• Tidak ada hasil yang ditemukan

(Studi Kasus di Kabupaten Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "(Studi Kasus di Kabupaten Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur)"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

i

EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENYELENGERAAN PELAYANAN PUBLIK PADA KEPEMIMPINAN BUPATI ERA PILKADA LANGSUNG TAHUN 2013

(Studi Kasus di Kabupaten Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur)

SKRIPSI

Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S-1) Jurusan Ilmu Administrasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa

Denpasar

OLEH :

JONIUS NANI BULU 1022121013

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA JURUSAN ILMU ADMINISTRASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS WARMADEWA

DENPASAR

2015

(2)

ii ABSTRAKSI

Pelayanan publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan publik. Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, aparatur pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang baik secara efektif dan efisien kepada masyarakat dalam rangka menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Efisiensi pelayanan adalah perbandingan terbaik antara input dan output pelayanan.

Secara ideal, pelayanan akan efisien apa bila birokrasi pelayanan dapat menyediakan input pelayanan, seperti biaya dan waktu pelayanan yang meringankan masyarakat pengguna jasa.

Demikian pula pada sisi output pelayanan, birokrasi secara ideal harus dapat memberikan pelayanan yang berkulitas, terutama dari aspek biaya dan waktu pelayanan. Sementara efektivitas pelayanan yang diberikan oleh lembaga pemerintahan sendiri adalah dimana ukuran berhasil tidaknya pencapaian tujuan organisasi tersebut dalam memberikan pelayanan kepada publik.

Sejalan dengan prinsip di atas dan dalam rangka untuk mempercepat akselerasi pembangunan daerah serta untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di daerah, maka diberikanlah ruang dan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri berdasarkan keunikan dan kekhasan daerah melalui penerapan sistem otonomi daerah. Dalam kebijakan tersebut, terkandung pula kebijakan untuk mendorong prinsip- prinsip demokrasi di daerah melalui pemberian ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat untuk memilih pemimpinnya secara langsung melalui proses yang demokratis. Tantangan yang dihadapi daerah dewasa ini adalah relevansi antara konsep idiil, harapan dan kenyataan di lapangan. Konsep pemilihan kepala daerah secara langsung diharapkan akan mampu melahirkan pemimpin yang benar-benar mengenal dan menguasai serta memahami persoalan-persoalan yang terjadi di daerah.

Melihat kenyataan yang terjadi selama ini, yang mana konsep pemilihan kepala daerah secara langsung ini dirasakan tidak memberikan solusi terkait masalah penyelenggaraan pelayanan publik di daerah, maka menjadi relevan untuk melakukan pengkajian secara mendalam terkait hubungan antara pemilihan kepala daerah secara langsung dengan kualitas pelayanan publik yang efektif dan efisien. Berdasarkan pada kenyataan ini, maka ditentukan judul penelitian “EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK PADA KEPEMIMPINAN BUPATI ERA PILKADA LANGSUNG TAHUN 2013”.

Studi kasus penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sumba Barat Daya Propinsi Nusa Tenggara Timur. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kabupaten Sumba Barat Daya Pada Kepemimpinan Bupati Era Pilkada Langsung Tahun 2013 Sudah Berjalan Efektif dan Efisien ? dan yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penyelenggaraan pelayanan publik di

(3)

iii

Kabupaten Sumba Barat Daya Pada Kepemimpinan Bupati Era Pilkada Langsung Tahun 2013 Sudah berjalan Efektif dan Efisien.

Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam kepada beberapa pelaksana pemerintahan di Kabupaten Sumba Barat Daya. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 16 orang. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yang mana penentuan sampel didasarkan pada kebutuhan penelitian.

Berdasarkan hasil analisis terhadap variabel Efektivitas (X1) ditemukan bahwa analisis terhadap indikator pencapaian tujuan, indikator integrasi dan indikator adaptasi dapat disimpulkan bahwa pelayanan sudah cukup efektif. Berdasarkan hasil analisis terhadap variabel Efisiensi (X2) dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pelayanan publik di Kabupaten Sumba Barat Daya, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pelayanan sudah cukup efisiensi berdasarkan penilaian terhadap indicator biaya pelayanan dan lama waktupemberianlayananpublik. Dan berdasarkan hasil analisis terhadap variabel Pelayanan Publik (X3) dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pelayanan publik sudah berjalan dengan baik.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penyelenggaraan pelayanan publik dikabupaten Sumba Barat Daya sudah berjalan dengan efektif dan efisien, artinya bahwa pelayanan yang diberikan oleh pemerintah daerah sebagai penyedia jasa layanan publik sudah sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat yaitu hasil pelayanan yang efektif dan efisien.

Referensi

Dokumen terkait

kepemimpinan elit desa da7am konteks perubahan struktur.. kehidupan kolektif dan struktur kekuasaan di

Adapun gap antara masyarakat berpendapatan tinggi dan rendah juga terdapat pada masyarakat sumba, hal ini dapat dilihat dari kegiatan pesta adat yang dilakukan,

bertempat di Kantor Bagian Pembangunan Setda/ULP Kabupaten Sumba Barat Daya, Pokja Pengadaan Bahan /Bibit Tanaman Pembuatan Reboisasi Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, ditemukan 35 kasus filariasis kronis di Kecamatan Kodi Balaghar, namun sejauh ini belum pernah

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, ditemukan 35 kasus filariasis kronis di Kecamatan Kodi Balaghar, namun sejauh ini belum pernah

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, ditemukan 35 kasus filariasis kronis di Kecamatan Kodi Balaghar, namun sejauh ini belum pernah

Berdasarkan analisis kelayakan administratif, baik ditinjau dari batas usia penyelenggaraan pemerintahan Kecamatan Tana Righu dan penyelengggaran desa di seluruh wilayah Kecamatan Tana

Tutut Subadyo dan Agus Zulkarnain, Konsep “Sumba Localism” Pada Perancangan Pasola Cultural Park di 99 Kabupaten Sumba Barat Daya bagian atas, bagian tengah dan bagian bawah yang