• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Kabupaten Lahat - Repository IAIN Bengkulu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Studi Kabupaten Lahat - Repository IAIN Bengkulu"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

Fungsi Bappeda dalam merencanakan pembangunan infrastruktur jalan di desa menurut Fiqh Siyasah (studi di Kabupaten Lahat). Bagaimana ulasan siyasah fiqh terhadap fungsi BAPPEDA dalam perencanaan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Lahat. Peneliti akan mengkaji fungsi BAPPEDA dalam perencanaan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Seronggo menurut Fiqh Siyasah dengan penelitian yang berlangsung di Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan.

Tabel  1.1  :  Nama-Nama  Infrastruktur  Jalan  Yang  Tidak  Terealisasi Dengan Baik di Kabupaten Lahat
Tabel 1.1 : Nama-Nama Infrastruktur Jalan Yang Tidak Terealisasi Dengan Baik di Kabupaten Lahat

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Kegunaan Penelitian
  • Penelitian Terdahulu
  • Metode Penelitian
  • Sistematika Penulisan

Pembahasan dalam skripsi ini terbagi menjadi lima bab dan tiap bab terbagi menjadi beberapa sub bab yaitu :.

KAJIAN TEORI

Tinjauan Umum tentang Perencanaan Pembangunan

Perencanaan merupakan suatu proses yang berkesinambungan, yang terdiri dari keputusan atau pilihan serta berbagai cara dalam menggunakan sumber daya yang ada, dengan tujuan untuk mencapai tujuan tertentu di masa yang akan datang. Perencanaan pembangunan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang merupakan suatu proses penyusunan secara sistematis kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dimana pemilihan tujuan tersebut dilakukan secara sadar berdasarkan skala kebutuhan dan memperhatikan faktor-faktor pembatas yang ada. .

Pemerintahan Daerah

Penyelenggaraan pemerintahan adalah presiden yang dibantu oleh seorang wakil presiden, dan penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah pemerintah daerah dan DPRD. Hal-hal wajib yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi adalah hal-hal yang berada pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota, antara lain: 29.

Pelaksanaan Tugas Fungsi BAPPEDA

BAPPEDA Tingkat I meliputi provinsi yang bertugas membantu Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I dalam menetapkan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan di daerah serta menilai pelaksanaannya. Sedangkan BAPPEDA terdiri dari Bupati/Kota Tingkat II dan bertugas membantu Bupati/Walikota Madya, Kepala Daerah Tingkat II dalam merumuskan kebijakan perencanaan pembangunan di daerah Tingkat II dan menilai pelaksanaannya. Menyusun pola dasar pembangunan daerah yang terdiri atas pola umum pembangunan daerah jangka panjang dan pola umum rencana pembangunan daerah jangka menengah dan jangka panjang (RPJMS dan RPJPD) tingkat I.

Mengkoordinasikan perencanaan antara Satuan Organisasi Dinas lainnya di lingkungan Pemerintah Daerah, instansi vertikal daerah tingkat II dan badan lain di lingkungan daerah terkait Tingkat I. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tingkat I bersama-sama dengan Biro Daerah Bidang Keuangan dengan koordinasi Sekretaris Daerah Tingkat I. Penyusunan model dasar pembangunan daerah yang terdiri atas model umum pembangunan daerah jangka panjang dan model umum Rencana Pembangunan Daerah Jangka Menengah dan Panjang (RPJMS dan RPJPD ) Tingkat II.

Menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tingkat II bersama Departemen Keuangan Daerah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Tingkat II. Melaksanakan kegiatan lain yang berkaitan dengan perencanaan sesuai dengan instruksi bupati/walikota untuk kepala daerah tingkat II.38.

Tinjauan Fiqh Siyasah

Bappeda Kabupaten Lahat merupakan SKPD yang memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah. Implementasi fungsi BAPPEDA dalam perencanaan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Lahat Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Lahat. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, BAPPEDA juga mempunyai beberapa faktor yang mendukung pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Lahat.

Kesimpulan dari hasil wawancara diatas adalah BAPPEDA membantu Kabupaten dalam proses perencanaan pembangunan daerah, salah satunya meliputi infrastruktur jalan di Kabupaten Lahat. Namun kendala yang menghambat perencanaan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Lahat tidak bisa kita hindari. Jadi dapat disimpulkan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lahat (BAPPEDA) merupakan lembaga yang membantu Bupati dalam merencanakan pembangunan Kabupaten Lahat.

Serta lambatnya respon Pemerintah Kabupaten Lahat dalam menyikapi kerusakan jalan di Desa Seronggo Kikim Timur. Serta lambatnya respon Pemerintah Kabupaten Lahat dalam menyikapi kerusakan jalan di Desa Seronggo Kikim Timur.

TINJAUAN UMUM OBJEK PENELITIAN

Gambaran Umum Kabupaten Lahat

Dalam berbagai data diketahui Pemerintah Kabupaten Lahat terbagi menjadi afdelling (Kediaman) dan onder afdelling (kediaman) dari 7 afdelling yang ada di Sumatera Selatan, di Kabupaten Lahat terdapat 2 (dua) afdelling yaitu afdelling Tebing Tinggi dengan 5 ( lima) daerah afdelling dan afdelling Lematang Ulu, Lematang Ilir, juga Kikim. Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Lahat resmi menjadi daerah Tingkat II sampai sekarang dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 menjadi Kabupaten Lahat. Tanggal 51 Mei 20 akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Lahat sesuai dengan Keputusan Gubernur Daerah Tingkat I Sumsel No.

Secara astronomis Kabupaten Lahat terbentang antara 3.250 hingga 4.150 Lintang Selatan dan antara 102.370 hingga 103.450 Bujur Timur. Daerah dataran rendah Kabupaten Lahat antara lain Kecamatan Lahat, Kikim Tengah dan beberapa kabupaten lainnya. Wilayah Kabupaten Lahat memiliki ketinggian daratan yang berbeda-beda, mulai dari 25 meter hingga lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.

Kabupaten Lahat beriklim tropis dengan rata-rata suhu udara maksimum 30,47 °C dan rata-rata suhu minimum 22,16 °C. Sedangkan rata-rata curah hujan dan curah hujan per bulan di Kabupaten Lahat 15.225 per hari dan 348.543 mm.

Keadaan Sosial Penduduk

Koordinasi penyusunan dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah (Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah) di bidang infrastruktur dan kawasan; Koordinasi pemberian bimbingan teknis perencanaan pembangunan daerah kepada perangkat daerah provinsi di bidang infrastruktur dan daerah; Perencanaan Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Daerah (Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah) pada Subsektor Prasarana Pekerjaan Umum;

Membuat konsep pengembangan teknis perencanaan pembangunan daerah perangkat daerah provinsi pada subsektor Prasarana Pekerjaan Umum; Membuat konsep pengembangan teknis perencanaan pembangunan daerah perlengkapan daerah subsektor prasarana pekerjaan umum; Perencanaan pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan rencana pembangunan daerah (rencana pembangunan jangka panjang, rencana pembangunan daerah jangka menengah, dan rencana kerja pemerintah daerah) di bidang perumahan rakyat dan kawasan permukiman, transportasi, komunikasi, dan informasi;

Perencanaan pelaksanaan perundingan perencanaan pembangunan rencana pembangunan daerah (rencana pembangunan jangka panjang, rencana pembangunan jangka menengah daerah, dan rencana kerja pemerintah daerah) pada subbidang penataan ruang dan pembangunan daerah serta penguatan masyarakat desa, dan Administrasi Publik (daerah); Tinjauan Fiqh Siyasah tentang fungsi BAPPEDA dalam perencanaan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Lahat, dimana Fiqh Siyasah pembangunan yang dilakukan oleh rakyat hendaknya hanya mencapai satu tujuan utama yaitu kesejahteraan rakyat.

Profil Kecamatan Kikim dan Jalan Rusak

Profil BAPPEDA Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan

Adanya tingkat kewenangan dalam pelaksanaan perencanaan pembangunan jalan menjadi dasar hukum pemberian kewenangan kepada wilayah Kabupaten Lahat untuk melaksanakannya. Penyiapan konsep pengembangan teknis perencanaan pembangunan daerah bagi perangkat daerah provinsi di bidang perumahan rakyat dan kawasan permukiman, transportasi, komunikasi dan informasi; Penyiapan konsep pengembangan teknis perencanaan pembangunan daerah bagi perangkat daerah provinsi pada subbidang penataan ruang dan pembangunan daerah, serta urusan penguatan masyarakat desa dan penyelenggaraan pemerintahan (kabupaten);

Dari siklus penyelenggaraan pemerintahan, BAPPEDA merupakan unsur pendukung pemerintah daerah dalam bidang perencanaan pembangunan daerah. Fungsi BAPPEDA dalam perencanaan pembangunan jalan di Kabupaten Lahat, penulis melakukan wawancara langsung dengan Ibu Yulia Anisa, SE., MM yang berprofesi sebagai analis kebijakan fungsional, beliau menyampaikan sebagai berikut. Secara siyasah fiqh, pelaksanaan fungsi BAPPEDA dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Lahat sesuai dengan ketentuan rububyyah, dimana setiap orang menyempurnakan segala petunjuk dan karunianya dengan melaksanakan ketentuan Allah.

Kinerja fungsi BAPPEDA dalam perencanaan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Lahat sudah sesuai dengan fungsinya, dimana pejabat BAPPEDA membantu bupati dalam proses perencanaan pembangunan daerah, salah satunya meliputi infrastruktur jalan di Kabupaten Lahat. Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan yang diuraikan di atas, guna tercapainya pelaksanaan tugas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Implementasi Fungsi BAPPEDA Dalam Perencanaan

Pelaksanaan fungsi BAPPEDA di bidang pembangunan prasarana jalan di Kabupaten Lahat merupakan satuan organisasi perencanaan, guna melaksanakan otonomi di bidang perencanaan pembangunan daerah dengan lebih efektif, efisien dan bertanggung jawab, sehingga pembangunan dapat dilaksanakan dengan perencanaan yang sesuai. memperhatikan memperhatikan seluruh aspek yang berkaitan dengan pembangunan, sehingga dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara optimal. Bidang Prasarana dan Wilayah dipimpin oleh seorang kepala departemen yang bertugas mengkoordinasikan, merumuskan dan menyiapkan bahan koordinasi, merumuskan dan melaksanakan kebijakan, memberikan bimbingan teknis dan memfasilitasi perencanaan pembangunan daerah dalam rangka pemantauan dan evaluasi Bidang Prasarana dan Wilayah.56. Sub Bidang Prasarana Pekerjaan Umum dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang dipimpin dan bertanggung jawab kepada Kepala Departemen Prasarana dan Wilayah yang bertugas menyiapkan bahan koordinasi, merumuskan dan melaksanakan kebijakan, memberikan bimbingan teknis. dan pemantauan dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah pada subsektor prasarana pekerjaan umum.

Adanya koordinasi antar pihak dalam proses perumusan kebijakan perencanaan pembangunan di daerah Lahat merupakan salah satu faktor kunci dan pendukung kelancaran proses perumusan kebijakan perencanaan pembangunan daerah. Tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan di wilayah Lahat menjadi salah satu indikator keberhasilan proses pengambilan kebijakan dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan daerah, karena usulan kegiatan perencanaan pembangunan khususnya pembangunan jalan berasal dari masyarakat. Seringkali terdapat kendala dalam perencanaan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Lahat pada tahap perencanaan dan pelaksanaan oleh BAPPEDA, hal ini lebih lanjut disampaikan oleh Ibu Yulia Anisa, SE., MM yang berprofesi sebagai Analis Kebijakan Fungsional.

Disinilah konsep tauhid dalam perencanaan pembangunan di Kecamatan Lahat Kecamatan Kikim sesuai dengan ajaran siyasah fiqh yaitu bahwa pembangunan hendaknya dilaksanakan dan diarahkan pada upaya melaksanakan segala ketentuan-Nya. Oleh karena itu, ke depan dalam melaksanakan Perencanaan Pembangunan Daerah, pemerintah akan lebih memperhatikan keinginan masyarakat, sehingga dapat merasakan pembangunan, khususnya jalan yang baik untuk menunjang kehidupan masyarakat.

Tinjauan Figh Siyasah Terhadap Fungsi BAPPEDA Dalam

PENUTUP

Kesimpulan

Jadi konsep pembangunan dalam fiqh siyasah adalah upaya pembangunan dari seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan eksistensi manusia seutuhnya. Oleh karena itu, konsep pembangunan dalam fiqh siyasah dapat dikatakan sebagai upaya pembangunan dari seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan eksistensi manusia seutuhnya.

Pemerintah dalam pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah diharapkan lebih memperhatikan aspirasi masyarakat, sehingga masyarakat dapat merasakan pembangunan, khususnya jalan yang baik untuk menunjang kehidupan masyarakat. Untuk mencapai pembangunan daerah yang terpadu, terarah dan tepat sasaran, BAPPEDA Kabupaten Lahat hendaknya meningkatkan koordinasi dengan kantor wilayah dan instansi vertikal melalui perencanaan, pemantauan dan evaluasi pembangunan yang dilaksanakan. Seharusnya aparat Desa Seronggo Timur mengupayakan perbaikan jalan dari Kabupaten dengan terus mengajukan usulan perbaikan jalan.

Prestasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kota Waringin Barat dalam pembangunan infrastruktur jalan wilayah.

Gambar

Tabel  1.1  :  Nama-Nama  Infrastruktur  Jalan  Yang  Tidak  Terealisasi Dengan Baik di Kabupaten Lahat

Referensi

Dokumen terkait

Definisi lain dari perencanaan geometrik merupakan bagian dari perencanaan bentuk fisik jalan sehingga dapat memenuhi fungsi dari dasar yaitu memberikan pelayanan yang optimum

Berdasarkan istilah-istilah di atas maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan judul skripsi Tinjauan Fiqh Siyasah Terhadap Keterwakilan Perempuan Pada Badan

Tinjauan fiqh siyasah terhadap implementasi nilai demokrasi dalam pemilihan kepala Desa Beringin Jaya Kecamatan Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan dapat

Bab ini membahas tentang teori, gambaran dan uraian-uraian yang menjelaskan tentang dasar-dasar perencanaan bangunan air dan juga berisi penjelasan mengenai

Dengan adanya Perencanaan Jalan Lingkar Utara Kota Wonosari diharapkan dapat lebih memberikan kelancaran transportasi, serta dapat meningkatkan peran dan fungsi

Fahrul Islam : Analisis Tentang Tugas Dan Fungsi Bappeda Dan Statistik Kabupaten Bone (Studi Tentang Pelaksanaan Koordinasi Perencanaan Pembangunan Daerah), 2012 Prog. Kerjasama

Dari uraian di atas menjadi jelas, bahwa setiap perusahaan yang melaksanakan produksi diperlukan adanya fungsi-fungsi perencanaan dan penngawasan produksi agar proses kegiatan tersebut

Analisis Perencanaan dan Pengendalian Proyek Pembangunan Infrastruktur Jalan Dengan Menggunakan Metode Critical Path Method CPM Studi Kasus: Proyek Jalan Tol Semarang- Demak... Analisis