PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
Perlu diketahui juga bahwa untuk melakukan kegiatan impor tersebut memerlukan modal yang cukup tergantung barang yang akan diimpor. Menurut Boediono (2009), pertumbuhan ekonomi juga merupakan laju kenaikan PDB riil atau PDB dalam satu tahun. Secara umum, pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan perbandingan “Produk Domestik Bruto” (PDB) atau “Produk Domestik Bruto” (PDB) untuk daerah dan “Produk Domestik Bruto” (PDB) untuk skala nasional.
Pertumbuhan ekonomi juga dapat diartikan sebagai suatu proses peningkatan kapasitas produktif suatu perekonomian, yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pendapatan nasional. Pertumbuhan ekonomi merupakan pertumbuhan produksi barang dan jasa di suatu wilayah ekonomi dalam selang waktu tertentu. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi maka semakin cepat pula proses penambahan produksi daerah, sehingga prospek pembangunan daerah semakin baik.
Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai ukuran kuantitatif yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian pada suatu tahun tertentu dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi didefinisikan sebagai peningkatan PDB atau GNP, terlepas dari apakah pertumbuhan tersebut lebih besar atau lebih kecil dari laju pertumbuhan penduduk, dan apakah telah terjadi perubahan struktur perekonomian atau perbaikan sistem kelembagaan atau tidak. Banyak sekali tokoh-tokoh beserta pendapat atau teorinya mengenai perkembangan atau pertumbuhan ekonomi selama ini.
Menurut pandangan para ekonom klasik, banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, seperti jumlah penduduk, jumlah stok barang modal, luas lahan dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi. Para ekonom berpendapat bahwa pengurangan tambahan produksi akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, artinya di sini pertumbuhan ekonomi tidak terjadi secara terus menerus. Namun bila pertumbuhan penduduk terlalu besar maka pertumbuhan penduduk akan menurunkan tingkat kegiatan perekonomian karena produktivitas setiap penduduk menjadi negatif, kesejahteraan masyarakat menurun, dan laju pertumbuhan ekonomi menjadi rendah.
Naik turunnya laju pertumbuhan ekonomi yang terjadi setiap triwulan dipengaruhi oleh banyak hal, sehingga kualitas pemerintahan suatu negara tidak bisa dinilai hanya dari naik atau turunnya pertumbuhan ekonomi per triwulan saja. seperempat. Jika suatu negara mengalami peningkatan pendapatan per per kapita dibandingkan periode sebelumnya, maka negara tersebut dapat dikatakan sedang mengalami pertumbuhan ekonomi. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi jika jumlah pekerjanya lebih banyak dibandingkan jumlah penganggurannya, atau bisa juga dikatakan penganggurannya mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Nilai PDB atas dasar harga konstan digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi karena nilai PDB atas dasar harga konstan tidak dipengaruhi oleh perubahan harga, sedangkan PDB atas dasar harga berlaku digunakan untuk melihat besar kecilnya perekonomian suatu daerah. Pertama untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan masing-masing sektor, mengetahui struktur perekonomian suatu daerah, mengetahui tingkat pertumbuhan harga (inflasi/deflasi) dan sebagai indikator tingkat kesejahteraan.
Tinjauan Empiris
Hasil penelitian kuantitatif secara parsial menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan variabel ekspor, impor dan nilai tukar terhadap pertumbuhan ekonomi, hal ini terlihat dari hasil uji t yang mempunyai harga signifikan lebih rendah dari tingkat signifikansi 0,05 dan secara bersama-sama , hal ini terlihat dari uji f yang mencapai harga signifikansi lebih kecil dari tingkat signifikan 0,05 yaitu sebesar 0,003. Temuan Penelitian Kuantitatif Indonesia yang menjadi negara net oil importing sejak tahun 2004 harus memprioritaskan alokasi volume migas untuk konsumsi dalam negeri yang sangat tinggi, sehingga dapat mengurangi volume impor khususnya minyak yang sangat besar. besar, sehingga biaya devisa untuk pembelian minyak impor dapat ditekan.
Kerangka Pikir
Hipotesis
Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif yaitu metode yang digunakan untuk menganalisis pengaruh impor, ekspor dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi Sulawesi Selatan. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data pertumbuhan ekonomi provinsi Sulawesi Selatan, ekspor, impor, investasi. Secara geografis, Provinsi Sulawesi Selatan terbentang dari selatan ke utara dengan panjang garis pantai mencapai 2.500 km.
Kota Makassar merupakan kota terpadat di Provinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah penduduk yang terus bertambah setiap tahunnya. Tabel di bawah ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan ekonomi provinsi Sulawesi Selatan selama periode 2010-2019. Berdasarkan data di atas, selama 10 tahun yakni tahun impor, Provinsi Sulawesi Selatan mengalami kemajuan dengan persentase pertumbuhan sebesar 4,78.
Penelitian ini mengkaji pengaruh ekspor, impor dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif berdasarkan data penelitian yang ada. Menggunakan time series tahun 2010-2019 mengenai pengaruh ekspor, impor dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Wahyudin Rachman (2014) yang berjudul “pengaruh investasi dan ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan hasil pembahasan penelitian mengenai pengaruh ekspor, impor dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi Provinsi Sulawesi Selatan, penulis dapat menyimpulkan bahwa. Ekspor secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi Sulawesi Selatan yang ditunjukkan dengan nilai sig sebesar 0,005 < 0,05. Impor berpengaruh negatif dan tidak signifikan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan yang ditunjukkan dengan nilai sig sebesar 0,655 > 0,05.
Investasi secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan, dibuktikan dengan nilai sig sebesar 0,466 > 0,05. Kondisi Ekspor dan Impor Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020. Kondisi Investasi di Provinsi Sulawesi Selatan. PENGARUH EKSPOR, IMPOR DAN INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERIODE Skripsi, UIN Alauddin Makassar.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penentuan jenis dan sumber data dilakukan agar data penelitian menjadi valid dan konsisten dengan data yang diperlukan untuk data yang digunakan dalam penelitian ini.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Pada tahun 2017, rasio gender provinsi Sulawesi Selatan sebesar 95,54% dengan jumlah laki-laki 4.260.101 jiwa. Berdasarkan data diatas, selama 10 tahun yaitu pada tahun ekspor Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan persentase pertumbuhan yang menurun hingga tahun 2010-2012, masing-masing ekspor mengalami penurunan sebesar. Pada tahun 2018 impor Provinsi Sulawesi Selatan mengalami penurunan sebesar 19,63% dan pada tahun 2019 impor Provinsi Sulawesi Selatan mengalami penurunan dengan laju pertumbuhan sebesar -9,75%.
Setelah melakukan serangkaian pengujian dan setelah melakukan serangkaian pengujian dan pembahasan terkait dengan “Dampak Ekspor, Impor Dan Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Sulawesi Selatan”, yaitu dengan mengukur pengaruh variabel independen. ekspor, impor dan investasi) terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi Sulawesi Selatan.
Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran
Teknik Analisis Data
Terdapat empat danau di Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Danau Tempe dan Sidenreng yang berada di Kabupaten Wajo, serta Danau Matana dan Towuti yang berada di Kabupaten Luwu Timur. Kabupaten Luwu Utara merupakan kabupaten terluas dengan luas wilayah 7.365,51 km2, atau luas wilayah kabupaten tersebut adalah 15,98 persen dari seluruh provinsi di Provinsi Sulawesi Selatan. Pada tahun 2018, investasi di Provinsi Sulawesi Selatan mengalami pertumbuhan yang signifikan sebesar 66,33% sehingga perekonomian berangsur membaik, kemudian pada tahun 2019, investasi di Provinsi Sulawesi Selatan meningkat sebesar 152,46%.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Daerah Penelitian
Deskripsi Variabel Penelitian
Hasil Penelitian
Nilai koefisien (β3) = Apabila investasi meningkat sebesar 1% maka pertumbuhan ekonomi akan menurun sebesar 0,013 atau sebaliknya dengan asumsi variabel independen lain dianggap konstan. Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen secara individu (parsial) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen atau tidak. Uji ini digunakan untuk mengetahui secara parsial analisis pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yang dilihat dari besarnya t score terhadap t tabel.
Berdasarkan tabel keluaran SPSS di atas diketahui bahwa koefisien-koefisien di atas menunjukkan nilai signifikansi (Sig) variabel ekspor (X1) sebesar 0,005. Artinya Ekspor (X1) berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Y), diketahui nilai signifikansi (Sig) variabel Impor (X2) sebesar 0,655. Artinya impor (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) dan diketahui nilai signifikansi (sig) variabel investasi sebesar 0,466.
Berdasarkan tabel keluaran SPSS di atas diketahui koefisien-koefisien di atas menunjukkan nilai t-nilai variabel ekspor (X1) sebesar 4,243. Artinya Ekspor (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Y), diketahui nilai t-nilai variabel Impor (X2) sebesar -0,470. Artinya impor (X2) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) dan diketahui nilai t hitung variabel investasi (X3) sebesar 0,778 karena nilai t 0,778 < 2,447, sehingga dapat dapat disimpulkan H3 ditolak atau H0 ditolak.
5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ekspor (X1), Impor (X2) dan Investasi (X3) memberikan indikasi adanya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dan signifikan pada tingkat arti 0,05%. Hasil koefisien determinasi R2 yaitu sebesar 0,876 menjelaskan bahwa variabel independen secara simultan mempengaruhi variabel dependen yaitu sebesar 87,6%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh sektor lain di luar model. Pada tabel 4.11 diperoleh nilai R yang berarti terdapat pengaruh ekspor, impor dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi yang dilihat dari hasil koefisien determinasi (R2).
Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terbukti bahwa hipotesis H3 Investasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan, hal ini dibuktikan dengan probabilitas signifikan diatas 0,05 yang menunjukkan bahwa nilai sig lebih kecil dari nilai variabel Investasi sebesar 0,466 <0,05 dan nilai t-variabel sebesar 0,778. Mubasysyir dengan judul penelitian “Pengaruh Ekspor, Impor dan Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan (Periode) menyatakan bahwa investasi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Peningkatan pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan dengan meningkatkan ekspor, impor dan investasi. , ini sangat membantu pertumbuhan ekonomi.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk mengetahui pengaruh ekspor, impor dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi. Nizar, Chairul, Abubakar, Hamzah, Sofyan Syahnur, 2013, Dampak Investasi dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Kaitannya Dengan Tingkat Kemiskinan di Indonesia, Jurnal Pascasarjana Ekonomi Universitas Syah Kuala, Vol.1, No.2. Noviyanto (https://koinworks.com/blog/import-goods-outside-negeri/) Noviyanto (https://koinworks.com/blog/import-goods-outside-negeri/) https://www.ilmu- ekonomi-id.com/2016/09/indikator-pertumbuhan-ekonomi.html.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
1996, Dalam Juniartha R, Pinem (2009): Analisis Pengaruh Ekspor, Impor, Nilai Tukar Rupiah Terhadap Cadangan Devisa Indonesia, Repository USU.