• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Risiko dan Efisiensi Bank di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Studi Risiko dan Efisiensi Bank di Indonesia"

Copied!
558
0
0

Teks penuh

Secara keseluruhan, rata-rata tingkat efisiensi bank konvensional per tahun meningkat dari 61,26% pada tahun 2001 menjadi 78,76% pada tahun 2011. Pada kelompok perbankan book 1 terjadi penurunan rata-rata efisiensi per tahun dibandingkan kelompok perbankan book 2 dan book banking. 3 dan 4.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dari grafik di atas juga terlihat bahwa suku bunga kredit perbankan nasional Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara tetangga. Kondisi di atas menunjukkan bahwa tingginya suku bunga deposito dan suku bunga kredit perbankan nasional disebabkan oleh rendahnya tingkat efisiensi bank.

Tabel 1.1. Posisi Penghimpunan Dana dan Penyaluran Dana Bank Umum  Per 31 Desember 2005 - Oktober 2010
Tabel 1.1. Posisi Penghimpunan Dana dan Penyaluran Dana Bank Umum Per 31 Desember 2005 - Oktober 2010

CAR dan BOPO

Hal ini terlihat dari perkembangan kecukupan modal (menggunakan rasio CAR atau Capital adequacy rasio) dengan risiko kredit menggunakan indikator rasio NPL (Non Performing Loan) pada periode tahun 2000 hingga 2011 berdasarkan data Bank Dunia (http:/ /databank.worldbank .org/ddp/home.do?Step=3&id=4). Peningkatan kecukupan modal ini berdampak pada penurunan kredit bermasalah di Indonesia, menurunkan risiko kredit perbankan nasional Indonesia dari kredit bermasalah sebesar 34,4% pada tahun 2000 menjadi 2,6% pada tahun 2010.

CAR dan NPL

Pembatasan Masalah

Dari hasil pengukuran efisiensi perbankan nasional akan terlihat tingkat efisiensi perbankan pada kelompok perbankan di Indonesia. Tingkat efisiensi bank juga dilihat berdasarkan kegiatan usaha dengan melihat total ekuitas bank yaitu kelompok perbankan Buku 1, total ekuitas di bawah Rp. 1 triliun), bank Buku 2 (total ekuitas antara Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun), bank buku 3 (total ekuitas antara Rp 5 triliun hingga Rp 30 triliun) dan bank buku 4 (total ekuitas di atas Rp 30 triliun).

Perumusan Masalah

Penelitian ini juga melihat apakah ukuran bank dapat mempengaruhi hubungan antara risiko dan efisiensi bank. Apakah variabel kontrol spesifik bank (kecukupan modal, ukuran bank, persentase kepemilikan asing, negara dan publik) dan variabel makroekonomi (pertumbuhan PDB dan pertumbuhan kredit) dapat mempengaruhi risiko kredit bank umum di Indonesia?

Tujuan Penelitian

Apakah terdapat perbedaan risiko kredit bank dan efisiensi bank antara kelompok bank berdasarkan aset bank dan operasional atau permodalan bank? Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat risiko kredit bank dan efisiensi bank antara kelompok bank berdasarkan aset dan berdasarkan buku bank.

Manfaat Penelitian Manfaat Teoretis

  • Perlunya Regulasi Perbankan
  • Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • Dampak Regulasi Bagi bank
  • Aktivitas Perbankan
  • Kinerja Perbankan
  • Efisiensi Perbankan 1.Konsep Efisiensi 1.Konsep Efisiensi
    • Input dan Output Bank
    • Fungsi Biaya
    • Pengukuran Efisiensi Bank
    • Pengukuran Efisiensi Parametrik dengan SFA
  • Risiko Perbankan
    • Pengukuran Risiko Perbankan
    • Proxy Ukuran Risiko Bank
  • Hubungan Risiko dan Efisiensi Bank
  • Faktor Lain Penentu Risiko Bank
    • Pengaruh Kecukupan Permodalan Bank terhadap Risiko Bank
    • Pengaruh Asset Size terhadap Risiko
    • Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Risiko Kredit Bank
    • Pengaruh Faktor Makro Ekonomi terhadap Risiko Kredit Bank
  • Faktor Lain Penentu Efisiensi Bank
    • Pengaruh Kecukupan Modal Bank terhadap Efisiensi Bank
    • Pengaruh Size terhadap Efisiensi Bank
    • Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Efisiensi Bank
    • Pengaruh Makro Ekonomi terhadap Efisiensi Bank
  • Penelitian Terdahulu
    • Penelitian Terdahulu di Indonesia
  • Penelitian Terdahulu di Negara lain

Efisiensi bank dapat dibedakan menjadi dua (Farel, 1957 dalam Fiorentino, Karman dan Kotter, 2006), yaitu efisiensi teknis dan efisiensi alokatif. Risiko pasar juga terjadi akibat menurunnya nilai pasar aset yang dimiliki bank. Rasio yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan terjadinya risiko pasar di masa yang akan datang adalah sebagai berikut: . satu). Nilai pasar obligasi dan aset pendapatan tetap lainnya yang dimiliki relatif terhadap nilai yang tercatat dalam pembukuan bank adalah rasio total nilai pasar obligasi dan instrumen keuangan pendapatan tetap lainnya yang dimiliki bank terhadap nilai bukunya.

Temuan penelitian Berger dan DeYoung (1997) serta Kwan dan Einseinbeis pada tahun 1997 (dalam Fiordelisi et all, 2010) menemukan bahwa efisiensi bank dan permodalan merupakan faktor relevan yang menentukan risiko bank. Hubungan antara risiko dengan kecukupan modal bank sangat dipengaruhi oleh tingkat efisiensi bank (Huges dan Mester, 1998 dalam Fiordelisi dkk, 2010 dan Huges dan Mester, 2008). Misalnya, regulator perbankan memperbolehkan tingkat efisiensi suatu bank (dengan tingkat manajemen yang tinggi) menjadi lebih fleksibel dalam pemenuhan leverage modalnya, asalkan profil risiko lainnya konstan (Fiordelisi et alle, 2010) .

Temuan penelitian Berger dan DeYoung (1997) serta Kwan dan Einseinbeis pada tahun 1997 (dalam Fiordelisi et all, 2010) menemukan bahwa efisiensi bank dan permodalan merupakan faktor relevan yang menentukan risiko bank. Penelitian yang dilakukan di Indonesia yang melihat faktor-faktor penentu efisiensi bank antara lain Ramli (2005), Mirnawati (2007), Margono, Sarma dan Melvin (2010) dan Alfarisi (2010). Faktor penentu efisiensi bank yang diteliti dalam penelitian ini adalah risiko bank (NPL), CAR, SIZE, struktur kepemilikan (kepemilikan pemerintah, asing dan publik), pertumbuhan PDB dan pertumbuhan kredit perbankan.

Pada kondisi diminishing return to scale, tingkat efisiensi bank kecil lebih tinggi dibandingkan bank besar. Variabel yang digunakan adalah variabel dependen efisiensi bank, spread suku bunga dan margin, dan variabel independennya adalah spesifik bank (variabel biaya overhead dan ROA), variabel spesifik industri (struktur konsentrasi dan struktur kepemilikan serta variabel makroekonomi (pertumbuhan PDB, pertumbuhan riil). T-).Variabel akun), nilai tukar, inflasi dan nilai tukar).

Tabel 2.1. Peran Bank dalam Ekonomi
Tabel 2.1. Peran Bank dalam Ekonomi

Kerangka Pemikiran

  • Variabel Penentu Efisiensi perbankan
  • Variabel Risiko Kredit Perbankan
  • Variabel Moderating
  • Variabel Dummy

Terdiri dari variabel total biaya per bank (TCPB) sebagai variabel dependen, perkiraan biaya minimum (MINCOST), Output Bank dan Input Bank. Input bank yang digunakan adalah harga tenaga kerja (POL), harga dana (POF) dan harga modal (POC). Total biaya bank (TCn) bagi suatu bank adalah total biaya yang dikeluarkan selama periode satu tahun yang terdiri dari beban bunga, beban operasional selain bunga dan beban non operasional lainnya.

Biaya modal merupakan total biaya non bunga (tidak termasuk biaya gaji) dan total biaya PPAP. Variabel spesifik bank yang digunakan adalah rasio kecukupan modal (CAR), struktur kepemilikan bank (% kepemilikan asing, % kepemilikan pemerintah, dan % kepemilikan publik) dan ukuran bank. Nilai aset bank yang digunakan merupakan transformasi logaritma natural total aset atau log aset (LOGASET).

Variabel makro yang digunakan adalah pertumbuhan kredit perbankan nasional (GCRED) dan Pertumbuhan Domestik Bruto (GGDP). Variabel dummy yang digunakan adalah variabel dummy berdasarkan kelompok aset (SE BI No.8/10/INTERN, 14 Februari 2006), yaitu variabel dummy kelompok perbankan besar baik tidaknya (DLB) dan variabel dummy kelompok perbankan menengah baik tidaknya (DMB) ). Variabel dummy lain yang digunakan adalah variabel dummy berdasarkan kelompok perbankan atau buku saham/kegiatan usaha (PBI No.14/26/PBI/2012, 27 Desember 2012), yaitu variabel dummy untuk kelompok buku 1 atau tidak (DBUKU1) dan variabel dummy untuk kelompok buku 1 atau tidak (DBUKU1) dan variabel dummy untuk buku kelompok bank atau tidak (DBUKU2).

Gambar 2.3. Kerangka Pemikiran Penelitian
Gambar 2.3. Kerangka Pemikiran Penelitian

Hipotesis

Interaksi variabel SIZE dan efisiensi bank untuk melihat sejauh mana pengaruh efisiensi terhadap risiko dimoderasi oleh ukuran bank. Variabel moderasi SIZE terhadap pengaruh efisiensi bank terhadap risiko bank adalah interaksi variabel SIZE dan efisiensi bank (SIZE*SSFA). Variabel spesifik bank yaitu ukuran bank, persentase kepemilikan asing, persentase kepemilikan pemerintah, dan persentase kepemilikan publik mempengaruhi risiko kredit perbankan di Indonesia.

Variabel makroekonomi pertumbuhan domestik bruto berpengaruh negatif terhadap risiko kredit perbankan di Indonesia. Variabel spesifik bank yaitu ukuran bank, persentase kepemilikan asing, persentase kepemilikan pemerintah, dan persentase kepemilikan publik mempengaruhi efisiensi perbankan di Indonesia. Variabel makroekonomi yaitu pertumbuhan domestik bruto berpengaruh positif terhadap efisiensi perbankan di Indonesia.

Hubungan antara dampak risiko kredit bank dan efisiensi bank dimoderasi oleh variabel moderasi ukuran bank atau interaksi variabel ukuran bank dan efisiensi bank (Ha18). Risiko kredit bank dan kinerja bank berbeda untuk kelompok bank berbasis aset dan kelompok bank berbasis ekuitas.

Populasi dan Sampel

Perubahan data sampel ini tidak mengubah hasil regresi atau hasil regresi diyakini akan tetap kuat, hal ini dikarenakan sampel yang dibuang adalah bank bermasalah dan bank kecil, sehingga dapat membersihkan data penelitian.

Jenis dan Sumber Data

Dalam penelitian ini, karena jumlah bank pada buku 4 hanya empat bank, maka buku 3 dan 4 digabungkan menjadi satu kelompok yaitu kelompok buku 3 dan 4. Dasar penggunaan kedua kelompok ini dilakukan untuk melihat perbedaannya. hasil efisiensi bank dan pengaruhnya terhadap variabel risiko bank terhadap efisiensi bank pada masing-masing kelompok bank. Sedangkan data makroekonomi pertumbuhan kredit perbankan nasional diambil dari data statistik perbankan Indonesia yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia dan juga dari data website Bank Dunia (http://databank.worldbank.org).

Sehubungan dengan kriteria pengambilan sampel di atas, maka jumlah bank yang dijadikan sampel adalah sama setiap tahunnya sehingga jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pooled berimbang (panel).

Tahapan Penelitian

  • Variabel Penelitian Fungsi Biaya dan Efisiensi Bank
  • Variabel Penelitian Penjelas Efisiensi Bank
  • Variabel Penjelas Risiko Bank
  • Variabel Moderasi (Interaksi)
  • Variabel Dummy
  • Definisi Variabel Penelitian

Penelitian ini juga menguji apakah hubungan antara risiko kredit dan efisiensi bank dimoderasi oleh variabel SIZE. Apakah risiko saling mempengaruhi terhadap efisiensi bank dengan mempertimbangkan interaksi SIZE (variabel moderasi) terhadap efisiensi dan risiko bank? Variabel penelitian yang digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi bank dengan metode SFA adalah variabel total biaya bank (TCn) dan total perkiraan biaya bank atau biaya bank optimal (MINCOST).

Variabel penelitian yang digunakan untuk melihat adanya hubungan timbal balik antara efisiensi dengan risiko perbankan adalah skor efisiensi SFA (SSFA) dan non-performing loan (NPL). Penggunaan NPL sebagai variabel risiko juga digunakan dalam penelitian Fiordelisi et.all, (2010), Girardone & Gardener (2004). Variabel makroekonomi yang digunakan dalam penelitian adalah pertumbuhan kredit perbankan nasional (GCRED) dan pertumbuhan PDB (GDP).

Untuk pengelompokan bank berdasarkan aset maka variabel dummy yang digunakan adalah DLB (dummy bank besar, 1 adalah bank besar dengan aset >. Untuk pengelompokan bank berdasarkan ekuitas atau pembukuan, variabel dummy yang digunakan adalah DBUKU1 dan DBUKU2. Total biaya adalah akan dihitung dalam fungsi biaya Coubb-Douglas yang digunakan dalam SFA seperti yang dilakukan oleh Burger dan Humphrey (1997).

Tabel 3.2. Jenis-jenis variabel Moderator  Berhubungan dengan
Tabel 3.2. Jenis-jenis variabel Moderator Berhubungan dengan

Rasio kecukupan modal atau Capital Adequate ratio (CAR) adalah rasio yang menggambarkan kecukupan modal untuk mengcover aset yang berisiko. CAR dihitung

Rasio kecukupan modal (CAR) merupakan rasio yang menggambarkan kecukupan modal untuk menutupi aset berisiko.

Rasio kepemilikan asing di perbankan Indonesia (OWNFR) adalah rasio persentase kepemilikan asing pada bank komersial. Persentase ini dihitung dari jumlah lembar

Rasio kepemilikan pemerintah di perbankan Indonesia (OWNG) adalah rasio persentase kepemilikan pemerintah pada bank komersial. Persentase ini dihitung dari

Rasio kepemilikan publik di perbankan Indonesia (OWNP) adalah rasio persentase kepemilikan publik pada bank komersial. Persentase ini dihitung dari jumlah saham

Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) adalah perubahan PDB akhir periode dikurangi PDB awal periode dibagi PDB awal periode.

Pertumbuhan Gross Domestic Bruto (GGDP) adalah perubahan GDP akhir periode dikurangi dengan GGDP awal periode dibagi dengan GGDP awal periode. GDP

Growth of credit yang diberikan dari perbankan nasional (GCRED) merupakan pertumbuhan kredit yang diberikan perbankan secara makro yang dihitung dari kredit

Interaksi SIZE dan effisiensi bank (SIZE*SSFA) merupakan variabel moderasi ukuran bank yang mempengaruhi hubungan efisiensi terhadap risiko bank. Variabel ini

Variabel dummy DBUKU1, variabel dummy bank buku 1, Angka 1 apabila bank tersebut termasuk dalam kelompok bank buku 1 dengan jumlah modal di bawah Rp 1 triliun. Dan angka nol apabila bukan bank buku 1 atau termasuk bank buku 2 (total modal antara Rp 1 triliun - Rp 5 triliun), bank buku 3 (total modal antara Rp 30 triliun - Rp 5 triliun) dan bank buku 4 (total modal di atas Rp 30 triliun). Variabel dummy DBUKU2 Bank Buku 2 Variabel dummy angka 1 jika bank tersebut termasuk dalam kelompok bank buku 2 dengan jumlah modal antara Rp 1 triliun – Rp 5 triliun.

Dan angka nol jika bukan bank buku 2 atau termasuk bank buku 1 (total modal di bawah Rp 1 triliun), bank buku 3 (total modal antara Rp 30 triliun – Rp 5 triliun) dan bank buku 4 (total modal di atas Rp 30 triliun). Variabel dummy DBUKU 3N4, variabel dummy bank buku 3 dan 4, angka 1 jika bank tersebut termasuk dalam kelompok buku bank 3 dan 4 dengan jumlah modal antara Rp 5 triliun.

Variabel Dummy DBUKU 3N4, variabel Dummy Bank Buku 3 dan 4, angka 1 bila bank masuk kelompok bank buku 3 dan 4 dengan total ekuitas di antara Rp5 triliun –

  • Model Penelitian
    • Model Pengukuran Efisiensi Biaya Dengan SFA
    • Uji Kausalitas Granger
    • Persamaan 1 Pengaruh Variabel Spesifik Bank dan Makro terhadap Risiko Perbankan Perbankan
    • Persamaan 2 Pengaruh Risiko Bank, Specifik bank dan Makro Ekonomi Terhadap Efisiensi Bank
    • Uji Chow dan Uji Hausman dalam Data Pooled/Panel
    • Uji Stationaritas dan Kointegrasi
    • Uji Normalitas dan Gejala Klasik
    • Analisis Regresi Variabel Moderasi dengan Metode Interaksi
  • Rancangan Pengujian Hipotesis
    • Rancangan Pengujian Hipotesis Bagian Pertama
    • Rancangan Pengujian Hipotesis Bagian Kedua
    • Rancangan Pengujian Hipotesis Bagian Ketiga
    • Rancangan Pengujian Hipotesis Bagian Keempat
    • Rancangan Pengujian Hipotesis Bagian Kelima

ŸU¦®: `•≤ 0 yaitu pertumbuhan perbankan nasional (GCRED) berpengaruh negatif terhadap risiko bank (NPL). ŸU ¦ : _S≥ 0 yaitu apakah risiko kredit bank (NPL) berpengaruh positif terhadap skor efisiensi bank SSFA. ŸU «: _w ≤ 0 yaitu pertumbuhan produk domestik bruto (GGDP) tidak berpengaruh atau berpengaruh negatif terhadap skor efisiensi bank SSFA.

Dari jumlah tersebut, bank konvensional sebanyak 138 bank. jadi jumlah sampel penelitiannya sama dengan tahun 2001 yaitu 138 bank. Bank umum konvensional bertransformasi menjadi bank syariah yaitu PT Bank Harfa (tahun 2009 menjadi Bank Panin Syariah).

Tabel 3.3. Definisi dan Operasional Variabel Penelitian (Lanjutan)
Tabel 3.3. Definisi dan Operasional Variabel Penelitian (Lanjutan)

Gambar

Tabel 1.3. BOPO Perbankan Nasional Tahun 2006  No  Kode
Gambar 1.1.    Suku Bunga Deposit, Kredit, Spread dan Inflasi di Indonesia, Malaysia,  Singapura, dan Thailand, (Periode 2000 – 2011)
Tabel 1.5 Perbandingan Suku Bunga Deposito dan Inflasi  Negara Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand
Tabel 1.6  Suku bunga kredit, suku bunga Dana Pihak III  dan Spread perbankan nasional tahun 2000-2010
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dilihat dari hasil penghitungan Z-scoremengindikasikan bahwa kedua bank tersebut memiliki tingkat risiko yang sama-sama tinggi dan apabila pihak perusahaan perbankan

Adapun judul dari skripsi ini adalah “Pengaruh Kecukupan modal, Dana Pihak Ketiga, Risiko Kredit, Risiko Pasar, dan Efisiensi Operasional Terhadap Profitabilitas

Menurut standar industri untuk manajemen risiko ( Basel II ), bank harus mengelola risiko operasional disamping risiko kredit dan risiko pasar, risiko operasional yang

Pengaruh Efisiensi Operasional dan Ukuran Perusahaan Terhadap Risiko Kredit pada Bank Devisa yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia!. Universitas Pendidikan Indonesia |

Analisis Pengaruh Efisiensi Operasi, Risiko Kredit, Risiko Pasar, dan Modal terhadap Kinerja Keuangan Perbankan (Studi Perbandingan pada Bank Domestik dan Bank

Analisis Hubungan Antara Efisiensi, Modal, dan Risiko Kredit Pada Bank Umum yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia periode.. 2005

Tesis dengan judul “ Risiko Keuangan Dan Tingkat Kesehatan Keuangan Bank Pada Perbankan Syariah Di Indonesia ” ini disusun untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji faktor-faktor spesifik bank terhadap efisiensi manajemen risiko pada bank keluarga yang terdaftar di Bursa Efek