaian ini dipengaruhi oleh masih banyaknya capaian literasi yang terkategori rendah pada jenjang SD negeri umum.

(6)

LITERASI PENTING DIKEMBANGKAN SEJAK DINI

Karena

….

(7)

Program literasi sekolah yang tidak tepat sasaran

sering berawal dari kesalahpahaman tentang literasi

Konsep Literasi

Pa h a m i

(8)

Apakah Literasi?

Pernyataan 1. Literasi tidak hanya baca – tulis.

TEPAT

 Literasi tidak hanya membaca dan menulis dalam pengertian sempit, yaitu

mengeja/membaca dengan fasih dan keterampilan menulis yang mekanistis.

 Kemampuan membaca adalah kemampuan memahami bacaan, menganalisis, dan

merefleksi, menunjukkan kecakapan

literasinya. Termasuk kemampuan untuk menyajikan gagasan secara terstruktur, analitis, kreatif, dan imajinatif.

 Membaca adalah fondasi bagi meningkatnya kecakapan berpikir seseorang secara

sistematis.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 89

(9)

Apakah Literasi?

Pernyataan 2. Teks untuk kegiatan membaca/pembelajaran tidak hanya teks tulis saja

TEPAT

 Saat ini bahan ajar dan media pembelajaran

harus bersifat multimoda, yaitu menggunakan lebih dari satu moda (tulis/cetak, visual, audio,

audiovisual, gestural, spasial, dll) untuk

mengoptimalkan stimulasi, pemahaman dan kecerdasan majemuk siswa.

 Mengingat gaya belajar peserta didik dimungkinkan beragam; visual, auditori, audiovisual, kinestetik

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 99

(10)

Apakah Literasi?

Pernyataan 3. Program membaca di sekolah bisa menggunakan buku apa saja.

TIDAK TEPAT

 Pemilihan buku yang ramah cerna, dan sesuai kemampuan membaca siswa (buku berjenjang) menentukan keberhasilan program membaca.

 Buku-buku yang mengandung inklusivitas, anti

perundungan, toleransi, juga perlu digunakan untuk mengembangkan karakter mereka.

 Selain buku pelajaran, guru perlu menggunakan dari berbagai sumber yang sesuai dengan materi

pembelajaran.

 Sumber belajar, dapat berupa: buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 109

(11)

Pernyataan 4. Anak yang lancar membaca pasti dapat memahami isi bacaan.

Apakah Literasi?

TIDAK TEPAT

 Pemahaman isi bacaan terkait dengan makna kata, dan maksud ujaran (kalimat), sedangkan kelancaran membaca berkaitan dengan pemahaman akan bentuk, arah dan bunyi huruf.

 Oleh sebab itu, peserta didik perlu membangun pemahamannya akan makna kata dan ujaran sambil terus melatih kelancarannya membaca.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 1111

(12)

Tentukan Kata

baik, besar, pendek,

X Y

buruk,

kecil,

tinggi,

(13)

Tentukan Kata

kursi,

meja, TV,

X Y

penggaris , tas,

pensil,

(14)

Tentukan Kata

TNI, SD, BRI,

X Y

Posyandu , Polri,

Kurmer

(15)

Tentukan Kata

Surabaya, Sumenep, Sumedan g,

X Y

Banten, Jatim,

Kalteng,

(16)

Tentukan Kata

kol,

timun, bayam,

X Y

nanas, apel,

jeruk,

(17)

Tentukan Kata

defisit, laba,

bruto,

X Y

reproduks

i, organ,

sel,

(18)

Pernyataan 5. Kegiatan/pembelajaran membaca harus dilakukan dalam mata pelajaran Bahasa

Indonesia saja.

Apakah Literasi?

TIDAK TEPAT

 Semua guru adalah guru membaca karena semua mata pelajaran menggunakan teks dalam berbagai bentuk.

 Teks tidak hanya tersedia dalam bentuk teks tulis.

Konsep teks multimoda mengacu pada berbagai jenis teks

 Semua guru mata pelajaran perlu tahu berbagai strategi memahami bacaan dan bagaimana melatihkannya kepada siswa.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 1811

(19)

Pernyataan 6. Guru tidak perlu melakukan asesmen

kemampuan membaca siswa secara berkala.

Apakah Literasi?

TIDAK TEPAT

 Asesmen kemampuan membaca perlu dilakukan secara berkala untuk mengidentifikasi kesulitan membaca siswa.

 Informasi tentang kebutuhan siswa dibutuhkan  guru untuk menentukan jenis pendampingan yang perlu dilakukan agar agar efektif dan tepat sasaran.

 Asesmen yang fokus pada kemampuan

membaca, berbeda dengan asesmen dalam pembelajaran (formatif/sumatif).

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 1911

(20)

Pernyataan 7. Guru tidak perlu memodelkan/mengajari kegiatan membaca karena peserta didik yang diharapkan lebih aktif

Apakah Literasi?

TIDAK TEPAT

 Pemodelan/pengajaran guru dalam kegiatan membaca sangat penting untuk membantu peserta didik menjadi pembaca yang efektif.

 Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik bukan berarti guru tidak memiliki peran dalam pengajaran, tetapi guru melepaskan tanggung

jawab kepada peserta didik secara bertahap, mulai dari pemodelan guru hingga peserta didik

melakukan secara mandiri (Gradual Release of Responsibility).

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2011

(21)

Pernyataan 8. Pembelajaran membaca dapat dilakukan

dengan melatih peserta didik menggabungkan bunyi huruf

Apakah Literasi?

TEPAT

Sebelum peserta didik mampu membaca untuk pemahaman (membangun makna), mereka terlebih dahulu harus mampu

“belajar membaca”, yaitu proses menguasai keterampilan dasar literasi, seperti: kesadaran konsep cetak, kesadaran fonemik, dan fonik. Keterampilan dasar ini yang

memungkinkan peserta didik untuk mampu membaca, baru kemudian mereka perlu dilatih untuk meningkatkan

keterampilan membaca untuk pemahaman, seperti: aspek berbicara, kefasihan, dan menulis.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2111

(22)

Kesimpulan….

(23)
(24)

Masyarakat awam menganggap bahwa

literasi hanya mencakup kegiatan membaca fasih dan menuliskan rangkaian huruf dan kata semata. Literasi juga sering

dirancukan dengan pengetahuan terkait

berbagai konten/pengetahuan lintas disiplin sehingga mengalihkan pendidik dari tugas mereka yang esensial, yaitu penguatan literasi dalam proses pembelajaran.

Apakah Literasi?

1. Sejatinya, literasi adalah serangkaian kompetensi untuk berpikir tentang teks dan menghubungkan teks dengan diri, teks lain, dan dunia yang lebih luas.

2. Kompetensi ini diperoleh dari serangkaian kegiatan yang meningkatkan kecakapan berpikir peserta didik tentang teks dengan pendampingan guru.

3. Guru perlu memiliki kompetensi literasi.

4. Guru harus menguatkan kecakapan literasi melalui proses pembelajaran, asesmen, dan lingkungan belajar yang kaya literasi.

12 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 24

(25)

LITERASI

Kompetensi peserta didik dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.

Asesmen

Nasional

(26)
(27)
(28)

● literasi adalah kompetensi seseorang untuk berpikir tentang berbagai teks dalam kehidupannya sehingga ia mampu berpartisipasi sebagai warga masyarakat dan warga dunia

● penumbuhan lingkungan belajar yang kaya literasi merupakan pendukung penting pembelajaran yang menguatkan kecakapan literasi peserta didik

● bacaan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik berperan sangat penting dalam penguatan literasi

Mari sepakati!

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 28

(29)

Menguatkan Literasi

https://shorturl.at/opr

sT

(30)

Fondasi Literasi

 Kemampuan Bertutur

 Pengetahuan Latar

 Kosakata

 Kesadaran Fonemik

 Kesadaran Cetak

 Keaksaraan

(31)

Fondasi Literasi

• Kesadaran cetak adalah ketertarikan anak kepada

benda-benda cetak, gambar, logo, merk.

• Kemampuan anak

menghubungkan huruf dengan bunyi, intonasi dengan tanda baca adalah unsur dari

keaksaraan. Huruf, angka, tanda

baca adalah bagian dari aksara.

(32)

Fondasi Literasi

• Kesadaran fonemik adalah pengetahuan bahwa kata, kalimat terdiri atas satuan bunyi terkecil berwujud

bunyi huruf dan tanda baca.

https://bit.ly/Audio-Vokal

(33)

Praktik Pembelajaran dan Contoh Implementasinya

Melakukan Pendekatan Pembelajaran yang Menyenangkan dan

Bermakna

Membina kemampuan fondasi melalui pemilihan

muatan pembelajaran

Melakukan asesmen yang otentik

Contoh :

Contoh :

1. Membangun konsep dan pemahaman akan setiap ketrampilan yang sesuai dengan elemen pembelajaran

2. Merancang kegiatan pembiasaan di kelas untuk membangun pemahaman dan keterampilan sesuai elemen pembelajaran Contoh :

1. Teknik asesmen yang disarankan adalah observasi atau unjuk kinerja

2. Pengolahan hasil asesmen yang fungsinya bukan untuk pelabelan namun untuk merancang kegiatan pembelajaran berikutnya

1

2

3

1. Melakukan kegiatan literasi berupa pengadaan pojok baca untuk membuat anak familiar dengan buku/membaca nyaring agar anak familiar dengan bunyi fonem dan kosakata baru

2. Melakukan interaksi positif yang membangun “growth mindset”

(34)

Referensi

Dokumen terkait

active learning adalah keengganan pendidik untuk mengambil berbagai resiko diantaranya resiko peserta didik tidak akan berpartisipasi, menggunakan kemampuan berpikir

Ditambah lagi pihak sekolah sudah mulai tersistem dalam mengelola kegiatan literasi di sekolah sehingga semua warga sekolah berpartisipasi dalam kegiatan ini, dan sudah

• Literasi informasi merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayat dan menambah kompetensi masyarakat dengan.. mengevaluasi, mengorganisir dan

Secara umum review bahan ajar berkaitan dengan: kesesuaian kegiatan dengan kompetensi literasi sains yang akan dicapai, inovasi media pembelajaran yang digunakan

Modul Literasi … AKSI (Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia) Modul literasi membaca disertai berbagai pertanyaan pemantik dari Balitbang. Teks yang disusun

Mampu mengekspresikan ide atau pemikiran Kompetensi 2 : Membaca Teks Fabel Usia Media Materi Dampak positif 5-7 tahun Kertas Menelaah struktur teks fabel Mengetahui uraian dari teks

Literasi sekolah dalam konteks GLS Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca,

Secara teori, besarnya tiap kategori literasi sains dalam suatu buku teks adalah 42% aspek pengetahuan sains, 19% aspek hakikat penyelidikan sains, 19% aspek sains sebagai cara