STRATEGY OF ENVIRONMENTAL HYGIENE MANAGEMENT IN PASAR RAYA TAPAN IN BATANG BETUNG VILLAGE BASA AMPEK
BALAI DISTRIK PESISIR SELATAN REGION
By :
Litmurnita 1 Bakaruddin2 Ade Irma Suryani3
1.the geography education student of STKIP PGRI Sumatera Barat.
2,3 the lecturer at geography department of STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRACT
The research aims to obtain, analyze and discuss the data of data strategies management hygiene market environment Pasar Raya Tapan in Batang Betung village Basa Ampek Balai Tapan District Pesisir Selatan Region, in terms of: 1) strategy of market regulation in the management of the market environment, 2) the strategy janitor in the management market environment and, 3) management strategies landfills Pasar Raya Tapan in Batang Betung village Basa Ampek Balai Tapan District Pesisir Selatan Region
This research is a qualitative trying to reveal the management strategies of environmental hygiene market in Pasar Raya Tapan in Batang Betung village Basa Ampek Balai Tapan District Pesisir Selatan Region. Informants were taken by Snowball Sampling. Snowball sampling begins by setting key informants (key informants), which became a key informant was Head, Wali Nagari and janitor Pasar Raya Tapan in Batang Betung village Basa Ampek Balai Tapan Pesisir Selatan region and the informant supporters drawn from traders in Pasar Raya Tapan. Data analysis technique is done with data reduction, data presentation and conclusion.
The results showed: 1) setting the market found to problems such arrangements were less regular traders, market security, garbage piled up. Strategy of market regulation is setting trade places with putting traders in similar lines / los same parking arrangements more stringent security arrangements to ensure the comfort of visitors and provide trash cans in various corners of the market, 2) janitor market discovered the problem, namely the lack of hygiene and the strategy is to increase the amount of energy obtained hygiene market so that the work load is reduced and the janitor can clean all parts of the market, and 3) management of landfills was found market environment problem is the lack of awareness of market traders maintain the cleanliness of the market where the rubbish left lying. Strategies that can be applied in the management of landfills is the market environment while providing bins for merchants so easy to collect garbage janitor market.
Key Words: strategy, hygiene management
1
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan Negara yang sedang berkembang, karena itu tidak terlepas dari banyak masalah yang dihadapi. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah masalah lingkungan. Masalah lingkungan cenderung meningkat apabila tidak mendapatkan perhatian, khususnya kepedulian yang tinggi dari masyarakat. pentingnya pengetahuan masyarakat terhadap kebersihan lingkungan tercermin melalui prilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Pengelolaan lingkungan hidup agar terarah sesuai dengan tujuan yang diinginkan, maka pemerintah pusat dan daerah telah berupaya membuat kebijakan-kebijakan seperti pasal 28H Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan terciptanya kehidupan yang sejahtera lahir dan bathin dalam suatu lingkungan hidup yang baik dan sehat. Undang-Undang Lingkungan Hidup Nomor 23 Tahun 1997 secara tegas menyebutkan bahwa setiap orang mempunyai hak dan kewajiban untuk berperan serta dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup. Dengan demikian pengelolaan lingkungan tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah tetapi masyarakat juga ikut terlibat, karena peningkatan kualitas lingkungan pada dasarnya berhubungan dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat (Risman, 2005).
Masalah lingkungan tidak hanya terbatas pada minimnya sarana dan prasarana lingkungan yang mengakibatkan lingkungan menjadi kurang baik, tetapi masalah sampah menjadi kendala yang cukup serius baik di perkotaan maupun di kabupaten. Meningkatnya jumlah penduduk, lahan yang terbatas dan diiringi dengan pola konsumtif masyarakat, maka secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan volume, jenis dan jumlah sampah yang dihasilkan. Permasalahan sampah timbul karena tidak seimbangnya produksi sampah dengan pengelolaannya dan semakin menurunnya daya dukung alam sebagai tempat pembuangan sampah. Permasalahan ini muncul disebabkan sulitnya: 1) pengumpulan, 2) pengangkutan, 3) pembuangan, 4) pemanfaatan dan 5) pemusnahan akhir sampah, baik sampah yang berasal dari kantor, sampah rumah tangga, sampah industri maupun sampah pasar (Sejati, 2009).
Peraturan Presiden No.112 Tahun 2007 Mengenai Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern antara lain mengatur pendirian pasar tradisional yang wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut: 1) memperhitungkan kondisi
sosial ekonomi masyarakat dan keberadaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern serta usaha kecil, termasuk koperasi yang ada di wilayah yang bersangkutan. 2) menyediakan areal parkir paling sedikit luas kebutuhan parkir satu buah kendaraan roda empat untuk setiap 100m2 luas pasar tradisional.
3) menyediakan fasilitas yang menjamin fasilitas pasar tradisional yang bersih, hygienis, aman, tertib, dan ruang publik yang nyaman.
Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 tersebut, jika dijabarkan lagi ada lima syarat berdirinya sebuah pasar yang ideal dan memenuhi tata ruang yang baik yaitu pertama, tersedia tata ruang yang memang diperuntukan untuk mendirikan sebuah pasar. Kedua, prasarana yang memadai seperti adanya lokasi yang diperuntukan untuk tempat pakir yang luas, kios-kios yang besar, dimana dalam kios ini harus tertata rapi dengan penjual yang menjual barang dagangan yang sama. Ketiga, tersedianya sarana yang memadai seperti tempat sampah diberbagai sudut pasar dan fasilitas umum seperti WC atau kamar mandi umum yang tersedia di pasar tradisional ini. Keempat, adanya tranportasi yang lancar dan memadai.
Kelima, adanya keamanan seperti Hansip yang menjaga di pasar ini, sehingga keamanan dan kenyamanan antara pembeli dan penjual dapat tercipta dengan baik.
Permasalahan pengelolaan lingkungan pasar tidak hanya dialami oleh kota-kota besar saja, tetapi juga dialami oleh kota-kota kecil dan kabupaten. Pasar Raya Tapan merupakan salah satu pasar di Kabupaten Pesisir Selatan yang dikelola oleh Kantor Pasar Kabupaten Pesisir Selatan, letaknya yaitu di Kenagarian Batang Betung Kecamatan Basa Ampek Balai. Pasar Raya Tapan bisa dikatakan sebagai pasar tradisional yang banyak dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan. Kegiatan perdagangan dilakukan setiap hari Senin sebagai hari pasar. Kegiatan perdagangan ini tentu akan menimbulkan sampah dan apabila sampah tersebut tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan penyakit.
Dalam usaha pengelolaan lingkungan pasar raya Tapan, pemerintah daerah telah berusahan secara maksimal dengan mengatur penempatan pedagang sesuai dengan jenis barang dagangan, menyediakan fasilitas yang cukup, baik sarana prasarana kebersihan seperti tong sampah, gerobak dan lainnya. Untuk itu, perlu adanya strategi agar permasalahan sampah di Pasar Raya Tapan dapat diatasi. Strategi merupakan mengembangkan kekuaran (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan
HAM). Strategi juga merupakan sebuah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan gagasan, perencanaan dan eksekusi dalam kurun waktu tertentu.
Pada observasi awal tanggal 12 Februari 2015, peneliti mengamati sampah berserakan dimana-mana, bahkan sampai ke lorong-lorong tempat jalan pengunjung pasar. Banyaknya jumlah pedagang dan pembeli menimbulkan problema tersendiri khususnya dalam permasalahan sampah, karena seperti yang telah diuraikan di atas permasalahan sampah akan meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas manusia. Kondisi ini akan semakin diperparah pada musim hujan, dimana pasar terlihat kotor, becek, banyak genangan air karena saluran air banyak dipenuhi oleh sampah organik dan menimbulkan bau tidak sedap. Apabila kondisi ini dibiarkan, maka akan terjadi penumpukan sampah di pasar, sehingga dapat mengakibatkan terganggunya aktivitas pasar tersebut. Dampak lain yang ditimbulkan oleh penumpukan sampah adalah kerusakan lingkungan, yang pada akhirnya berdampak terhadap kesehatan
Tujuan penelitian adalah: 1) Strategi pengaturan pasar dalam pengelolaan lingkungan pasar raya Tapan, 2) Strategi petugas kebersihan dalam pengelolaan lingkungan pasar raya Tapan dan 3) Strategi pengelolaan tempat pembuangan sampah lingkungan pasar raya Tapan di Kenagarian Batang Betung Kecamatan Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir Selatan.
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah kualitatif, yang bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana Strategi Pengelolaan Kebersihan Lingkungan Pasar Raya Tapan di Kenagarian Batang Betung Kecamatan Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir Selatan
Penelitian ini dilakukan di Pasar Raya Tapan di Kenagarian Batang Betung Kecamatan Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir Selatan.
Pemilihan lokasi tersebut karena Pasar Raya Tapan merupakan salah satu pasar tradisional yang paling besar di Kabupaten Pesisir Selatan
Informan kunci dalam penelitian ini adalah Camat Basa Ampek Balai Tapan, Wali Nagari Batang Betung Tapan, petugas kebersihan Pasar Raya Tapan dan pengelola Pasar Raya Tapan.
Dari informan kunci kemudian diminta arahan, saran, petunjuk siapa sebaiknya yang menjadi informan berikutnya yang menurut mereka memiliki pengetahuan, pengelaman, informasi yang dicari, selanjutnya penentuan informan berikutnya berikutnya dilakukan dengan teknik yang sama sehingga akan diperoleh jumlah
informan yang semakin lama semakin besar.
Sementara informan pendukung adalah pedagang di Pasar Raya Tapan.
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pertama, masalah dalam pengaturan pasar raya Tapan, diantaranya pengaturan pedagang yang kurang teratur yang terlihat dari pedagang sayur berdekatan dengan makanan, keamanan pasar kurang sehingga pengunjung kurang nyaman untuk meletakkan kendaraan di tempat parkir, adanya sampah yang menumpuk di beberapa tempat dan kurang bersihnya pasar.
Dari permasalahan yang terlihat dari pengaturan pasar di atas, strategi pengaturan pasar dalam pengelolaan lingkungan Pasar Raya Tapan meliputi pengaturan tempat berdagang dengan menempatkan pedagang sejenis dalam baris/los yang sama, pengaturan parkir yang lebih ketat sehingga pengunjung pasar tidak was-was meninggalkan kendaraan di tempat parkir, pengaturan keamanan untuk menjamin kenyamanan pengunjung di pasar raya Tapan serta pengelolaan sampah pasar dengan cara mengumpulkan sampah yang menumpuk dan menyediakan tong sampah di berbagai sudut pasar.
Strategi pengaturan pasar dalam pengelolaan lingkungan Pasar Raya Tapan ini sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan No. 08 tahun 2007 tentang pemerintahan nagari, yang menyatakan bahwa pasar merupakan kekayaan nagari, sehingga dikelola oleh pemerintahan nagari. Hal ini didukung oleh Perda No. 7 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2010-2030 yang menetapkan dan memantapkan Kota Tapan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah Promosi (PKWp) yang dipromosikan provinsi untuk melayani kegiatan skala provinsi atau beberapa kabupaten/kota dan Pusat.
Damsar (2005) pemanfaatan dan penggunaan ruang bagi aktor ekonomi dalam hal ini adalah orang-orang yang terlibat dalam aktivitas jual beli di pasar terutama ditujukan kepada fungsi ekonomi, disamping juga dapat diselimuti oleh kombinasi dengan aspek lain seperti politik, sosial dan budaya. Upaya penggunaan dan pemanfaatan ruang sedemikian hingga bagaimana menjadikan ruang sebagai tempat yang strategis atau bagaimana memperoleh ruang yang strategis sehingga posisi yang ditempati menghasilkan sesuatu
yang menguntungkan (segi finansial, akses kepada pembeli, dsb). Strategi yang pertama dimaksudkan untuk memperindah dan mempercantik ruang, sehingga menarik orang untuk memperhatikan atau sekedar melirik tempat tersebut. Strategi kedua ditujukan untuk membuat orang yang berlama-lama dan kembali lagi pada waktu yang lain ke tempat yang sama
Kedua, permasalahan utama petugas kebersihan pasar raya Tapan adalah kurangnya tenaga kebersihan sehingga beban kerja banyak.
Kurangnya tenaga kebersihan pasar ini juga menyebabkan pasar tidak dapat dibersihkan seluruhnya terutama ketika hari pasar yaitu hari Senin. Adanya permasalahan tersebut, maka strategi yang didapatkan berkaitan dengan petugas kebersihan adalah menambah jumlah tenaga kebersihan pasar sehingga beban kerja petugas kebersihan berkurang dan dapat membersihkan seluruh bagian pasar.
Tenaga kebersihan merupakan pekerja sampah merupakan suatu komponen penting dalam sistem penanganan sampah yang ada saat ini (Sejati, 2009: 56). Tenaga kerja manusia merupakan faktor yang utama dan merupakan faktor penting dalam suatu proses produksi.
Tanpa adanya pekerja atau petugas kebersihan maka pasar akan berantakan dan terlihat kotor.
Sehingga strategi pengelolaan kebersihan pasar yang ada di pasar Raya Tapan di perlukan baik dari segi pengaturan pasar, petugas kebersihan pasar maupun tempat pembuangan sampah, baik itu tempat pembuangan sementara (TPS) maupun tempat pembuangan akhir (TPA).
Dengan adanya tempat pembuangan sementara (TPS) yang tersedia di pasar Raya Tapan bertujuan agar masyarakat yang ada di pasar Tapan membuangnya ke tempat sampah tersebut sehingga petugas kebersihan tidak kewalahan dalam membersihkan pasar dan membuangnya ketempat pembuangan terakhir (TPA).
Ketiga, permasalahan dalam pengelolaan tempat pembuangan sampah lingkungan pasar adalah kurangnya kesadaran pedagang pasar raya Tapan menjaga kebersihan pasar. Pedagang menyerahkan pengelolaan tempat pembuangan sampah adalah tanggungjawab petugas kebersihan pasar karena pedagang telah membayar retribusi kebersihan. Persoalan lain dalam pengelolaan tempat pembuangan sampah lingkungan pasar adalah pedagang tidak mau mengumpulkan sampah, dimana sampah dibiarkan berserakan. Kondisi ini membuat lingkungan pasar penuh dengan sampah terutama ketika hari pasar. Dari permasalahan tersebut, strategi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan tempat pembuangan sampah lingkungan pasar raya Tapan di Kenagarian
Batang Betung Kecamatan Basa Ampek Balai Kabupaten Pesisir Selatan adalah menyediakan tempat sampah sementara bagi pedagang sehingga petugas kebersihan mudah mengumpulkan sampah pasar dan melakukan pengangkutan ke tempat pengumpulan sampah.
Strategi selanjutnya adalah menimbulkan kesadaran terhadap pedagang bahwa pengelolaan tempat pembuangan sampah lingkungan pasar merupakan tanggungjawab bersama antara pedagang dan petugas kebersihan pasar supaya lingkungan pasar tidak kumuh.
Sampah adalah segala sesuatu yang tidak lagi dikehendaki oleh orang yang punya dan mempunyai sifat padat (Slamet, 2002). Sampah harus dikelola dengan baik meskipun sekecil mungkin agar tidak mengganggu atau mengancam kesehatan. Pengelolahan sampah yang baik bukan saja untuk kepentingan kesehatan, tetapi juga untuk keindahan lingkungan. Yang dimaksud dengan pengelolahan sampah disini adalah pengumpulan, pengangkatan sampai dengan pemusnahan atau pengelolahan sampah sedemikian rupa sehingga sampah tidak menjadi gangguan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup (Notoatmojo, 2003:169).
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Pengaturan pasar raya Tapan, ditemukan masalah diantaranya pengaturan pedagang yang kurang teratur, keamanan pasar, sampah menumpuk. Strategi pengaturan pasar dalam pengelolaan lingkungan Pasar Raya Tapan yaitu pengaturan tempat berdagang dengan menempatkan pedagang sejenis dalam baris/los yang sama, pengaturan parkir yang lebih ketat, pengaturan keamanan untuk menjamin kenyamanan pengunjung dan menyediakan tong sampah di berbagai sudut pasar.
2. Petugas kebersihan pasar raya Tapan ditemukan masalah yaitu kurangnya tenaga kebersihan dan strategi yang didapatkan adalah menambah jumlah tenaga kebersihan pasar sehingga beban kerja petugas kebersihan berkurang dan dapat membersihkan seluruh bagian pasar.
3. Pengelolaan tempat pembuangan sampah lingkungan pasar ditemukan masalah yaitu kurangnya kesadaran pedagang pasar raya Tapan menjaga kebersihan pasar dan pedagang tidak mengumpulkan sampah dan dibiarkan berserakan. Strategi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan tempat pembuangan sampah lingkungan pasar
adalah menyediakan tempat sampah sementara bagi pedagang sehingga petugas kebersihan mudah mengumpulkan sampah pasar.
Sedangkan saran yang dapat penulis kemukakan :
1. Diharapkan kepada pengelola pasar untuk melakukan pengaturan lebih baik lagi agar pasar tradisional dapat berfungsi denga baik.
2. Diharapkan kepada pemerintah untuk memperhatikan tenaga kebersihan terutama kebersihan pasar supaya pasar dapat terjaga dengan baik
3. Diharapkan kepada pedagang untuk menyediakan tempat sampah sementara seperti kardus, karung ataupun keranjang untuk mengumpulkan sampah masing- masing.
4. Diharapkan kepada masyarakat ikut berperan serta dalam menjaga kebersihan lingkungan di Pasar Raya Tapan.
DAFTAR PUSTAKA
Entjang, Indah.1993. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Bandung: PT. Citra Aditia Bakti.
Ermayuda. 2002. “Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Daerah Pemukiman Padat di Kota Solok. Skripsi FIS UNP
Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Notoatmodjo, Soekijo. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta
Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2007 Mengenai Penataan Dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan Dan Toko Modern.
Slamet, S. J. 2002. Kesehatan Lingkungan.
Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.
Supriyatno, Budi. 2009.Manajemen Tata Ruang.
Tangerang: CV. Media Brilian.
Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta