PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
LEMBAR VALIDASI/ PENILAIAN OLEH AHLI MATERIAL UNTUK PENGEMBANGAN MODUL BERDASARKAN GUIDED INQUIRY TERHADAP MATERI ASOSIASI LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR. LEMBAR VALIDASI/ASESSMENT DARI AHLI MEDIA PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INQUIRY TERPANDUAN PADA MATERI ASOSIASI LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR. Judul Penelitian : Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing Pada Materi Pencemaran Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Siswa Kelas X Madrasah Aliyah (MA).
RESPON GURU MENGEMBANGKAN MODUL BERBASIS PENELITIAN TERPANDUAN PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN SEBAGAI ALAT BELAJAR BAGI SISWA MADRASA.
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Apakah modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi pencemaran lingkungan untuk siswa kelas X Madrasah Aliyah (MA) layak digunakan? Bagaimana tanggapan guru dan siswa terhadap modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi pencemaran lingkungan sebagai sumber belajar siswa kelas X di MA Ma’arif 9 Kotagajah.
Tujuan Pengembangan
Untuk mengetahui kelayakan modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi pencemaran lingkungan bagi siswa kelas X Madrasah Aliyah (MA). Untuk mengetahui respon guru dan siswa terhadap modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi pencemaran lingkungan sebagai sumber belajar kelas
Manfaat Produk yang Dikembangkan
Spesifikasi Produk yang Dikembangkan
KAJIAN PUSTAKA
Definisi Sumber Belajar
Jenis-jenis Sumber Belajar
Event yaitu peristiwa yang terjadi di suatu daerah atau negara yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Bahan ajar yaitu segala bentuk bahan tertulis maupun tidak tertulis yang dapat digunakan untuk membantu guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Pengalaman anak, yaitu segala sesuatu yang dialami atau dilakukan siswa yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
Modul
Berbeda dengan yang disebutkan B.P, Sitepu dalam bukunya Mempersiapkan Buku Ajar, beliau mengatakan bahwa modul adalah media yang dapat disusun dan digunakan untuk pembelajaran konvensional dan mandiri.6. Berbeda dengan yang disampaikan oleh B.P Sitepu, beliau menyatakan bahwa modul dapat digunakan untuk pembelajaran konvensional dan mandiri. Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa modul adalah bahan ajar yang dirancang secara sistematis dan dapat digunakan untuk pembelajaran baik secara konvensional maupun mandiri dan dengan sedikit atau tanpa bimbingan guru.7.
Sebagai salah satu bahan pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran, modul berbeda dengan buku teks atau buku cetak pada umumnya.
Guided Inquiry
- Model Pembelajaran Guided Inquiry
- Ciri-ciri Pembelajaran Inquiry
- Tahapan Pembelajaran Guided inquiry
- Peran Guru dalam Pembelajaran Guided Inquiry
- Keunggulan Model Pembelajaran Guided Inquiry
- Kelemahan Model Pembelajaran Guided Inquiry
Permasalahan yang disajikan merupakan permasalahan yang mengajak siswa berpikir untuk memecahkan teka-teki tersebut. Dalam hal ini siswa mengungkapkan hasil percobaan yang dilakukan berdasarkan data yang telah dikumpulkan. Dalam strategi ini, siswa memegang peranan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar.
Fasilitator yaitu guru yang menunjukkan jalan keluar jika terdapat hambatan dalam proses berpikir siswa.
Materi Pencemaran Lingkungan
Terjadinya pencemaran lingkungan yang akan dibahas disini adalah tercampurnya bahan pencemar dengan komponen lingkungan hidup, yaitu terdiri dari pencemaran udara, pencemaran tanah, dan pencemaran air. Pencemaran tanah adalah situasi dimana bahan kimia buatan memasuki lingkungan alami tanah dan mengubahnya. Penyebab pencemaran tanah berasal dari limbah industri yaitu kawasan pabrik, manufaktur, industri kecil, industri perumahan, dapat berupa limbah padat dan cair. a) Limbah industri padat atau limbah padat yang dihasilkan dari limbah industri yang berupa padatan, lumpur, slurry yang dihasilkan dari proses pengolahan.
Limbah pertanian adalah limbah yang dapat menimbulkan pencemaran tanah yang berasal dari limbah pertanian yaitu sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah/tanaman misalnya pupuk urea, pestisida untuk memberantas hama tanaman misalnya DDT (Dichloro Diphenyl Trichlorethane).
Kajian Studi yang Relevan
Dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan dan dalam proses pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu mendefinisikan, merancang, mengembangkan dan mendistribusikan. Namun dalam penelitian ini hanya sebatas pada tahap pengembangan karena terbatasnya waktu yang terlibat dalam pengembangan produk. Hasil penelitian Kusworo adalah “Pengembangan Modul Pembelajaran Ekonomi Berbasis Penelitian Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Kelas X SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar”. Dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan serta menggunakan model pengembangan Borg and Gall dengan 8 fase perubahan dalam proses pengembangan ini.
Sedangkan penelitian yang penulis pelajari adalah mengembangkan materi pencemaran lingkungan dan dalam penelitian ini menggunakan gambar pada materi tersebut dengan dokumentasi sendiri.
Kerangka Pikir
Dari penelitian relevan diatas terdapat persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang ingin penulis lakukan. Persamaan penelitian ini dengan yang penulis pelajari adalah sama-sama mengembangkan modul, sedangkan yang membedakan adalah materi yang dikembangkan pada penelitian pertama yaitu sistem pernafasan, dan pada penelitian kedua yaitu hidrolisis garam, serta pada penelitian ketiga. Bedanya pengembangan modul adalah untuk mengukur hasil belajar siswa. Kerangka penelitian ini adalah pada kurikulum 2013 siswa dituntut menguasai keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Yaitu dengan mengembangkan modul berbasis inkuiri terbimbing dengan tahap penelitian awal yaitu analisis kebutuhan bahan ajar atau sumber belajar dalam proses pembelajaran materi pencemaran lingkungan, kemudian pembuatan produk awal, kemudian uji validasi oleh ahli, setelah dilakukan uji validasi oleh ahli, kemudian review produk kemudian uji coba produk, kemudian direview kembali dan akan menjadi produk akhir dari modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi pencemaran lingkungan.
METODE PENELITIAN
- Prosedur Pengembangan
- Desain Uji Coba Produk
- Desain Uji Coba
- Subjek Uji Coba
- Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Responden diberikan modul berbasis penelitian terbimbing sebagai sumber belajar siswa MA yang telah dirancang. Tahapan pengembangan modul berbasis penelitian materi pencemaran lingkungan sebagai sumber belajar siswa kelas X Madresah Aliyah (MA) dimana proses realisasi desain menjadi produk. Validasi ini bertujuan untuk melihat dan menilai kecukupan materi pada modul berdasarkan penelitian yang diarahkan pada materi pencemaran lingkungan.
Validasi ini bertujuan untuk melihat dan mengevaluasi kelayakan media pada modul berbasis penelitian yang diarahkan pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan sumber belajar berupa modul berbasis penelitian materi pencemaran lingkungan untuk kelas.
Hal ini menunjukkan bahwa modul berbasis penelitian pada materi pencemaran lingkungan layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa modul terbimbing berbasis inkuiri mengenai pencemaran lingkungan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Apa saran Anda mengenai sumber pembelajaran modul terbimbing berbasis penelitian tentang pencemaran lingkungan yang akan dikembangkan?
Sebelum mengisi Kuisioner Jawaban ini, harap dipastikan bahwa Anda telah membaca Modul Inkuiri Terbimbing Materi Pencemaran Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Siswa Kelas X Madrasah Aliyah (MA). Sebelum menyelesaikan Kuisioner Jawaban ini, pastikan Anda telah membaca Modul Berbasis Inkuiri yang dipandu pada Materi Pencemaran Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Siswa Kelas X Madrasah Aliyah (MA).
HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Hasil Validasi
- Validasi Ahli Materi
- Validasi Ahli Media
Tahap validasi melibatkan validator ahli materi dan ahli media yaitu guru pendidikan biologi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro. Validator ahli materi adalah Ibu Hifni Septina Carolina, M.Pd dan validator ahli media adalah Ibu Vifty Octanarlia Narsan, M.Pd. Produk awal yang dikembangkan kemudian divalidasi menggunakan angket validasi kepada validator ahli materi yaitu Ibu Hifni Septina Carolina, M.Pd.
Hasil penilaian yang diperoleh menunjukkan bahwa modul berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria relevan, namun memerlukan revisi. Hasil validasi materi pada Tabel 4.2 menunjukkan adanya peningkatan hasil penilaian yaitu pada validasi tahap pertama sebesar 73,3% dan pada validasi kedua menunjukkan peningkatan menjadi 88%. Produk awal yang telah selesai dikembangkan kemudian tahap selanjutnya divalidasi dengan menggunakan angket validasi, untuk validator ahli media yaitu Ny. Lima Puluh Octanarlia Narsan, M.Pd.
Hasil evaluasi yang diperoleh menunjukkan bahwa modul berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan memenuhi kriteria cukup layak dengan revisi sebagian. Setelah audit produk selesai, produk diserahkan kembali kepada ahli media disertai dengan angket penilaian, sehingga diperoleh kembali hasil validasi oleh ahli media kedua, yang dapat dilihat pada Tabel 4.4 sebagai berikut. Hasil validasi media kedua pada Tabel 4.4 menunjukkan adanya peningkatan hasil penilaian, yaitu pada validasi tahap pertama tercapai skor sebesar 49%, kemudian pada validasi tahap kedua diperoleh skor sebesar 77,3%.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, modul berbasis inkuiri terbimbing termasuk dalam kriteria sesuai namun perlu direvisi. Hasil validasi media pada tabel 4.5 menunjukkan peningkatan hasil evaluasi yaitu pada validasi tahap pertama sebesar 49%, dan pada evaluasi kedua menunjukkan peningkatan menjadi 77,3%, kemudian pada validasi tahap ketiga hasilnya meningkat menjadi 86,6%.
Hasil Uji Coba Produk
- Data Hasil Respon Guru Mata Pelajaran Biologi
- Data Hasil Uji Coba Kelompok Kecil
Berdasarkan penyajian skor yang diperoleh dari hasil respon guru mata pelajaran biologi terhadap produk modul berbasis penelitian terbimbing pada materi pencemaran lingkungan diperoleh penilaian sebesar 92% dan termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. menyimpulkan bahwa produk modul dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran bagi siswa. Produk modul terpandu berbasis penelitian pada materi pencemar lingkungan dikembangkan dan dianggap layak oleh tim validasi ahli materi dan ahli media. Tahap selanjutnya adalah pengujian terhadap siswa menggunakan Google Form. Kegiatan penelitian dalam modul meningkatkan keterampilan saya dalam memecahkan masalah terkait pencemaran lingkungan.
Berdasarkan hasil persentase respon siswa terhadap modul inkuiri terbimbing diperoleh skor sebesar 90,5% yang dikategorikan “sangat baik”. Berdasarkan hasil validasi keseluruhan dan hasil pengujian, tim validasi mengumumkan tanggapan guru dan siswa terhadap modul inkuiri terbimbing pada materi pencemaran lingkungan yang dikembangkan. Revisi materi pada modul berbasis inkuiri terbimbing dilaksanakan sesuai dengan saran perbaikan yang disampaikan oleh Ibu Hifni Septina Carolina, M.Si.
Tinjauan media pada modul berbasis inkuiri terbimbing dilaksanakan sesuai dengan saran perbaikan yang disampaikan oleh Ny. Lima Puluh Octanarlia Narsan, M.Pd. Pada tahap ini dilakukan pengembangan modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi pencemaran lingkungan, yang sebelumnya melalui tahap perancangan dan pembuatan dengan menggunakan kertas ukuran A5 sesuai dengan ukuran modul yang dicetak 41 Selanjutnya akan memasuki tahap validasi produk yang dilakukan oleh tim validator yaitu validasi ahli materi dan ahli media. Berdasarkan hasil validasi dapat disimpulkan bahwa modul berbasis inkuiri terbimbing yang dikembangkan telah mengalami pengembangan kualitas produk yang sangat baik.
Data yang diperoleh nantinya akan dijadikan acuan dalam pengembangan modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi pencemaran lingkungan sebagai sumber belajar bagi siswa kelas X Madrasah Aliyah (MA) Sumber belajar atau bahan ajar apa yang pernah anda gunakan dalam memberikan pencemaran lingkungan? bahan. Adakah sumber belajar atau bahan ajar khusus yang Anda gunakan pada materi pencemaran lingkungan?
Apakah anda puas dengan sumber belajar atau bahan ajar yang digunakan pada materi pencemaran lingkungan? Melalui instrumen ini anda diminta untuk memberikan penilaian terhadap modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi pencemaran lingkungan hidup sebagai sumber belajar siswa kelas X Madrasah Aliyah (MA), yang akan dijadikan masukan untuk meningkatkan dan meningkatkan kualitas materi tersebut. modul. Melalui instrumen ini Anda diminta untuk memberikan penilaian terhadap modul berbasis inkuiri terbimbing pada materi pencemaran lingkungan sebagai sumber belajar siswa Kelas X Madrasah Aliyah (MA), yang akan dijadikan masukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas materi tersebut. modul.