STRATEGI
PENGUATAN LITERASI
Nita Komarasari, SS., M.Pd
Widyaprada – BPMP Provinsi Banten
▪ Nama lengkap : Nita Komarasari, SS., M.Pd
▪ Nama panggilan : NITA/NIKO
▪ TTL : Sumedang, 22 Desember 1977
▪ Domisili : Perum Graha Pasir Ona Blok C5 No. 7, Rangkasbitung - Lebak
▪ No Kontak : 08128461894
Biodata
Profesi:
PNS BPMP Banten, NIP. 19771222 200312 2 001 Staf 2003 – 2006, LPMP Banten
Widyaiswara 2006 – 2021, LPMP Banten
Widyaprada 2021 s.d sekarang, LPMP Banten - BPMP Provinsi Banten
Alamat Instansi : Jl. Siliwangi No. 208 Rangkasbitung, Lebak Telp : 0252 209209 Pendidikan:
S1, Sastra Indonesia – UNPAD S2, Pendidikan Dasar - UNJ
Mengapa Literasi?
pertanyaan
1 2 3
Penanaman karakter yang sesuai dengan sila-
sila Pancasila
Persiapan peserta didik untuk menjadi anggota
masyarakat yang beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia
Penumbuhan kompetensi literasi dan numerasi untuk
mengikuti
pendidikan lebih lanjut
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
PP No. 4 Tahun 2022
Perubahan PP No. 57 Tahun 2021 tentang
SNP
CAPAIAN LITERASI SD UMUM KABUPATEN TANGERANG
Berdasarkan data yang tersaji, kemampuan literasi pada jenjang SD di Kabupaten Tangerang berada pada kategori sedang. Capaian ini dipengaruhi oleh masih banyaknya capaian literasi yang terkategori rendah pada jenjang SD negeri umum.
LITERASI PENTING DIKEMBANGKAN SEJAK DINI
Karena
….
Program literasi sekolah yang tidak tepat sasaran
sering berawal dari kesalahpahaman tentang literasi
Konsep Literasi
Pa h a m i
Apakah Literasi?
Pernyataan 1. Literasi tidak hanya baca – tulis.
TEPAT
Literasi tidak hanya membaca dan menulis dalam pengertian sempit, yaitu
mengeja/membaca dengan fasih dan keterampilan menulis yang mekanistis.
Kemampuan membaca adalah kemampuan memahami bacaan, menganalisis, dan
merefleksi, menunjukkan kecakapan
literasinya. Termasuk kemampuan untuk menyajikan gagasan secara terstruktur, analitis, kreatif, dan imajinatif.
Membaca adalah fondasi bagi meningkatnya kecakapan berpikir seseorang secara
sistematis.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 89
Apakah Literasi?
Pernyataan 2. Teks untuk kegiatan membaca/pembelajaran tidak hanya teks tulis saja
TEPAT
Saat ini bahan ajar dan media pembelajaran
harus bersifat multimoda, yaitu menggunakan lebih dari satu moda (tulis/cetak, visual, audio,
audiovisual, gestural, spasial, dll) untuk
mengoptimalkan stimulasi, pemahaman dan kecerdasan majemuk siswa.
Mengingat gaya belajar peserta didik dimungkinkan beragam; visual, auditori, audiovisual, kinestetik
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 99
Apakah Literasi?
Pernyataan 3. Program membaca di sekolah bisa menggunakan buku apa saja.
TIDAK TEPAT
Pemilihan buku yang ramah cerna, dan sesuai kemampuan membaca siswa (buku berjenjang) menentukan keberhasilan program membaca.
Buku-buku yang mengandung inklusivitas, anti
perundungan, toleransi, juga perlu digunakan untuk mengembangkan karakter mereka.
Selain buku pelajaran, guru perlu menggunakan dari berbagai sumber yang sesuai dengan materi
pembelajaran.
Sumber belajar, dapat berupa: buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 109
Pernyataan 4. Anak yang lancar membaca pasti dapat memahami isi bacaan.
Apakah Literasi?
TIDAK TEPAT
Pemahaman isi bacaan terkait dengan makna kata, dan maksud ujaran (kalimat), sedangkan kelancaran membaca berkaitan dengan pemahaman akan bentuk, arah dan bunyi huruf.
Oleh sebab itu, peserta didik perlu membangun pemahamannya akan makna kata dan ujaran sambil terus melatih kelancarannya membaca.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 1111
Tentukan Kata
baik, besar, pendek,
X Y
buruk,
kecil,
tinggi,
Tentukan Kata
kursi,
meja, TV,
X Y
penggaris , tas,
pensil,
Tentukan Kata
TNI, SD, BRI,
X Y
Posyandu , Polri,
Kurmer
Tentukan Kata
Surabaya, Sumenep, Sumedan g,
X Y
Banten, Jatim,
Kalteng,
Tentukan Kata
kol,
timun, bayam,
X Y
nanas, apel,
jeruk,
Tentukan Kata
defisit, laba,
bruto,
X Y
reproduks
i, organ,
sel,
Pernyataan 5. Kegiatan/pembelajaran membaca harus dilakukan dalam mata pelajaran Bahasa
Indonesia saja.
Apakah Literasi?
TIDAK TEPAT
Semua guru adalah guru membaca karena semua mata pelajaran menggunakan teks dalam berbagai bentuk.
Teks tidak hanya tersedia dalam bentuk teks tulis.
Konsep teks multimoda mengacu pada berbagai jenis teks
Semua guru mata pelajaran perlu tahu berbagai strategi memahami bacaan dan bagaimana melatihkannya kepada siswa.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 1811
Pernyataan 6. Guru tidak perlu melakukan asesmen
kemampuan membaca siswa secara berkala.
Apakah Literasi?
TIDAK TEPAT
Asesmen kemampuan membaca perlu dilakukan secara berkala untuk mengidentifikasi kesulitan membaca siswa.
Informasi tentang kebutuhan siswa dibutuhkan guru untuk menentukan jenis pendampingan yang perlu dilakukan agar agar efektif dan tepat sasaran.
Asesmen yang fokus pada kemampuan
membaca, berbeda dengan asesmen dalam pembelajaran (formatif/sumatif).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 1911
Pernyataan 7. Guru tidak perlu memodelkan/mengajari kegiatan membaca karena peserta didik yang diharapkan lebih aktif
Apakah Literasi?
TIDAK TEPAT
Pemodelan/pengajaran guru dalam kegiatan membaca sangat penting untuk membantu peserta didik menjadi pembaca yang efektif.
Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik bukan berarti guru tidak memiliki peran dalam pengajaran, tetapi guru melepaskan tanggung
jawab kepada peserta didik secara bertahap, mulai dari pemodelan guru hingga peserta didik
melakukan secara mandiri (Gradual Release of Responsibility).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2011
Pernyataan 8. Pembelajaran membaca dapat dilakukan
dengan melatih peserta didik menggabungkan bunyi huruf
Apakah Literasi?
TEPAT
Sebelum peserta didik mampu membaca untuk pemahaman (membangun makna), mereka terlebih dahulu harus mampu
“belajar membaca”, yaitu proses menguasai keterampilan dasar literasi, seperti: kesadaran konsep cetak, kesadaran fonemik, dan fonik. Keterampilan dasar ini yang
memungkinkan peserta didik untuk mampu membaca, baru kemudian mereka perlu dilatih untuk meningkatkan
keterampilan membaca untuk pemahaman, seperti: aspek berbicara, kefasihan, dan menulis.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2111
Kesimpulan….
Masyarakat awam menganggap bahwa
literasi hanya mencakup kegiatan membaca fasih dan menuliskan rangkaian huruf dan kata semata. Literasi juga sering
dirancukan dengan pengetahuan terkait
berbagai konten/pengetahuan lintas disiplin sehingga mengalihkan pendidik dari tugas mereka yang esensial, yaitu penguatan literasi dalam proses pembelajaran.
Apakah Literasi?
1. Sejatinya, literasi adalah serangkaian kompetensi untuk berpikir tentang teks dan menghubungkan teks dengan diri, teks lain, dan dunia yang lebih luas.
2. Kompetensi ini diperoleh dari serangkaian kegiatan yang meningkatkan kecakapan berpikir peserta didik tentang teks dengan pendampingan guru.
3. Guru perlu memiliki kompetensi literasi.
4. Guru harus menguatkan kecakapan literasi melalui proses pembelajaran, asesmen, dan lingkungan belajar yang kaya literasi.
12 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 24
LITERASI
Kompetensi peserta didik dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.
Asesmen
Nasional
● literasi adalah kompetensi seseorang untuk berpikir tentang berbagai teks dalam kehidupannya sehingga ia mampu berpartisipasi sebagai warga masyarakat dan warga dunia
● penumbuhan lingkungan belajar yang kaya literasi merupakan pendukung penting pembelajaran yang menguatkan kecakapan literasi peserta didik
● bacaan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik berperan sangat penting dalam penguatan literasi
Mari sepakati!
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 28
Menguatkan Literasi
https://shorturl.at/opr
sT
Fondasi Literasi
Kemampuan Bertutur
Pengetahuan Latar
Kosakata
Kesadaran Fonemik
Kesadaran Cetak
Keaksaraan
Fondasi Literasi
• Kesadaran cetak adalah ketertarikan anak kepada
benda-benda cetak, gambar, logo, merk.
• Kemampuan anak
menghubungkan huruf dengan bunyi, intonasi dengan tanda baca adalah unsur dari
keaksaraan. Huruf, angka, tanda
baca adalah bagian dari aksara.
Fondasi Literasi
• Kesadaran fonemik adalah pengetahuan bahwa kata, kalimat terdiri atas satuan bunyi terkecil berwujud
bunyi huruf dan tanda baca.
https://bit.ly/Audio-Vokal
Praktik Pembelajaran dan Contoh Implementasinya
Melakukan Pendekatan Pembelajaran yang Menyenangkan dan
Bermakna
Membina kemampuan fondasi melalui pemilihan
muatan pembelajaran
Melakukan asesmen yang otentik
Contoh :
Contoh :
1. Membangun konsep dan pemahaman akan setiap ketrampilan yang sesuai dengan elemen pembelajaran
2. Merancang kegiatan pembiasaan di kelas untuk membangun pemahaman dan keterampilan sesuai elemen pembelajaran Contoh :
1. Teknik asesmen yang disarankan adalah observasi atau unjuk kinerja
2. Pengolahan hasil asesmen yang fungsinya bukan untuk pelabelan namun untuk merancang kegiatan pembelajaran berikutnya
1
2
3
1. Melakukan kegiatan literasi berupa pengadaan pojok baca untuk membuat anak familiar dengan buku/membaca nyaring agar anak familiar dengan bunyi fonem dan kosakata baru
2. Melakukan interaksi positif yang membangun “growth mindset”