• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Kasus Mahasiswa Universitas Negeri Padang

N/A
N/A
Qutrun Nahda Amelia

Academic year: 2024

Membagikan " Studi Kasus Mahasiswa Universitas Negeri Padang"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS MOTIVASI ATLET CABANG OLAH RAGA BELA DIRI ATLET PEKAN OLAHRAGA NASIONAL (PON) ACEH SUMUT

KE XXI TAHUN 2024 STUDI KASUS : MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI PADANG

SKRIPSI

Diajukan kepada Tim Penguji Skripsi departemen Pendidikan Olahraga Sebagai Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

QUTRUN NAHDA AMELIA NIM. 21086079

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI DEPARTEMEN PENDIDIKAN OLAHRAGA

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG

(2)

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Judul : Analisis Motivasi Atlet Cabang Olahraga Bela Diri Atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh Sumut ke XXI Tahun 2024 : Studi Kasus Mahasiswa Universitas Negeri Padang

Nama : Qutrun Nahda Amelia

NIM/TM : 21086079/2021

Program Studi : Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Departemen : Pendidikan Olahraga

Fakultas : Ilmu Keolahragaan

Padang, November 2024

Mengetahui Disetujui

Ketua Departemen Pembimbing

Pendidikan Olahraga

Dr. Aldo Naza Putra, S. Pd. M. Pd. Dr. Rika Sepriani, M. Farm. Apt

NIP. 198909012018031001 NIP. 198609042010122003

(3)

PENGESAHAN TIM PENGUJI

Nama : Qutrun Nahda Amelia Nim : 21086079/2021

Dinyatakan Lulus Setelah Mempertahankan Skripsi di Depan Tim Penguji Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Departemen

Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

dengan judul

ANALISIS MOTIVASI ATLET CABANG OLAH RAGA BELA DIRI ATLET PEKAN OLAHRAGA NASIONAL (PON) ACEH SUMUT

KE XXI TAHUN 2024 STUDI KASUS : MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Padang, November 2024 Tim Penguji

Tanda Tangan 1. Dr. Rika Sepriani, M. Farm. Apt 1.

2. Dr. Damrah, M. Pd 2.

3. Dr. Atradinal, S. Pd. M. Pd 3.

(4)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa :

1. Karya tulis saya, tugas akhir berupa skripsi dengan judul “Analisis Motivasi Atlet Cabang Olahraga Bela Diri Atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh Sumut ke XXI Tahun 2024 : Studi Kasus Mahasiswa Universitas Negeri Padang” adalah hasil karya saya sendiri.

2. Karya tulis ini murni gagasan, rumusan, dan penelitian saya sendiri, tanpa bantuan pihak lain, kecuali dari pembimbing dan kontributor.

3. Di dalam karya tulis ini, tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis atau dipublikasikan orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas dicantumkan sebagai acuan di dalam naskah dengan menyebutkan pengarang dan dicantumkan pada kepustakaan.

4. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila terdapat penyimpangan di dalam pernyataan ini, saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar yang telah diperoleh karena karya tulis ini, serta sanksi lainnya sesuai norma dan ketentuan hokum yang berlaku.

Padang, November 2024

(5)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...i

DAFTAR TABEL...ii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang Masalah...1

B. Identifikasi Masalah...7

C. Batasan Masalah...7

D. Rumusan Masalah... 7

E. Tujuan Penelitian... 8

F. Manfaat Penelitian... 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA...10

A. Kajian Teori... 10

1. Atlet...10

2. Prestasi Atlet...14

3. Event Olahraga...18

4. Media Massa...20

5. Publikasi...23

B. Penelitian Yang Relevan...25

C. Kerangka Berpikir...27

D. Pertanyaan Penelitian...29

BAB III METODE PENELITIAN...30

A. Jenis Penelitian...30

B. Populasi dan Sampel...30

C. Waktu dan Tempat Penelitian...31

D. Tehnik Pengumpulan Data...32

E. Instrumen Penelitian...33

F. Tehnik Analisis Data...34

DAFTAR PUSTAKA...35

LAMPIRAN...40

(6)

DAFTAR TABEL

Table 1 Jumlah Sampel... 31

Table 2 Alternatif Jawaban Menurut Skala Likert...33

Table 3 Pencapaian Responden...33

Table 4 Skoring Kinerja Atlet...34

Table 5 Kisi-Kisi Kuisioner Kinerja Atlet...34

(7)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Olahraga merupakan suatu kegiatan yang memerlukan kondisi fisik yang optimal, olahraga pada saat ini bukan hanya untuk mendapatkan kebugaran jasmani semata saja, namun olahraga juga dapat dijadikan sebagai salah satu kegiatan positif yang memperoleh sebuah prestasi, seperti yang dijelaskan oleh UU No.11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Didalam Undang-Undang No.11 Tahun 2022 menyatakan bahwa :

“ Olahraga adalah segala kegiatan yang melibatkan pikiran, raga, dan jiwa secara terintegritas dan sistematis untuk mendorong, membina, serta mengembangkan potensi jasmani, rohani, sosial, dan budaya.”

Pendidikan pada dasarnya adalah suatu proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya (Atradinal, 2017). Keolahragaan berfungsi dalam mengembangkan kemampuan jasmani, rohani, dan sosial serta dapat membentuk watak dan kepribadian bangsa yang bermartabat.

Olahraga merupakan suatu aktivitas yang menggunakan keseluruhan anggota tubuh secara terstruktur dan dinamis, yang membuat suatu gerakan yang berkesinambungan.

Selain itu, berbagai Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) dan Peraturan Daerah (Perda) terkait olahraga di tingkat provinsi, termasuk di Sumatera Barat, juga mengatur mengenai pembinaan, penghargaan, dan pengembangan atlet di daerah. Peraturan-

(8)

peraturan ini memberikan kerangka kerja yang mendukung penelitian mengenai kinerja atlet dan pengaruh publikasi prestasi di media massa.

Pendidikan olahraga adalah pendidikan jasmani yang dilaksanakan sebagai bagian proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan untuk memperoleh pengetahuan, kepribadian, keterampilan, kesehatan dan kebugaran jasmani. Kehadiran media sosial memungkinkan atlet untuk mengekspos prestasi yang diraihnya dan melakukan interaksi kepada penggemarnya (Hayes & Research Online, 2020) dan memberikan jalan baru bagi mereka untuk mengelola merek, memasarkan diri kepada calon sponsor dan mendapatkan dukungan (Green, 2016).

Motivasi adalah suatu proses untuk meningkatkan motif/data menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan tertentu. Menurut Sholekhah dan Hadi (2014 : 372)

“motivasi adalah suatu proses psikolog yang mencerminkan sikap, kebutuhan, persepsi, dan keputusan yang terjadi pada diri seseorang dimana ada suatu dorongan untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan tertentu”. Sedangkan menurut Hartati (2015 : 2) “Motivasi merupakan suatu aspek psikis yang mendorong seseorang untuk mengekspresikan kemampuan suatu tindakan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki”.

Motivasi berasal dari dalam diri atlet itu sendiri yang disebut dengan motivasi interinsik dan motivasi yang berasal dari luar diri atlet

(9)

disebut dengan motivasi eksterinsik. Bagi atlet yang memiliki motivasi interinsik tidak perlu adanya ransangan dari luar. Sebagai contoh, atlet yang menyadari akan pentingnya latihan dengan penuh rasa semangat.

Pada umumnya, atlet yang memiliki motivasi tentu memiliki pemahaman dan pengetahuaan yang lebih mendalam tentang meningkatkan latihan mereka. Sedangkan motivasi eksterinsik yang dimiliki atlet akibat adanya ransangan dari luar sehingga mendorong atlet tersebut untuk lebih giat berlatih. Secara umum, ketekunan atlet yang memiliki motivasi eksterinsik untuk mengikuti latihan sangat tergantung kepada lingkungan sekitarnya.

Teori Tiga Motif McClelland (2024) masih sangat relevan. Ia mengidentifikasi tiga kebutuhan utama yang memotivasi perilaku manusia: kebutuhan akan prestasi (achievement), kebutuhan akan kekuasaan (power), dan kebutuhan akan afiliasi (affiliation). Orang yang termotivasi oleh prestasi berfokus pada tujuan yang terukur dan tanggung jawab. Mereka yang didorong oleh kekuasaan cenderung ingin mempengaruhi orang lain, sedangkan afiliasi menekankan pentingnya hubungan sosial dan keakraban Atlet yang menggunakan media sosial mungkin mempunyai resiko menjadi korban bullying oleh para pengikut atau fans jika penampilannya tidak sesuai ekspetasi atau gagal mendapatakkan juara pada kejuaraan tertentu (Hayes & Research Online, 2019).

Saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu

(10)

perkembangan tersebut untuk mengikutinya. Pendidikan masa kini mengacu pada pendidikan dengan multi dimensi yang mengedepankan pendekatan IPTEK (Litbang Kemendikbud, 2012). Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah gaya hidup manusia, baik dalam bekerja, bersosialisasi, bermain maupun belajar. Dampak perkembangan IPTEK terhadap proses pembelajaran adalah diperkayanya sumber dan media pembelajaran. Seperti buku teks, modul, film, video, televisi, web dan sebagainya.

Adanya keterkaitan antara teknologi dan juga ilmu pengetahuan tentu juga akan berdampak pada proses belajar mengajar dalam pendidikan. Proses belajar mengajar juga harus selalu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Harapannya dalam proses belajar mengajar harus selalu ada perkembangan atau juga langkah perbaikan agar tujuan dalam memajukan Pendidikan dapat tercapai sebagaimana mestinya. Menurut Pitnawati dan Damrah (2019), perkembangan pembelajaran Pendidikan jasmani, olahraga dan Kesehatan harus dirancang untuk memberikan pengalaman belajar mengajar yang melibatkan mental, fisik, melalui interaksi antara peserta didik dan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya.

Smartphone merupakan suatu hasil perkembangan teknologi saat ini. Tingginya ketertarikan peserta didik terhadap smartphone menunjukan bahwa dengan adanya smartphone merupakan salah satu potensi yang

(11)

(Sulisworo, 2012). Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif tentunya membutuhkan media pembelajaran yang menarik sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik menjadi lebih meningkat (Zulbahri dan Astuti, 2020.)

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemberitaan di media massa yang kemungkinan akan mempengaruhi motivasi atlet dalam pertandingan. Kemudian di lapangan peneliti juga melihat belum adanya strategi dalam mengelola motivasi atlet dan belum adanya evaluasi terhadap dampak publikasi media terhadap kinerja atlet. Dengan mengkaji bagaimana publikasi prestasi di media massa dapat mempengaruhi kinerja atlet, peneliti berharap dapat memberikan rekomendasi bagi atlet, pelatih, wartawan olahraga serta komite olahraga nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat mengenai strategi yang efektif dalam memanfaatkan media untuk meningkatkan motivasi dan kinerja atlet. Publikasi prestasi di media massa dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga, mendorong partisipasi yang lebih luas, dan pada akhirnya berkontribusi pada pengembangan atlet-atlet berbakat di masa depan.

Di Sumatera Barat, penelitian ini sangat relevan mengingat pentingnya PON (Pekan Olahraga Nasional) sebagai ajang berprestasi bagi para atlet daerah untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional. Dengan itu peneliti menganalisis kinerja atlet di Sumatera Barat berdasarkan publikasi prestasi para atlet di media massa. Latar belakang

(12)

kemungkinan akan mempengaruhi motivasi atlet dalam pertandingan, melihat belum adanya strategi dalam mengelola motivasi atlet dan belum adanya evaluasi terhadap dampak publikasi media terhadap kinerja atlet dalam memotivasi atlet di Sumatera Barat.

Terdapat beberapa kasus di mana atlet yang sebelumnya berprestasi mengalami penurunan performa setelah mendapat liputan luas di media massa. Melihat pemberitaan di media massa yang kemungkinan akan mempengaruhi motivasi atlet dalam pertandingan. Fenomena ini mengindikasikan adanya masalah yang lebih kompleks dalam hubungan antara publikasi prestasi dan kinerja atlet. Faktor-faktor seperti publikasi di media massa, motivasi atlet dan strategi dalam peningkatan prestasi atlet perlu dievaluasi lebih lanjut untuk memastikan bahwa publikasi media benar-benar memberikan dampak positif bagi kinerja atlet.

Hal ini mengindikasikan perlunya peneliti melihat pemberitaan di media massa yang mungkin akan mempengaruhi motivasi atlet dalam pertandingan, mencari tahu tentang strategi dalam mengelola motivasi atlet dan mengevaluasi dampak publikasi media terhadap kinerja atlet.

Untuk itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait dengan Analisis kinerja atlet berdasarkan publikasi prestasi di media massa : Studi kasus atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) Sumatera Barat.

(13)

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :

1. Pemberitaan di media massa mempengaruhi motivasi atlet dalam pertandingan.

2. Belum adanya strategi dalam mengelola motivasi atlet.

3. Belum adanya evaluasi terhadap dampak publikasi media terhadap kinerja atlet.

C. Batasan Masalah

Mengingat banyaknya permasalahan dan juga keterbatasan yang ada pada penulis, maka penulis memberikan pembatasan masalah yang akan diteliti berkaitan dengan bagaimana kinerja atlet berpengaruh berdasarkan publikasi prestasi atlet di media massa : Studi kasus atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan batasan masalah yang telah ditulis maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana pemberitaan di media massa mempengaruhi motivasi atlet dalam pertandingan?

2. Bagaimana strategi dalam mengelola motivasi atlet?

3. Bagaimana evaluasi terhadap dampak publikasi media terhadap kinerja atlet?

(14)

E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui bagaimana pemberitaan di media massa dapat mempengaruhi motivasi atlet dalam pertandingan.

2. Untuk mengetahui bagaimana strategi dalam mengelola motivasi atlet.

3. Untuk mengetahui bagaimana evaluasi terhadap dampak publikasi media terhadap kinerja atlet.

F. Manfaat Penelitian

Sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian yang telah dirumuskan maka penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pihak pihak sebagai berikut :

1. Bagi peneliti : Menambah wawasan tentang bagaimana publikasi media mempengaruhi motivasi dan kinerja atlet serta menyediakan data empiris yang memperkaya studi tentang hubungan antara media massa dan prestasi atlet.

2. Bagi atlet : Memberikan wawasan tentang cara mengelola tekanan dan ekspektasi yang timbul akibat sorotan media massa, serta mengidentifikasi kebutuhan dukungan psikologis yang dapat membantu atlet menjaga performa mereka.

3. Bagi pelatih : Penelitian ini membantu pelatih memahami dampak publikasi media, merancang strategi motivasi yang efektif,

(15)

mengevaluasi dan memperbaiki metode pelatihan, serta mengembangkan program pelatihan yang lebih komprehensif dan berbasis bukti.

4. Bagi komite olahraga nasional Indonesia (KONI) : Penelitian ini memberikan KONI Sumatera Barat wawasan untuk memahami dampak publikasi media, meningkatkan strategi motivasi dan pelatihan, serta mengevaluasi kebijakan untuk mendukung pengembangan atlet secara efektif dan berkelanjutan.

5. Bagi wartawan olahraga : Dapat memberikan panduan tentang cara meliput prestasi atlet secara positif tanpa memberikan tekanan berlebihan. Menyadarkan penulis media tentang dampak liputan mereka terhadap kinerja dan kesejahteraan atlet.

(16)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

Penelitian ini membutuhkan beberapa kajian teori yang berkaitan dengan permasalahan maupun ruang lingkup penelitian sebagai pendukung untuk menyusun laporan penelitian ini. Teori-teori tersebut diantaranya adalah pemaparan tentang atlet, prestasi atlet, event olahraga dan yang terakhir adalah membahas media massa.

1. Atlet

a. Pengertian Atlet

Atlet adalah individu yang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap suatu cabang olahraga tertentu dan secara sistematis terlibat dalam latihan intensif serta kompetisi. Mereka mengembangkan keterampilan fisik, teknis, dan mental yang khusus untuk mencapai performa optimal dalam olahraga mereka. Atlet tidak hanya mewakili keahlian dalam olahraga, tetapi juga menjadi contoh dedikasi, disiplin, dan semangat kompetitif.

Mereka berperan penting dalam menginspirasi dan memotivasi generasi muda serta mempromosikan nilai-nilai positif seperti kerja keras, ketekunan, dan sportivitas dalam masyarakat.

Tudor Bompa (2017), seorang ahli dalam bidang pelatihan olahraga, mendefinisikan atlet sebagai individu yang tidak hanya menunjukkan kemampuan fisik yang tinggi, tetapi juga menjalani proses

(17)

periodisasi latihan yang terstruktur untuk meningkatkan performa maksimal. Menurut Bompa, atlet membutuhkan pendekatan holistik yang mencakup pengembangan fisik, mental, dan teknis. Latihan harus dirancang dalam siklus (periodisasi) untuk menghindari overtraining dan memastikan puncak performa pada saat kompetisi (Wikipedia Indonesia).

Bompa juga menekankan pentingnya strategi jangka panjang dalam pengembangan atlet.

Boris Chudnovsky (2020), mengemukakan bahwa atlet adalah individu yang berpartisipasi dalam kompetisi olahraga dengan tujuan mencapai performa terbaik, melalui latihan intensif dan pengembangan keterampilan. Menurut Josephine H. Lee (2021), atlet merupakan orang yang mengabdikan dirinya dalam olahraga, tidak hanya dalam aspek fisik, tetapi juga mental, untuk mencapai tujuan yang kompetitif.

Menurut David Epstein (2022), atlet merupakan individu yang mengintegrasikan aspek genetika, lingkungan dan pelatihan untuk mencapai prestasi tinggi dalam olahraga tertentu. Sedangkan, menurut Michael S. G. (2023), atlet diartikan sebagai seseorang yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan untuk menghadapi tekanan dan mengelola emosi saat berkompetisi. Dan menurut Laura Williams (2023), Menurutnya, atlet adalah individu yang berkomitmen pada disiplin tertentu, dengan berfokus pada pengembangan fisik, mental dan strategi untuk meraih sukses di arena kompetisi.

(18)

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa atlet merupakan individu yang berdedikasi pada suatu cabang olahraga, menjalani latihan intensif secara sistematis untuk mencapai performa optimal dalam kompetisi dan mereka yang mengembangkan keterampilan fisik, mental, dan teknis, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam hal disiplin dan sportivitas. Atlet tidak hanya memerlukan kemampuan fisik, tetapi juga strategi jangka panjang, pengelolaan emosi, dan pendekatan holistik untuk mencapai kesuksesan di dunia olahraga.

b. Karakteristik Atlet

Karakteristik atlet mencakup berbagai aspek fisik, mental, dan emosional yang membedakan mereka dari individu lainnya. Atlet biasanya memiliki tingkat kebugaran fisik yang tinggi, termasuk kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, dan kecepatan. Mereka menjalani latihan intensif untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi fisik mereka. Menurut Tudor Bompa (2017), atlet harus mengembangkan kebugaran fisik yang mencakup kekuatan, kecepatan, daya tahan, dan kelincahan, yang dilatih secara periodik untuk mencapai performa optimal tanpa risiko overtraining. Atlet menunjukkan komitmen yang kuat terhadap olahraga mereka, mengikuti jadwal latihan yang ketat, dan menjalani rutinitas yang disiplin untuk mencapai tujuan mereka. Ketahanan mental adalah karakteristik penting bagi atlet. Mereka harus mampu mengatasi tekanan, menghadapi kekalahan, dan bangkit kembali dari cedera atau kemunduran.

(19)

Ada beberapa karakteristik atlet menurut para ahli. Boris Chudnovsky (2020) menyatakan bahwa atlet perlu menguasai keterampilan teknis yang spesifik untuk cabang olahraganya dan melatih teknik tersebut secara intensif untuk meningkatkan performa dalam kompetisi. Josephine H. Lee (2021) berpendapat bahwa selain kemampuan fisik, atlet harus memiliki ketahanan mental yang kuat untuk mengatasi tekanan saat latihan dan kompetisi. Kekuatan mental ini mencakup kemampuan menjaga fokus dan mengatasi tantangan psikologis. Michael S. G. (2023) menekankan pentingnya disiplin dan dedikasi dalam kehidupan atlet. Atlet yang sukses adalah mereka yang secara konsisten menjalani latihan rutin, menjaga pola makan, dan menjaga kebugaran tubuh demi mencapai hasil terbaik di kompetisi.

Sedangkan Laura Williams (2023) menyatakan bahwa seorang atlet harus menunjukkan ketekunan yang luar biasa dan terus bekerja keras, bahkan ketika menghadapi kegagalan atau tantangan, agar bisa meraih keberhasilan dalam jangka panjang. Menurut David Epstein (2022), atlet yang berprestasi tinggi mampu mengelola emosinya dengan baik, baik dalam situasi kemenangan maupun kekalahan. Kemampuan ini penting untuk menjaga sportivitas dan fokus selama pertandingan. Tudor Bompa (2017) memperkenalkan konsep periodisasi dalam pelatihan atlet, di mana latihan dilakukan dalam siklus terstruktur untuk menghindari kelelahan fisik dan mental. Hal ini bertujuan untuk memastikan puncak

(20)

S. G. (2023) juga menekankan bahwa selain keterampilan fisik dan teknis, atlet harus memiliki kecerdasan taktis. Mereka harus mampu mengambil keputusan yang tepat dan cepat selama pertandingan untuk merespons situasi yang dinamis.

Atlet memiliki motivasi yang tinggi dan ambisi untuk mencapai keberhasilan dalam bidang olahraga mereka. Bagi atlet yang terlibat dalam olahraga tim, kemampuan untuk bekerja sama dengan rekan setim adalah esensial. Mereka harus mampu berkomunikasi, mendukung, dan bekerja sama untuk mencapai kemenangan bersama. Atlet memiliki kemampuan untuk tetap fokus dan berkonsentrasi, baik dalam latihan maupun dalam kompetisi. Ini memungkinkan mereka untuk mengoptimalkan performa mereka. Ini termasuk teknik bermain, strategi, dan taktik yang diperlukan untuk bersaing di tingkat tertinggi. Para ahli mengemukakan beberapa karakteristik penting yang harus dimiliki oleh seorang atlet. Atlet perlu menguasai keterampilan teknis spesifik dan melatihnya secara intensif.

Juga ketahanan mental untuk menghadapi tekanan sangat penting.

Pentingnya disiplin, ketekunan dan dedikasi dalam rutinitas latihan serta kecerdasan taktis dalam pertandingan. Atlet juga harus mampu mengelola emosi dengan baik. Atlet juga harus menjaga periodisasi untuk performa yang optimal.

2. Prestasi Atlet

a. Pengertian Prestasi Atlet

(21)

Prestasi sangat berbeda dengan kesuksesan menurut Kriegstein (2018) bahwa secara filosofi makna prestasi terletak pada kemampuan individu mencapai keberhasilan. Artinya, pengertian prestasi terletak pada kata kemampuan itu sendiri, dan keberhasilan atau kesuksesan hanyalah dampak dari prestasi alih-alih kemampuan individu. Gould dan Dieffenbach (2018), prestasi atlet adalah hasil dari kombinasi antara bakat, dedikasi, dan faktor lingkungan, termasuk dukungan pelatih dan keluarga.

Larson (2019), menurutnya, prestasi atlet tidak hanya diukur dari medali atau penghargaan, tetapi juga dari perkembangan keterampilan dan pengalaman dalam proses latihan.

Weinberg dan Gould (2020), menyatakan bahwa prestasi atlet mencakup aspek mental dan fisik, di mana mental toughness dan manajemen stres berperan penting dalam mencapai hasil yang optimal.

Fletcher dan Sarkar (2021), mengatakan prestasi atlet ditentukan oleh kemampuan untuk mengatasi tekanan kompetisi dan performa dalam situasi kritis, serta kekuatan mental yang dimiliki. Baker dan Wang (2022), berargumen bahwa prestasi atlet dapat dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya, yang membentuk motivasi dan tujuan individu dalam olahraga.

Prestasi atlet merupakan hasil dari kombinasi antara kemampuan individu, ketangguhan mental, dukungan lingkungan, serta pengaruh sosial dan budaya, di mana kesuksesan adalah dampak dari pencapaian tersebut,

(22)

kemampuan individu mencapai keberhasilan, yang membentuk motivasi dan tujuan individu dalam olahraga.

b. Faktor Faktor yang mempengaruhi prestasi atlet

Prestasi atlet dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat dikategorikan ke dalam beberapa aspek, yaitu :

1. Kecemasan

Berdasarkan hasil penelitian Kaye, Frith, dan Vosloo (2014) menemukan bahwa kecemasan yang dialami oleh atlet berusia remaja sangat mempengaruhi turunnya prestasi mereka. Lanjut Kaye dkk (2014) bahwa turunnya prestasi atlet disebabkan oleh dominasi orang tua yang terlalu mendorong atlet untuk berhasil dalam sebuah pertandingan sehingga membuat mereka menjadi cemas. Akibatnya prestasi atlet menjadi turun. Hasil penelitian dari Kaye dkk (2014) itu mendukung penelitian yang dilakukan oleh Sideridis (2008) bahwa kondisi kecemasan sangat mempengaruhi prestasi atlet. Sideridis (2008) meyakini bahwa apabila atlet memiliki orientasi pencapaian tujuan yang terlepas dari dominasi orang tua maka hal ini dapat menurunkan kecemasan mereka sehingga prestasi atlet menjadi meningkat.

Penelitian Li (2013) juga menunjukan bahwa atlet yang memiliki kecemasan tinggi disebabkan oleh upaya menghindari pencapaian tujuan yaitu berhasil dalam pertandingan. Selain itu, penelitian baru menekankan bahwa kecemasan performa dapat memengaruhi kondisi mental dan fisik

(23)

berdampak pada performa secara keseluruhan. Ini dapat menciptakan siklus di mana penghindaran terhadap kompetisi atau pengulangan latihan yang berlebihan hanya meningkatkan kecemasan, membatasi kemampuan atlet untuk tampil optimal. Temuan ini memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana kecemasan mempengaruhi perilaku, memperkuat kesimpulan Li tentang penghindaran yang didorong oleh kecemasan pada atlet.

2. Efikasi diri

Penelitian meta-analisis yang dilakukan oleh Huang (2016) pada 150 studi tentang prestasi dengan efikasi diri menunjukkan bahwa efikasi diri sangat mempengaruhi prestasi atlet. (Barnson dan Watson, 2011) juga mengatakan coaching efficacy sangat mempengaruhi prestasi atlet menjadi meningkat. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Gao, Xiang, Harrison JR, Guan, dan Rao (2008) juga menunjukan bahwa prestasi atlet sangat dipengaruhi oleh efikasi diri. Lanjut Gao dkk (2008) bahwa prestasi atlet yang dipengaruhi efikasi diri dalam tinjauan kebudayaan Amerika dan Cina cukup berbeda.

Hasil penelitian kualitatif dari Valiante dan Morris (2013) menunjukkan bahwa atlet yang berhasil di masa lalu akan sangat berpengaruh pada meningkatnya efikasi diri di kemudian hari, maupun sebaliknya secara resiprokal. Artinya, jika atlet berhasil di masa lalu, maka kondisi efikasi diri di masa depan akan semakin meningkat, yang kemudian berpengaruh kuat pada prestasi atlet. Hal ini menunjukan bahwa

(24)

antara efikasi diri dengan prestasi saling mempengaruhi (Valiante dan Morris, 2013). Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi sangatlah dipengaruhi oleh kecemasan dan efikasi diri.

3. Event Olahraga

Bagi pecinta olahraga, event olahraga adalah sesuatu yang tak terlupakan. Di sini, kita bisa menyaksikan aksi para atlet hebat yang beradu kemampuan dalam berbagai pertandingan. Beberapa contoh event olahraga yang populer adalah Piala Dunia FIFA, Olimpiade, dan SEA Games. Mason (2021), menyatakan bahwa event olahraga dapat dikelompokkan berdasarkan formatnya, seperti turnamen, liga, atau kejuaraan, yang memengaruhi cara atlet berkompetisi dan pengelolaan acara. Smith dan Jones (2022), menjelaskan bahwa jenis event olahraga juga dapat dilihat dari perspektif penyelenggara, termasuk event lokal, nasional, dan internasional, yang masing-masing memiliki tantangan dan peluang tersendiri. Thompson (2023), mengategorikan event olahraga berdasarkan level kompetisi, seperti amatir dan profesional, yang mencerminkan tingkat keterampilan dan komitmen atlet.

Ada beberapa jenis event olahraga, diantaranya adalah event olahraga lokal adalah kegiatan atau kompetisi olahraga yang diadakan dalam lingkup komunitas, kota, atau daerah tertentu. Event ini biasanya diorganisir oleh pemerintah setempat, organisasi olahraga, sekolah, atau komunitas lokal dengan tujuan untuk mempromosikan olahraga, mengembangkan bakat lokal, mempererat hubungan antar anggota

(25)

masyarakat, dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan warga.

Event olahraga nasional adalah kompetisi atau kegiatan olahraga yang diadakan di tingkat nasional dan diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah atau provinsi dalam satu negara. Tujuan dari event olahraga nasional adalah untuk mengembangkan bakat atlet dalam negeri, meningkatkan semangat persatuan, dan mempromosikan olahraga di seluruh negara tersebut. Salah satunya Pekan Olahraga Nasional (PON). Event olahraga internasional adalah kompetisi atau kegiatan olahraga yang melibatkan peserta dari berbagai negara di seluruh dunia. Tujuan dari event olahraga internasional adalah untuk mempromosikan persahabatan dan kerjasama internasional melalui olahraga, serta untuk menentukan atlet atau tim terbaik di dunia dalam berbagai disiplin olahraga. Contohnya Piala Dunia FIFA, Olimpiade, dan SEA Games.

Event olahraga menjadi momen yang sangat dinanti oleh para penggemar karena menghadirkan aksi menegangkan dari para atlet yang berkompetisi di berbagai cabang. Event olahraga bisa diklasifikasikan berdasarkan formatnya, seperti turnamen, liga, atau kejuaraan, yang memengaruhi cara para atlet berkompetisi dan bagaimana acara tersebut dikelola. Selain itu, event olahraga juga dapat dilihat dari perspektif penyelenggara, mencakup event lokal, nasional, dan internasional, yang masing-masing menghadirkan tantangan dan peluang yang berbeda dalam pengelolaannya. Event lokal biasanya berfokus pada partisipasi komunitas, sedangkan event nasional dan internasional lebih kompleks dengan skala

(26)

yang lebih besar. Jenis event olahraga juga dapat dikategorikan berdasarkan level kompetisi, yaitu amatir dan profesional. Level amatir biasanya diikuti oleh atlet yang masih dalam tahap pengembangan atau bersaing untuk pengalaman, sedangkan event profesional diisi oleh atlet yang sudah matang dalam kariernya dan siap untuk berkompetisi di panggung yang lebih tinggi. Tingkat keterampilan dan komitmen yang berbeda di antara atlet amatir dan profesional ini juga memengaruhi kualitas dan intensitas kompetisi yang disuguhkan di setiap event.

4. Media Massa

a. Pengertian Media Massa

Media massa adalah sarana penyampaian pesan kepada orang banyak secara serentak dan masif. Massa media identik dengan pers dan jurnalistik. Lippmann (2021), menekankan bahwa media massa tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga membentuk persepsi masyarakat tentang realitas. Katz dan Blumler (2022), mengemukakan bahwa media massa memiliki peran penting dalam memengaruhi perilaku sosial dan budaya, melalui efek agenda-setting dan framing. Napoli (2023), ia menggambarkan media massa sebagai ekosistem yang kompleks, di mana berbagai platform berinteraksi untuk memengaruhi cara informasi dikonsumsi dan disebarkan. Couldry (2023), yang menyatakan bahwa media massa berfungsi sebagai arena di mana identitas dan kekuasaan sosial dibentuk dan dipertandingkan.

(27)

Menurut Ardiansyah (2011 : 3), suatu media dapat dikatakan sebagai media massa jika memiliki kriteria sebagai berikut :

1. Terbit secara teratur atau dalam jangka waktu yang sering. Setiap massa media memiliki jangka waktu terbit sesuai dengan jenis medianya, seperti koran yang terbit harian; atau majalah yang terbit mingguan, dwi mingguan, bulanan atau triwulan.

2. Memiliki berbagai jenis atau ragam berita. Dalam satu media massa baik cetak maupun elektronik harus terdapat beragam dalam menyajikan beritanya, dapat berupa berita ataupun kolom.

3. Memiliki nama dan bentuk yang tetap dan dikenal (ada identitas tetap). Massa media harus memiliki nama sebagai identitas dan ciri khas dari media tersebut.

4. Metode komunikasi yang erat kaitannya dengan media komunikasi massa ialah jurnalisme (jurnalistik). Jurnalis melakukan komunikasi (komunikasi massa) dengan cara menyampaikan berita melalui media massa.

b. Jenis Jenis Media Massa

Jenis-jenis media massa terdiri dari media cetak, media penyiaran (radio dan televisi), dan media online. Media cetak adalah media komunikasi massa dalam bentuk lembaran kertas berisi tulisan dan gambar yang dicetak. Dari segi format dan ukuran kertas, media cetak meliputi : Koran atau suratkabar (ukuran kertas broadsheet atau 1/2 plano), Tabloid (1/2 lembar lebar), Majalah (1/2 tabloid atau kertas ukuran folio/kwarto).

(28)

Jenis media cetak yang tidak masuk kategori media massa karena audiensnya kalangan terbatas, yakni : Buku (1/2 majalah), Newsletter (folio/kwarto, jumlah halaman lazimnya 4-8), Buletin (1/2 majalah, jumlah halaman lazimnya 4-8). Media Elektronik yang disebut juga media penyiaran ( media penyiaran ), media elektronik adalah media yang menyajikan informasi dalam format suara (audio) dan gambar (visual) dengan menggunakan teknologi elektro. Media elektronik terdiri dari : Radio, Televisi dan Film. Media online atau media bold adalah sarana publikasi informasi melalui situs web di internet. Media Online disebut juga situs berita, media siber ( cyber media ), media internet, dan media digital. Media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram juga termasuk media massa dari sisi audiens atau khalayak pembaca yang bersifat umum dan banyak (publik).

c. Fungsi Media Massa

Menurut UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers, media massa memiliki fungsi sebagai berikut :

1) Informasi 2) Pendidikan 3) Hiburan 4) Kontrol sosial.

5) Lembaga ekonomi.

Fungsi media massa selengkapnya sama dengan fungsi komunikasi massa sebagaimana dikemukakan para ahli sebagai berikut. Menurut

(29)

Wright fungsi media massa dapat dikatakan sebagai media pengawasan (Surveillance) – terhadap berbagai peristiwa yang dijalankan melalui proses peliputan dan pemberitaan dengan berbagai dampaknya –tahu, panik, terancam, gelisah, apatis, dsb. Media penafsiran (Korelasi) – mobilisasi massa untuk berpikir dan memberi isyarat atas suatu peristiwa atau masalah. Lalu sebagai transmisi Kultural (Transmisi Budaya) – pewarisan budaya, sosialisasi. Dan terakhir sebagai Hiburan. Tentang bagaimana peran media selanjutnya ditentukan oleh jenis media itu sendiri dan cara penggunaan media oleh khalayak.

5. Publikasi

a. Pengertian Publikasi

Publikasi adalah proses penyebaran informasi atau konten kepada khalayak luas melalui berbagai media, seperti buku, jurnal, majalah, surat kabar, internet, dan media elektronik lainnya. Tujuan utama dari publikasi adalah untuk menyampaikan informasi, hasil penelitian, karya ilmiah, berita, atau bentuk komunikasi lainnya kepada audiens yang ditargetkan.

Publikasi bisa dilakukan oleh individu, organisasi, lembaga pendidikan, perusahaan, dan penerbit. Sumber Pengertian Publikasi menurut KBBI, publikasi adalah proses penerbitan atau penyebaran informasi kepada umum melalui media massa.

Menurut ahli, Creswell (2018), publikasi adalah proses menyebarkan hasil penelitian atau informasi kepada khalayak melalui media formal seperti jurnal, buku, dan konferensi. Day dan Gastel (2020)

(30)

yang mendefinisikan publikasi sebagai cara untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan pengetahuan, sehingga berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan. Booth et al. (2021), ia mengatakan bahwa publikasi merupakan bagian penting dari komunikasi akademik yang memungkinkan penulis untuk berbagi temuan dan mendapatkan umpan balik dari komunitas ilmiah. American Psychological Association (2022) menyatakan bahwa publikasi adalah langkah kunci dalam proses penelitian, yang berfungsi untuk menvalidasi dan mengesahkan hasil penelitian di kalangan ilmuwan. Weller dan Anderson (2023), menekankan bahwa publikasi kini juga meliputi bentuk digital dan terbuka, yang memperluas aksesibilitas dan distribusi informasi.

Publikasi adalah proses penyebaran informasi atau konten kepada masyarakat luas melalui berbagai media, seperti buku, jurnal, majalah, surat kabar, internet, dan media elektronik. Tujuan utamanya adalah menyampaikan informasi, hasil penelitian, karya ilmiah, berita, atau bentuk komunikasi lainnya kepada audiens yang ditargetkan. Publikasi dapat dilakukan oleh individu, organisasi, lembaga pendidikan, perusahaan, dan penerbit. Selain melalui media cetak, publikasi juga mencakup bentuk digital dan terbuka, yang meningkatkan aksesibilitas serta distribusi informasi, berperan penting dalam menyebarkan pengetahuan dan hasil penelitian kepada khalayak luas.

(31)

B. Penelitian Yang Relevan

1. Penelitian oleh Widya Asri Pramukti dan Andry Akhiruyanto (2021) yang berjudul "Pengaruh Pemberitaan Media Massa Pada Motivasi Atlet di Kabupaten Banyumas" menggunakan metode kualitatif.

Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 10 atlet yang meraih medali pada Porprov Surakarta 2018 dan 14 informan pendukung (10 pelatih dan 4 pekerja jurnalistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan media massa memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi atlet. Pemberitaan positif dapat meningkatkan semangat dan motivasi, sedangkan pemberitaan negatif dianggap sebagai kritik yang membangun. Kesimpulannya adalah bahwa pemberitaan media massa dipersepsikan secara positif oleh atlet sebagai faktor yang menambah motivasi.

Penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian yang sedang dilakukan, yaitu berfokus pada pengaruh pemberitaan media massa terhadap motivasi atlet. Namun, perbedaannya adalah metodenya, teknik analisis data dan tingkat atlet yang diteliti. Pramukti dan Akhiruyanto menggunakan triangulasi serta pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek atlet tingkat PORPROV, sementara penelitian yang sedang dilakukan menggunakan angket kuesioner, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis data kuantitatif

(32)

berupa pengumpulan data dengan skala likert, dengan subjek atlet tingkat PON.

2. Penelitian oleh Hanifan Ma’ruf dan Haresti Asysy Amrihani (2022) berjudul "Perspektif Media Massa terhadap Atlet Transgender di Dunia Olahraga: Analisis Framing pada Pemberitaan New York Post"

menyimpulkan bahwa media masih membingkai kehadiran atlet transgender dalam olahraga sebagai masalah. Alasan yang sering dikemukakan terkait dengan keadilan kompetisi karena perbedaan kemampuan fisik, terutama dalam cabang olahraga perempuan.

Pemberitaan New York Post, melalui penekanan sintaksis, skrip, tematik, dan retoris, membingkai atlet transgender sebagai ancaman terhadap olahraga perempuan. Meskipun demikian, media tetap memberikan ruang bagi diskursus transgender dalam olahraga, termasuk upaya-upaya badan olahraga untuk mengakomodasi hak-hak transgender. Media massa juga tidak menampilkan diskriminasi terhadap atlet transgender, yang masih mendapat perlindungan hak untuk berkompetisi secara profesional.

Persamaan dengan penelitian yang sedang dilakukan adalah menganalisis pengaruh pemberitaan media massa terhadap motivasi atlet.

Perbedaannya terletak pada teknik analisis data. Penelitian oleh Ma’ruf dan Amrihani menggunakan metode analisis framing model Pan dan Kosicki, dengan fokus pada atlet sepeda transgender asal Kanada, Rachel McKannon, yang memicu kontroversi dalam kejuaraan internasional.

(33)

pengumpulan data berupa angket kuesioner dan dokumentasi, serta analisis data kuantitatif dengan pengumpulan data, fokusnya adalah pada atlet tingkat PON (Pekan Olahraga Nasional).

C. Kerangka Berpikir

Publikasi prestasi atlet di media massa semakin mendapat perhatian, khususnya di event olahraga besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). Media massa memainkan peran penting dalam membentuk persepsi publik terhadap prestasi atlet, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi motivasi dan kinerja atlet. Namun, pengelolaan motivasi atlet yang terpapar pemberitaan media massa belum banyak mendapatkan perhatian, sehingga diperlukan studi mendalam untuk memahami pengaruhnya terhadap performa atlet serta strategi pengelolaannya.

Pemberitaan di media massa, baik positif maupun negatif, dapat memengaruhi tingkat motivasi atlet. Motivasi ini dapat mendorong atlet untuk meningkatkan performa atau, sebaliknya, menyebabkan tekanan yang menurunkan kinerja. Kemudian, belum ada strategi yang terstruktur dalam mengelola motivasi atlet yang terpapar pemberitaan media.

Kebutuhan akan intervensi psikologis atau pelatihan mental menjadi krusial agar motivasi tetap stabil dan optimal selama kompetisi.

Hingga saat ini, belum banyak penelitian atau evaluasi yang secara

(34)

spesifik meneliti dampak publikasi media massa terhadap kinerja atlet, terutama dalam konteks event nasional seperti PON.

Pemberitaan yang intens, baik berupa pujian atau kritik, dapat berdampak pada aspek psikologis atlet. Publikasi prestasi yang positif cenderung meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi, sedangkan pemberitaan negatif dapat menciptakan tekanan berlebih yang menghambat performa. Media massa sebagai sarana penyebaran informasi memainkan peran sentral dalam membentuk citra atlet. Pemberitaan yang terus-menerus dapat memengaruhi cara pandang atlet terhadap diri sendiri, yang kemudian berdampak pada motivasi internal dan kinerja saat bertanding. Banyak atlet tidak memiliki panduan yang jelas tentang bagaimana mengelola motivasi mereka ketika terpapar pemberitaan media.

Hal ini mengakibatkan ketidaksiapan mental saat menghadapi tekanan yang berasal dari ekspektasi publik.

Pada penelitian ini, peneliti akan menganalisis bagaimana pemberitaan di media massa memengaruhi motivasi dan kinerja atlet selama PON XXI Tahun 2024. Penelitian ini juga akan mengidentifikasi strategi yang efektif dalam mengelola motivasi atlet terkait pemberitaan media massa. Melalui evaluasi dampak publikasi media, penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana media memengaruhi kinerja atlet dan bagaimana strategi manajemen dapat meminimalkan dampak negatif.

(35)

Publikasi prestasi atlet di media massa memiliki peran signifikan dalam memengaruhi motivasi dan kinerja atlet. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan motivasi yang efektif serta evaluasi dampak publikasi terhadap kinerja atlet, khususnya dalam event besar seperti PON XXI Tahun 2024. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pengelolaan motivasi atlet dan peran media massa dalam mempengaruhi performa mereka.

D. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir yang telah dipaparkan, timbul pertanyaan penelitian yaitu, bagaimana pemberitaan di media massa mempengaruhi motivasi atlet dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024.

(36)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Penelitian deskriptif dirancang untuk memperoleh informasi tentang status gejala saat penelitian. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif karena ingin menganalisis bagaimana media massa mempublikasikan prestasi atlet dan bagaimana hal tersebut mencerminkan kinerja atlet pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024.

Penelitian deskriptif adalah pendekatan yang tidak bermaksud menguji hipotesis tetapi lebih menggambarkan keadaan seperti apa adanya tentang suatu variabel, gejala atau keadaan (Suharsimi Arikunto, 2010 : 234).

Dalam penelitian deskriptif fakta-fakta hasil penelitian disajikan apa adanya. Desain atau rancangan dalam penelitian yaitu desain penelitian survei.

B. Populasi dan Sampel a. Populasi

Menurut Sugiyono (2018 : 117) Populasi merupakan wilayah generalisasi (suatu kelompok) yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Menurut Suharsimi Arikunto (2019 : 109) menyatakan bahwa sampel adalah

(37)

sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah beberapa atlet dari berbagai cabang olahraga di Sumatera Barat yang berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh 2024.

b. Sampel

Menurut Sugiyono (2019 : 131) Mengemukakan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.

Sampel penelitian ini adalah beberapa atlet Sumatera Barat yang mendapatkan publikasi di media massa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini didasarkan tabel penentuan jumlah sampel dari populasi tertentu. Sampel pada penelitian hanya pada atlet olahraga Universitas Negeri Padang.

Table 1 Jumlah Sampel

No Nama Cabang Olahraga Jumlah Atlet

1. Floorball 10 Atlet

2. Sepak Takraw 5 Atlet

3. Bola Tangan Pantai 10 Atlet

4. Pentanque 3 Atlet

JUMLAH 28 Atlet

C. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan setelah seminar proposal, dan penelitian ini akan dilakukan bertempat di Kampus Universitas Negeri Padang tepatnya di Fakultas Ilmu Keolahragaan.

(38)

D. Tehnik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu : 1. Angket (kuisioner)

Angket adalah usaha mengumpulkan informasi dengan menyampaikan sejumlah pernyataan tertulis, untuk dijawab secara tertulis oleh responden. Dalam penelitian ini, angket yang digunakan berupa angket langsung dan tertutup. Angket langsung artinya angket yang disebarkan secara langsung kepada responden dan dikumpulkan pada waktu itu juga. Sedangkan angket tertutup artinya angket terikat pada jawaban yang telah disediakan oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan skala likert menurut Nurhasan dalam Indriono (2014 : 52) skala likert adalah skala yang terdiri dari atas pernyataan terhadap suatu objek dengan pola respons terentang dalam lima alternatif.

Angket dalam penelitian digunakan untuk mengumpulkan data tentang kinerja atlet. Angket yang digunakan merupakan angket tertutup, langsung yang berbentuk checklist, cara mengisi angket tertutup yaitu responden langsung memberikan jawaban dengan memberikan tanda () ke dalam kolom item yang telah disediakan. Kemudian angket disebar melalui google form kepada atlet sebagai sampel penelitian untuk mendapatkan data kuantitatif.

(39)

Table 2 Alternatif Jawaban Menurut Skala Likert

Keterangan Skor

Sangat Setuju (SS) 5

Setuju (S) 4

Ragu Ragu (RG) 3

Tidak Setuju (TS) 2

Sangat Tidak Setuju (STS) 1

Sumber : Nurhasan dalam Indriyono (2014 : 52) Table 3 Pencapaian Responden

Presentase Pencapaian Kriteria

81% - 100% Sangat Baik

61% - 80% Baik

41% - 60% Cukup

21% - 40% Kurang

0% - 20% Kurang Sekali

Sumber : Suharsimi Arikunto (2010 : 271)

2. Dokumentasi

Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data nilai.

Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini berupa data capaian prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah aspek pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian. Menurut Sukmadinata (2010), instrument penelitian adalah sebuah tes yang memiliki karakteristik mengukur informan dengan sejumlah pertanyaan dan pernyataan dalam penelitian, yang bisa dilakukan dengan membuat garis besar tujuan penelitian yang dilakukan. Instrumen dalam penelitian ini berupa angket yang berisi

(40)

tentang pernyataan-pernyataan yang menyangkut kinerja atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 Universitas Negeri Padang.

Table 4 Skoring Kinerja Atlet

Alternatif Jawaban Skor

Sangat Setuju 5

Setuju 4

Ragu Ragu 3

Tidak Setuju 2

Sangat Tidak Setuju 1

Table 5 Kisi-Kisi Kuisioner Kinerja Atlet

Variabel Sub Variabel Nomor Item

Kinerja Atlet Berdasarkan Publikasi Prestasi

di Media Massa

1. Frekuensi Publikasi di

Media Massa 1-10

2. Reaksi Publik

Terhadap Publikasi 11-20

3. Motivasi Atlet 21-30

4. Citra Atlet 31-40

5. Perbandingan Kinerja 41-50 F. Tehnik Analisis Data

Wardhani (2015) mengungkapkan bahwa data yang diperoleh disajikan dengan bentuk tabel dengan tujuan untuk mengetahui presentase dan frekuensi masing - masing alternatif jawaban serta untuk memudahkan dalam membaca data. Setelah data diperoleh melalui jawaban masing - masing responden, kemudian diolah dengan menggunakan rumus :

(41)

DAFTAR PUSTAKA

Apriliana, A., & Listiadi, A. (2021). Peran Motivasi Belajar Dalam Memoderasi Pengaruh Efikasi Diri, Fasilitas Belajar Dan Intensitas Pemberian Tugas Terhadap Hasil Belajar Akuntansi Perpajakan. JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial, 15(2), 221-230.

Ardiansyah, F. (2012). Perilaku dan aktivitas komunikasi kelompok dalam komunitas musik jazz yogyakarta (Studi Deskriptif Kualitatif Komunikasi Kelompok Komunitas Musik Jazz Di Yogyakarta, 2011).

Arikunto, S. (2010). MetodePenelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Atradinal, A. A. (2017). Hubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Guru Penjasorkes Padang Utara Kota Padang. Jurnal Performa Olahraga, 2(02), 112-119.

Ayuni, R., & Sati, F. L. (2022). Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan dan Minat Berwirausaha Terhadap Motivasi Untuk Menjadi Young Entrepreneur Pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Jurnal Economic Edu, 2(2).

Bangsbo, J., Krustrup, P., Duda, J., Hillman, C., Andersen, L. B., Weiss, M., ... &

Elbe, A. M. (2016). The Copenhagen Consensus Conference 2016:

children, youth, and physical activity in schools and during leisure time.

British journal of sports medicine, 50(19), 1177-1178.

Bompa, T. (2017). Periodization: Theory and Methodology of Training. Human Kinetics.

Booth, A., Reed, A. B., Ponzo, S., Yassaee, A., Aral, M., Plans, D., ... & Mohan, D. (2021). Population risk factors for severe disease and mortality in COVID-19: A global systematic review and meta-analysis.

Chudnovsky, B. (2020). Athlete Development and Performance: The Role of Training and Competition. Sports Science Journal.

Couldry, N. (2023). Di media sosial, solidaritas dan bencana perubahan iklim . Media Sosial Media Sosial & Masyarakat, 9

Dahlan, D., & Rahman, A. (2019). Penerapan Latihan Fisik Kombinasi Beban Internal Dan Beban Eksternal Dominan Terhadap Peningkatan Kemampuan Koordinasi Tendangan Maegeri Denganmawasi Geri Pada Atlet Ingkanas Ranting UNM. In Seminar Nasional LP2M UNM.

Epstein, D. (2022). The Sports Gene: Inside the Science of Extraordinary Athletic Performance. Penguin Books.

(42)

Gao, Z., Lee, A. M., Xiang, P., & Kosma, M. (2011). Effect of Learning Activity on Students' Motivation, Physical Activity Levels and Effort/Persistence.

ICHPER-SD Journal of Research, 6(1), 27-33.

Gould, D., & Dieffenbach, K. (2018). ‘Psikologi pembinaan olahraga: Penelitian dan praktik’.

Green, B. M., Van Horn, K. T., Gupte, K., Evans, M., Hayes, S., & Bhowmick, A.

(2020). Assessment of adaptive engagement and support model for people with chronic health conditions in online health communities: combined content analysis. Journal of Medical Internet Research, 22(7).

Hamidi, A. (2023). Manajemen Penyelenggaraan Event Keolahragaan.

Indriono, T. (2014). Motivasi Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Tingkat Kesegaran Jasmani Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 4 Depok Kab. Sleman. Universitas Negeri Yogyakarta.

Kaye, M. P., Frith, A., & Vosloo, J. (2015). Dyadic anxiety in youth sport: The relationship of achievement goals with anxiety in young athletes and their parents. Journal of Applied Sport Psychology, 27(2).

Kegelaers, J., & Sarkar, M. 19 Psychological Resilience in High-Performance Athletes.

Lee, J. H. (2021). Mental Toughness in Elite Athletes: Psychological Strategies for Peak Performance. Psychology of Sports.

Levitt, H. M., Bamberg, M., Creswell, J. W., Frost, D. M., Josselson, R., &

Suárez-Orozco, C. (2018). Journal article reporting standards for qualitative primary, qualitative meta-analytic, and mixed methods research in psychology: The APA Publications and Communications Board task force report. American Psychologist, 73(1), 26.

Li, Y., & Lerner, RM (2013). Hubungan antara perilaku, emosi, dan kognitif keterlibatan siswa sekolah menengah. Jurnal Pemuda dan Remaja, 42 (1) Lubis, T. H., & Koto, I. (2020). Diskursus Kebenaran Berita Berdasarkan

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers Dan Kode Etik Jurnalistik. De Lega Lata: Jurnal Ilmu Hukum, 5(2), 231-250.

Lumentut, H. B., & Hartati, S. (2015). Sistem Pendukung Keputusan untuk memilih Budidaya ikan air tawar menggunakan AF-TOPSIS. IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems), 9(2),

Ma’ruf, H., & Amrihani, H. (2022). Perspektif Media Massa terhadap Atlet Transgender di Dunia Olahraga: Analisis Framing pada Pemberitaan New York Post. PARAHITA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1), 41- 49.

(43)

McClelland, D. C. (2024). The Power of Motivation: Re-examining the Three Needs Theory. New York: Cambridge University Press.`

Melyza, A., & Aguss, R. M. (2021). Persepsi Siswa Terhadap Proses Penerapan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Pada Pandemi Covid-19. Journal Of Physical Education, 2(1), 8-16.

Michael, S. G. (2023). Emotional Intelligence and Athletic Success: Managing Pressure and Emotions in Sports. Sports Psychology Review.

Mouratidis, A., Vansteenkiste, M., Lens, W., & Sideridis, G. (2008). The motivating role of positive feedback in sport and physical education:

Evidence for a motivational model. Journal of Sport and Exercise Psychology, 30(2), 240-268.

Muchti, A., & Ernawati, Y. (2022). Penguasaan Kosakata Baku dan Tidak Baku:

Sebuah Studi Kasus Mahasiswa UBD. Jurnal Ilmiah Bina Edukasi, 15(1), 61-70.

Nakamura, N., Dispenza, F., Abreu, R. L., Ollen, E. W., Pantalone, D. W., Canillas, G., ... & Vencill, J. A. (2022). The APA Guidelines for Psychological Practice With Sexual Minority Persons: An executive summary of the 2021 revision. American Psychologist, 77(8), 953.

Pitnawati, P., & Damrah, D. (2019). Evaluasi Pelaksanaan Program Latihan Senam di Klub Senam Semen Padang. Jurnal MensSana, 4(1), 9-16.

Pramukti, W. A., & Akhiruyanto, A. (2021). Pengaruh Pemberitaan Media Massa Pada Motivasi Atlet di Kabupaten Banyumas. Indonesian Journal for Physical Education and Sport, 2(2), 617-623.

Pratiwi, I. W., & Hayati, H. (2021). Efikasi diri dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar mahasiswa. SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Humaniora, 7(1), 15-23.

Purwaningtyas, D. A., Sonhaji, I., Kalbuana, N., Anam, K., & Widoro, E. (2023).

Peningkatan Kualitas Publikasi dan Pengembangan Karier Inspektur Penerbangan melalui Pelatihan Karya Tulis Ilmiah untuk Direktorat Navigasi Penerbangan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru, 4(01), 21-27.

Puspitasari, S. (2023). Analisis Pengaruh Event Sponsorship Terhadap Keputusan Pembeli Pada Warkop Hitam Putih Kota Parepare (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Parepare).

Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan . Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 91. Sekretariat Negara.

(44)

Romanello, M., Di Napoli, C., Green, C., Kennard, H., Lampard, P., Scamman, D., ... & Costello, A. (2023). The 2023 report of the Lancet Countdown on health and climate change: the imperative for a health-centred response in a world facing irreversible harms. The Lancet, 402(10419), 2346-2394.

Saputra, V. H., & Febriyanto, E. (2019). Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Untuk Anak Tuna Grahita. Mathema: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 15-23.

Sari, W., Kusumah, H. E., & Permana, A. Y. (2022). EMPAT POLA OLAHRAGA SELAMA PANDEMI COVID-19: TEMPAT, MOTIVASI, KEGIATAN, FASILITAS DAN TINGKAT KEKHAWATIRAN TERTULAR. Jurnal Arsitektur ZONASI, 5(2), 369-380.

Sarwita, T., & Is, Z. (2021). Peran Mental Bertanding untuk Meraih Prestasi pada Atlet Angkat Besi dalam Menghadapi Pra Pora 2021. Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 88-91.

Setyantoko, M. (2017). Pengembangan media pembelajaran mobile learning berbasis android dalam pembelajaran atletik untuk siswa smp kelas vii.

Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, 6(1).

Sihombing, L. H., Lestari, P., & Dante, J. (2022). The effects of Covid-19 pandemic towards conventional theaters and online streaming services in Indonesia. International Journal of Communication and Society, 4(1), 153-162.

Srimulyani, V. A. (2020, September). Pengaruh eustress peran, kecerdasan emosional dan dukungan sosial keluarga terhadap kesejahteraan psikologis mompreneur. In Prosiding Seminar Nasional Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi.

Sulisworo, D. (2012). Enabling ICT and knowledge management to enhance competitiveness of higher education institutions. International journal of Education, 4(1),

Valiante, G., & Morris, D. B. (2013). The sources and maintenance of professional golfers’ self-efficacy beliefs. The Sport Psychologist, 27(2), 130-142.

Van Rythoven, E. (2022). Walter Lippmann, emotion, and the history of international theory. International Theory, 14(3), 526-550.

Wang, J., Lisanza, S., Juergens, D., Tischer, D., Watson, J. L., Castro, K. M., ... &

Baker, D. (2022). Scaffolding protein functional sites using deep learning.

Science.

(45)

Wardhani, W. K., Susilo, H., & Iqbal, M. (2015). Pengaruh motivasi kerja karyawan terhadap komitmen organisasional dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Jurnal Administrasi Bisnis, 2(1).

Weinberg, R. S., & Gould, D. (2023). Foundations of sport and exercise psychology. Human kinetics.

Weller, D. W., Anderson, R., Easley-Appleyard, B., Ferrara, G., Lang, A. R., Moore, J., ... & Young, N. C. (2023). Distinct population segment analysis of western North Pacific gray whales (Eschrichtius robustus) under the Endangered Species Act.

Widiastri, H. R. (2019). Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Intensitas Komunikasi Orang Tua Anak Terkait Kegiatan Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pedesaan (Doctoral dissertation, Faculty of Social and Political Sciences).

Williams, L. (2023). The Holistic Athlete: Integrating Mind, Body, and Strategy for Success. Athletic Press.

Zulbahri, Z., & Astuti, Y. (2020). Pengembangan Media Belajar PJOK Pada Materi Senam Lantai (Artistik). Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha, 8 (2), 86-91.

(46)

LAMPIRAN

Kuisioner Secara Keseluruhan

NAMA ATLET :

CABANG OLAHRAGA :

USIA :

PRESTASI :

1. Frekuensi Publikasi di Media Massa

NO PERNYATAAN SS S RR TS STS

1. Saya merasa bahwa prestasi saya sering dipublikasikan di media massa

2. Prestasi saya jarang dipublikasikan di media massa dibandingkan atlet lain.

3. Media massa memberikan ruang yang cukup bagi publikasi prestasi atlet.

4. Media massa jarang memberikan ruang untuk publikasi prestasi saya.

5. Frekuensi publikasi prestasi saya di media massa memengaruhi popularitas saya.

6. Publikasi prestasi saya di media massa tidak memengaruhi popularitas saya.

7. Media massa konsisten dalam mempublikasikan prestasi atlet secara berkala.

8. Publikasi prestasi saya di media massa tidak konsisten.

9. Publikasi prestasi saya meningkat setelah mengikuti event Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024.

10. Publikasi prestasi saya di media massa tidak meningkat meskipun mengikuti event Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024.

2. Reaksi Publik Terhadap Publikasi

NO PERTANYAAN SS S RR TS STS

11. Saya mendapatkan banyak dukungan dari publik setelah publikasi prestasi saya.

12. Publik jarang memberikan dukungan setelah prestasi saya dipublikasikan di media massa.

13. Publikasi prestasi saya di media massa

(47)

memengaruhi opini publik terhadap saya secara positif.

14. Publikasi prestasi saya di media massa sering menimbulkan reaksi negatif dari publik.

15. Reaksi publik terhadap prestasi saya di media massa selalu positif.

16. Reaksi publik terhadap prestasi saya di media massa sering kali negatif.

17. Jumlah pengikut saya di sosial media pribadi saya meningkat setelah prestasi saya dipublikasikan di media massa

18. Jumlah pengikut sosial media pribadi saya tidak mengalami peningkatan setelah prestasi saya dipublikasikan.

19. Dukungan publik membantu meningkatkan motivasi saya dalam berkompetisi.

20. Dukungan publik melalui publikasi media massa tidak banyak memengaruhi motivasi saya.

3. Motivasi Atlet

NO PERTANYAAN SS S RR TS STS

21. Publikasi prestasi di media massa meningkatkan motivasi saya untuk berlatih lebih giat.

22. Saya tidak merasakan adanya peningkatan motivasi setelah prestasi saya dipublikasikan di media massa.

23. Saya merasa lebih termotivasi untuk mencapai prestasi setelah publikasi prestasi saya di media massa.

24. Publikasi prestasi saya di media massa tidak memberikan dampak signifikan terhadap motivasi saya.

25. Dukungan yang saya terima melalui publikasi media massa meningkatkan semangat saya dalam bertanding.

26. Publikasi prestasi saya tidak mempengaruhi semangat saya untuk bertanding.

27. Saya merasa lebih percaya diri setelah prestasi saya dipublikasikan di media massa.

28. Saya tidak merasakan peningkatan kepercayaan diri setelah prestasi saya dipublikasikan.

29. Publikasi prestasi saya membuat saya lebih bertekad untuk meningkatkan performa.

30. Publikasi prestasi saya tidak mendorong saya

(48)

4. Citra Atlet

NO PERTANYAAN SS S RR TS STS

31. Publikasi prestasi saya di media massa membantu membangun citra positif sebagai seorang atlet.

32. Publikasi prestasi saya di media massa tidak banyak mempengaruhi citra saya sebagai atlet.

33. Saya merasa citra saya sebagai atlet ditentukan oleh publikasi di media massa.

34. Publikasi media massa tidak berpengaruh signifikan terhadap citra saya sebagai atlet.

35. Citra saya di mata masyarakat meningkat setelah prestasi saya dipublikasikan.

36. Prestasi saya yang dipublikasikan tidak berdampak pada citra saya di mata masyarakat.

37. Media massa sering memublikasikan informasi yang akurat tentang prestasi saya.

38. Informasi yang dipublikasikan oleh media massa tentang prestasi saya sering tidak akurat.

39. Citra saya sebagai atlet berprestasi semakin kuat setelah publikasi di media massa.

40. Publikasi prestasi di media massa tidak berpengaruh besar terhadap citra saya sebagai atlet berprestasi.

5. Perbandingan Kinerja

NO PERTANYAAN SS S RR TS STS

41. Saya merasa kinerja saya lebih baik dibandingkan dengan atlet lain setelah dipublikasikan di media massa.

42. Publikasi prestasi saya di media massa tidak membantu membedakan kinerja saya dibandingkan atlet lain.

43. Publikasi prestasi di media massa membuat saya lebih kompetitif dibandingkan dengan atlet lain.

44. Saya tidak merasa lebih kompetitif meskipun prestasi saya telah dipublikasikan di media massa.

45. Saya melihat adanya peningkatan performa setelah prestasi saya dipublikasikan.

46. Prestasi saya yang dipublikasikan tidak membuat saya merasa ada peningkatan dalam performa.

47. Publikasi prestasi saya di media massa membantu menunjukkan perbedaan kinerja saya dibandingkan atlet lain.

48. Saya tidak merasa prestasi saya yang

(49)

dipublikasikan mampu menonjolkan perbedaan kinerja dengan atlet lain.

49. Saya lebih dihargai oleh publik setelah prestasi saya dipublikasikan di media massa.

50. Publikasi prestasi saya tidak banyak mengubah pandangan publik terhadap saya.

Gambar

Table 1 Jumlah Sampel
Table 2 Alternatif Jawaban Menurut Skala Likert
Table 5 Kisi-Kisi Kuisioner Kinerja Atlet
Table 4 Skoring Kinerja Atlet

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

 Sasaran utama dalam tahap ini adalah meningkatkan kemampuan teknis cabang olahraga tertentu serta mempelajari teknik yang baru sesuai dengan tingkat kebugaran fisik atlet

Pada pekan olahraga O2SN Tingkat SMP Daerah Istimewa Yogyakarta Cabang Renang yang ke 3 tahun 2011 ini juri atau wasit yang digunakan adalah wasit-wasit

Pada sisi yang lain jenis olah raga ini dapat dilakukan setiap saat tanpa adanya pertimbangan faktor cuaca, penerangan dan faktor lain yang dapat mempengaruhi seperti olah raga

Olah karena itu Porda IV bisa dijadikan sebagai bahan refleksi bagi para atlet, pelatih maupun pembina sekaligus pula bagi para pengurus cabang olahraga dan KONI,

lapangan, dikatakan oleh 74 orang atau 64,35 $ mahasiswa bahwa waktu perkuliahan praktek olahraga yang diberikan me- mungkinkan mereka dapat bela jar dengan baik..

yang dihadqi dalam perkernbangan pembinaan clan penin!;lzithn prestasi olah raga

dalam cabang olahraga renang. Sebenarnya potensi anak untuk menjadi atlet renang ke depannya sangat baik, apalagi sekarang pemerintah telah memperhatikan kesejahteraan

Latihan ini dilaksanakan pada hari: Tabel 1.1 Jadwal Latihan Daring Atlet Futsal SUMUT, PON ke XX Papua Hari Jadwal Latihan Senin Pagi : 08.00-10.00 Sore : 16.00-18.00 Selasa Pagi