• Tidak ada hasil yang ditemukan

(Studi Perumahan D’mulya Residence Yosomulyo Kota Metro)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "(Studi Perumahan D’mulya Residence Yosomulyo Kota Metro) "

Copied!
87
0
0

Teks penuh

PERILAKU KONSUMEN PEMBELIAN RUMAH DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM. Studi Perumahan D'Mulya Residence Yosomulyo Kota Metro). Penyusunan disertasi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan program gelar Ekonomi Syariah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (SE).

Latar Belakang

Namun selain itu ada juga konsumen yang membeli rumah bukan karena kebutuhan, banyak pula yang membeli rumah tanpa ditempati atau dirawat. HN mengaku membeli rumah lagi karena ingin berinvestasi dengan menyewakan rumah tersebut.7.

Rumusan Masalah

Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

Perilaku Konsumen

Definisi Perilaku Konsumen

Menurut Gerald Zaldman dan Melanie Wallendorf, perilaku konsumen adalah tindakan, proses dan hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan organisasi dalam memperoleh, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai hasil dari pengalaman mereka terhadap produk, jasa dan sumber daya lainnya. . Berdasarkan pendapat beberapa ahli diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau individu yang melakukan proses pengambilan keputusan untuk memperoleh, menggunakan dan membuang produk yang akan dikonsumsi.

Jenis-Jenis Perilaku Konsumen

Berdasarkan penjelasan di atas mengenai jenis-jenis perilaku konsumen, maka dapat dikatakan bahwa ada dua jenis perilaku konsumen yaitu perilaku konsumen rasional dan perilaku konsumen irasional. Jadi dapat dikatakan konsumen tipe irasional ini jelas menunjukkan bahwa mereka mengutamakan keinginan dibandingkan kebutuhan. Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen a.

Proses Pengambilan Keputusan

Pengertian Pengambilan Keputusan

Seorang konsumen akan membuat keputusan pembelian terhadap merek yang paling disukai, namun ada dua faktor yang dapat membedakan niat membeli dan keputusan pembelian. Keputusan pembelian akan diambil berdasarkan aturan menyeimbangkan sisi positif dan negatif suatu merek (kompensasi keputusan aturan), atau mencari solusi terbaik. Pada tahap ini, pemasar harus mensurvei konsumen untuk mengetahui jenis kebutuhan atau masalah apa yang muncul, apa penyebabnya, dan bagaimana mengarahkan konsumen pada produk tertentu.

Keputusan Pembelian Konsumen berencana untuk membeli suatu produk dan kemudian membeli produk tertentu untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku Pasca Pembelian : Setelah melakukan pembelian, konsumen akan berada pada titik merasa puas atau tidak terhadap produk yang dibelinya. Intelegensi Tahap ini merupakan proses penelusuran dan penemuan sejauh mana permasalahan serta proses pengenalan.

Choice, pada tahap ini dilakukan proses seleksi antara berbagai alternatif tindakan yang dapat dilakukan. Tahap ini meliputi pencairan, evaluasi dan rekomendasi solusi yang tepat terhadap model yang telah dibuat.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen

Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, anak, kakek, nenek, paman dan bibi mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku pembeli. Sikap dan keyakinan konsumen terhadap suatu produk atau merek dapat diubah melalui komunikasi persuasif dan informasi yang efektif kepada konsumen agar konsumen dapat membeli produk atau merek baru atau produk yang sudah ada pada perusahaan. 23 Sikap adalah suatu keadaan dalam memandang situasi dalam membuat keputusan. Produk yang memberikan kepuasan paling banyak dipilih berikutnya. 24 Pembelajaran merupakan percobaan dalam memilih keputusan dan kemudian melihat apakah keputusan tersebut tepat untuk diambil atau tidak.

Saat mengambil keputusan, remaja sudah mulai mempertimbangkan berbagai hal: model, desain, dan lain-lain, seringkali bersifat emosional. Keputusan pembelian produk yang dilakukan oleh para orang tua biasanya bersifat rasional, dengan banyak pertimbangan seperti harga, manfaat, dan lain-lain. Pengelompokan segmentasi pasar berdasarkan gaya hidup konsumen diukur dari beberapa indikator yaitu bagaimana mereka menghabiskan waktu dan apa minatnya.

Gaya hidup seseorang dipengaruhi oleh kelas sosial, pendidikan, kepercayaan, lingkungan dll.26 Gaya hidup merupakan faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengambil keputusan. Hal ini berkaitan dengan strategi suatu perusahaan yang meliputi merek, kualitas, pelayanan, harga dan manfaat dari produk atau jasa tersebut.

Teori Konsumsi Dalam Ekonomi Islam 1. Perilaku Konsumsi dalam Islam

Prinsip-prinsip Konsumsi dalam Islam

Prinsip syariah yang sesuai dengan prinsip dasar syariah yang harus dianut dalam konsumerisme terdiri atas prinsip agama, prinsip ilmu pengetahuan, dan prinsip amal. Asas prioritas, yaitu memperhatikan urutan kepentingan yang harus didahulukan agar tidak terjadi kerugian, yaitu primer, sekunder, dan tersier.38. Aturan lingkungan hidup, yaitu konsumsinya harus sesuai dengan kondisi potensi daya dukung sumber daya alam dan kelestariannya, atau tidak boleh merugikan lingkungan hidup.

Pada penjelasan di atas mengenai perilaku konsumsi dalam Islam, dapat dikatakan bahwa Islam memegang peranan yang sangat penting dalam mengatur perilaku manusia mengenai aktivitas pemenuhan kebutuhan hidup di dunia agar masyarakat dapat melakukan aktivitas konsumsi yang membawa manfaat bagi umat manusia. manfaat bagi kehidupan mereka. 38Bagas Baidhowi, “Implementasi Konsumsi Islami di Kalangan Guru Pondok Pesantren (Studi Kasus Guru Pondok Pesantren Aqobah Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang)”. Menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu suatu proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa perkataan orang secara tertulis atau lisan dan perilaku yang diamati.

Dengan demikian, penelitian ini merupakan penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau metode kuantitatif lainnya. Dalam penelitian ini peneliti mengambil lokasi yang akan dijadikan bahan penelitian yaitu D’Mulya Residence Yosomulyo Kota Metro.

Sifat Penelitian

Menurut Sudarto, kualitatif adalah prosedur penilaian yang menghasilkan data deskriptif berupa data tertulis atau lisan tentang orang atau perilaku yang dapat diamati. Dengan demikian, penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif karena menggambarkan atau menggambarkan gejala perilaku konsumen dalam pembelian rumah ditinjau dari kebutuhan dan keinginannya.

Sumber Data

Sumber Data Primer

Sumber Data Sekunder

Metode wawancara ini merupakan proses bertanya dan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan penelitian dengan menggunakan teknik blended interview.5 Blended interview merupakan campuran antara wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur, sehingga pada saat melakukan wawancara peneliti menyiapkan beberapa pertanyaan berdasarkan informasi yang diperoleh, namun pertanyaan-pertanyaan Ini mungkin berkembang seiring dengan situasi saat wawancara berlangsung.

Dokumentasi

Teknik Analisis Data

Profil Perumahan D’Mulya Residence

Perumahan D'Mulya Residence merupakan salah satu komplek perumahan yang didirikan oleh perusahaan real estate di Kota Metro yaitu PT. Golden Properti Sejahtera merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan properti yang berkantor pusat di Kota Metro, Lampung. Perusahaan ini didirikan oleh anak-anak muda yang mempunyai visi yang sama untuk bersama-sama membangun perusahaan real estate yang unggul di tengah maraknya perusahaan sejenis yang telah berdiri sejak lama.

Golden Properti Sejahtera memiliki banyak bangunan hunian dan pertokoan yang tersebar di beberapa wilayah di Kota Metro. Salah satunya adalah kompleks perumahan D'Mulya Residence yang terletak di Jalan Manggis, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat. Sejak awal berdirinya, apartemen yang dibangun oleh salah satu pengembang sukses Metro City ini telah menarik perhatian konsumen.

Perumahan D'Mulya Residence merupakan perumahan subsidi dan terdapat dua tipe rumah di dalamnya yaitu tipe 6×10 sebanyak 11 unit dan tipe 8×12 sebanyak 11 unit. Selain itu, di komplek perumahan ini juga disediakan fasilitas untuk konsumen seperti menara air, penerangan jalan dan taman bermain yang masih dalam tahap pembangunan. 2 Di bawah ini adalah foto hunian yang ada di komplek perumahan D'Mulya Residence.

Profil Konsumen di Perumahan D’Mulya Residence

Perilaku Konsumen dalam Membeli Rumah D’Mulya Residence

Ibu YL memilih membeli rumah di komplek D'Mulya Residence karena pelayanan dari pihak developer sangat baik dan ramah, Ibu YL merasa mudah dalam menyelesaikan transaksi ketika melakukan perjanjian jual beli rumah. Ibu MR yang sudah 5 tahun tinggal di komplek D'Mulya Residence, membeli rumah type 36 dan kavling 8×12 secara kredit dengan cicilan Rp. Ibu MR memilih membeli rumah di komplek perumahan D'Mulya Residence karena yakin uang muka rumah tersebut dirasa tidak terlalu berat, serta pelayanan dari developer juga sangat membantu dan ramah dalam pengerjaannya. perjanjian pembelian.

Sama halnya dengan ibu MR, ayah ES, 45 tahun, berprofesi sebagai PNS, membeli rumah pada tahun 2015. Artinya, ayah ES sudah 5 tahun tinggal di komplek perumahan D'Mulya Residence. Tn. ES memilih membeli rumah di komplek perumahan D'Mulya Residence karena saat itu ia sedang mencari rumah dengan DP murah dan siap huni untuk istri dan kedua anaknya. Pak ES mengatakan, dirinya mengenal baik pengembang komplek perumahan D'Mulya Residence sehingga memutuskan untuk membeli rumah di lokasi tersebut.

Ibu WL sudah 5 tahun tinggal di komplek perumahan D'Mulya Residence. Ibu WL membeli rumah dengan luas 36 meter persegi luas kavling 8×12 secara kredit dengan cicilan RP. Nyonya WL memilih membeli rumah di komplek perumahan D'Mulya Residence karena merasa DP rumah tersebut murah dan pelayanannya baik.

Analisis Ekonomi Islam Terhadap Perilaku Konsumen dalam Membeli Rumah di D’Mulya Residence

Selain itu, ada juga konsumen yang membeli lebih dari satu rumah hanya karena tergiur dengan diskon yang diberikan pengembang sehingga membuat konsumen tergoda untuk membeli lebih dari satu rumah dengan alasan investasi. Faktor pribadi dalam penelitian ini dilihat dari informan Bapak ES, Ibu MR dan Bapak HN dimana ketiganya membeli lebih dari satu rumah untuk diinvestasikan demi kebaikan masa depan. Dalam hal ini kondisi perekonomian juga mempunyai pengaruh karena dilihat dari hasil pekerjaan ketiga informan yang dikatakan baik, membuat ketiga informan membeli rumah lebih dari satu dengan alasan investasi padahal informan yaitu Bapak . Bu MR, tidak merawat rumah yang dibelinya dengan baik.

Hal ini terlihat dari ketiga informan yaitu Ibu YL, Bapak ES dan Ibu MR yang membeli rumah dengan alasan investasi. Yaitu Bapak HN dan Ibu WL yang keduanya telah membeli lebih dari satu rumah untuk alasan investasi dan kebutuhan keluarga. Hal serupa juga terjadi pada konsumen perumahan D'Mulya Residence yang memutuskan untuk membeli rumah di salah satunya.

Hal ini terlihat ketika informan membeli lebih dari satu rumah dengan alasan investasi. Di sini juga terlihat bahwa perilaku konsumen pada prinsip ini mengutamakan keinginan dibandingkan kebutuhan dengan membeli lebih dari satu rumah tanpa menggunakan atau memanfaatkannya dengan baik.

Kesimpulan

Saran

“Implementasi Konsumsi Islami di Kalangan Guru Pesantren. Studi Kasus Guru Pesantren Aqobah Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.” JESTT Vol. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Di Kawasan Perumahan Mustika Plamongan Elok Semarang." Jurnal Ilmu Pemasaran Indonesia Vol. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Mahasiswa Memilih Tempat Tinggal Dalam Perspektif Ekonomi Islam." Institut Agama Islam Negeri Metro, 2018.

Studi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Konsumen, Analisis Perilaku Kebutuhan dan Keinginan Santri Pesantren.” Institut Agama Islam Negeri Metro, 2016.

Referensi

Dokumen terkait

1;2022 Published by English Language Education Department of UMG http://dx.doi.org/10.30587/jetlal.v6i2.3963 54 Authors retain copyright and grant the journal right of first

Do Pelaksanaan Tahap ini adalah tahap pelaksanaan atau penerapan dari semua yang telah diterapkan pada tahap plan perencanaan, meliputi menjalankan proses manajemen dan produksi sesuai