PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Bagaimana proses produksi keripik melinjo dilihat dari studi kelayakan usaha di 30A Adirejo Kabupaten Pekalongan. Faktor apa yang menyebabkan produksi emping melinjo dengan mencampurkan barang dengan kualitas berbeda di 30A Adirejo Kabupaten Pekalongan.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah dapat menambah pengetahuan mahasiswa IAIN Metro Lampung tentang industri rumah tangga emping melinjo ditinjau dari studi kelayakan usaha di 30A Adirejo Kabupaten Pekalongan. Manfaat praktis yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat bermanfaat bagi masyarakat luas dalam hal industri rumah tangga emping melinjo yang baik cocok untuk para pelaku bisnis.
Penelitian Relevan
Skripsi, Dewi Purnamasari dan Bambang Hendrawan, Judul Skripsi Analisis Kelayakan Usaha Roti Ceriwis Sebagai Oleh-Oleh Khas Kota Batam. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif lapangan untuk mengetahui tinjauan studi kelayakan usaha dalam menjalankan usaha.
LANDASAN TEORI
Pengertian Studi Kelayakan Bisnis
Memulai usaha baru, seperti membuka toko, membangun pabrik, membuka perusahaan jasa, membuka perusahaan dagang, dll. Pilih jenis bisnis atau investasi atau proyek yang paling menguntungkan, misalnya peluang bisnis perdagangan, pilihan bisnis barang atau jasa, manufaktur atau perakitan, proyek A atau proyek B, dll.
Ketentuan Studi Kelayakan Bisnis Dalam Islam
Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa studi kelayakan usaha merupakan pertimbangan awal yang harus dilakukan sebelum memulai usaha dan untuk mengendalikan kegiatan operasional guna mencapai keuntungan yang maksimal. Berdasarkan pemaparan di atas dapat dipahami bahwa dalam kehidupan khususnya dalam berbisnis, kita sangat menjunjung tinggi dan menjaga nilai-nilai persaudaraan, sehingga dalam masyarakat Islam berbisnis tidak hanya bertujuan untuk mencari keuntungan saja, tetapi untuk lebih banyak lagi. meningkat terlalu banyak. ikatan persaudaraan dengan berbagai golongan, suku, ras dan bangsa.
Tujuan Studi Kelayakan Bisnis
Pedoman yang disusun secara sistematis, sehingga upaya yang dilakukan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Menjalankan bisnis sesuai dengan rencana yang disusun akan memudahkan kita untuk mengawasi jalannya bisnis.
Manfaat Studi Kelayakan Bisnis
Aspek-aspek Studi Kelayakan Bisnis
Adapun pendidikan mengacu pada pengetahuan dan komposisi kepengurusan yang dimilikinya, sehingga kualitasnya akan terlihat dalam interpretasi masalah terkait bisnis, yang diawali dengan kemampuan menjelaskan, yang jauh lebih banyak. sistematis dan berbobot ilmiah, apalagi jika pendidikan (pendidikan) tersebut sesuai dengan perusahaan yang dibangun.28 b. Aspek produksi berkaitan dengan kemampuan proyek atau perusahaan yang bersangkutan untuk menghasilkan dan menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. Aspek manfaat yang dimaksud adalah bahwa proyek bisnis yang dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan turut menyukseskan program pembangunan pemerintah.
Aspek hukum disini adalah bahwa proyek yang dijalankan atau perusahaan yang dijalankan telah memenuhi berbagai peraturan. Proyek atau usaha yang dilakukan diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat yang secara otomatis membantu pemerintah mengurangi jumlah pengangguran.
Home Industry
- Pengertian Home Industry
- Karakteristik Home Industry
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa industri rumahan adalah usaha di rumah atau di tempat tinggal tetap yang sekaligus sebagai tempat usaha, baik berupa usaha jasa, kantor maupun toko, karena termasuk dalam kategori usaha kecil keluarga yang bertujuan berbisnis di rumah untuk mencapai keuntungan dan kelangsungan usaha. Kriteria lain dalam UU No. 9 Tahun 1995 adalah: dimiliki oleh warga negara Indonesia, berdiri sendiri, berhubungan langsung atau tidak langsung dengan usaha menengah atau besar dan berbentuk badan usaha perseorangan, baik terdaftar maupun tidak terdaftar. Industri rumah tangga juga dapat berarti kegiatan rumah tangga, karena termasuk dalam kategori usaha keluarga kecil.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat dipahami bahwa industri rumahan juga dapat berarti industri rumah tangga karena termasuk dalam kategori usaha keluarga kecil. Dimana ciri-ciri jenis barang atau komoditi yang ditanam pada umumnya tetap dan tidak mudah berubah serta letak atau tempat usaha umumnya tetap dan tidak berpindah-pindah.
Produksi
- Pengertian Produksi
- Tujuan Produksi
- Faktor-faktor Produksi
Penelitian ini menggunakan cara berpikir induktif untuk secara khusus membahas tentang studi kelayakan usaha industri rumah tangga emping melinjo di Desa 30A Kecamatan Adirejo. Ia memilih usaha emping melinjo karena saat itu hanya sedikit orang yang menjual keripik melijo. Tempat usaha emping melinjo berada di Dusun V RT015/RW014 Desa 30A Adirejo, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur.
Bahan baku emping melinjo diperoleh dari daerah pegunungan, salah satu daerah teluk di Bandar Lampung. Ibu Rismiyati, Ibu Suripah dan Pak Dedi Pujoko bekerja sama membeli bahan baku emping melinjo dari agen bernama Pak Rusdi.
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian lapangan adalah penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif latar belakang situasi terkini dan interaksi suatu masyarakat, individu, kelompok, lembaga dan komunitas. dapat meningkatkan industri penambahan rumah melinjo di 30A Desa Adirejo, Kabupaten Pekalongan, Lampung Timur.
Sifat Penelitian
Pada dasarnya penelitian yang sebenarnya adalah mencari atau membahas masalah baru untuk dijadikan pengetahuan atau untuk menemukan teori baru, berdasarkan penjelasan dari gejala yang terjadi pada suatu masalah, peneliti menggambarkan studi kelayakan usaha industri rumah tangga emping melinjo. di Desa 30A Adirejo, Kabupaten Pekalongan, Lampung Timur.
Sumber Data
- Sumber Data Primer
- Sumber Data Sekunder
Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel dari tiga orang pemilik usaha melinjo yaitu dari pemilik usaha Ny. Rismiyati dengan 20 karyawan, pemilik usaha mrs. Suripah dengan 12 karyawan, dan dimiliki oleh Bpk. Dedi Pujoko 8 orang karyawan yang berada di Desa 30A Adirejo. , Kabupaten Pekalongan, Lampung Timur. Berdasarkan teknik sampling yang digunakan peneliti mengambil sampel sebanyak 15 orang yang terdiri dari 3 orang pemilik usaha emping melinjo, 8 karyawan emping melinjo dan 4 konsumen emping melinjo di Desa 30A Kecamatan Adirejo. Sumber data sekunder adalah sumber bahan bacaan 52 Data sekunder adalah data pendukung yang diperoleh dari informasi yang berkaitan dengan penelitian, seperti buku, media elektronik atau internet, letak geografis kota dan kondisi demografi kota sebagai pelengkap sumber primer data.
Informasi penelitian diperoleh dari berbagai sumber literatur, dokumen dan sumber lain yang berkaitan dengan penelitian yaitu: Agus Supcipto, Studi Kelayakan Bisnis (Analisis dan Studi Kasus Terpadu), UIN Maliki Press Malang, 2011., Irham Fahmi, dkk, Studi Kelayakan Teori dan Aplikasi Bisnis, Bandung: Alfabeta, 2010., Mudjiarto dan Wahid Aliaras, Membangun Karakter dan Kepribadian Wirausaha, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006. Penelitian kualitatif eksploratif sebaiknya mengacu pada dua sumber data di atas, sehingga pencarian dilakukan lebih akurat karena didukung oleh sumber data yang lengkap.
Teknik Pengumpulan Data
- Wawancara
- Dokumentasi
35 . Case), UIN Maliki Press Malang, 2011., Irham Fahmi, dkk, Studi Kelayakan Teori dan Aplikasi Bisnis, Bandung: Alfabeta, 2010., Mudjiarto dan Wahid Aliaras, Membangun Karakter dan Kepribadian Wirausaha, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006. Wawancara terstruktur (un structured interview), adalah wawancara bebas dimana penelitian menggunakan pedoman wawancara yang disusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data 56. Sedangkan dalam penelitian ini peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur, oleh karena itu peneliti menyiapkan pedoman pertanyaan tentang hal-hal yang akan ditanyakan mengenai studi kelayakan usaha industri rumah tangga emping melinjo di Desa 30A Adirejo.
Dokumen biasanya berupa tulisan, gambar, atau karya monumental seseorang 57 Dokumentasi adalah pengambilan data yang diperoleh melalui dokumentasi. Data yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi cenderung data sekunder 58 Tujuan dokumentasi adalah untuk mencari data berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, agenda, dll.
Teknik Analisa Data
Kemudian, pada tahun 2011, ibunda Rismiyati berinisiatif mendirikan Perusahaan Pengelola Keripik Melinjo secara bertahap. Perusahaan ini mampu memproduksi 800-1200 kg bahan baku emping semangka per bulan, mengubah 400-600 kg menjadi keripik semangka. Perusahaan emping melinjo yang dijalankan oleh Ibu Rismiyati tidak hanya mencari keuntungan yang sebesar-besarnya, namun perusahaan ini didirikan untuk memudahkan konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.
Hasil upah ini ditentukan dalam pengolahan dimana setiap 2 kg bahan baku emping melinjo akan menjadi 1 kg emping melinjo senilai Rp. Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa biji melinjo merupakan bahan baku pembuatan melinjo gembung yang diproduksi oleh Ny. Rismayati, Ny. Suripah dan Bpk. Dedi Pujoko dimiliki. Analisis Kelayakan Usaha Keripik Melinjo Dalam Perspektif Produksi Islami (Studi Pada Usaha Keripik Melinjo Koh Johan dan Ibu Musrifah), Skripsi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, 2018.
Kendala atau kendala apa saja yang kami hadapi dalam perkembangan perusahaan emping melinjo ini dan bagaimana cara mengatasinya.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Perkembanagan Usaha Emping Melinjo
Prinsip Pendirian Usaha Emping Melinjo
67 Namun ada juga yang tidak bertanggung jawab menyediakan sendiri peralatan proses produksinya oleh pemilik usaha. Namun jika kualitasnya kurang bagus, pegawainya tidak sampai Rp 500.000/bulan, karena bahan baku melinjo yang diresapi belum tentu bagus, maka dari hasil 100 kg bahan baku melinjo tuang juga tidak bagus. pasti menghasilkan 50 kg melinjo.
Lokasi Usaha Emping Melinjo
Begitu juga dengan luas tanah Ibu Suripah dengan luas areal usaha 6 x 8 meter dengan ukuran tempat penyimpanan emping melinjo panjang 1 meter, lebar 1,5 meter, tinggi 3 meter yang mampu menampung berat 500 kg - 1000 kg, tempat penyimpanan bahan baku emping melinjo 1 meter panjang, lebar 1,5 meter, tinggi 3 meter yang mampu menahan beban hingga 1500 kg, dan sisa bangunan rumah dapur, dll.73, dan Bpk. Dedi Pujoko dengan ruang usaha 6x8 meter.
Proses Produksi Home Industry Emping Melinjo
- Bahan Baku Emping Melinjo
- Alat Produksi Emping Melinjo
Dalam menjalankan usaha emping melinjo masih menggunakan cara tradisional yaitu memanggang dengan bahan bakar kayu, sedangkan saat ini belum ada alat untuk menabuh emping melinjo. Usaha produksi emping melinjo yang dikelola oleh Ny. Rismayati, Ny. Suripah, sudah memiliki izin lokasi usaha yang meliputi sertifikat tanah, pajak tanah diperpanjang setiap tahun. Sedangkan pemasaran melinjo finishing dilakukan oleh agen kecil (pedagang grosir), ada juga konsumen yang membeli langsung di tempat produksi melinjo. 94.
Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa usaha melinjo yang ada saat ini telah memenuhi kelayakan usaha yang dapat dilihat bahwa usaha ini masih sangat terbatas dalam pengembangan usahanya. Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa pemilik usaha yang dijalankannya tidak memenuhi hak atas usaha tersebut, dengan hanya memberikan bahan baku biji melinjo kepada karyawannya untuk diolah, maka pemilik usaha akan mendapatkan bahan tersebut. untuk emping melinjo. Dan pemilik usaha mentargetkan 100 kg bahan baku biji melinjo dalam waktu 1 bulan, maka bahan jadi untuk pengecoran melinjo menjadi 50 kg biji melinjo dari bahan baku tersebut.
Diperlukan pengembangan dalam penggunaan teknologi agar produksi emping melinjo dapat berlangsung dalam pengolahan yang lebih efisien baik dari segi tenaga, waktu dan sebagainya.