MAKALAH PENGANTAR ILMU LINGKUNGAN KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT ULAH MANUSIA
“Desa Setrohadi, Kecamatan Duduk Sampeyan , Kabupaten Gresik”
Dosen Pengampu : Kholidia Ayunaning, S.T,M.T
Disusun Oleh :
Adinda Audina Zahroh (210607017)
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK 2023
1 KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha kuasa karena telah memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul kerusakan lingkungan Akibat ulah manusia.
Makalah kerusakan lingkungan disusun guna memenuhi tugas Pengantar Ilmu Lingkungan. Selain itu, penulis juga berharap agar makalah ini dapat menambah wawasan bagi pembaca tentang Pengantar Ilmu Lingkungan terlebih mengenai kerusakan lingkungan .
Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu dosen mata kuliah. Tugas yang telah diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang Pengantar Ilmu Lingkungan. Penulis juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini.
2 DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... 1
DAFTAR ISI ... 2
BAB I ... 3
PENDAHULUAN ... 3
1.1 Latar Belakang ... 3
1.1.1 Pengertian Lingkungan ... 3
1.1.2 Lingkungan Hidup ... 4
1.2 Rumusan Masalah ... 5
BAB II ... 6
PEMBAHASAN ... 6
2.1 BENTUK KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP ... 6
2.1.1 Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam... 6
2.1.2 Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup akibat ulah manusia, antara lain :8 2.2 UPAYA PELESTARIAN ... 9
BAB III ... 11
PENUTUP ... 11
3.1 KESIMPULAN ... 11
3.2 SARAN ... 11
DAFTAR PUSTAKA ... 13
LAMPIRAN FOTO KERUSAKAN LINGKUNGAN ... 14
3 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.1.1 Pengertian Lingkungan
Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alammaupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan. Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yangmemengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung.Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada disekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang adadi kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda matiyang ada di sekitar. eringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial.
Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.Kita sepakat bahwa lngkungan hidup sangatlah penting. Kita juga perlu menyadari bahwa masalah lingkungan adalah masalah bersama, masalah masa depan bagi kita semuadan masalah bagi generasi mendatang. Seharusnya kita sebagai manusia yang mempunyaiakal pikiran tidak akan membiarkan kerusakan lingkungan terus terjadi. dengan kita mengabaikan lingkungan hidup sama saja dengan kita membunuh diri kita sendiri dengan perlahan-lahan melalui lingkungan yang lebih kita rusak.
4 1.1.2 Lingkungan Hidup
Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi.
Adapun berdasarkan UU No.23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuanruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusiadan perilakunya yang melangsungkan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu : 1. Unsur Hayati (Biotik)
Unsur Hayati (Biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup,seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada di kebunsekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika berada didalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau sesama manusia.
2. Unsur Sosial Budaya
Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yangmerupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinandalam perilaku sebagai makhluk sosial.Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.
3. Unsur Fisik (Abiotik)
Unsur Fisik (Abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-bendatidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain.
Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagidi
5 muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati,perubahan musim yangtidak teratur, munculnya berbagai penyakit, dan lain-lain.
Kerusakan lingkungan, khususnya di Indonesia, telah terjadi pada berbagai tempat dan berbagai tipe ekosistem. Misalnya, pada ekosistem pertanian, pesisir, dan lautan.Salah satu akibat dari kerusakan lingkungan adalah ancaman kepunahan satwa liar.Selain itu berbagai kerusakan lingkungan di ekosistem pertanian telah banyak terjadi baik pada ekosistem pertanian sawah maupun ekosistem pertanian lahan kering non-padi.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas didalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apa saja faktor-faktor kerusakan lingkungan ?
2. Bagaimana kerusakan lingkungan akibat ulah manusia?
3. Apa saja jenis-jenis kerusakan lingkungan akibat ulah manusia?
4. Bagaimana dampak kerusakan lingkungan akibat ulah manusia?
5. Bagaimana upaya dalam pelestarian lingkungan?
6 BAB II
PEMBAHASAN 2.1 BENTUK KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP
Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :
2.1.1 Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam
Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yangmemporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias, serta gempa 7 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh Fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi.
Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antaralain :
a. Letusan Gunung Berapi
Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunungberapi.Bahaya yangditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara lain berupa :
1. Hujan Abu Vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan 2. Lava panas, merusak, dan mematikan apapun yang di laluinya 3. Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui 4. Gas yang mengandung racun
5. Material padat (batuan,kerikil,pasir) dapat menimpa perumahan dan lain lain
7 b. Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma Aaktivitas gunung berapi, terjadinya tanah turun,maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapanterjadinya gempa. oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya : 1. Berbagai bangunan roboh
2. Tanah di permukaan merekah , jalan menjadi putus 3. Tanah Longsor akibat guncangan
4. Terjadi banjir , akibat rusaknya tanggul
5. Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami c. Angin Topan
Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggimenuju ke kawasan bertekanan rendah.Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Serangan angin topan bagi negara negara dikawasan Samudra Pasisik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan califorornia, Texas , sampai dikawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global.
8 Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:
1. Merobohkan Bangunan
2. Rusaknya area pertanian dan perkebunan 3. Membahayakan penerbangan
4. Menimbulkan ombak besaar yang dapt menenggelamkan kapal .
2.1.2 Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup akibat ulah manusia, antara lain :
• Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.
• Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan airdan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
• Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.
Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup anatara lain : 1. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan)
2. Perburuan liar
3. Merusak hutan bakau
4. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman
5. Pembuangan sampah di sembarang tempat terutama di selokan 6. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS)
7. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.
9 2.2 UPAYA PELESTARIAN
Usaha-usaha pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kita sebagai manusia. Dalam hal ini, usaha pelestarian bumi tidak hanya merupakan tanggungjawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat. Pada pelaksanaannya, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang dapat digunakan sebagai payung hukum bagi aparat pemerintah dan masyarakat dalam bertindak untuk melestarikan lingkungan hidup.
Beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah tersebut, antara lain meliputi hal-hal berikut ini:
1. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
2. Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 148/11/SK/4/1985 tentangPengamanan Bahan Beracun dan Berbahaya di Perusahaan Industri 3. Peraturan Pemerintah (PP) Indonesia Nomor 29 Tahun 1986 tentang
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
4. Pembentukan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada tahun 1991.
Selain itu, usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup dapat dilakukan dengancara-cara berikut ini :
1. Melakukan pengolahan tanah sesuai kondisi dan kemampuan lahan, sertamengatur sistem irigasi atau drainase sehingga aliran air tidak tergenang.
2. Memberikan perlakuan khusus kepada limbah, seperti diolah terlebih dahulu sebelum dibuang, agar tidak mencemari lingkungan.
3. Melakukan reboisasi pada lahan-lahan yang kritis, tandus dan gundul, sertamelakukan sistem tebang pilih atau tebang tanam agar kelestarian
10 hutan, sumber air kawasan pesisir/pantai, dan fauna yang ada di dalamnya dapat terjaga.
4. Menciptakan dan menggunakan barang-barang hasil industri yang ramah lingkungan.
5. Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perilaku para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) agar tidak mengeksploitasi hutan secara besar-besaran
11 BAB III
PENUTUP 3.1 KESIMPULAN
Bumi sebagai bagian yang mutlak dari kehidupan manusia memiliki tiga unsurpenting yaitu unsur hayati (biotik), unsur sosial budaya, dan unsur fisik (abiotik).Urgensi lingkungan hidup bagi kehidupan manusia dapat sebagai tempat tinggal,tempat mencari makan, tempat beraktivitas dan sebagai tempat hiburan. Tetapisemuanya itu tidak dapat di lakukan jika lingkungan itu rusak, baik faktor dari alam maupun faktor dari manusia sendiri. Untuk itu kita harus melakukan berbagai upaya agar lingkungan kita bersih dan layak ditempati.
Kerusakan lingkungan akan mengganggu berbagai aspek kehidupan manusia, diantaranya adalah terganggunya keanekaragaman hayati yang meliputi flora dan fauna.
Dewasa ini tercatat berbagai jenis satwa liar di Indonesia yang kondisinya sangat mengkhawatirkan karena kerusakan habitat satwa dan adanya perburuan liar.
Usaha-usaha pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kita sebagaimanusia. Dalam hal ini, usaha pelestarian bumi tidak hanya merupakan tanggungjawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah denganmasyarakat. Pada pelaksanaannya, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakanyang dapat digunakan sebagai payung hukum bagi aparat pemerintah dan masyarakatdalam bertindak untuk melestarikan lingkungan hidup.
3.2 SARAN
Kita sebagai generasi muda yang baik harus ikut serta dalam upaya melestarikan lingkungan karena lingkungan adalah tempat dimana kita hidup Dengan melestarikan lingkungan berarti kita telah menyelamatkan beribu bahkan berjuta juta nyawa. Karena banyak nyawa yang melayang itu banyak disebabkan adanya kerusakan lingkungan.
12 Diharapkan peran serta berbagai pihak untuk melestarikan lingkungan sekitar,agar kita dapat memiliki lingkungan yang bersih dan layak untuk ditempati.
13 DAFTAR PUSTAKA
http://eprints.ums.ac.id/92268/2/Bab%20I.pdf
https://www.academia.edu/6468667/Makalah_pengantar_ilmu_lingkungan http://dernewblogadres.blogspot.com/2015/03/makalah-ilmu-lingkungan.html
14 LAMPIRAN FOTO KERUSAKAN LINGKUNGAN
(Akibat Ulah Manusia)
“Di Desa Setrohadi, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik”
Pencemaran Air , Itu adalah Aliran Air yang biasa digunakan mancing ,main air, dan terdapat Ikan tetapi setelah tercemar tidak ada ikan sama sekali.
Akibat ulah manusia
Gambar di samping ialah Bukan tempat pembuangan sampah , tetapi masyarakat di sana banyak yang membuang sampah disana banyak sekali sampah berserakan dan hampir menutup akses jalan menuju sawah.
15 Dari gambar diatas diambil kesimpulan Bahwa gambar tersebut merupakan akibat dari ulah manusia , terlebih dalam hal membuang sampah, di butuhkan kesadaran dari dalam diri sendiri.
Cara mengatasinya antara lain yaitu :
• Dengan membuang sampah pada tempatnya
• memberikan spanduk peringatan
• diusahakan setiap Desa membuat/memiliki Bank Sampah atau Truck Sampah atau Petugas yang bertugas Sampah
• Memisahkan Sampah Anorganik, sampah Organik , Sampah Berbahaya dan Sampah Elektronik.
• Menerapkan 3R (Reduce/ Mengurangi Sampah , Reuse/ Menggunakan Kembali, Recycle/Mendaur Ulang)
Selain itu Air di selokan kerap kali banjir/ meluap ke jalan dikarenakan aliran air tersumbat oleh sampah.
Apalagi bila terjadi hujan yang terus menerus dan lebat.