• Tidak ada hasil yang ditemukan

SULFITRIANI Nomor Induk Mahasiswa - Admin Digital Library

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "SULFITRIANI Nomor Induk Mahasiswa - Admin Digital Library"

Copied!
119
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Program Indonesia Pintar (PIP) dilaksanakan melalui penerbitan Kartu Indonesia Pintar (KIP), dimana kartu tersebut diberikan sebagai penanda/identitas penerima bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP). Hasil observasi awal peneliti menunjukkan bahwa SMA Negeri 2 Barru salah dalam penerapan kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP).

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Sampel penelitian ini adalah siswa penerima bantuan program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Saras Setyawati 2018 (IAIN Purwokerto) dengan judul “Efektifitas Program Kartu Indonesia Pintar Bagi Mahasiswa Bisnis di Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap (Studi Permendikbud No. 12 Tahun 2015 tentang Program Indonesia Pintar)”.

Konsep dan Teori

  • Pengertian Implementasi
  • Pengertian Kebijakan
  • Implementasi Kebijakan
  • Program Indonesia Pintar

Kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) adalah memberikan bantuan tunai dari pemerintah kepada anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu yang ditandai dengan pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebagai kelanjutan pendidikannya. Siswa penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) diberikan penghargaan sesuai dengan tingkat pendidikannya.

Kerangka Pikir

Proses implementasi kebijakan melalui 6 indikator menunjukkan apa saja faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP). Jadi teori ini akan memudahkan peneliti untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP), dan akan memudahkan peneliti untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP). di SMA Negeri 2 Barro. Capaian Implementasi Kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Negeri 2 Barru Implementasi Kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) v.

Gambar 2.1 Bagan kerangka pikir
Gambar 2.1 Bagan kerangka pikir

Fokus Penelitian

Deskripsi Fokus

Standar dan sasaran kebijakan / langkah dan sasaran kebijakan, yang terkait dengan bagaimana tim pengelola PIP Prov. Sulawesi Selatan, kepala sekolah, siswa dan orang tua siswa melaksanakan kebijakan program Indonesia Pintar dalam mengukur keberhasilan kebijakan tersebut berdasarkan ukuran dan tujuannya, sehingga kebijakan program tersebut dipahami dan dilaksanakan dengan baik di SMA Negeri 2 Barru. Sumber daya, yaitu identifikasi sumber daya yang tersedia, baik sumber daya manusia maupun keuangan, dalam hal ini jika Prov.

Sulsel selaku kepala sekolah mengalami kekurangan sumber daya atau resource yang tidak mencukupi untuk menyelesaikan implementasi kebijakan program Indonesia Pintar di SMA Negeri 2 Barru. Sulawesi Selatan dan kepala sekolah agen pelaksana pada organisasi formal dan informal yang demokratis dan persuasif dalam implementasi kebijakan program Indonesia Pintar di SMA Negeri 2 Barru. Sulawesi Selatan, kepala sekolah dan administrator di SMA Negeri 2 Barru, seperti kejujuran, komitmen dan karakter demokratis, jika tim pelaksana PIP memiliki kualitas yang baik maka implementasi kebijakan program Indonesia pintar di SMA Negeri 2 Barru akan terlaksana dengan baik.

Penguatan komunikasi dan kegiatan antar organisasi dalam hal ini terkait dengan bagaimana Prov. tim manajemen PIP. Lingkungan yang dimaksud meliputi kondisi sosial, ekonomi, dan politik, dalam hal ini dapat dilihat sejauh mana keterlibatan lingkungan luar dalam proses terciptanya keberhasilan kebijakan PIP. kondisi yang dapat memberikan pengaruh besar bagi pelaksana dalam pelaksanaan kebijakan program Indonesia Pintar di SMA Negeri 2 Barru.

METODE PENELITIAN

  • Waktu dan Lokasi
  • Jenis dan Tipe Penelitian
  • Informan Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Teknik Pengabsahan Data

Dilakukan untuk memperoleh data primer terkait penerapan Kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Negeri 2 Barru. Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program yang memberikan bantuan pendidikan kepada anak sekolah (6-21 tahun) yang berasal dari keluarga. Berdasarkan beberapa hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi pihak SMA Negeri 2 Barru tentang program Indonesia Pintar sudah baik.

Sedangkan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti ditemukan bahwa karakteristik agen pelaksana Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Negeri 2 Barru masih kurang, sehingga pelaksana kebijakan kewalahan dalam pengelolaan dan arah Program Indonesia Pintar. (PIP). Hal ini terlihat dari komitmen Dinas Pendidikan dan Kepala SMA Negeri 2 Barru dalam menjalankan Program Indonesia Pintar (PIP). Pembahasan ini membahas tentang hasil penelitian tentang Implementasi Kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Negeri 2 Barru.

Berdasarkan hasil wawancara informan, Program Indonesia Pintar (PIP) berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP) ditujukan untuk siswa yang tidak mampu/rawan miskin dan anak yatim piatu yang kesulitan biaya pendidikannya sehingga memiliki putus sekolah, sesuai dengan pendapat Van Metra dan Van Horn (Subarsono 2005), yang mengatakan bahwa standar dan tujuan kebijakan harus jelas dan terukur, sehingga tujuan dalam implementasi kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) . dapat dicapai. Berdasarkan hasil wawancara narasumber, kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) ini ditinjau dari karakteristik lembaga pelaksana dilaksanakan sesuai dengan SOP.

Tabel 3.1 Informan Penelitian
Tabel 3.1 Informan Penelitian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Lokasi Penelitian

  • Gambaran Umum Kabupaten Barru
  • Gambaran Umum SMA Negeri 2 Barru

SMA Negeri 2 Barru merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang mempunyai sejarah panjang, awalnya bernama SMAN Mangkoso. SMA Negeri 2 Barru dilengkapi dengan lahan parkir yang sangat luas, lapangan upacara, taman baca, lapangan basket, lapangan takrow dan lapangan voli. Dengan semangat persatuan dan inspirasi keagamaan, SMA Negeri 2 Barru menjadi sekolah yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu bersaing secara global.”

Sumber Daya Manusia (SDM) SMA Negeri 2 Barru meliputi siswa, tenaga pengajar dan karyawan. Untuk tahun 2022, jumlah siswa putra sebanyak 326 siswa dan putri sebanyak 410 siswa. Jumlah siswa SMA Negeri 2 Barru berjumlah 736 siswa, dengan rincian sebagai berikut. Berdasarkan tabel 4.6. Terlihat dari jumlah guru dalam hal ini guru di SMA Negeri 2 Barru sebanyak 59 orang, terdiri dari guru PNS sebanyak 34 orang dan guru honorer sebanyak 25 orang sehingga berjumlah 59 orang.

Sedangkan berdasarkan Tabel 4.7, jumlah siswa SK penerima Program Indonesia Pintar (PIP) SMA Negeri 2 Tahun 2021 meliputi: kelas XII 82 putra 30 putra dan 41 putri, kelas XI 48 putra 23 putra dan putri 36 siswa, dan 0 siswa kelas X karena siswa yang baru masuk kelas X belum mendaftar PIP tingkat sekolah menengah. Merujuk pada Tabel 4.8, jumlah penerima SK Program Indonesia Pintar (PIP) SMA Negeri 2 Tahun 2022 meliputi: kelas XII 32 siswa laki-laki 14 orang dan putri 18 orang, kelas XI 34 siswa laki-laki 16 orang dan putri 18 orang, dan kelas X 51 orang. dengan 21 siswa laki-laki dan 30 siswa perempuan.

Gambar 4.1. Peta Wilayah Kabupaten Barru
Gambar 4.1. Peta Wilayah Kabupaten Barru

Hasil Penelitian

Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) berfokus pada siswa miskin atau kurang mampu yang orang tuanya memiliki kartu PKH, atau pada keluarga mampu. Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua siswa mendapat informasi mengenai Program Indonesia Pintar (PIP) dan menyampaikan sejumlah tuntutan untuk mendapatkan bantuan dari program tersebut. Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa orang tua siswa mendapat informasi tentang Program Indonesia Pintar (PIP) dengan persyaratan sebagai berikut yaitu PKH dan KK.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pihak sekolah telah memberikan pelayanan yang baik kepada orang tua siswa yang belum memahami Program Indonesia Pintar (PIP). Berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua siswa di atas terlihat bahwa Program Indonesia Pintar (PIP) kurang tepat sasaran di masyarakat dengan penerima bantuan PIP tidak hanya dari masyarakat kurang mampu. Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program nasional sehingga diupayakan semaksimal mungkin untuk membantu siswa yang kurang mampu atau kurang mampu.

Khusus Program Indonesia Pintar (PIP), pegawai diarahkan untuk terjun langsung ke sekolah untuk melakukan sosialisasi. Berdasarkan hasil wawancara di atas, pihak sekolah sangat mendukung kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) dan semua pihak bahu membahu menyukseskan program tersebut sebagaimana mestinya.

Tabel  4.9.  Struktural  Penanggung  Jawab  Program  Indonesia  Pintar  di SMA Negeri 2 Barru
Tabel 4.9. Struktural Penanggung Jawab Program Indonesia Pintar di SMA Negeri 2 Barru

Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil wawancara di atas, para siswa juga mengapresiasi adanya bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterima sehingga para staf sekolah dapat menilai bahwa mereka telah menjalankan tugasnya dengan baik. Namun tidak dapat dipungkiri, dengan kondisi pandemi, implementasi kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) belum tercapai secara maksimal karena kondisi pandemi saat ini. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan informan, sumber daya menjadi aspek penting dalam implementasi kebijakan, mulai dari cara sosialisasi, pembagian tugas dalam Program Indonesia Pintar (PIP).

Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa lingkungan sosial ekonomi dan politik menjadi pendukung dan memungkinkan Program Indonesia Pintar (PIP) mencapai tujuan yang diinginkan. Berdasarkan hasil wawancara informan, pelaksana dari dinas pendidikan dan sekolah menerima dan memahami kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) serta mendukung keberhasilan kebijakan tersebut. Kondisi lingkungan hidup, berdasarkan hasil penelitian kondisi lingkungan hidup menjadi salah satu pendukung yang membuat program Indonesia Pintar ini mencapai tujuan yang diharapkan.

Untuk mewujudkan implementasi kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Negeri 2 Barru dengan baik, peneliti memberikan saran sebagai berikut. Implementasi kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) dalam upaya pemerataan pendidikan di SMP Negeri 1 Manonjaya dan SMP Negeri 2 Cineam Kabupaten Tasikmalaya.

PENUTUP

Kesimpulan

Standar dan tujuan kebijakan berdasarkan hasil penelitian untuk menyasar anak-anak miskin dan yatim piatu masih perlu ditingkatkan, sedangkan tujuan program ini telah berhasil membantu permasalahan keuangan orang tua kurang mampu. Sumber daya berdasarkan hasil penelitian sudah mencukupi, pihak sekolah sudah sepenuhnya melaksanakan program ini. Penguatan komunikasi dan aktivitas lintas organisasi, berdasarkan hasil penelitian, dimana komunikasi dan sumber daya sangat erat hubungannya, semakin baik sumber daya manusia yang ada maka komunikasi antar pelaku juga semakin baik, komunikasi antar pelaku harus selalu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan.

Karakteristik penyedia berdasarkan hasil penelitian, dimana karakteristik penyedia dan standar serta tujuan kebijakan saling berkaitan, dimana permasalahan utama dari kebijakan tersebut adalah mekanisme yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada, seperti siswa kurang mampu atau siswa yatim piatu yang tidak menerima bantuan karena tidak memenuhi persyaratan kebijakan program. Sikap kontraktor, menurut hasil survey, kontraktor telah melaksanakan tugas pelaksanaan kebijakan ini dengan baik, karena memahami bagaimana kebijakan ini cukup baik dalam memberikan pelayanan dan memberikan informasi.

Saran

Implementasi Program Kartu Indonesia Pintar di Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu. Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 10 Tahun 2020 Pasal 4 ayat 1. Peraturan Bersama antara Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat. Efektivitas Program Kartu Indonesia Pintar pada Siswa SMK di Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap (Studi Permendikbud Nomor 12 Tahun 2015 tentang Program Indonesia Pintar. Jurnal.

Winda Yanti, Pelaksanaan Pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Desa Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan.

Foto dengan  Tim manajemen PIP Prov. Sulsel
Foto dengan Tim manajemen PIP Prov. Sulsel

Gambar

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir .............................................................................
Gambar 2.1 Bagan kerangka pikir
Tabel 3.1 Informan Penelitian
Gambar 4.1. Peta Wilayah Kabupaten Barru
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dalam menghimpun data melalui wawancara, pertanyaan dan jawaban yang akan diperoleh mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report atau setidak-tidaknya pada

anxiety level and their speaking achievement. None of the mentioned scholars specifically explored the English fluency of Airlangga students and how their attitude